NovelToon NovelToon
5 Tahun Pasca-Cerai

5 Tahun Pasca-Cerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Ibu Tiri
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Tiga tahun menjadi istri Anugrah Pratama, Cynara hanya dianggap sebagai beban. Pernikahan mereka bahkan disembunyikan karena Anugrah mengaku lajang demi mendapatkan pekerjaan. Ketika Anugrah memilih membuka hati untuk perempuan lain, Cynara menyerah dan perceraian pun terjadi.

Dua bulan kemudian, Cynara mengetahui dirinya hamil.
Lima tahun berlalu. Cynara kembali sebagai pemimpin Narendra Group, bersama putranya, Naren. Takdir mempertemukannya kembali dengan Anugrah, kini menjadi seorang manajer di perusahaan besar. Namun, bukan Anugrah yang akan mengubah hidupnya.
Ada Alvin Mahendra, CEO dingin yang diam-diam menyimpan luka kehilangan istrinya.

Pertemuan mereka membuka kembali rahasia masa lalu yang seharusnya terkubur.

#anakrahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Istri Pertama yang Tak Diakui

“Bagaimana kalau kita akhiri saja?”

Kalimat itu masih menggantung di udara. Anugrah tidak bisa langsung menjawabnya.

Raut wajahnya pun berubah. Ia bisa melihat sendiri, Cynara bukan sedang mengancamnya.

Perempuan itu benar-benar ingin pergi.

“Cynara…”

“Aku sudah memikirkannya.” Suara Cynara tenang.

Terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja meminta perceraian.

Anugrah menatap istrinya. “Karena Gadiza?”

“Bukan.” Cynara menggeleng.

“Karena selama tiga tahun ini, aku tidak pernah benar-benar kamu anggap sebagai istrimu.”

Anugrah membeku. Ia hanya bisa menatap Cynara, seakan kehabisan kata-kata yang harus diucapkan.

Cynara berjalan melewatinya. “Kamu sibuk kan? Biar aku yang mengurus perceraian ini.”

“Cynara, tunggu.”

Namun, perempuan itu tidak menjawab lagi, menuju kamar mandi dan berwudhu.

.

.

Malam itu juga, Anugrah memanggil seluruh anggota keluarganya berkumpul di ruang tengah.

Danisha, kakaknya datang sambil menggendong Liam, diikuti Rio, suaminya. Ibu Anugrah duduk di sofa paling depan.

Sementara Cynara, turun lebih lambat menyelesaikan kewajiban Isyanya. Saat berdoa, wajahnya berurai air mata, tetapi tak satu pun kata terucap dalam doa itu. Setelah selesai, ia bergerak turun menuju ruang keluarga, mendapati semua mata menatap tajam padanya. Ia memilih berdiri agak jauh di dekat jendela.

Anugrah berdiri di tengah ruangan. “Seperti yang sudah aku katakan tadi, bagaimana menurut kalian semua?”

Danisha menatap datar pada Cynara.

Anugrah menarik napas. "Cynara ingin bercerai denganku.”

Suasana hening menyelimuti ruangan itu.

Danisha tertawa tipis. “Cerai?”

Anugrah mengangguk.

“Yakin?” sindir Danisha kembali

Cynara memilih diam, tetapi kepalanya masih tegak. Bukan dirinya yang salah di sini.

Danisha justru menatapnya tajam. “Berani kau meminta cerai?”

Cynara mengangguk. “Ya.” Ia membalas tatapan kakak iparnya itu.

“Karena apa?”

Cynara masih diam.

Danisha mendengus. “Memangnya kau pikir hidup setelah keluar dari rumah ini akan lebih mudah?”

Wajah Cynara masih tegak. “Tidak.”

“Kalau begitu, karena apa?” Danisha bangkit dari duduknya. “Kalau kau keluar dari rumah ini, siapa yang akan mengurus Liam?”

Cynara menatap anak kecil yang masih berada dalam gendongan Danisha.

Danisha melanjutkan dengan nada kesal. “Kalau kamu pergi, tentu aku harus menyewa pengasuh? Kan mahal!”

