Setelah akar spiritual emasnya dirampas secara paksa oleh sepupunya sendiri dan tubuhnya dibuang ke Jurang Abu Api, Lin Xuan—seorang pemuda klan cabang yang sekarat—justru menyatu dengan Tungku Abu Takdir peninggalan zaman purba. Dari abu kehancuran, ia menempuh jalur kultivasi terlarang yang mampu melebur kutukan, meracik pil dari racun mematikan, dan menebas tatanan langit yang korup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20: Menatap Puncak Awan Biru
"B-bagaimana mungkin?! Dia baru berusia enam belas tahun, tetapi mampu membunuh kultivator Pembukaan Meridian Lapis Enam dalam satu tebasan?!"
Para kepala klan dan tamu undangan di halaman berdiri terpaku dengan keringat dingin membasahi punggung mereka. Tak seorang pun berani bernapas keras saat menatap sosok pemuda berjubah hitam di atas panggung itu.
Namun di panggung kehormatan, wajah Tetua Zhao Wuji dari Sekte Awan Biru berubah segelap dasar kuali.
Jika Lin Tianhao mati di sini, maka lima ribu Batu Roh yang telah ia terima dari ayah Lin Tianhao—Diakon Lin嘯 (Lin Xiao/Lin Cang) di Sekte Awan Biru—akan menjadi masalah besar baginya!
"Berani sekali kau membunuh Tetua Klan dan melukai calon murid Sekte Awan Biru di hadapanku!"
WUUUUUNG!
Tetua Zhao Wuji melompat turun dari panggung kehormatan. Tekanan mengerikan dari Alam Fondasi Roh Lapis Satu langsung menyelimuti seluruh halaman, membuat ratusan anggota klan di bawah panggung jatuh berlutut karena sesak napas!
Dengan satu kibasan lengan jubahnya, Tetua Zhao Wuji menyambar tubuh Lin Tianhao yang sekarat ke sisinya, lalu tangan kanannya membentuk telapak angin raksasa yang menghantam ke arah Lin Xuan untuk membunuhnya di tempat!
"Di hadapan kultivator Alam Fondasi Roh, bakat sebagus apa pun hanyalah semut!" bentak Tetua Zhao Wuji kejam.
Lin Xuan mengangkat Pedang Abu Hitam di depan dadanya untuk menahan serangan lintas alam tersebut. Namun tepat sebelum telapak angin itu menghantam panggung—
CRINGGG!
Seberkas cahaya pedang seputih salju yang membawa hawa dingin membekukan tiba-tiba melesat turun dari langit luar halaman, memotong telapak angin milik Tetua Zhao Wuji hingga pecah menjadi butiran es!
Dari atas atap gerbang aula, sesosok gadis cantik bergaun putih salju melayang turun dengan anggun dan mendarat tepat di samping Lin Xuan.
"Tetua Zhao dari Sekte Awan Biru, menyerang seorang junior Alam Pembukaan Meridian demi membela pencuri akar spiritual yang bersekongkol dengan Sekte Darah Langit... apakah Sekte Awan Biru sudah tidak peduli lagi pada reputasi di Wilayah Timur?"
Suara jernih dan dingin milik Su Qingge menggema di seluruh halaman. Bersamaan dengan itu, ia mengangkat sekeping lencana giok bergambar bulan sabit perak di tangannya—Lencana Murid Inti Sekte Pedang Bulan Beku!
Wajah Tetua Zhao Wuji langsung berubah drastis begitu mengenali lencana dan identitas gadis di depannya!
"Su Qingge?! Gadis Suci dari Sekte Pedang Bulan Beku?!" seru Tetua Zhao Wuji terperanjat.
Sekte Pedang Bulan Beku adalah salah satu dari Enam Sekte Besar yang kedudukannya sejajar—bahkan sedikit lebih kuat—daripada Sekte Awan Biru! Dan Su Qingge adalah murid kesayangan langsung dari Ketua Sekte Pedang Bulan Beku! Jangankan dirinya yang hanya seorang Tetua Luar di Alam Fondasi Roh Lapis Satu, bahkan para Tetua Dalam Sekte Awan Biru pun tidak berani melukai sehelai rambut Su Qingge!
"Su Qingge, urusan ini adalah masalah internal Sekte Awan Biru kami!" desis Tetua Zhao Wuji dengan wajah kaku menahan malu. "Apakah kau benar-benar ingin ikut campur membela bocah ini?"
"Lin Xuan adalah dermawan yang menyelamatkan nyawaku dan merupakan Tamu Kehormatan Sekte Pedang Bulan Beku kami," jawab Su Qingge tenang sambil menatap tajam ke arah Zhao Wuji. "Jika Tetua Zhao bersikeras ingin menggunakan kekuatan Alam Fondasi Roh untuk menindas junior hari ini, Guru Pelindungku yang berada di Alam Inti Emas kebetulan sedang berada tiga puluh mil dari Kota Awan Merah. Apakah Tetua Zhao ingin aku memanggil beliau kemari untuk berdiskusi dengan Anda?"
Mendengar kata Alam Inti Emas, nyali Tetua Zhao Wuji langsung menciut seketika!
Sambil menggertakkan gigi penuh amarah, Zhao Wuji memanggil pedang terbangnya dan mengangkat tubuh Lin Tianhao yang pingsan ke atas pedang tersebut.
"Bagus! Sangat bagus!" geram Tetua Zhao Wuji sambil menatap dingin ke arah Lin Xuan dari udara. "Lin Xuan, hari ini kau beruntung bisa bersembunyi di balik rok gadis Sekte Pedang Bulan Beku. Namun ayah Lin Tianhao adalah Diakon Penegak Hukum di Sekte Awan Biru! Selama kau masih berada di Wilayah Timur, cepat atau lambat nyawamu akan melayang!"
Lin Xuan menatap lurus ke arah Tetua Zhao Wuji yang melayang di udara tanpa sedikit pun rasa takut di matanya.
"Tetua Zhao, tidak perlu menunggu cepat atau lambat," suara Lin Xuan terdengar jernih dan lantang di seluruh halaman. "Cuci bersih leher Lin Tianhao dan ayahnya di Sekte Awan Biru. Satu bulan lagi, saat Ujian Penerimaan Murid Baru Sekte Awan Biru dibuka, aku sendiri yang akan naik ke Puncak Awan Biru untuk memenggal kepala mereka berdua di hadapanmu!"
Wussshhh!
Dengan wajah gelap menahan murka, Tetua Zhao Wuji memacu pedang terbangnya dan lenyap di balik awan menuju arah timur.
Di halaman bawah, Tetua Keempat bersama ratusan anggota Klan Lin dari cabang samping serempak berlutut menghadap Lin Xuan dengan penuh rasa hormat dan haru.
"Kami menyambut kembalinya Tuan Muda Xuan sebagai Kepala Klan Lin yang sah!"
Angin pagi berhembus mengibaskan jubah hitam Lin Xuan di atas panggung batu. Babak pembalasan dendam di Kota Awan Merah telah tuntas—namun panggung yang jauh lebih luas dan ganas di Sekte Awan Biru serta Enam Sekte Wilayah Timur kini telah menantinya di depan mata.