"Rin mau kemana? kenapa diam-diam membawa koper begitu?" Tanya Aga merasa curiga pada istrinya, mendadak istrinya pamit pergi, padahal dia baru saja pulang dari pasar. Arin diam saja dan tetap memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. "Rin aku nanya sama kamu? Kalau mau pergi, aku antar" "Tidak perlu mas, di dalam masih ada tamu" "Tamu Istimewa" Imbuh Arin dalam hati. Arin menyerah. Sejak kecil dia sudah mengabdi di keluarga suaminya karena mereka telah di jodohkan sejak kecil. Arin kira pengorbanan dan kesabarannya akan membuat suaminya luluh, namun dia salah. Suaminya bahkan membawa wanita idamannya ke dalam rumah. Arin sudah tidak tahu apa yang ingin dia pertahankan di rumah ini, bahkan setelah satu tahun menikah, tak sekalipun dia di sentuh. "Tunggu aku sebentar, keluarkan kopermu. Masukkan ke mobil ku, aku akan mengantarmu" Pinta Aga, namun Arin sudah mati rasa, dia langsung meminta supir melajukan mobilnya.Arin tak memperdulikan Aga yang berteriak sambil berlari mengejarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Satu hari berlalu, ponsel Arin akhirnya aktif kembali, Aga tidak menunggu lama, dia langsung melacak lokasi istrinya. Dia segera bergegas ke titik lokasi di mana ponsel istrinya berada.
"Bandung?" Gumam Aga pelan.
Sepertinya Arin benar-benar ingin menjauh darinya, andai saja dia tidak melakukan sandiwara perselingkuhan dengan Rahma, pasti Arin masih di rumah bersama ibunya.
Ibunya mulai hawatir karena Arin benar-benar tanpa kabar, saat menelfon ke besan, Arin juga tidak ada di sana. Ibunya sampai tak nafsu makan karena begitu hawatir dengan keadaan Arin. Bu Tina sangat takut Arin kenapa-kenapa di jalan, hingga sampai hari ini belum memberi kabar.
"Cari Arin nak, temukan dia. Ibu takut dia sedang berada dalam masalah"
Sejak dari rumah Dewa, Aga bahkan tidak berani pulang, dia sudah bilang pada ibunya akan segera membawa Arin pulang. Tapi sampai saat ini, Arin masih belum dia temukan.
Aga bergegas ke mobil untuk segera pergi ke Bandung, andai saja dia di perbolehkan membawa helikopter di markas, dia pasti sudah memakai helikopter ke sana agar segera bisa bertemu dengan Arin.
"Tunggu mas Arin, mas akan jelaskan semuanya ke kamu"
Aga melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, Aga ingin segera sampai di lokasi itu, agar Ibunya tidak terus menghawatirkan menantu kesayangan nya.
Sampai di tempat lokasi, Aga segera mencari titik lokasi ponsel istrinya. Aga tengah berada di terminal bandung, matanya terus menatap satu persatu orang -orang di sekelilingnya. Ada begitu banyak orang berlalu lalang di terminal ini.
"Kamu di mana Arin?"
Aga terus mencari lokasi ponsel istrinya, sambil terus menatap satu persatu orang-orang di sekelilingnya, dia berharap ada Arin di antara ratusan orang yang dia lihat.
Begitu titik lokasi itu di temukan, Aga sangat terkejut melihat ponsel istrinya di bawa segerombolan preman terminal.
"Kembalikan ponsel istri saya!"
Aga berteriak, para preman itu langsung menoleh.
Mengalahkan preman-preman kecil ini bukan lah masalah besar bagi Aga.
"Dari mana kalian mendapatkan ponsel itu?"
Salah satu dari mereka maju, pakaian lusuh mereka membuat Aga ingin menangis, dia teringat Arin. Pasti dia sangat ketakutan saat ponsel dan barangnya di minta para preman kecil ini.
Begitu mendekat, Aga menunjukkan kartu identitas militernya. Preman tadi langsung ngacir ketakutan, dia tidak ingin di tangkap, jadi memilih langsung pergi.
Aga menarik baju belakang preman itu, meminta preman itu agar memberikan ponsel milik Arin.
"Dari mana kalian mendapatkan ponsel ini ha!" tanya Aga lagi.
"kami mengambil ini saat di terminal jakarta"
"Jadi kalian mencuri ini di jakarta?"
"Iya pak"
Aga meringkus beberapa preman itu, dia akan menanyai mereka tentang Arin setelah sampah markas saja.
****
Arin membuka mata, setelah insiden pencopetan, dia terpaksa menunda perjalanan nya ke Sumatra.Arin memang berencana ke luar pulau, dia akan pergi ke pulau terpencil di sana.
Tapi semua harus pupus saat ada beberapa preman merampok tasnya. Arin tidak jadi naik bus antar kota itu, dia bahkan sampai jatuh pingsan karena tragedi ini.
Panas terik menerpa wajah Arin, tas besar di tangan tak membuatnya patah semangat untuk berjalan menjadi dari rumah Dewa, dia tidak ingin bertemu aga lagi, dia berencana ke luar pulau, agar Aga tidak pernah bisa menemukan dia,Namun Arin justru terjebak di terminal ini.
"Saya di mana?" Tanya Arin sambil meringis memegangi kepalanya, Arin jatuh pingsan saat akan naik ke Bus. Tas nya di tarik dari belakang, membuat dia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke aspal.
untung ada orang baik yang membawanya.
