NovelToon NovelToon
Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Mahardika yang harus menanggung penyakit kusta selama 3 tahun, setelah berobat di berbagai macam caranya, dari obat alternatif, hingga rumah sakit besar, tapi penyakitnya tak kunjung sembuh.

Hingga akhirnya, uang tabungan habis untuk berobat dan hanya tinggal sebidang tanah dan sebuah rumah yang tersisa. Dan itu tidak mungkin ia jual karena hanya itu satu-satunya peninggalan untuk anak dan istrinya.

Hingga akhirnya ia bermimpi ada seorang kakek datang dan memintanya untuk datang ke gunung Merapi jika ia mau sembuh.

Mahardika pun meminta izin dengan istrinya, dan berharap bisa sembuh jika ia berobat dengan kakek tersebut.

Hari berganti bulan, hingga akhirnya dia tahun berlalu. Kini Mahardika sudah sembuh total dan sehat kembali dan mendapatkan wasiat menjadi tabib.

Tapi saat ia pulang, alangkah terkejutnya dia. Karena rumah dan tanah itu sudah terjual, dan lebih sakitnya, anaknya ternyata di titipkan ke panti, sementara istrinya sudah menikah lagi.

Akhirnya ia membangun keh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Mendengar teriakan panik Pak RT, Amel yang sedang memegang gayung kecil seketika menghentikan siramannya.

Wajahnya menjadi pucat, dan gayung plastik di tangannya terlepas jatuh ke tanah.

"Papa... orang-orang jahat itu datang lagi ya?" bisik Amel gemetar, berlari kecil merapat dan menyembunyikan wajahnya di balik paha Mahardika.

Mahardika berjongkok pelan, membelai lembut pipi putrinya. "Amel percaya sama Papa, kan?"

Amel mendongak, menatap ayahnya lalu mengangguk pelan.

 "Amel percaya Papa," jawabnya pelan.

"Pintar." Mahardika tersenyum.

 Ia berdiri lalu menoleh ke arah Pak RT. "Pak RT, tolong jaga Amel di dalam rumah sebentar. Jangan biarkan dia keluar sampai saya panggil."

"B-baik, Dik Dika! Mari, Nduk Amel, ikut Pak RT ke dalam," ujar Pak RT terburu-buru menuntun Amel masuk dan mengunci pintu kayu dari dalam.

Setelah memastikan Amel aman, Mahardika berbalik dan berjalan santai ke tengah pekarangan rumahnya.

Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana.

Brak! Brak! Brak!

Dua unit ekskavator raksasa berwarna kuning berhenti tepat di depan pekarangan rumah, disusul oleh empat mobil jip hitam dan belasan sepeda motor.

Lebih dari tiga puluh orang pria berbadan kekar dengan tato memegang balok kayu, besi ulir, hingga pipa besi, turun dan mengepung area rumah tua itu.

Warga desa yang melihat dari kejauhan ketakutan setengah mati, menutup pintu dan jendela rumah mereka rapat-rapat.

Dari dalam salah satu sedan mewah, Haryo melangkah turun dengan setelan jas rapi, disusul oleh Siska yang mengenakan kacamata hitam dan pakaian serba mahal.

 Di belakang mereka, seorang pria paruh baya bertubuh tinggi besar dengan luka parut di pipi kanan melangkah maju sambil membawa tongkat pemukul besi.

Pria itu adalah Bos Jarot, pimpinan geng preman paling ditakuti di kota tersebut.

Siska tertawa melihat Mahardika.

"Hahaha! Mahardika! Masih mau sok jagoan kamu hari ini?! Kemarin di balai desa kamu bisa sok pamer surat tanah tua itu! Tapi di dunia nyata, hukum tidak ada artinya di hadapan uang dan kekuasaan!" kata Siska penuh kemurkaan dan dendam.

Haryo maju dua langkah sambil mengisap cerutunya.

