NovelToon NovelToon
TEBUSAN RANJANG ( Kontrak Pernikahan 1 Tahun )

TEBUSAN RANJANG ( Kontrak Pernikahan 1 Tahun )

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

*Novel dengan Alur Sat Set dan Bab Pendek.*


Junee tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan Ben Pratama.

Anak culun yang dulu ia tolak di SMA, sekarang jadi CEO muda yang dingin dan sukses. Ketika panti asuhan tempat Junee mengabdi terancam digusur, satu-satunya jalan keluar adalah menerima tawaran Ben: Menjadi istri kontraknya selama satu tahun. Tidak ada cinta. Hanya kesepakatan.


Begitu pikir Junee. Tapi tinggal serumah dengan Ben ternyata tidak sesederhana itu. Setiap tatapannya penuh teka-teki. Setiap sikapnya seperti menyimpan amarah yang belum selesai.


Junee mulai bertanya: Apakah Ben benar-benar membencinya? Atau selama ini, ia salah paham tentang alasan penolakan itu? Satu tahun. Satu kontrak. Satu kesempatan untuk memperbaiki masa lalu. Pertanyaannya… apakah hati mereka masih bisa diperbaiki?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Ayah Ben Dan Ibu Junee.

Yayasan Harapan Kasih, Pusat Jakarta.

Hari ini adalah hari ulang tahun Dika yang ke 11.

Anak-anak sudah sangat heboh dari sejak subuh. Mereka membuat hiasan dari kertas warna, meniup balon warna - warni, membuat topi kerucut, menulis ucapan di kertas karton, serta menyiapkan kursi plastik.

Dika sendiri tidak mengetahuinya. Junee hanya mengatakan akan ada “rapat kecil anak-anak”.

Sebenarnya, Dika tidak mau merayakan ulang tahun, karena menganggap dirinya sudah besar bukan anak - anak lagi.

Namun, teman - temannya bersikeras untuk merayakan ulang tahun anak tertua di panti asuahan itu.

Junee sibuk di dapur. Ia memasak nasi goreng, membuat puding cokelat, tak lupa memesan 2 kue ulang tahun berukuran besar.

“Jangan katakan apapun sama Dika ya, Bu Sania. Supaya menjadi kejutan.” Ucap Junee.

Bu Sania mengacungkan kedua jempol tangannya.

“Siap, neng. Ini akan menjadi kejutan yang sangat istimewa.”

Pukul 09.00, Ben datang membawa 3 buah kardus besar. Tidak hanya hadiah untuk Dika. Tetapi juga untuk anak - anak yang lain.

Ben datang dengan penampilan santai. Baju kaos polo warna biru muda, dan celana jeans panjang.

Junee menghampiri sang suami, ketika melihat pria itu hampir kewalahan dengan barang bawaannya.

“Kamu bawa apa? Kenapa terlihat sangat berat?.” Tanya wanita itu.

Ben tersenyum kecil.

“Sepatu. Ada 30 pasang. Untuk Dika dan teman - temannya. Kemarin aku tanya ukuran masing - masing anak sama Dika. Biar pas dan tidak kekecilan.”

Junee merasa terharu.

“Terima kasih, Ben. Maaf, karena sudah merepotkan kamu.” Ucap wanita itu.

“Tidak ada yang merepotkan, Junee.” potong Ben.

“Mereka juga anak - anak aku. Mungkin, aku tidak bisa memberikan sosok ayah untuk mereka. Setidaknya, aku bisa membelikan sepatu seperti yang seorang ayah berikan.” Imbuhnya.

Junee memeluk pria itu sebentar.

“Semoga rejeki kamu semakin lancar, Ben. Dan Tuhan selalu memberkati kamu.”

“Semoga hal baik juga selalu menyertai kamu, Junee.” Timpal Ben.

---

Pukul 10.00 pagi, Acara pun dimulai.

Halaman yayasan sudah ditata dengan sangat cantik oleh anak - anak. Ada balon warna warni, kertas hiasan, dan spanduk yang bertuliskan, “Selamat Ulang Tahun Dika!”

Anak-anak duduk melingkar, bersama Ben, dan pengurus panti serta kakek Darman.

Dika duduk di tengah bersama Junee, menatap teman - temannya dengan heran.

Junee bertepuk tangan pelan.

“Anak-anak, seperti yang kalian ketahui, hari ini adalah hari yang spesial. Yaitu, hari ulang tahun kakak kalian. Kakak Dika!” Wanita itu menunjuk ke arah Dika dengan kedua tangannya.

“Selamat ulang tahun, kak Dika!” Teriak anak - anak.

Wajah Dika seketika bersemu merah.

“Kak Junee! Apa - apaan ini? Bukannya sudah aku bilang tidak ada acara?”

Anak-anak kembali teriak: “Kak Dika! Kak Dika! Kak Dika!”

Bu Patricia dan Bu Sania datang membawa 2 kue ulang tahun, yang bertuliskan “Happy 11th Birthday Dika – Si Anak Hebat.

Dika pun mulai berkaca - kaca.

“Kak…aku sudah besar. Tidak perlu dirayakan lagi.” Ucapnya. Ia tidak mau merepotkan Junee dan pengurus panti.

Apalagi, Junee baru membuka cabang panti di Bekasi, dan pasti masih memerlukan banyak dana.

