NovelToon NovelToon
Aku Yang Kau Nikahi, Dia Yang Kau Hamili

Aku Yang Kau Nikahi, Dia Yang Kau Hamili

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Nayara tak pernah menyangka, pria yang dinikahinya dengan penuh cinta, justru tega mengkhianatinya.

Adrian berselingkuh, bahkan menghamili wanita lain, di belakang dirinya.

Di tengah luka dan pengkhianatan, hadir seorang pria yang mencintainya.

Rendra, pria yang mencintai Nayara dalam diam dan bersedia memberinya ketulusan, dan cinta yang tak pernah ia dapatkan dari suaminya sendiri.

Kini, Nayara dihadapkan pada pilihan yang menyakitkan: bertahan demi pernikahan yang telah dikhianati atau pergi bersama luka yang belum sembuh.

Sementara itu, ada hati lain yang menunggunya, berharap suatu hari Nayara mampu membuka kembali pintu cintanya.

Namun, ketika Nayara akhirnya menentukan pilihannya, siapa yang akan ia genggam, suami yang mengkhianatinya, atau pria yang mencintainya? Dan akankah Adrian rela kehilangan istri yang selama ini ia sia-siakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

09: Transaksi Kamar Hotel

____🌺

Tangan Nayara bergerak membuka aplikasi email. Kolom pencarian di pojok kanan atas layar ia ketuk. Dengan jari telunjuk yang terasa sangat dingin, ia mengetik dua kata: Hotel A.

Layar memuat data selama beberapa detik. Tak lama kemudian, beberapa deretan pesan masuk muncul di layar utama.

Mata Nayara langsung tertuju pada email teratas yang masuk pada tanggal lima Oktober. Tiga hari sebelum hari peringatan pernikahan mereka berlangsung.

Ia mengeklik email tersebut. Muncul sebuah konfirmasi reservasi elektronik dari restoran, yang berlokasi di atap Hotel A tersebut.

Nama Pemesan: Bpk. Adrian Mahendra

Jumlah Tamu: 2 Orang

Tanggal Reservasi: 08 Oktober, Pukul 19.00 WIB

Catatan Tambahan: Tolong siapkan meja privat di dekat jendela sudut, dan sediakan satu buket bunga mawar merah segar di atas meja sebelum kami datang.

Nayara menutup mulutnya dengan sebelah tangan. Dadanya terasa sangat sakit dan sesak, seolah ada tangan yang meremas paru-parunya dengan kuat.

Suaminya memesan makan malam romantis secara khusus dan menyiapkan bunga mawar untuk Selena jauh-jauh hari, tepat di tanggal hari peringatan pernikahan mereka.

Sementara pada malam yang sama, Nayara berdiri berjam-jam di dapur rumah, memasak makanan kesukaan suaminya yang akhirnya berujung dibuang ke tempat sampah.

Adrian bahkan membelikan bunga yang sama untuk dua perempuan yang berbeda di hari yang sama. Bunga yang dibawa Adrian pulang malam itu ternyata sisa dari acara makan malamnya bersama wanita lain.

Kebohongan ini, bukan suatu kebetulan. Ini bukan kesalahan karena Adrian mabuk atau terlalu lelah. Ini semua sudah direncanakan dengan sangat rapi.

Dengan tangan yang semakin gemetar, Nayara mengambil ponselnya di atas meja dan memanggil nomor Maya.

Tut!

Tut!

Tut!

Panggilan itu langsung terhubung pada dering ketiga.

"Halo, Nay? Tumben kamu telepon pagi-pagi begini," sapa Maya dengan nada santai dari seberang sana.

"May ...," suara Nayara pecah. Ia tidak bisa lagi menahan sesak di dadanya. Tangisnya lolos begitu saja.

"Nay? Kamu kenapa? Nayara, kamu menangis? Adrian bikin ulah apa lagi sama kamu?" Nada suara Maya langsung berubah panik, saat mendengar isakan sahabatnya.

"Mas Adrian berbohong sama aku, May." Nayara mengusap wajahnya yang basah oleh air mata dengan punggung tangan. "Tanggal delapan kemarin, hari anniversary itu ... dia tidak ada rapat sama klien, di Thamrin."

"Terus dia pergi ke mana? Kamu tahu informasi dari mana?"

