Penugasan di medan perang adalah hal biasa. Namun, menghadapi pengkhianatan di dalam barak asrama dinasnya sendiri adalah pertempuran yang tak pernah ia duga.
Ketika ia memergoki lettingnya sendiri menelantarkan dan menyakiti seorang wanita di sudut pangkalan militer akibat hasutan keluarga, naluri pelindungnya bangkit. Dalam sebuah tindakan nekat demi menyelamatkan kehormatan sang wanita, ia mengambil alih takdir itu. Ia membawanya pergi, melindunginya di garis depan hidupnya, dan menikahinya.
Di bawah naungan seragam lorengnya, ia memulai misi paling rahasia dalam hidupnya.. Menyembuhkan luka batin gadis itu, namun, ia harus menghadapi dendam dari rekan satu lettingnya, dan mencintainya setulus hati tanpa syarat.
Sebab di garis depan hatinya, keselamatan wanita itu adalah perintah mutlak haram untuk gagal.
KONFLIK.. SKIP bagi yang tidak sanggup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1. Konflik internal di perbatasan.
"Kalau tidak ada paralon, alirkan airnya pakai bambu saja. Yang penting warga kita bisa dapat air untuk dapur. Masalah mandi, semua bisa lari ke sungai. Buat saja bilik, takutnya banyak istri anggota dan para gadis mau turun ke sungai. Buat sepuluh bilik sudah cukup..!!" perintah Danton dia, Letnan Ricky Oscar mengarahkan anggotanya.
"Siap, Danton..!!" jawab para anggota.
"Oke lanjut..!! Saya mau balik ke mess dulu, badan saya lengket dari kemarin belum sempat mandi." pamit Bang Oscar kemudian menuju parkiran untuk mengambil motor tuanya.
Tapi saat itu pandangan matanya melihat sosok seorang gadis cantik berlari di luar pintu gerbang dua di Batalyon.
'Pitta??? itu Pitta, kan??'
Bang Oscar turun dari motor dan menghampiri gadis tersebut.
"Pitta, kamu disini??" tanya Bang Oscar tanpa basa basi.
Gadis itu bingung, matanya langsung berkaca-kaca namun kemudian mengangguk karena seolah juga sempat melihat pria di hadapannya itu.
"Kamu kenapa lari-larian begini????"
Akuu kabur dari suami ku." kata Pitta.
"Kabur??? Kamu sudah nikah????" Tanya Bang Oscar karena gadis itu sebenarnya masih baru menginjak usia sekitar tujuh belas tahun.
"Iya." Pitta sudah mau berlari lagi tapi Bang Oscar mencekal tangannya. "Lepaaass.. Aku kau kabur."
"Saya selamatkan kamu, tapi kamu hutang penjelasan sama saya..!!"
Merasa tak ada waktu lagi, Pitta mengangguk. "Kamu masuk ke dalam kamar pos. Bilang Letnan Oscar yang menyuruhmu..!!"
Pitta segera pergi. Tak lama ada seseorang memakai motor datang. Ia membuka kaca helmnya dan ternyata Bang Oscar mengenalnya.
"Eeeehh.. Kau lihat perempuan lari ke arah sini atau tidak???" tanya Bang Samuel.
"Nggak ada perempuan lewat sini. Sejak tadi saya disini. Ini juga mau balik ke mess. Memangnya ada apa?? Jangan bilang itu selingkuhanmu. Kau bilang sudah ada bini, kan??" jawab Bang Oscar.
"Yang lari itu istriku. Susah betul aturannya, nggak bisa di sayang. Kalau kau lihat siapa istriku sebenarnya, kau pasti kaget."
"Maksudmu?? Lantas, kenapa kau juga tidak cepat pengajuan nikah??" pancing Bang Oscar dengan dada bergemuruh.
"Panjang ceritanya. Intinya, ibuku nangis aku nikah sama dia. Dia itu perempuan yang suka gonta ganti laki, doyan ngabisin duit gaji." ujar Bang Samuel.
"Kamu lihat sendiri dia begitu atau tidak, Sam??" selidik Bang Oscar.
