Vony gadis lugu dari pedesaan, muda dan cantik. ia di jual oleh bibinya dan menikah dengan pria duda bernama Hades Prawira yang menderita impoten.
Setelah menikah Vony justru iba dan berjanji akan membantu Hades untuk sembuh. di tengah pernikahan Vony tahu jika yang membuat Hades impoten adalah mantan istrinya sendiri Kasandra. Wanita itu sengaja menyuntikan obat khusus berdosis tinggi pada Hades hingga menyebabkan ia menderita impoten.
Mampukan Vony mengembalikan keperkasaan Hades serta meluluhkan hati pria yang sedingin salju itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 Canggung
Di kamar mandi Vony duduk di atas toilet mengenakan kimono bersih. kepalanya masih sedikit pusing tapi sudah terasa lebih baik setelah mandi air hangat. ia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. kenapa di saat bangun tidur dirinya dan Hades ada dalam satu ranjang tanpa memakai sehelai pakaian pun.
Ingatan Vony kembali merunut satu persatu, dari berangkat ke pesta, bertemu Victor dan Kasandra lalu setelahnya Vony meminum segelas minuman yang Kasandra berikan padanya. setelah itu ia tidak ingat lagi.
Vony menghela nafas, ia hampir berdiri dari duduknya tapi sekelebat kejadian membuatnya mengurungkan niat keluar dari kamar mandi. wajah Vony merah padam, saat ingat bagaimana ia memperlakukan Hades.
"Ahhhh! tidakkk!" Vony setengah berteriak histeris. ia ingat bagaimana dengan brutalnya ia mencium bibir Hades, meraba tubuh pria itu dan menggodanya.
"Astaga! aku sudah gila! bagaimana ini?!" Vony ketakutan dan gugup sekaligus malu pada Hades.
"Vony! ada apa?" Suara Hades terdengar dari balik pintu kamar mandi hotel.
"Bagaimana ini, aku tidak bisa menghadapi pria itu sekarang, aku malu sekali!" gumam Vony sembari menggigit kuku jarinya.
"Vony! kau baik-baik saja? buka pintunya!"
"Ah, aku tidak apa-apa pak! pergilah dulu" kata Vony.
Lama sekali Hades menunggu Vony tidak juga keluar dari kamar mandi. akhirnya ia memutuskan meminta Aldo booking satu kamar VVIP untuknya mandi.
"Gadis itu lama sekali di kamar mandi, dia mandi atau tidur sebenarnya!" omel Hades sembari berjalan ke kamar hotel yang bersebelahan dengan kamar yang ia booking semalam. Aldo mengikuti langkah Hades dari belakang membawakan baju ganti untuk bos-nya.
Di benak Aldo, ia bertanya-tanya ada apa sebenarnya antara Hades dan Vony. yang ia lihat tadi pagi itu sungguh membuat Aldo salah paham. Hades dan Vony berada di satu ranjang tanpa mengenakan pakaian karena gaun dan jas milik mereka berceceran di lantai.
Aldo mulai berpikir, mungkinkah Hades sudah sembuh dari kelainannya.
Hades mandi dengan tenang. ia memikirkan begitu nakal tingkah istri mudanya. senyum cerah Hades menghiasi wajahnya. ia ingat bagaiman Vony menciumnya, memeluk dan meraba tubuhnya, hingga gadis itu berhasil membangkitkan "naga tidur".
Hades mengingat setiap sentuhan Vony di tubuhnya. tanpa sengaja, miliknya kembali menegang. Hades menunduk, terkejut untuk kesekian kalinya. ia tidak menyangka, keajaiban terjadi padanya. Hades mengusap wajahnya tertawa senang.
"Tuan?!" giliran Aldo yang khawatir mendengar Hades tertawa seorang diri dari dalam kamar mandi.
"Iya sebentar, kau tinggal dulu ke restoran di bawah. ajak Vony turun, aku akan menyusul"
"Baiklah" Aldo bergegas kembali ke kamar sebelah, mengetuk pintu dan menunggu Vony.
Tidak berapa lama pintu terbuka, Vony menunduk tidak menatap Aldo karena ia pikir itu Hades.
"Nona?"
Vony mendongak menatap Aldo sekaligus bernafas lega ternyata yang berdiri di hadapannya bukan Hades.
"Tuan meminta kita ke restoran lebih dulu, mari ..." ajak Aldo.
Vony terlihat ragu tapi ia menurut. sebenarnya Vony ingin langsung pulang ke mansion dan mengurung diri di kamar sampai kiamat saking malunya pada Hades.
Vony hanya diam menunduk tidak mau bicara apapun pada Aldo.
"Nona, ayo silahkan di makan sarapannya. kata tuan anda belum makan apa-apa sejak semalam"
Semalam?
Setiap ada yang menyebut kata semalam, Vony langsung ingat kejadian antara dirinya dan Hades. wajahnya sontak memerah.
"Nona apa anda sakit?" tanya Aldo mulai cemas dengan gerak gerik nyonya bos.
Vony menggeleng, di kejauhan Hades berjalan mendekat ke arah Vony dan Aldo sedang duduk menikmati makan pagi melihat Hades datang, Vony langsung menyembunyikan wajahnya di balik saput tangan.
Hades dan Aldo saling melihat, heran dengan tingkah Vony.
"Kenapa tidak makan?" tanya Hades.
Vony merasakan jantungnya berdebar hebat ketika mendengar suara Hades.
"Makanlah, nanti kau sakit" kata Hades salah tingkah saat Vony menurunkan sapu tangan dan memperlihatkan wajahnya.
Kedua orang itu tidak bisa menutupi rasa canggung satu sama lain. giliran Aldo yang di buat bingung melihat perangai Hades dan Vony.
Makan pagi berjalan tenang, Vony hanya diam seribu bahasa. sementara Hades terus menanyakan perihal pekerjaan di kantor pada Aldo. terlihat sekali keduanya saling menghindar.
Bahkan saat akan berjalan menuju mobil, Vony sengaja berjalan di bekang Aldo agar dirinya tak terlihat oleh Hades.
"Vony! berhenti bermain petak umpet dan lihat aku!" Hades meradang, ia tidak tahan melihat tingkah Vony yang kekanakan.
Vony mendongak perlahan menatap wajah suaminya. ia lalu menunduk lagi, karena malu.
"Lihat aku, saat aku bicara dengan mu" kata Hades.
"Tidak mau aku malu, tolong jangan paksa aku memandang mu. aku jadi ingat bagaimana aku mencium bibir mu tadi malam dan meraba tubuh..."
"Cukup!" Hades mengendurkan sedikit dasinya yang terasa mencekik secara tiba-tiba.
Mungkin sekarang wajah Hades juga merah padam karena malu. sementara Aldo ia berdiri sekuat tenaga menahan tawa yang hampir pecah.
Kendalikan dirimu Aldo atau kau akan kehilangan pekerjaan!
Aldo tidak bisa menahan senyumnya. ia melirik Hades dan Vony secara bergantian.
"Apa yang kau lihat! cepat masuk ke mobil!" omel Hades melihat Aldo senyum-senyum tidak jelas.