NovelToon NovelToon
Istri Sang Iblis

Istri Sang Iblis

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Wanita perkasa / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ashly Garcia

Selama sepuluh tahun, Kayana Wiratama mengabdikan segalanya untuk satu pria. Ia menyusun setiap kontrak, memenangkan setiap pertempuran bisnis, dan mengubah "anak papa" bernama Kevin Santoso menjadi seorang raja korporat—hanya untuk dicampakkan, ditampar, dan dipermalukan di depan seluruh kalangan atas demi seorang perempuan berwajah malaikat. Malam itu, hati Kayana mati. Tapi seorang perempuan yang jatuh dari puncak selalu punya dua pilihan: hancur, atau bangkit sebagai sesuatu yang jauh lebih menakutkan.

Di balik topeng "tunangan terbuang" yang dikasihani semua orang, tersembunyi kebenaran yang tak seorang pun berani bayangkan: otak paling cemerlang di negeri ini, seorang perempuan dengan kecerdasan yang mengerikan dan masa lalu yang berdarah. Dan ketika takdir mempertemukannya kembali dengan Darian Adiwangsa—pria yang dijuluki "sang Iblis", penguasa dunia yang dingin, mematikan, dan tak tersentuh—dunia mulai berubah.

Di mata semua orang, Darian adalah momok yang membuat kota gemetar. Tapi di hadapan Kayana, iblis itu rela berlutut. "Cukup minta, dan seluruh dunia akan kuletakkan di kakimu." Semakin dalam Kayana terseret ke dalam kehidupannya, semakin banyak rahasia terkuak: pengkhianatan keluarga yang membesarkannya, sebuah "kecelakaan" yang menyembunyikan cinta masa kecil yang terlupakan, dan ingatan yang sengaja dirampas darinya.

Sementara para mantan dan pengkhianat menuai balasan setimpal satu per satu, Kayana harus memilih: terus melarikan diri dari masa lalunya, atau merebut kembali takhta, nama, dan hati yang pernah dirampas darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashly Garcia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Kembali ke pesta, orang-orang masih terpaku oleh adegan yang baru saja terjadi di depan mata mereka. Mereka terkejut oleh kedatangan mendadak Darian, yang tampaknya memiliki hubungan dengan Kayana.

Selain itu, mereka terkejut bahwa Kevin ternyata pria yang mengangkat tangan pada seorang perempuan, bukan sekali, tetapi dua kali. Memang, dulu Kayana mungkin pantas menerimanya, tetapi kali ini, sepertinya ia benar-benar tak sengaja bertabrakan dengan Marina.

Haruskah Kevin sekejam itu sampai melebamkan lengan Kayana dan menuangkan anggur ke atas kepalanya? Perempuan itu juga tampak sungguh mengenaskan...

Namun pesta tak lama tenggelam dalam keheningan canggung. Ketika mereka sadar hiburan gratisnya sudah berakhir, semua orang cepat-cepat berbaur, berharap kembali menghidupkan suasana yang meriah.

Di tengah senyum, tawa, dan percakapan hangat, orang-orang tak bisa menahan rasa penasaran tentang hubungan Kayana dengan Darian. Sama seperti adiknya, Darian tak pernah menghadiri pesta dengan menggandeng seorang perempuan.

Terakhir kali ia masuk ke sebuah acara publik dengan menggandeng perempuan adalah saat ia mendampingi Karolina di karpet merah. Berita itu tersebar di banyak sumber yang mempertanyakan hubungan asmara mereka. Namun semuanya cepat terbantah ketika orang-orang sadar bahwa itu hanya seorang kakak yang menjaga adiknya.

Melisa berpaling pada suaminya, nyaris kehilangan kesabaran.

Ia tak percaya bocah menyebalkan itu punya pria lain sebagai sandaran! Yang pertama Kevin, dan sekarang Darian?!

Kenapa putri sulungnya begitu akrab dengan para pria kaya, sementara putri bungsunya yang jauh lebih cantik kesulitan mendapat teman berpengaruh?