"Kamu di rumah bapak nak, maaf bapak tidak bisa mengambil barang-barang kamu dari perampok itu"
"Tidak apa-apa Pak, Saya udah sangat bersyukur sudah di bantu"
Arin menatap wajah lelaki paruh baya yang sudah menolong nya, dia seperti pernah melihat wajah itu.
wajahnya tidak asing, sangat familiar sekali.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya pak?" tanya Arin.
"Kita baru bertemu nak, tapi kamu sudah sering menolong bapak"
Arin tidak paham dengan apa yang di bicarakan bapak-bapak di depannya, hingga sosok perempuan muncul dari balik pintu.
"Nana?"
Nana tersenyum, dia membawakan makanan dan juga teh hangat untuk Arin.
Begitu Nana menaruh makanan itu, Arin langsung memeluknya.
Arin menangis meluapkan rasa sesak di hatinya pada Nana, hanya nana yang tahu semua pahitnya kehidupan pernikahannya dengan mas Aga.
"Aku sudah nggak kuat di rumah itu Na"
"Mbak Arin yang sabar ya?"
Nana melepaskan pelukan mereka, dia menatap jam di dinding, jam segini biasanya Nana masih bekerja di toko.
"Kamu nggak masuk kerja?" Tanya Arin.
"Nana keluar mbak, Sekarang yang mengambil alih toko mbak Rahma, aku tidak sanggup mbak, mengingat pengorbanan mbak Arin selama ini, Rahma sering ke rumah Mas Aga, dia juga yang merawat Bu Tina, Nana tidak sanggup melihatnya, jadi Nana memutuskan keluar saja"
"Tapi bapak dan adik kamu butuh biaya Na"
"Mbak Arin tenang saja, uang yang di berikan Mas Dewa ke Nana cukup untuk Nana membuka toko kue sendiri, Nana akan mulai usaha sendiri di rumah"
"Dewa?"
Nana langsung kelabakan, dia sudah menceritakan semua kisah rumah tangga Mbak Arin ke Mas Dewa, dia di beri imbalan yang begitu banyak, awalnya Nana tidak mengharap apa-apa, dia menemani Kak Arin ke Dufan waktu itu agar Mbak Arin tidak sedih lagi, meski semua itu perintah dari Dewa. Tapi dari dalam hati dia juga kasihan melihat mbak Arin yang selalu murung semenjak menikah. Nana juga tak menyangka Mbak Arin akan menceritakan semuanya. Dan saat dia menceritakan semua itu ke Dewa, Dewa langsung memberinya uang lima puluh juga. Nana menolak, tapi Dewa memaksa, dari situlah Nana tahu kalau Mas Dewa sangat menyukai Mbak Arin. Dia berharap mbak Arin bisa berpisah dari Mas Aga dan bersama Dewa.
"Maaf ya mbak, Kemarin saat mbak di rumah Mas Dewa, Nana di minta ke sana menemani Mbak Arin. Tapi sayangnya Nana datang bersama Mas Aga, Nana ngumpet deh, Nana lihat mereka bertengkar, saat mbak Arin diam-diam kabur, Nana ngikutin mbak, Waktu ke kita ke Dufan mas Dewa yang maksa ngasih uang itu, awalnya Nana takut memakai uang itu mbak, tapi sekarang Nana akan pakai uang itu untuk modal, nanti jika berhasil Nana akan kembalikan"
"Semoga kamu berhasil na"
Arin kembali di buat terharu dengan perhatian Dewa padanya, sebegitu perhatiannya lelaki itu padanya.
"Mas Dewa pria yang baik mbak, dia cocok banget kalau sama mbak Arin"
"Aku masih istri orang Na, cerai saja belum na. Aku hanya ingin berpisah dari mas Aga na, aku ingin hidup tenang"
"Nana dukung mbak Arin, Nana setuju banget mbak Arin pisah dari Pak Letnan itu.
Arin tersenyum padahal dulu Nana selalu memuji Aga, Nana selalu bilang kalau Arin sangat beruntung jadi calon istrinya Aga yang gagah perkasa.
kl kabur beneran pasti kluar kota Naik bus ganti kapal pesiar pasti gk Ada yg nemuin. ntah Arin itu goblok apa tolol jd wanita. pdhl dah dewasa dah pernh kawin tp ttp oon.
niat kabur Dr awal pergi jauh ganti nmr jng hub orang rumah lagi. kemarin mncing hub mertua oalah alah. cewek plin plan.
terus aja Rin keraskan hatimu buat dirimu sama ky si Aga yg suka menyimpan dendam jd kamu ga ada bedanya sama si Aga kan
heran koq bisa si Dewa tau2 nongol bawa bunga bawa cincin, ntar pas mereka lg pandang2 an ato pegangan tangan si Aga nongol tuh, lanjut lg salah pahamnya gitu aja terus ga kelar2
kl wanita mandiri pasti saat pertama kabur dah ganti nmer kabur baik bus yg jauh ntah kluar pulau bgitu.
tp ini mlh milih nyari laki lain pdhl status masih istri orang. gk jelas bnget. wanita murah.
kl merasa suami mu gk baik ya cerai sblm pergi ni mlh jd wanita murah meriah.
sepertinya takdir tdk akan membawamu ke Dewa deh 🤭😆