Chang Sheng adalah anak kecil berumur 10 tahun yang dianggap sampah oleh semua orang di desanya. Dia selalu ditertawakan dan ditindas oleh anak-anak seumurnya. Sampai suatu hari kecelakaan yang membawa keberuntungan, mengubah nasib Chang Sheng. Ikut pertualangan Chang Sheng menuju puncak ilmu bela diri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HankQ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Kitab Sembilan Matahari
" Bagus, Sheng er. Kau sudah bisa mengeluarkan elemen api di tanganmu. Tetapi kau juga harus bisa mengontrol kuat lemahnya elemen api yang akan kau keluarkan. Sekarang coba kau keluarkan elemen api yang lebih besar dari yang tadi telah kau keluarkan. Caranya adalah kau alirkan tenaga dalam yang lebih besar dibanding yang tadi kau alirkan. " Kata Master Zhang memberikan petunjuk kepada Chang Sheng.
Chang Sheng segera mengalirkan tenaga dalam yang lebih besar ke tangan kanannya. Terlihat api yang keluar di telapak tangan Chang Sheng lebih besar dari sebelumnya.
" Bagus, Sheng er. Sekarang coba kau keluarkan lagi tenaga dalam lebih kecil dibanding yang pertama kali kau lakukan. " Lanjut Master Zhang.
Chang Sheng kemudian mengalirkan tenaga dalam yang lebih kecil ke tangan kanannya dan terlihat api yang keluar juga lebih kecil. Melihat kemampuan berlatih Chang Sheng, Master Zhang tersenyum puas.
" Bagus sekali, Sheng er. Kau benar-benar bisa menguasai pengontrolan elemen dengan cepat. Kemampuan pengontrolan elemen sangat berguna ketika kau sedang bertarung, karena bisa mengontrol kekuatan tenaga dalam yang tersisa di dalam tubuhmu. Dalam suatu pertarungan, kau harus memperhitungkan jumlah tenaga dalammu, agar kau tidak kehabisan tenaga dalam. Kehabisan tenaga dalam, dalam suatu pertarungan berarti kekalahan buatmu. Tanpa tenaga dalam, kau tidak bisa lagi mengeluarkan jurus apapun. " Master Zhang menjelaskan secara detail manfaat pengontrolan tenaga dalam kepada Chang Sheng.
" Karena kau sudah menguasai pengontrolan tenaga dalam, sekarang coba kau keluarkan sebuah kitab ilmu bela diri yang tersimpan di dalam Cincin Dimensi. Nama kitab tersebut adalah Kitab Sembilan Matahari. " Lanjut Master Zhang.
Chang Sheng segera mengeluarkan sebuah kitab yang terlihat sudah usang dari dalam Cincin Dimensi. Di dalam kitab tersebut terdapat sembilan jurus ilmu bela diri.
" Sekarang coba kau hafal dan pelajari jurus pertama dari Kitab Sembilan Matahari. " Perintah Master Zhang kepada Chang Sheng.
Chang Sheng yang masih dalam kondisi duduk bersila, kemudian membaca dan mempelajari jurus pertama Kitab Sembilan Matahari, Matahari Menyongsong Pagi.
Tangan Chang Sheng membentuk mudra. Chang Sheng menempelkan kedua tangannya setinggi dada. Kedua jari telunjuk tetap menempel lurus, lalu kedua jari jempol saling menyilang, sementara jari-jari yang lainnya saling menggenggam. Inilah mudra dalam melatih jurus pertama Kitab Sembilan Matahari, Ksepana Mudra.
Setelah membentuk Ksepana Mudra, Chang Sheng melakukan meditasi pernapasan dan mengalir tenaga dalam sebesar seribu tenaga dalam melewati kedua tangannya. Sementara itu, di pikiran Chang Sheng membentuk sebuah gambaran matahari.
Terlihat seluruh tubuh Chang Sheng dikelilingi sebuah lingkaran energi yang menyerupai matahari.
Melihat kejadian tersebut, mata Master Zhang terbelalak.
" Anak ini... benar-benar jenius sejati! Hanya dengan satu kali berlatih, dia sudah bisa menguasai jurus ini! Padahal aku yang jenius di zamanku, harus menghabiskan waktu selama tiga bulan untuk menguasai jurus ini." Master Zhang berkata dalam hati karena terkejut melihat kemampuan Chang Sheng.
Chang Sheng kemudian mendorong kedua tangannya yang masih membentuk Ksepana Mudra lurus ke depan, sambil berteriak Matahari Menyongsong Pagi.
Lingkaran energi yang menyerupai matahari di sekeliling tubuh Chang Sheng ikut terdorong melesat ke depan dan mengenai dinding gua berjarak lima puluh meter dari Chang Sheng.
" Duarrr... " Terdengar suara nyaring ketika lingkaran energi yang menyerupai matahari menabrak dinding gua. Debu-debu beterbangan akibat tabrakan itu. Dinding gua di depan Chang Sheng menjadi berlubang sedalam setengah meter akibat terkena hantaman lingkaran energi matahari.
Chang Sheng terkejut melihat kejadian itu. Chang Sheng tidak menyangka kalau jurus Matahari Menyongsong Pagi yang dia keluarkan bisa begitu dahsyat.
" Jurus pertama saja sudah begitu hebat, apalagi jurus yang lainnya di Kitab Sembilan Matahari! " Chang Sheng berkata dalam hati karena terpana dengan kedahsyatan jurus Sembilan Matahari yang baru saja dilatihnya.
" Sheng er, kau benar-benar jenius sejati! " Kata Master Zhang kepada Chang Sheng sambil tersenyum bahagia.
" Ada apa, Master? " Tanya Chang Sheng setelah mendengar perkataan Master Zhang.
" Dengan berlatih satu kali, kau sudah bisa menguasai jurus ini! Kau benar-benar jenius sejati di dunia ini, Sheng er! " Kata Master Zhang sambil terus tersenyum.
" Aku hanya mengikuti petunjuk di kitab ini dan melakukan sesuai arti dari kata-kata di dalamnya, Master. " Jawab Chang Sheng polos.
" Apa...? Dengan sekali lihat, kau sudah bisa menafsirkan arti dari jurus tersebut...? " Tanya Master Zhang terkejut.
" Iya, Master Zhang. " Jawab Chang Sheng lagi.
" Apa aku pantas menjadi gurumu, Sheng er? " Tanya Master Zhang di dalam hati.
Master Zhang merasa tidak pantas menjadi guru Chang Sheng karena kemampuan menafsirkan ilmu bela diri dari Chang Sheng lebih hebat berkali-kali lipat dibanding dirinya sendiri. Untuk jurus pertama dari Kitab Sembilan Matahari saja, Master Zhang membutuhkan waktu tiga bulan, tetapi Chang Sheng dengan sekali lihat sudah bisa menafsirkan dan menguasainya dengan baik. Master Zhang tanpa sadar menggeleng-gelengkan kepala membayangkan kejeniusan Chang Sheng.