"Bocah miskin! Aku sudah bilang, tanah ini milik Perusahaan Properti Perkasa! Kami tidak butuh surat tanahmu, kami hanya butuh meratakan tempat ini! Hari ini, rumah ini beserta kamu di dalamnya bakal jadi puing-puing!" ujar Haryo culas.

Bos Jarot juga ikut melangkah ke depan, menancapkan tongkat besinya ke tanah.

"Oi, Bocah! Anak buahku yang kamu lumpuhkan kemarin itu cuma pemanasan! Hari ini aku bawa tiga puluh orang dan dua ekskavator! Kalau kamu tidak berlutut memohon di kaki Bos Haryo dan Mbak Siska sekarang juga, aku pastikan kamu mati membusuk di bawah reruntuhan rumah ini!" gertak Bos Jarot dengan suara serak menakutkan.

Mahardika hanya berdiri tegap di tengah pekarangan. Tidak ada sedikit pun rasa takut di wajahnya.

"Haryo... Siska...Kalian membawa nama Perusahaan Properti Perkasa untuk menindas rakyat kecil dan merebut tanah orang lain. Apakah Tuan Baskoro tahu kalau anjing-anjingnya berbuat sebusuk ini di luar?" kata Mahardika dengan nada suara rendah tanpa emosi.

Mereka malah tertawa.

"Hahaha! Tuan Baskoro?!" seru Haryo geleng-geleng kepala.

"Kamu tahu nama Chairman kami dari mana, Hah?! Pengemis sepertimu bahkan tidak layak mencium bau sepatunya! Tuan Baskoro itu pengusaha nomor satu di kota ini, mana mungkin peduli dengan cacing tanah sepertimu!" ejeknya denga puas.

1
Wega Luna
asyik kak less punya novel baru 😍
Wega Luna
kok bisa kecolongan sih ,
Wega Luna
malu GK tuh malu dong🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
yang bener namanya Lena,Rina atau Ningsih Thor?
less22: Ningsih🤣🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ga pp miskin penyakit yg penting kan sehat masih hidup 🤪🤪
less22: kwkwk betul tuh🤣
total 1 replies
Wega Luna
bales gini dik"setidaknya tidak seperti mantan istriku yg rela membuang darah dagingnya sendiri demi menjadi simpanan pria pebinor seperti mu",,bales ka bales jgn lupa sindir tentang tanah ,atau perlu sindir"jangan jangan penyakit ku ini ulahmu yh Ningsih"
less22: nah iya🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
tak sabar nunggu dika tlp baakoro
less22: kwkwkw iya tuh🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ayo semangat Thor lagi seru ini 👍
less22: hahah, besok lagi🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bagus thorr rupa x baskoro orang baik berati ada yg jahat pake nama x untung curang jg ttg tanah panti t4 amel dulu
Wega Luna
Baskoro itu suami kedua nya si Ningsih?
less22: bukan, tapi pemilik perusahaan besar. tapi Siska bekerja sama dengan baskoro, Ningsih dan suami barunya
total 1 replies
Wega Luna
jangan jangan yg membuat dia sakit dan meracuni panti yh Siska dan Ningsih serta keluarga barunya
less22: aamiin, ada buku baru lagi nih, mampir ya kak🥰
total 9 replies
Sarah
makin seru ceritanya
less22: wah Terima kasih, 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 love you sekenlbon karet e orang
total 3 replies
Icha Arlita
ayo Mahardika di tolong biar tetangga kmu pada tau gimana hebat ny kamu sekarang👍
less22: asekkkk
total 1 replies
less22
okehh
Icha Arlita
ayo lanjut Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
TUAN AMIR
sambung lagi thor
Icha Arlita
seru pokok nya
less22: wahhh Terima kasih
total 1 replies
Icha Arlita
ayo sat set 🤭
Icha Arlita
lagi Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
Icha Arlita
zahen vino letisya itu sapa Thor kok jadi bingung sih 🤦
less22: aduuu, salah pula tadi🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!