NovelToon NovelToon
Menaklukan Sang Duda Dan Kedua Kembar Bar Bar Nya

Menaklukan Sang Duda Dan Kedua Kembar Bar Bar Nya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Anak Genius
Popularitas:59.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidup Zoey berubah menjadi mimpi buruk.

Di depan ratusan tamu undangan, sahabat yang paling ia percaya mengaku tengah mengandung anak calon suaminya.

Tak ingin keluarganya dipermalukan, Zoey melakukan sesuatu yang bahkan tak pernah terlintas di benaknya. Ia menarik tangan seorang pria asing yang kebetulan hadir sebagai tamu.

“Aku akan menikah dengannya.”

Pria itu adalah Damian, konglomerat tampan berusia tiga puluh delapan tahun yang dikenal dingin, berwibawa dan sulit didekati. Demi alasan masing-masing, mereka sepakat menjalani pernikahan tanpa cinta.

Namun, sesaat setelah resmi menjadi suami istri, Zoey dibuat syok oleh kenyataan yang sengaja tidak diberitahukan Damian. Pria itu adalah seorang duda dengan anak kembar berusia enam belas tahun.

Mampukah Zoey menaklukkan sang duda yang menutup hatinya sekaligus memenangkan hati kedua kembar nakalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22

“Kau baik-baik saja, Vic? Kemari, aku obati lukamu,” ucap Zoey. Ia melangkah mendekati lemari kaca di sudut ruangan BK dan mengambil kotak P3K.

“Tidak perlu pura-pura peduli. Kau pasti senang kan melihatnya menamparku tadi?” Victor menepis kasar tangan Zoey yang hendak menyentuh wajahnya.

Pemuda itu membuang muka, rahangnya masih mengeras menahan gengsi dan amarah.

Zoey menghentikan gerakannya sejenak. “Ya, aku senang. Sangat senang,” jawab Zoey dengan nada datar.

Victor berdecak kesal, matanya berkilat marah bercampur kecewa.

Padahal, baru saja beberapa menit yang lalu ia merasa ada sesuatu yang hangat menjalar ke dadanya saat Zoey pasang badan membelanya di depan Damian.

Tapi ternyata, semua pembelaan tadi hanya pura-pura?

Tanpa mempedulikan tatapan tajam anak sambungnya, Zoey merobek bungkus kapas dan menuangkan cairan antiseptik.

Meski remaja itu terus menolak dan memundurkan kepalanya, Zoey tetap menahan tengkuk Victor dengan satu tangan, lalu menekan kapas itu tepat di sudut bibirnya yang robek tanpa meminta izin lagi.

“Akh! Pelan-pelan!” desis Victor menahan perih.

“Butuh ke dokter?” tawar Zoey santai, tangannya dengan telaten membersihkan sisa darah.

“Aku bukan anak kecil,” ketus Victor sengit.

Mendengar itu, tatapan Zoey berubah tajam. Kedewasaannya seketika mengambil alih.

“Jika kau memang bukan anak kecil, kau tidak akan bertindak sebodoh tadi, Victor. Kau tidak perlu menggunakan kekerasan fisik hanya untuk membungkam mulut Dante. Kau bisa gunakan otak cerdas mu itu, Tuan Muda,” sahut Zoey tak kalah sengit.

Victor menepis tangan Zoey lagi. “Apa maksudmu?”

“Kau tahu persis apa maksudku. Lain kali bertindaklah sesuai usiamu. Pikirkan risikonya. Bukan dengan gegabah dan terbawa emosi seperti tadi. Kau pikir memukuli anak orang di tengah lapangan itu keren, hah?!” Zoey tak lagi bicara dengan kelembutan yang membuai.

Harga diri Victor merasa tertampar. Dibentak seperti itu membuat pertahanannya runtuh.

“Aku hanya membela diri!” teriak Victor, matanya memerah. “Dia menghinaku! Dia mengatai aku dan Victoria anak dari wanita jala-ng yang tidak tahu diri! Bahkan, si ke-parat itu juga hampir melecehkan Victoria di koridor belakang! Kakak mana yang bisa diam saja melihat adiknya diperlakukan seperti itu?!”

Napas Victor tersengal. Dada pemuda itu naik-turun seiring dengan rahasia yang akhirnya meledak keluar dari mulutnya.

Mendengar pengakuan itu, seulas senyum tipis yang tulus dan lega terbit di bibir Zoey.

“Akhirnya kau bicara juga,” ucap Zoey pelan.

Mata Victor melebar. Ia baru sadar. “Kau menjebak ku?!”

Tanpa aba-aba, Zoey menarik tubuh kaku Victor ke dalam dekapannya. Ia memeluk remaja laki-laki itu dengan sangat erat.

Jauh di lubuk hati Zoey, ada rasa sedih yang menyayat melihat bagaimana anak ini harus memendam luka dan berjuang sendirian melindungi adiknya, sementara ayah kandungnya sendiri justru menamparnya tanpa mau mendengar.

