NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Ibu Tiri / Ruang Ajaib
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Seorang wanita cerdas dengan sejuta keahlian, yang tidak pernah takut dengan apapun, bahkan dengan kematian sekalipun. Bagaimana jadinya saat jiwa nya tiba-tiba terbangun di tubuh Aleta Volis, seorang wanita bangsawan dengan reputasi paling busuk di seluruh kekaisaran.

Marquez Liam Volis, seorang Jendral Perang sekaligus penguasa wilayah Volis yang terkenal dingin, kejam di medan pertempuran, dan memiliki prinsip hidup yang keras. Bagi Liam, hidup hanyalah soal tugas, pedang, dan darah, dia tidak punya waktu ataupun ruang di hatinya untuk urusan cinta.

"Kau berubah, apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?" tanya Liam, dingin.

"Oh ayolah suami ku, apa pantas pernyataan itu kamu tunjukkan pada istri mu ini," jawab Aleta, tersenyum miring, merapikan kerah pakaian Liam.

Mampukah Liam mempertahankan prinsipnya, atau justru dia bertekuk lutut dan menyerahkan seluruh hidupnya pada wanita yang tadinya paling dia benci?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MULAI CURIGA

"Benar, coba aku lihat! Kenapa ukurannya bisa sebesar kepalan tangan bayi?" ucap yang lain dengan nada penasaran.

Dalam waktu singkat, dagangan Aleta yang tadinya sepi langsung dikerumuni oleh belasan orang yang berebut ingin melihat dan mencicipi buah stroberi nya.

Aleta sama sekali tidak panik, dengan tenang dia mengambil beberapa iris buah dan membagikannya kepada beberapa calon pembeli di depan.

"Silakan dicicipi dulu, rasakan sendiri manisnya, dijamin tidak akan rugi!" seru Aleta lantang dengan gaya bicara yang sangat percaya diri.

"Kresss...."

"Wah!!!"

Kerumunan orang itu langsung bergemuruh karena terkejut dengan rasa manisnya yang luar biasa, jauh melampaui buah impor dari ibu kota kerajaan.

"Luar biasa! Aku belum pernah makan stroberi se manis ini seumur hidupku!" pekik pria berbadan gempal tidak percaya.

"Aku mau satu keranjang! Jangan ambil punyaku, aku duluan yang tunjuk!" teriak seorang wanita bangsawan.

"Aku borong tiga keranjang sekalian!" ucap pembeli lain yang tidak mau kalah.

Suasana di depan tempat dagang Aleta mendadak menjadi sangat riuh dan padat, membuat Julian sampai harus berdiri agak mundur ke belakang sambil memegang erat keranjang kosong agar tidak terdorong oleh kerumunan orang yang saling berebut.

Aleta bergerak cepat, melayani para pembeli dengan cekatan sambil menerima koin-koin perak yang terus berdatangan ke tangannya.

"Pelan-pelan, semuanya kebagian! Stok hari ini masih banyak!" ucap Aleta sambil tersenyum lebar, menghitung uang koin perak yang kini sudah memenuhi kantong kainnya.

Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, seluruh keranjang stroberi yang dibawa Aleta dan Julian ludes terjual tanpa sisa.

Beberapa pembeli yang tidak kebagian bahkan tampak kecewa.

"Maaf ya, semua nya, bukan sengaja dibatasi, tapi stok hari ini memang cuma segitu, besok pagi silakan datang lagi ke sini!" ucap Aleta ramah kepada orang-orang yang masih mengerumuninya.

Setelah kerumunan mulai membubarkan diri dengan rasa penasaran yang belum tuntas, Aleta berjongkok di hadapan Julian sambil tersenyum puas.

"Nah, bagaimana, Jendral kecil? Capek tidak?" tanya Aleta lembut, menyeka sedikit keringat di dahi Julian.

