NovelToon NovelToon
Kaisar Naga Bela Diri

Kaisar Naga Bela Diri

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di ujung terlupakan Kerajaan Tianhe, seorang anak yatim bernama Qin Mu tumbuh di Desa Canglan bersama seorang pemabuk tua yang mengaku petani. Yang ia miliki hanyalah pisau berburu berkarat, liontin batu hitam peninggalan ayah yang tak pernah kembali, dan satu pertanyaan yang tak terjawab: mengapa ia ditinggalkan?

Ketika dunia kultivator yang selama ini hanya ia dengar sebagai legenda tiba-tiba menghancurkan kedamaian desanya, Qin Mu dipaksa memasuki jalan yang telah ditentukan jauh sebelum ia lahir jalan yang berlumuran darah, penuh pengkhianatan, dan dibayar dengan harga yang tak seorang pun mau membayarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 5

Setiap langkah terasa seperti menginjak pecahan kaca.

Hujan lebat mulai mengguyur Pegunungan Qingluo, mengubah tanah humus menjadi rawa lumpur yang licin. Langit malam sepenuhnya tertutup awan hitam. Tidak ada cahaya bulan. Tidak ada bintang. Satu-satunya panduan Qin Mu hanyalah insting dan kilatan petir yang sesekali merobek langit.

Di punggungnya, tubuh Gu Shanyin terasa semakin berat. Napas lelaki tua itu begitu pelan hingga berkali-kali Qin Mu harus berhenti sejenak, menempelkan telinganya ke dada Gu Shanyin hanya untuk memastikan jantung Kakek angkatnya itu masih berdetak. Kulit Gu Shanyin sedingin es, bibirnya membiru, dan darah hitam yang mengering di sudut mulutnya berbau menyengat.

"Bertahanlah, Kek. Sedikit lagi," gumam Qin Mu dengan suara parau. Tenggorokannya terbakar karena kehausan, namun ia tidak berani berhenti untuk mencari air.

Wilayah Dalam Pegunungan Qingluo adalah tempat terlarang bagi para pemburu Desa Canglan. Di sini, pohon-pohon pinus digantikan oleh pohon purba raksasa yang akarnya menjalar ke mana-mana seperti ular. Kanopi daunnya begitu rapat hingga hujan yang turun ke tanah hanya berupa tetesan-tetesan besar yang lambat. Tempat ini adalah wilayah binatang buas yang memiliki inti spiritual, eksistensi yang berada di luar nalar manusia biasa.

Krek.

Langkah Qin Mu terhenti. Suara ranting patah itu tidak berasal dari kakinya.

Ia memutar tubuhnya perlahan, menyandarkan Gu Shanyin ke batang pohon besar, lalu mencabut pisau buru dari pinggangnya. Matanya yang kelelahan menyipit, mencoba menembus kegelapan. Udara di sekitarnya tiba-tiba menjadi sangat bau—campuran antara daging busuk dan belerang.

Dari balik semak rhododendron, sepasang mata merah menyala muncul dalam kegelapan.

Bukan babi hutan. Bukan beruang. Itu adalah Serigala Bayangan bertubuh sebesar sapi muda. Bulunya berwarna abu-abu gelap, menyatu sempurna dengan malam. Taringnya yang mencuat keluar dari rahang bawahnya memeteskan liur kental. Ini adalah binatang buas spiritual tingkat rendah, makhluk yang bisa merobek tubuh sepuluh pria dewasa dalam hitungan detik.

Binatang itu menggeram rendah, sebuah suara yang menggetarkan tulang rusuk Qin Mu. Serigala itu tidak langsung menyerang. Ia mengelilingi mangsanya dengan langkah pelan, menilai seberapa lemah pemuda di depannya. Matanya melirik ke arah Gu Shanyin yang tak berdaya.

"Jangan sentuh dia," desis Qin Mu. Suaranya bergetar, namun cengkeramannya pada gagang pisau sangat erat.

Ia tahu berlari adalah hal bodoh. Membawa Gu Shanyin akan memperlambatnya, dan Serigala Bayangan akan menerkam punggungnya. Ia harus membunuh monster ini, atau mati bersama kakeknya di sini.

Serigala itu berhenti berputar. Otot-otot kaki belakangnya menegang.

Sring!

Hanya bayangan kabur yang terlihat saat serigala itu melompat. Kecepatannya jauh melampaui babi hutan yang dihadapinya pagi tadi. Qin Mu tidak mencoba menangkis. Ia melempar tubuhnya sendiri ke lumpur di sebelah kiri, membiarkan cakar serigala itu merobek lengan baju kanannya, membawa serta sepotong daging dari bahunya.

Rasa sakit meledak di bahu Qin Mu, tapi ia mengabaikannya. Serigala itu mendarat, tanah berhamburan saat cakar besarnya mengerem untuk berbalik arah.

Sebelum serigala itu kembali melompat, Qin Mu meraup segenggam lumpur basah yang bercampur kerikil, lalu melemparkannya tepat ke arah sepasang mata merah menyala itu.

Serigala itu melolong marah saat lumpur membutakan pandangannya sesaat. Kepala binatang itu bergeleng kasar. Itulah satu-satunya celah yang ada.

Qin Mu tidak mundur. Mengandalkan sisa-sisa tenaganya, ia menerjang maju. Lututnya meluncur di atas tanah basah, masuk ke bawah perut serigala yang sedang berdiri dengan dua kaki belakang karena panik. Dengan teriakan parau, Qin Mu menusukkan pisau burunya tepat di ulu hati binatang itu, menggunakan kedua tangannya untuk mendorong gagang pisau sedalam mungkin, lalu merobeknya ke arah bawah.