Tangan Zoey mengusap punggung Victor dengan penuh kasih sayang.

“Zoey, lepaskan!” berontak Victor, wajahnya memerah karena malu dan gengsi.

Victor berusaha mendorong bahu ibu tirinya itu, namun entah kenapa dorongannya sangat lemah.

“Meski usia kita hanya terpaut beberapa tahun, aku masih bisa mengerti perasaanmu, Vic,” bisik Zoey tepat di telinga Victor, suaranya bergetar menahan haru. “Kau sudah melakukan hal yang hebat sebagai seorang kakak. Jadi, jangan pernah sungkan padaku. Kau tidak perlu menanggung semuanya sendirian lagi.”

Pertahanan Victor benar-benar runtuh. Tangannya yang sejak tadi menolak, kini perlahan jatuh di sisi tubuhnya.

Victor membiarkan kehangatan pelukan Zoey menyapu rasa sakitnya.

Di ambang pintu, Damian yang sejak tadi diam-diam memperhatikan interaksi mereka merasa dadanya bergemuruh.

Ada perasaan kesal, gengsi dan rasa bersalah yang bercampur aduk melihat istrinya yang masih muda itu berhasil menembus benteng es Victor, sesuatu yang gagal ia lakukan selama bertahun-tahun.

“Kita pulang sekarang!” ucap Damian dingin, memecah momen emosional itu untuk menutupi rasa irinya.

Zoey melepaskan pelukannya perlahan. Ia tersenyum, lalu menggandeng tangan Victor.

Mengejutkannya, Victor hanya menurut dengan wajah menunduk.

Saat mereka melangkah keluar dari ruang BK, seorang siswi berkacamata yang sejak tadi berdiri ragu di balik pilar, diam-diam menghampiri Zoey.

“Nyonya, bisakah kita bicara sebentar?” cicit siswi pendiam itu sembari menoleh panik ke kanan dan kiri.

“Ya, tentu.” Zoey melepaskan genggamannya, lalu menoleh ke arah Victor. “Tunggu di mobil bersama papamu, Vic.”

Victor mengangguk patuh dan berjalan menyusul langkah lebar Damian.

Setelah memastikan lorong sepi, Zoey kembali menatap siswi itu.

“Katakan apa yang ingin kau katakan, Nona.”

“Sebenarnya Victor sama sekali tidak salah, Nyonya. Saya melihat semuanya. Dante yang memancing emosi Victor dan menyentuh Victoria lebih dulu,” bisik gadis itu gemetar.

“Lalu? Kenapa kalian semua bungkam saat para guru datang menuduh Victor?”

“Kami semua takut bicara karena Dante adalah anak dari keluarga yang sangat berpengaruh, Nyonya. Kami yakin besok keluarga Dante akan datang ke sekolah seperti biasa untuk menuntut balik.”

Zoey mengernyitkan dahi. “Seperti biasa?”

“Ya. Keluarga mereka selalu datang membawa pengacara jika terjadi sesuatu pada Dante, entah dia yang salah atau benar. Mereka bisa membuat siapa saja dikeluarkan dari sekolah ini. Tunggu saja surat panggilan dari kepala sekolah besok, Nyonya,” jawab gadis itu dengan nada prihatin.

“Begitu rupanya. Terima kasih banyak atas informasinya,” ucap Zoey tersenyum menguatkan.

“Sama-sama, Nyonya. Saya permisi.” Gadis itu buru-buru berlari pergi.

Tinggal Zoey sendirian di sana. Senyum lembut di wajahnya perlahan lenyap, digantikan oleh tatapan yang luar biasa dingin dan tajam.

“Ternyata mereka menggunakan kekuasaan untuk menindas, ya? Mari kita lihat, seberapa besar kekuasaan keluarga Dante.”

1
Mundri Astuti
dasar tuan duda 😂😂
Mundri Astuti
😂😂😂
Endang Sulistiyowati
Dapet kecupan semangat ya Zoey, hahahaa 🤣
Sastri Dalila
😅😅
rheisha
Otw jatuh cinta ini roman nya...😁
rheisha
kaya nya si gitu zoey...😁
Bunda SalVa
menang 1 - 0 kamu Damian, dapat bibir perawan 😄😄
Nisa Via
diicch Tuan kulkas kek nya agak mencair yaa 😂😂😂
Sri Rahayu
hahaha...kena kiss Damian ya Zoey, gmn rasanya panas dingin ga Zoey 🤩🤩🤩...lanjut Thorr
Anonim
Heeeee lucunya ❤️❤️❤️
Anonim
Keluarga laucu 😍😍😍
ryuka
🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Ni'mah azzahrah Zahrah
wah wah ini mah gilaaa, gengsinya mulai runtuh
Anonim
😄😄😄😄
Anonim
Lucunya
Sri Rahayu
ga bapak ga anak sama2 kaku keras gengsian....semoga zabar Zoey 🤩🤩🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Susi Sayadi
wes wani ngambung😆😆😆
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣ngku lho
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus lh kau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!