"Sayang, kau lihat itu tadi—"

"Diam, aku sedang berpikir." Ayah Kayana, Gunawan Wiratama, mengangkat tangan untuk membungkam istrinya. Ia tenggelam dalam pikirannya, mencoba menyusun kembali kaitan antara Kayana dan Darian.

Melihat betapa protektif dan penuh perhatian Darian pada Kayana, apakah itu berarti mereka sepasang kekasih?

Ia membayangkan tak terhitung banyaknya keuntungan yang bisa didatangkan Darian Adiwangsa jika Kayana membawanya pulang dan memperkenalkannya sebagai kekasih.

Untuk sekali ini, putri sulungnya yang tak berguna dan pemarah itu akhirnya bisa berguna! Dulu Kayana menekuni permainan piano sampai tingkat mahir, sebelum akhirnya berhenti total.

Sudah beberapa tahun sejak Kayana memberitahunya bahwa ia berhenti bermain piano, tetapi rasa frustrasi dan kecewa itu masih membekas.

Gunawan telah menanamkan banyak uang untuk mengasah bakat Kayana, bahkan sampai memesan gedung-gedung konser terbaik agar Kayana bisa tampil bermain piano.

Ia frustrasi pada Kayana, tetapi menahan kesabaran karena Kayana adalah tunangan Kevin. Kesabarannya mencapai titik terendah ketika Kayana kehilangan posisi di sisi Kevin.

Ketika Kayana dimasukkan ke daftar hitam kalangan atas, Gunawan adalah orang pertama yang meninggalkan putri sulungnya. Di hadapan banyak orang, ia menganggap Kayana anak tak berguna dan durhaka yang ditakdirkan membawa sial bagi keluarganya.

Sebagai pria bertradisi kolot, Gunawan percaya bahwa perempuan tak seharusnya bekerja di bidang yang dulu didominasi pria. Anak perempuan seharusnya mempelajari seni, bukan seluk-beluk bisnis.

Sementara Kayana kehilangan restu ayahnya, Susan justru menikmatinya. Meraih penghargaan di setiap kompetisi piano yang ia ikuti, Susan memenuhi segala harapan sang ayah.

Bunga elegan yang mekar penuh perawatan di bawah kasih dan pengawasan orang tuanya, Susan adalah segala yang bisa diminta seorang ayah. Manis, baik hati, dan berbakat dalam keahlian yang pantas bagi seorang perempuan, ia adalah putri idaman.

Tatapan Gunawan beralih pada putrinya, yang menjadi pusat perhatian.

Berbalut gaun putih indah yang menambah kilau kemalaikatan padanya, Susan tampak riang mengobrol dan tertawa bersama sekelompok orang berpengaruh yang seolah terpesona olehnya. Para pemuda, khususnya, sangat tertarik pada senyum dan tawa cerianya.

Gunawan mengangguk. Bagus, begitulah seharusnya seorang perempuan bersikap. Ia harus menyenangkan para tamu, tak seperti Kayana yang kerjanya hanya membuat masalah!

Melihat suaminya diam-diam mengamati putri bungsu mereka, Melisa menahan lidah dan menekan segala keluhan di benaknya. Ia tahu ini bukan saat yang tepat untuk berbincang di sini, dengan begitu banyak orang mengawasi dirinya dan keluarganya.

Memutuskan lebih baik bicara empat mata dengan Gunawan, Melisa mengesampingkan pikiran dan pendapatnya.

Menyelipkan tangannya yang ramping di lengan Gunawan, keduanya berjalan mengelilingi ruangan, menyapa para tamu dan menyambut mereka dengan hangat. Sepanjang waktu, mereka mempertahankan senyum sopan dan santun di wajah, seolah tak pernah menyaksikan putri mereka sendiri diseret ke lumpur hanya karena kecelakaan kecil dan kesalahpahaman.

Menyadari tak bijak berkomentar buruk soal Kayana di hadapan pasangan itu, banyak orang memilih diam dan melanjutkan menikmati malam.

Sementara kedua orang tuanya berjalan mengelilingi ruangan, ada ekspresi tersembunyi di wajah Susan. Setiap beberapa menit, ia cepat-cepat melirik ke lorong yang menuju kamar mandi, seolah menanti seseorang keluar dari sana...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!