"Nggak perlu, Ibuku nggak pernah bohong." jawab Bang Samuel. "Ya sudah, kalau kau nggak tau.. aku mau lanjut cari. Rasanya pengen ku hajar lagi itu perempuan. Bikin malu saja..!!"
Setelah Bang Samuel pergi, ekor mata Bang Oscar melirik ke arah pos. Ia pun menghampiri pos tersebut.
"Pitta, sudah aman." panggil Bang Oscar.
Pitta membuka pintu kamar pos. Air matanya hendak tumpah tapi ia menahannya.
"Ikut saya..!!" ajak Bang Oscar.
...
Pitta meletakan mangkok, hanya dalam beberapa menit saja soto ayam di mangkok itu sudah habis. Gadis itu terlihat begitu kelaparan tadi.
Bang Oscar menyodorkan air minum pada gadis itu. "Sudah tenang, kan??? Sekarang ceritakan..!!"
Gadis itu diam seribu bahasa, enggan menjawab pertanyaan dari pria yang dulu sempat di kenalnya, sebagai pelatih bela negara di SMA nya.
"Kalau kau percaya saya bisa membantumu, ceritakan..!!" perintah Bang Oscar.
Dengan tangan gemetar, Pitta membuka kancing kemeja lengan panjangnya. Di detik itu, Bang Oscar gelisah luar biasa tapi ia memasang kamera ponselnya. Setelah kancing terbuka, Pitta menurunkan pakaiannya dan hanya tersisa tanktopnya saja.
Disana Bang Oscar melihat banyaknya luka lebam di sepanjang lengan hingga bahu. Leher berjejak garis merah. Saat Pitta memiringkan tubuhnya, Bang Oscar melihat punggung itu penuh luka.
"Sam yang melakukannya????" Tanya Bang Oscar, nafasnya berat menahan amarah.
"Bukan, tapi ibu mertuaku dan...... pacarnya." jawab Pitta.
"Whaatt???? pacar?????"
"Jangan cerita, jangan bicara ini lagi. Bang Sam pasti marah. Bang Sam sangat percaya sama ibunya." kata Pitta ketakutan.
"Saya mau penjelasanmu, Pitta..!! Kenapa satu setengah tahun yang lalu kau putuskan komunikasi kita dan sekarang kau malah nikah sama Samuel?????"
Pitta menunduk dalam tangisnya, ia seperti tidak sanggup mengungkapkan perasaannya. Hal itu semakin menyulut emosi Bang Oscar.
"Apa diam mu bisa buat masalah selesai???? Saya sudah bilang.. Saya tunggu sampai sekolahmu selesai, kalau kamu mau kuliah, saya bayar, saya akan tetap tunggu kamu, saya sanggup tunggu kamu."
"Tapi Abang nikah sama orang lain. Abang ingin perempuan dewasa, tidak seperti Pitta." kata Pitta.
"Siapa yang bilang?? Sampai sekarang saya masih bujangan. Nggak ada perempuan lain yang masuk dalam hidup saya. Satu-satunya perempuan yang pernah singgah dalam hidup saya hanya kamu, Pitta..!!" jawab Bang Oscar tegas.
"Bohong..!! Kalau Pitta satu-satunya, kenapa kita nggak pacaran?? Kenapa Abang nggak pernah bilang sayang??? Kenapa Abang harus minta Bang Sam yang gantikan Abang jaga Pitta????" protes Pitta.
"Kapan saya bilang begitu??? Kau dengar sendiri dari saya????" nada Bang Oscar meninggi namun kemudian ia menahan emosinya, mengusap wajahnya untuk mengendalikan amarahnya yang memuncak. "Saya tidak suka menjalin hubungan yang lama. Bagi saya, menikah adalah bukti bahwa saya menghargai gadis yang saya sayangi. Saya juga tidak suka mengumbar kata cinta. Apa bagimu kata-kata lebih penting dari tindakan??"
Pitta mengangguk cepat, membuat Bang Oscar jengah di buatnya.
"Ini kan, hasil yang kau dapat. Termakan bujuk rayu Samuel, sekarang kau jadi seperti ini. Laki-laki b*****t seperti itukah yang kau mau??"
"Aaku.. mau cerai."
.
.
.
.
ditunggu lanjutanya mba
ditunggu lanjutannya mba Nara
lanjut mba Nara👍