Julian menggeleng cepat, matanya masih berbinar-binar terang menatap kantong kain di pinggang Aleta yang terasa cukup berat karena berisi penuh koin perak.

"Tidak capek sama sekali, Bu! Tadi seru banget! Koin nya banyak sekali, ya?" ucap Julian melompat-lompat kecil kegirangan.

Aleta terkekeh pelan melihat tingkah polos anak tirinya itu, lalu berdiri dan merapikan pakaiannya.

"Pintar, sekarang, karena misi pertama kita di pasar sudah sukses besar, saatnya kita belanjakan sebagian uang ini untuk keperluan rumah dan makanan enak buat kamu," ajak Aleta sambil menggandeng tangan Julian.

"Horeee! Kita mau beli daging, Bu?" tanya Julian antusias, berjalan di samping Aleta dengan langkah riang.

"Bukan cuma daging, kita juga akan membeli bahan makanan lain yang layak, supaya kediaman Marquis tidak kelihatan seperti rumah hantu lagi," jawab Aleta tersenyum miring.

"Ayo!"

Mereka berdua berjalan menyusuri pasar, mampir ke pedagang daging, membeli beberapa kantong gandum kualitas bagus, serta beberapa kebutuhan dapur yang selama ini diabaikan oleh para pelayan di kediaman Marquis.

Sementara itu, di ruang kerja nya, Jendral Liam sedang mendengarkan laporan dari Seno.

"Jadi... wanita itu bersama Julian pergi ke pasar?" tanya Liam dengan suara berat dan datar, menatap tajam ke arah asisten pribadinya.

"B-benar, Marquez, dan laporan dari para pedagang di pasar bilang kalau stroberi yang dijual Marchiones sudah habis laku terjual dalam waktu singkat, dan harganya bahkan jauh lebih mahal dari buah biasa," lapor Seno dengan nada takjub.

Liam terdiam sesaat, jemarinya mengetuk-ngetuk pelan permukaan meja kerjanya.

Sudut bibir pria itu kembali terangkat membentuk senyuman tipis yang sangat sulit artinya.

"Antarkan aku ke kebun belakang, aku ingin melihat seperti apa bentuk buah-buahan yang dia tanam di tanah wilayah Volis yang tandus ini," perintah Liam, cukup penasaran.

Seno langsung membungkuk hormat mendengar perintah atasannya itu.

"Baik, Marquez," jawab Seno tegas, lalu berjalan mendahului Liam menuju ke area belakang kediaman Marquis yang selama ini dikenal paling gersang.

Langkah kaki Liam yang tegap dan berat menyusuri koridor utama kediamannya, meninggalkan rasa penasaran yang semakin besar di kepalanya.

Selama bertahun-tahun memimpin wilayah Volis, Liam sangat tahu betul kalau tanah di sekitar kediamannya tidak pernah bisa ditanami apa pun, jangankan pohon buah, rumput liar saja sering mati kekeringan.

Tidak butuh waktu lama, Liam dan Seno akhirnya tiba di area kebun belakang.

Pemandangan yang tersaji di depan mata mereka seketika membuat langkah Liam terhenti, alis tebal pria itu langsung berkerut dalam karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Tanah yang biasa nya tandus, retak-retak, kini telah berubah menjadi hamparan kebun yang hijau subur dan tertata rapi.

Beberapa pohon buah stroberi berukuran sedang tampak tumbuh subur dengan buah-buahan merah ranum yang bergelantungan di setiap batangnya, memancarkan aroma manis yang khas di udara pagi.

"Ini..." gumam Liam pelan, matanya menyipit tajam menatap hamparan kebun tersebut.

Seno di sampingnya bahkan sampai mengucek matanya beberapa kali, mengira dirinya sedang bermimpi di siang bolong.

"Dewa Agung... bagaimana mungkin tanah kering disini bisa ditanami pohon buah selebat itu, Marquez?" cicit Seno takjub, kepalanya menggeleng-geleng pelan tidak habis pikir.