Cynara tidak menjawab.

“Belum lagi pekerjaan rumah.” Danisha semakin emosi. “Kau pikir Ibu mau memasak setiap hari? Mencuci? Membersihkan rumah?”

Ibu Anugrah langsung menatap putrinya. “Danisha!”

“Apa, Bu?” Danisha menunjuk Cynara. “Dia yang mau pergi!”

Cynara tersenyum tipis. Akhirnya ia mengerti. Bukan perceraiannya yang membuat mereka panik.

Akan tetapi, kepergiannya yang mereka takutkan. Selama ini mereka membutuhkan dirinya. Bukan sebagai istri. Bukan sebagai anggota keluarga. Tetapi sebagai seseorang yang mengerjakan semua pekerjaan yang tidak ingin mereka lakukan.

Danisha kembali menatapnya. “Ceraikan adikku kalau memang itu maumu.”

Cynara diam.

“Tapi ingat satu hal.” Danisha melipat tangan di dada. “Kau hanya anak desa.”

Cynara perlahan mengangkat alis.

“Kau pikir kau bisa bertahan hidup di kota ini sendirian?”

Cynara tidak menjawab.

“Selama ini kau tinggal di rumah kami. Makan dari uang adikku, Anugrah. Menggunakan semua fasilitas yang ada di sini.”

Danisha tertawa sinis. “Begitu keluar, kau mau tinggal di mana?”

Cynara menatapnya. “Di mana pun.”

“Dengan uang apa?”

“Dengan uangku sendiri.”

Danisha mendengus. “Memangnya kau punya?”

Cynara terdiam. Bukan karena tidak punya jawaban. Tetapi karena dia tidak ingin membuang tenaganya untuk menjelaskan.

Tiga tahun terakhir, dirinya memang tidak memiliki penghasilan sendiri. Anugrah meminta dirinya berhenti bekerja setelah menikah.

Katanya, mereka akan baik-baik saja. Katanya, dia akan menanggung semuanya.

Sekarang, kalimat itu justru menjadi alasan mengapa keluarganya menganggap Cynara tidak mampu hidup tanpa mereka.

Ibu mertuanya akhirnya ikut berbicara. “Cynara…”

Suaranya terdengar jauh lebih lembut. “Kenapa tiba-tiba ingin berpisah?”

Cynara menoleh. “Tiba-tiba?”

Ibu mertuanya terdiam.

Cynara tersenyum kecil. “Bukan kah Ibu sendiri yang menginginkan Mas Anugrah bersama Gadiza?”

Wajah perempuan itu berubah.

Anugrah langsung menatap istrinya. “Cynara…”

“Kalau memang iya, aku persilakan.” Cynara menunjuk Anugrah. “Bukankah itu yang kalian inginkan?”

Tidak ada yang menjawab.

“Bukankah Gadiza lebih cocok?” Cynara tertawa lirih.

“Dia punya keluarga terpandang. Dia punya kehidupan sendiri. Dia juga tidak akan menjadi beban bagi Mas Anugrah.”

Ibu mertuanya langsung menyahut. “Tapi kamu tetap bisa menjadi menantu Ibu.”

Cynara mengerutkan kening. “Maksud Ibu?”

“Kamu tidak perlu pergi.” Perempuan itu tersenyum.

“Kau tetap bisa menjadi istri pertama bagi Anugrah.”

Cynara menatapnya tanpa berkedip. “Dan Gadiza?”

“Dia bisa menjadi istri kedua.”

Suasana mendadak sunyi. Cynara menatap ibu mertuanya beberapa detik.

Beralih pada Danisha, terus Rio, suami Danisha. Kemudian tertawa. Bukan tawa bahagia. Melainkan tawa seseorang yang baru saja mendengar sesuatu yang begitu menyakitkan hingga tidak tahu harus bereaksi bagaimana.

“Istri pertama?”

“Iya.”

Cynara mengangguk pelan. “Seperti apa istri pertama yang Ibu maksud?”

Ibu mertuanya terdiam.