Junee mengangguk pelan.

“Walaupun kamu sudah besar, kakak akan selalu merayakan ulang tahun kamu.”

Dika pun menghambur ke dalam pelukan wanita itu.

“Ayo kita mulai. Adik - adik sudah tidak sabar menunggu untuk makan kue.” Ucap Junee.

Dika mengangguk pelan. Lagu selamat ulang tahun pun menggema dari anak - anak panti. Ben ikut bertepuk tangan mengikuti irama lagu.

“Berdoa dulu sebelum tiup lilin.” Perintah Junee.

Dika memejamkan matanya. Ia berharap untuk kebahagiaan Junee, Ben dan anak - anak panti.

“Fiuhh.” Lilin angka 11 itu pun padam.

Junee membantu Dika memotong kue, kemudian membagikan pada pengurus panti, Ben dan anak - anak yang lain.

“Terima kasih untuk semuanya, kak Junee. Aku sayang sama kakak.” Ucap Dika.

“Sama - sama, sayang. Kakak juga menyayangi kamu.” Junee mengusap kepala Dika dengan lembut.

---

Sembari anak - anak menikmati kue, Ben pun melangkah ke tengah, tempat dimana Dika meniup lilin tadi.

“Selamat pagi, anak - anak.” Ucap Ben sebagai pembuka.

Perhatian anak - anak pun teralihkan dari kue mereka.

“Pertama - tama, Om mau mengucapkan selamat ulang tahun untuk Dika yang ke 11. Semoga, apa yang Dika inginkan, segera terkabul. Selalu sehat, panjang umur, dan bisa menjadi kakak yang baik untuk adik - adiknya.” Imbuh pria itu.

Dika pun menunduk malu.

“Dika adalah anak yang baik. Penuh kasih sayang. Dan selalu mengutamakan orang lain. Sama seperti kak Junee-nya.” Ben menoleh ke arah sang istri.

Wanita itu pun menyunggingkan sudut bibirnya.

“Om punya perusahaan besar. Om punya banyak uang. Tapi Om baru merasa kaya, waktu Om melihat kalian tertawa.

Jadi mulai hari ini, Om mau kalian panggil tidak lagi Om Ben, tetapi panggil “Ayah Ben.” Imbuh pria itu.

Anak-anak terdiam. Semuanya saling melempar tatap.

“Panggil Om “Ayah”. Karena kalian… anak-anak om juga.” Ben kembali bersuara.

“Ayah Ben!” Teriak Dika. Kemudian menghambur ke dalam pelukan Ben.

Anak-anak yang lain pun ikut berteriak. “Ayah! Ayah Ben!”

Mereka berlari memeluk Ben ke tengah taman.

Ben pun memeluk mereka satu per satu.

Junee merasa terharu melihat pemandangan itu. Setiap harinya, selalu ada sesuatu yang membuat hubungan mereka semakin erat.

Bu Patricia pun mengabadikan momen bahagia itu secara diam - diam. Kenangan untuk anak - anak suatu hari nanti.

Supaya mereka ingat, jika ada orang baik bernama Ben Pratama dalam hidup mereka.

---

Setelah makan, Junee membantu Ben membagikan sepatu pada anak - anak.

Mereka sangat senang sekali karena mendapatkan sepatu baru.

Dika selain mendapatkan sepasang sepatu, ia juga di beri hadiah berupa tas sekolah dan peralatan menggambar.

Bocah itu pun mencoba sepatunya.

“Ayah! Sepatunya bagus sekali. Sangat nyaman dan ringan.” Ucap Dika.

Ben mengusap kepala bocah itu.

“Nanti kalau sudah rusak atau kekecilan, katakan sama kak Junee. Ayah belikan yang baru.”

Dika memeluk kaki Ben. “Terima kasih, ayah. Akhirnya aku bisa merasakan bagaimana rasanya punya ayah.”

“Tidak perlu sungkan, sayang. Kamu butuh apapun, katakan sama kak Junee. Ayah pasti membelikannya.” Ucap Ben.

Junee kemudian mendekat.

“Karena kalian memanggil ayah sama Om Ben, itu artinya sekarang kalian harus panggil kak Junee dengan sebutan ibu juga. Kan kakak istrinya ayah Ben.” Ucap wanita itu.

Dika nampak berpikir. Ia sudah terbiasa memanggil wanita itu dengan sebutan kakak.

“I-ibu Junee.” Ucapnya pelan.

Junee menganggukkan kepalanya.

“Ibu Junee, Ayah Ben. Yey.., kita punya ayah dan ibu.” Teriak Dika.

Anak - anak yang lainnya pun menoleh. “Ibu Junee.” Ucap mereka.

“Iya, anak - anak.”

Semuanya pun berlari memeluk Junee.

---

1
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Hennyy exo
wow awal yg bagus thor
Naufal Affiq
gak usah dengar ocehan si arga ini ya jun,ingat jun ada ben yang selalu mencintaimu
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
jangan di ingat masa lalu yang penyakit kan,entar timbul masalah baru ben,ingat ben masa depan lebih indah dari pada masa lalu
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
semoga kedepan nya hubungan mu dengan suami mu lebih baik lagi ya junee
merry yuliana
crazy up ya kak
Author Amatir🍒: Satu bab lagi masih nyangkut kak..
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor seru ceritanya
ardiana dili
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!