"Aku menemukan kuitansi Hotel, di saku jasnya semalam. Nomor kamarnya 1808. Terus aku baru saja memeriksa email di tablet rumah ... dia memesan makan malam, untuk dua orang di restoran hotel itu, lengkap dengan pesanan buket bunga mawar."

Hening sejenak menyelimuti panggilan telepon tersebut.

Terdengar helaan napas kasar dari Maya yang sedang menahan amarah.

"DI HOTEL? Kamu yakin, Nay? Hotel yang di daerah pusat itu?" tanya Maya, suaranya mendadak berubah sangat serius.

"Kuitansinya ada di tanganku sekarang, May. Namanya tertulis sangat jelas. Dan kamu tahu? Perempuan yang sekarang menjadi mitra bisnis perusahaannya ... namanya Selena. Mantan pacar Mas Adrian."

Maya mengumpat tertahan di seberang sana. "Kurang ajar. Nay, dengarkan aku baik-baik. Tanggal delapan malam kemarin, Dita, teman SMA kita, kebetulan lagi ada acara kumpul divisi kantornya di hotel itu."

Nayara menahan napasnya. "Dita ada di hotel itu?"

"Iya. Malam itu Dita sempat mengirim pesan ke aku. Dia bilang, dia melihat pria yang wajahnya mirip sekali sama Adrian sedang berdiri di lobi. Tapi karena aku berpikir Adrian sedang sibuk bekerja, dan Dita mungkin salah melihat orang dari kejauhan, aku melarang Dita memberitahu kamu. Aku tidak mau kamu kepikiran yang tidak-tidak saat sedang menyiapkan kejutan makan malam." Maya menjelaskan dengan cepat, nadanya dipenuhi penyesalan mendalam.

"Coba kamu hubungi Dita sekarang, May. Tolong tanyakan padanya apa yang dia lihat malam itu," pinta Nayara memelas.

"Tunggu sebentar. Aku hubungi Dita sekarang juga. Kamu jangan tutup sambungan teleponnya, tunggu di situ."

Terdengar suara ketukan tut dari ponsel Maya yang sedang mengetik pesan.

Nayara berdiri dari kursinya, berjalan mondar-mandir di dalam ruang kerja dengan perasaan gelisah yang menyiksa. Kakinya terasa sangat lemas hingga ia harus berpegangan pada tepi meja.

Lima menit berlalu.

Waktu terasa berjalan sangat lambat dan menyakitkan. Setiap detiknya menyiksa batin Nayara. Ada sebagian kecil dari hatinya yang masih berharap bahwa Maya akan kembali dan mengatakan bahwa Dita salah melihat.

Bahwa pria di lobi hotel mewah itu bukanlah Adrian, melainkan orang lain yang kebetulan berwajah mirip.

"Nay?" Suara Maya kembali terdengar di telinga Nayara. Kali ini, nadanya terdengar sangat gundah.

"Gimana, May? Dita bilang apa sama kamu?" tanya Nayara cepat.

"Aku ... aku baru saja meminta Dita memeriksa galeri hp-nya. Kebetulan malam itu Dita sedang merekam video suasana lobi untuk laporan ke atasannya."

Nayara mencengkeram tepi meja kerjanya kuat-kuat, hingga buku-buku jarinya memutih. "Terus apa yang terlihat?"

"Nay, aku minta maaf yang sebesar-besarnya. Aku sudah meminta Dita mengambil tangkapan layar dari videonya. Aku sempat ragu mau mengirimkan ini ke kamu, tapi ... kamu sangat berhak tahu soal suamimu."

Ponsel Nayara bergetar satu kali di dekat telinganya. Ada sebuah notifikasi pesan masuk dari kontak Maya.

"Buka obrolan pesan dari aku, Nay. Tarik napas yang panjang," ucap Maya pelan.

Nayara menjauhkan ponselnya dari telinga. Dengan jari telunjuk yang kaku dan gemetar hebat, ia membuka ruang obrolan pesannya dengan Maya.

Sebuah foto baru saja terkirim beberapa detik yang lalu.

Foto itu tampak diambil dari jarak yang lumayan jauh, namun pencahayaan lobi hotel bintang lima yang terang benderang membuat objek utama di dalamnya terlihat sangat jelas.

Di dekat pilar besar berlapis marmer hitam, berdiri seorang pria mengenakan kemeja biru muda. Lengannya digulung santai hingga ke siku. Postur bahunya, potongan rambutnya, dan jam tangan kulit hitam di pergelangan tangan kirinya adalah detail fisik yang sangat Nayara hafal di luar kepala.