Cynara melanjutkan. “Apakah istri pertama yang tidak pernah diperkenalkan kepada siapa pun?”

Tatapannya beralih kepada Anugrah. “Apakah istri pertama yang suaminya berpura-pura masih lajang di tempat kerja?”

Anugrah menunduk.

Cynara kembali menatap ibu mertuanya. “Atau istri pertama yang hanya tinggal di rumah untuk memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan mengurus anak orang lain?”

Danisha langsung membalas, “Jangan membawa-bawa Liam!”

“Kenapa?” Cynara menatapnya. “Bukankah aku yang memang selalu mengurus Liam selama ini?”

Danisha terdiam.

Cynara menghela napas. Kemudian kalimat terakhirnya meluncur dengan tenang. “Istri pertama seperti apa, Bu?”

Dia tersenyum getir. “Bahkan Gadiza tidak akan menyadari bahwa dirinya adalah wanita kedua Mas Anugrah.”

Ibu mertuanya langsung terdiam. Danisha pun tidak mampu membalas. Anugrah hanya berdiri mematung.

Cynara mengusap sudut matanya. “Aku tidak mau menjadi istri seperti itu.”

Dia menatap Anugrah. “Aku tidak mau berbagi suami.”

“Cynara…”

“Aku juga tidak mau mempertahankan laki-laki yang malu mengakui bahwa aku istrinya.”

Anugrah mengepalkan tangan.

Cynara kemudian menatap seluruh keluarga itu. “Jadi, kalau kalian memang menginginkan Gadiza…”

Dia menarik napas. “Silakan, aku tidak akan menghalangi. Tapi aku memilih mundur.”

Suaranya bergetar.

“Dan jangan meminta aku tetap tinggal hanya karena kalian membutuhkan seseorang untuk mengurus rumah ini. Aku ini bukan pembantu gratisan kalian.” Cynara berbalik.

Langkahnya baru mencapai dua langkah ketika suara ibu mertuanya menghentikannya.

“Kalau kau pergi, jangan berharap bisa kembali!”

Cynara berhenti. Untuk beberapa detik, dia memejamkan mata. Kemudian menoleh kembali.

“Tenang! Au tidak akan kembali.”

*bersambung*

1
Esther
Cepat sembuh thor.
terimakasih sudah update mskipun kondisi tidak fit
Sri Widiyarti
lanjut kak..🥰
Safira Aurora
semangat ya thor
Aku Rajin Membaca
yaaaahh cuman 1
sunaryati jarum
Semoga kontrak segera keluar, semangat
Esther
Semoga kontraknya segera keluar, ceritanya bagus.
SoVay: terima kasih kakakku, nanti kalau hari ini kontraknya udah keluar, aku langsung up ❤️
total 1 replies
yulithong
mulai dh pf bikin penulis stuck n reader resah...
yulithong: semangatttt kal...💪💪💪💪
total 2 replies
Aidil Kenzie Zie
apa tentang nafkah batin yang tertunda 🤭🤭🤭🤭
MomyWa
😭😭😭😭😭 mewek loh, sakit bgt jadi org yang diikat, tp malah disembunyika. dalam keadaan terikat
Safira Aurora
kamu akan kaget mngetahui status lo gadza sang pncuri suami org
MomyWa
kok malah nyalahin cynara? yg pelakor itu elooo.. terus yg ngajak nikah itu kkk lo 🤣
Safira Aurora
gimana cengonya anugrah nantinya
MomyWa
ada 3 org yg akan mainin anugrah 🤭
arielskys
aku malah nangis saat menjadi cynara 😭😭😭 harusnya membiayai keluarga di kampung, ternyata malah dpkasa berhenti
Safira Aurora
😭😭😭😭 jgn bilang cnra jtuh cnta dluan
MomyWa
oke, aku dngeeer
arielskys
kena Lo anugrah... tu mkanya
arielskys
mau ngomongin apa nihhh
yulithong
hemmm...poor gadiza🥺...lanjut kak...👍
Sri Widiyarti
lanjut thor ditunggu penasaran 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!