Liam tidak langsung menjawab, dia melangkah mendekati salah satu tanaman stroberi, lalu berjongkok dan menyentuh tanah di bawahnya dengan jari-jarinya.

Tanah itu terasa begitu subur, sama sekali tidak mirip denan tanah asli di kerajaan Salova.

"Wanita itu, sebenarnya siapa dia?" batin Liam semakin penasaran, rahang tegasnya mengeras perlahan sambil berdiri kembali.

Sementara itu, di tempat yang tidak jauh dari gerbang utama kediaman Volis, Aleta dan Julian baru saja kembali dari pasar dengan membawa beberapa kantong belanjaan besar di tangan mereka.

Julian tampak bersenandung kecil sambil memegang erat kantong berisi roti gandum lembut dan sepotong daging segar.

"Hari ini bener-bener hari keberuntungan kita, ya, Bu!" seru Julian ceria, menatap Aleta dengan mata berbinar-binar.

Aleta tersenyum tipis, merapikan tali kantong belanjaannya.

"Belum apa-apa, ini baru permulaan, Jendral kecil, nanti kita akan membuat kediaman ini jauh lebih makmur lagi," jawab Aleta santai.

Begitu mereka berdua masuk ke halaman belakang, langkah Aleta langsung terhenti saat melihat sosok jendral bertubuh tinggi tegap sedang berdiri di dekat kebun buah nya bersama sang asisten.

Aleta mendengus pelan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman miring yang penuh tantangan.

"Wah, rupanya ada penyusup di kebun kita, Julian," bisik Aleta melirik anak tirinya.

Julian yang melihat kehadiran ayahnya langsung menelan ludah kasar, tubuh kecilnya sedikit bergeser merapat ke belakang punggung Aleta karena merasa takut.

1
Dewi Habibah
lanjut
Mommy Ayu
good job Aleta.... memang balasan yang mantab tuh buat serra.
Tiara Bella
Aleta dilawan ya km kalah lah lady sera....
Septi Wijaya
Aleta tiada lawan donggg😍
IG : hofi03_skrniii: rawww🫦
total 1 replies
miss blue 💙💙💙
jadi makin penasaran sama liam 🤔🤔🤔😅😅😅
IG : hofi03_skrniii: ikuti terus cerita mereka biar gak ketinggalan 😚
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud up pagi"ya thor🙏🙏🥰🥰
Septi Wijaya
ish ish jenderal liam ini... katanya kismin kok punya banyak koin emas.... bohhong yaaaa😬
IG : hofi03_skrniii: mulai-mulai😆
total 1 replies
Tiara Bella
kena menta pastinya si lady serra....
Anbu Hasna
Garel atau Geral?
Septi Wijaya
yg ada serra justru akan makin dipermalukan di acara sendiri 🤣🤣
miss blue 💙💙💙
ngomongin jiwa modern, apa gak bikin liam makin penasaran 🤣🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
julian itu anak kandung liam apa bukan kak? gak pernah ada cerita sebelumnya, bahkan ibu kandung julian juga. apa aq yg gak merhatiin cerita sebelumnya ya?? 🤔🤔🤔
miss blue 💙💙💙: sipp kak 👍👍👍
total 2 replies
miss blue 💙💙💙
kok aq curiga liam itu kaisar atau putra mahkota kekaisaran, mungkin dia di angkat anak oleh marques volis sebelumnya 🤔🤔🤔🤔
kaylla salsabella
jiwa modern🤔🤔🤔🤔 pasti Liam mikir🤣🤭🤭
kaylla salsabella
sombong itu wajib🤣🤣🤭🤭🤭
kaylla salsabella
la itu tahu kamu garel
Maria Lina
makasih ya thor ud up double"nya🙏🙏😍😍☕️☕️
IG : hofi03_skrniii: kembali kasih sayangggg🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
kenapa jadi gariel mondar-mandir🤣🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!