Itu Adrian. Suaminya.

Namun, Adrian tidak sedang memegang dokumen kontrak bisnis. Adrian tidak sedang berbicara dengan klien luar kota.

Tangan kanan Adrian melingkar erat di pinggang seorang perempuan yang mengenakan gaun hitam. Perempuan itu memiringkan kepalanya, memegang kedua bahu Adrian dengan posesif. Dan pria itu menundukkan kepalanya, mencium bibir perempuan tersebut tepat di tengah keramaian lobi hotel.

Nayara menatap wajah perempuan di foto itu. Rambut bergelombangnya yang jatuh ke samping, postur tubuhnya yang ramping, persis seperti penampilan yang ia temui.

Ponsel di tangan Nayara merosot jatuh ke lantai, membentur lantai kayu dengan suara benturan yang keras. Kakinya tak lagi mampu menopang berat badannya. Ia jatuh terduduk di kursi kerjanya dengan tatapan kosong.

Perasaannya hancur tak tersisa. Adrian tidak hanya sekadar melupakan hari peringatan pernikahan mereka.

Suaminya telah mengkhianatinya dengan sangat dalam, menghancurkan rumah tangga mereka, berselingkuh perempuan dari masa lalu, dan Nayara baru menyadarinya sekarang.

Perempuan itu adalah Selena.

1
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤭 semoga dengan adanya Nayara perusahaan kecil Rendra semakin berkembang.Adrian kau tidak merasa bersalah sedikitpun pada Naya.Lihat Naya tertawa lepas dengan Rendra,kamu cemburu dan sakit hati, apalagi Nay ,Adrian Tahu suaminya menghamili wanita lain,betapa dalam sakit hatinya,emak berharap itu benih pria lain.Agar Adrian dan ibunya malu dan menyesal
sunaryati jarum
Semoga berhasil dan bisa melambungkan namamu Naya
sunaryati jarum
Tetap semangat jangan goyah,jika Adrian membatalkan tetap kena pinalti.
sunaryati jarum
Bagus Nay, hempaskan nama Adrian.Jika dia merecoki atau mempersulit pekerjaan kamu,ancam kamu akan beberkan perselingkuhan Adrian dengan Selena
sunaryati jarum
Yakinlah Nay, perlakuan suamimu jadikan cambuk untuk berkarir dan kekuatan untuk berdiri di atas kaki sendiri.
sunaryati jarum
Jangan goyah , tetap pendirian kamu.Perusahaan dan nama keluarga bukan urusan kamu,itu urusan Adrian.
sunaryati jarum
Viralkan perselingkuhan mereka jika tidak mau menceraikan kamu.Mungkin Adrian yang bermasalah kesuburannya,dan mudah - mudahan anak yang dikandung Selena bukan anak Adrian, membuat Ny Marissa MALU.
sunaryati jarum
Sudah jangan hiraukan perihal Adrian dan Selena, fokus pada perceraian dan menciptakan kebahagiaan diri sendiri Nay
sunaryati jarum
Semoga keguguran dan itu bukan bayi Adrian
Adinda
jangan jangan kamu yang mandul andrian bukan nayara,anak selena bukan anakmu🤣🤣🤣
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 🫣,,, kayaknya kak😅
total 1 replies
sunaryati jarum
Baru mampir , langsung viralkan perselingkuhan mereka dipastikan perusahaan bangkrut
Adinda
tinggalin rumah itu sembunyi dulu dari suamimu urus perceraian mu
My_Lucia
istrinya udah se-effort ini lho
My_Lucia
bener kata lakinya .. masing-masing aja udah .. dia selingkuh, selingkuh balik aja 😆
emang lu doang yang bisa 🤣🤣
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 🤭, bener lah, yuk, kita, saling selingkuh 🤭
total 1 replies
My_Lucia
laki-laki kurang ajar, udah di masakin gak di hargain... cari yang baru aja Nay, mumpung masih muda
My_Lucia
terlalu berbaik sangka kamu
My_Lucia
terlalu makan ati mikirin laki-laki begini mah
My_Lucia
waduh ada aku di sini 😆
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
memang benar sih. makan saja dulu. jangan kelaperan menunggu yg ga pasti. kalau suami pulang, boleh menemani makan dengan porsi sedkit
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
masih tetap positif thinking ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!