Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.
"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.
Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. incaran tuyul
Rania menangis tersedu-sedu ketika dia menyadari bahwa Ilham memang bukan suami yang baik, ini dia malah mulai merasa curiga bahwa bisa saja selama ini Ilham yang sudah memaksa Rina untuk melakukan perbuatan sesat itu dan sekarang justru Rina yang harus meninggal dunia, sebab Sepertinya dia tidak sanggup untuk terus-menerus menyusui anak tuyul tersebut.
Rasanya sungguh tidak pantas sekali karena pemakaman sang istri belum kering tapi dia sudah membawa wanita lain masuk ke dalam rumah dan melakukan adegan tidak pantas seperti itu, tentu saja Rani yang sebagai adik dari Rina merasa tidak terima dan ingin menghajar habis Ilham beserta dengan Delisa yang bermuka tebal.
Mbok Inem memeluk tubuh gadis kecil itu karena dia tahu bahwa saat ini Rania begitu berduka setelah mengetahui segala sesuatu tersebut, baru tadi malam Mereka melihat sendiri bahwa tuyul itu memang ada di rumah Ilham dan setidaknya Rania harus menerima fakta bahwa Rina meninggal dunia seperti menyusui tuyul tersebut.
Otak Rania tentu saja berpikir bahwa meninggalnya Rina itu karena dia yang tidak sanggup untuk terus-menerus menyusui bayi tuyul, dan justru sekarang Ilham yang bersenang-senang menikmati harta peninggalan tersebut tanpa memikirkan Bagaimana keadaan sang istri yang kemungkinan besar masih menjadi arwah gentayangan ke sana kemari.
"Jadi selama ini kak Rina Menangis terus-menerus mungkin saja dia kesakitan akibat tuyul itu." Rania Berkata sambil membawa motor.
"Kau kalau memikirkan terus seperti itu maka nanti yang ada akan bertambah sakit." Mbok Inem mengelus punggung gadis ini.
"Aku bahkan tidak bisa tidur dan makan dengan benar karena terus terbayang tentang hal itu." Rania menggeleng berulang kali.
"Mbok juga heran karena selama ini Rina memang sama sekali tidak pernah bercerita." ujar Mbok Inem.
"Bahkan mengeluh saja dia sama sekali tidak pernah ketika sedang duduk bersama dengan aku, Kak Rina menyimpan semua rahasia itu dengan sangat rapat!'' ucap Rina.
''Sekarang malah Ilham akan menikah lagi, tidak ada yang terpikir dengan dia pengorbanan istri yang begitu besar.'' Mbok Inem juga merasa kesal.
''Kuburan Kakak belum kering!'' isak Rania kian merasa perih.
''Seng sabar yo, Nduk.'' Mbok Inem juga merasa sangat sedih sekarang dengan kelakuan buruk nya Ilham yang tidak tau diri itu.
Rania tidak menjawab dan dia memilih untuk melajukan motor menuju rumah Purnama yang jauh sekali dari desa mereka ini, sebab desa mereka memang sangat terpencil sehingga kalau keluar maka harus berjam jam lama nya untuk bertemu dengan tetangga antar desa yang ada di sekitar tempat mereka tinggal itu.
''Dari rumah itukah Ilham dan Rina mendapatkan tuyul?'' Mbok Inem mulai berpikir ke arah sana.
Sebab rumah kosong itu dulunya adalah orang kaya dan pemilik meninggal dunia dalam keadaan sama seperti Rina juga, bahkan hingga sampai saat ini mereka semua masih sering melihat sesuatu yang tidak biasa di dalam rumah tersebut dan mengatakan bahwa dia adalah arwah dari orang yang sudah memelihara tuyul itu.
Mbok Inem hanya bisa berdoa saat ini agar Purnama bisa menolong mereka dan membebaskan Rania dari tuyul tersebut, sebab orang tua ini sudah khawatir Bukan main ketika dia melihat sendiri bagaimana keadaan dada Rania yang mendadak saja lebam Setelah dia bermimpi buruk tentang keberadaan tuyul itu.
''Tapi kalau dia menikah lagi Bukankah aku jadi selamat dan tuyul itu tidak akan datang?'' Rania baru kepikiran ke arah situ.
''Belum tentu akan begitu karena terkadang tuyul itu bisa memilih sendiri siapa yang akan dia pilih menjadi ibu.'' jawab Mbok Inem.
''Kenapa mendadak saja dia memilih aku seperti itu?'' tanya Rania dengan nada yang begitu takut.
''Mbok berpikir Mungkin saja dia memilih dirimu karena selama ini kau tinggal bersama dengan Rina, sudah pasti uang yang kau makan Hasil tersebut begitu banyak.'' Mbok Inem memberikan pendapat dia.
''Tapi selama ini tidak mungkin juga kalau Mas Ilham itu tidak selingkuh kan?'' ucap Rania kembali.
''Kalau melihat Dari gelagatnya maka aku yakin memang dia itu sudah lama selingkuh.'' angguk Mbok Inem.
''Sebab Kak Rina memang beberapa waktu terakhir ini terlihat begitu kurus sekali, mungkin saja pria tidak tahu diri itu sudah merasa muak dengan istri.'' tebak Rania.
Mbok Inem mengangguk setuju karena mereka sendiri juga mengetahui bagaimana keadaan Rina Sebelum meninggal dunia, wanita itu terlihat begitu kurus dan seolah tidak pernah terurus sama sekali sehingga mata yang memandang pasti akan merasa iba kepada dia.
Selamat pagi, othor demam lagi besti karena cuaca yang tak kunjung membaik ini, mana kalau sembuh dikit udah petakilan😭😭