Darah panas menyembur deras, mengguyur wajah dan dada Qin Mu.

Serigala itu menjerit memekakkan telinga, tubuh besarnya ambruk menimpa Qin Mu, meronta-ronta dalam kejang kematian. Pemuda itu menahan berat bangkai tersebut, terengah-engah menghirup udara yang bercampur bau amis darah. Lengannya mati rasa. Kesadarannya mulai memudar.

Namun, saat Qin Mu merasa ia akan pingsan, sebuah kehangatan aneh tiba-tiba menjalar dari dadanya.

Cincin Giok Retak yang tersembunyi di balik bajunya mulai berdenyut keras. Benda itu telah basah kuyup oleh darah Serigala Bayangan. Alih-alih mengalir turun, darah segar binatang buas itu seolah meresap ke dalam batu giok tersebut.

Dalam sekejap, Cincin Giok itu melepaskan sensasi panas yang membakar. Qin Mu membelalakkan mata. Ia merasakan seuntai energi yang sangat murni seperti benang sutra panas mengalir dari cincin itu, menembus kulit dadanya, dan menjalar ke aliran darahnya.

Energi itu kasar dan liar, namun dengan cepat menyapu rasa letih di otot-ototnya. Rasa sakit di bahunya yang terkoyak mereda. Napasnya yang tadi tersengal kini menjadi lebih panjang dan bertenaga. Tubuhnya terasa seringan kapas, namun ototnya sekeras batu.

Apa... apa ini? batin Qin Mu terkejut. Ia mendorong bangkai serigala itu ke samping dengan mudah, padahal sebelumnya ia hampir mati tertindih.

Ia tidak punya waktu memikirkan fenomena itu. Cincin Giok itu kembali dingin seolah tidak terjadi apa-apa, namun efek energi yang disalurkannya masih terasa di dalam tubuhnya.

"Sungai merah... Gua Akar Naga," Qin Mu mengingat instruksi Gu Shanyin. Ia menyeka darah dari matanya, kembali memanggul tubuh Gu Shanyin, dan melanjutkan perjalanan. Langkahnya kini jauh lebih mantap. Energi murni tadi telah memberinya kesempatan kedua.

Satu jam kemudian, suara gemuruh air menembus rimbunnya pepohonan.

Qin Mu mempercepat langkahnya dan tiba di tepi sebuah jurang kecil. Di bawah sana, sebuah aliran sungai mengalir deras. Permukaan airnya tidak jernih, melainkan berwarna merah pekat seperti darah, dipenuhi oleh alga merah bercahaya yang tumbuh di dasar batu. Sungai Merah.

Ia menuruni tebing dengan hati-hati. Mengikuti aliran sungai ke arah hulu, ia tiba di sebuah tebing batu raksasa yang tertutup lumut tebal. Di dasar tebing, akar-akar pohon purba sebesar pilar kuil saling melilit, membentuk formasi bersisik yang luar biasa besar, persis seperti tubuh seekor naga yang sedang tidur melingkar.

Di antara lilitan akar raksasa itu, terdapat celah gelap. Gua Akar Naga.

Udara di sekitar mulut gua terasa berbeda. Hujan tidak turun di area sekitarnya, seolah tertahan oleh payung kasat mata. Qin Mu berjalan masuk menembus celah akar. Begitu melewati mulut gua, udara dingin pegunungan seketika menghilang, digantikan oleh kehangatan kering.

Gua itu ternyata sangat luas dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Tanahnya tidak berbatu tidak rata, melainkan tanah keras yang tampak seolah dipotong dengan pedang.

Qin Mu meletakkan Gu Shanyin dengan hati-hati di sudut gua yang kering. Ia mengumpulkan lumut kering dan ranting di mulut gua, lalu menggunakan batu api dari kantungnya untuk menyalakan api unggun kecil.

Cahaya api mulai menerangi interior gua. Saat bayangan menari-nari di dinding batu, mata Qin Mu melebar.

Dinding gua itu tidak alami. Permukaannya halus bagaikan kaca, dipenuhi ukiran garis-garis rumit yang saling bersilangan sebuah formasi spiritual yang telah lama mati. Dan di tengah gua tersebut, terdapat sebuah platform batu melingkar (altar).

Di atas altar itu, duduk sesosok kerangka manusia dalam posisi bersila. Jubahnya telah lama hancur menjadi debu, namun tulang-belulangnya memancarkan kilau keemasan yang sangat redup, menolak hancur dimakan waktu. Tengkorak kerangka itu menunduk, dan di pangkuannya terdapat sebuah gulungan bambu tua yang ditutupi debu tebal.

Qin Mu menahan napas. Tempat ini bukan sarang binatang buas. Ini adalah makam dari seorang kultivator kuno. Dan Gu Shanyin sengaja mengarahkannya ke mari.

1
Liang Hou
pake Sreettt aja tor kalo ranting, sring! lebih cocok suara besi 🙏
Sang_Imajinasi: siap terimakasih sarannya
total 1 replies
Am Mi
up
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
Asta Hariadi
bagus, ceritanya menarik
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.

Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.

Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.

TERIMA KASIH.... ✌️
Sang_Imajinasi: oke lanjut 4 bab
total 4 replies
Budi Wahyono
biasanya tokoh jahat ketika mau mati,ada aja yg nyelametin...
ini enak nih gak bertele2,tinggal musuh yg lebih kuat udah nunggu
Begin Bae
/Determined/
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.

Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.

Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.

TERIMA KASIH.... ✌️
ibarumbung
keren 👍👍👍👍👍
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!