NovelToon NovelToon
KONTRAK GELAP SANG PROFESOR

KONTRAK GELAP SANG PROFESOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Dosen / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: gendiz

"sebuah kontrak yang menyelamatkan namun siksaan dari profesor untuk mahasiswinya..."

Akankah yang awalnya siksaan itu menjadi sebuah kenikmatan atau kebahagiaan, bisa jadi penyesalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gendiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Tanda di Balik Kerah Tinggi

BAB 23: Tanda di Balik Kerah Tinggi

​Sinar matahari pagi yang hangat menembus celah gorden, menerangi kamar utama yang masih menyisakan aroma intim sisa semalam. Di atas ranjang sutra hitam yang berantakan, Kiara menggeliat pelan. Begitu membuka mata, wajahnya langsung merona merah padam saat menyadari sebuah lengan kekar yang kokoh masih memeluk pinggangnya dengan teramat protektif.

​Adrian masih tertidur di sampingnya, tampak begitu tampan dengan guratan lelah yang perlahan sirna. Namun, mengingat apa yang terjadi di ruang kerja kampus dan pergulatan panas di ranjang ini semalam, jantung Kiara kembali berdetum tak karuan. Ada rasa hangat yang asing mengalir di dadanya. Setelah sekian lama merasa terombang-ambing, pelukan posesif pria ini perlahan mulai terasa seperti rumah.

​Kiara menyingkirkan tangan Adrian dengan sangat hati-hati, lalu bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap memasak sarapan. Ia memilih mengenakan sebuah kemeja putih rajut berkerah turtleneck tinggi tanpa lengan, dipadukan dengan celana kulot kasual.

​Saat ia sedang berkaca di depan cermin wastafel untuk menyisir rambutnya, gerakan tangan Kiara mendadak terhenti. Ia menurunkan sedikit kerah tinggi kemejanya, dan seketika pekikan tertahan lolos dari bibirnya. Di sana, di atas kulit lehernya yang putih mulus, bertebaran beberapa tanda merah keunguan yang teramat pekat dan tegas—buah dari klaim kepemilikan brutal namun penuh gairah yang Adrian cetak semalam.

​"Dosen mesum," umpat Kiara pelan, wajahnya memanas sampai ke telinga. Ia bergegas menarik kembali kerah tingginya hingga menutupi seluruh lehernya sebelum melangkah keluar menuju dapur.

​Aroma harum kopi hitam dan nasi goreng mentega buatan Kiara langsung memenuhi seluruh penjuru penthouse mewah itu. Kiara sedang menata piring di atas meja makan saat mendengar suara langkah kaki tegap mendekat.

​Adrian masuk ke area dapur dengan setelan kerja yang sudah rapi—kemeja abu-abu gelap yang dipadukan dengan celana kain hitam, memancarkan aura dosen keren yang berwibawa mutlak. Namun, begitu mata elang sang profesor mengunci sosok Kiara, seringai tengil dan nakal yang sangat familiar langsung terukir di sudut bibir seksinya.

​Tanpa memedulikan piring-piring di atas meja, Adrian langsung berjalan menghampiri Kiara, menyergap tubuh mungil itu dari belakang, dan mengunci pinggangnya erat-aerat ke dalam dekapannya.

​"Selamat pagi, Mahasiswaku," bisik Adrian rendah, suara baritonnya yang serak pasca bangun tidur bergaung seksi tepat di ceruk leher Kiara. Pria itu menunduk, mencoba mencium leher Kiara, namun gerakannya terhalang oleh kain rajut yang tebal.

​Adrian mengerutkan dahinya, menghentikan ciumannya sejenak. "Kenapa kamu memakai baju berkerah setinggi ini di dalam rumah yang hangat, Kiara?" tanya Adrian dengan nada menggoda yang teramat tengil. Tangan besarnya merayap naik, sengaja menarik sedikit kerah turtleneck Kiara hingga tanda merah semalam terekspos di bawah lampu dapur.

​"Adrian, hentikan! Lepas, tanganmu nakal sekali!" pekik Kiara, mencoba menyikut dada bidang Adrian, namun cengkeraman pria itu justru kian mengerat, membawa tubuh Kiara berbalik hingga menghadap ke arahnya.

​"Ah, jadi kamu sengaja memakai kemeja ini supaya bisa menyembunyikan 'tanda kepemilikanku' yang kubuat semalam dari pandangan orang-orang di kampus, hm?" bisik Adrian nakal, memajukan wajah tampannya hingga jarak mereka mengikis habis. Bibirnya memberikan satu kecupan basah yang dalam di bibir ranum Kiara, membuat gadis itu mendesah pelan tanpa sadar sebelum memukul dada Adrian kuat-kuat karena malu.

​"Ini semua karena ulah mesummu semalam, Pak Profesor! Sekarang minggir, sarapanmu bisa dingin," ketus Kiara dengan wajah merona, meskipun tangannya bergerak lembut merapikan dasi Adrian yang sedikit miring.

​Melihat perhatian kecil dari Kiara, tatapan mata Adrian mendadak melembut. Ia meraih jemari mungil Kiara, mengecup punggung tangannya dengan intens. Di balik sikap tengilnya pagi ini, Kiara bisa melihat ada ketulusan yang teramat pekat. Sifat tangguh Kiara yang biasa keras kepala perlahan melunak di bawah perlakuan manis sang dosen.

​Namun, kehangatan pagi itu mendadak menguap saat Adrian meletakkan cangkir kopinya dan menatap Kiara dengan pandangan mata yang berubah menjadi serius, dingin, dan dipenuhi beban batin yang teramat berat.

​"Kiara," panggil Adrian, suara baritonnya tidak lagi bernada menggoda, melainkan terdengar begitu datar dan formal. "Soal kejadian dengan Clarissa kemarin di kampus... aku minta maaf jika tindakanku membuatmu tidak nyaman."

​Kiara menghentikan kunyahannya, menatap Adrian lekat-lekat. "Kamu sudah membelaku di depan umum kemarin, Adrian. Itu sudah lebih dari cukup bagiku."

​Adrian mengembuskan napas pendek, pandangan matanya beralih menatap keluar jendela kaca besar apartemen, menembus gedung-gedung tinggi Jakarta. Ada kilat kegelapan dan keputusasaan yang tersirat di mata elangnya.

​"Meskipun kemarin aku memperingatkan Clarissa... untuk sementara waktu, di luar apartemen ini, aku harus tetap menyembunyikan statusmu dari keluargaku, Kiara. Di depan ibuku dan kolega bisnis Alkatiri Group, kamu harus tetap bersikap seolah-olah kamu hanya mahasiswi pembantu riset biasa," ucap Adrian dengan nada suara yang teramat berat, seolah kata-kata itu mengiris egonya sendiri.

​Deg.

​Jantung Kiara mencelos seketika. Sisa rasa hangat di dadanya mendadak surut, digantikan oleh rasa sesak yang kembali merayap. Ketangguhan batinnya kembali diuji.

​"Kenapa, Adrian?" tanya Kiara, suaranya bergetar namun sarat akan ketegasan wanita tangguh. "Kemarin kamu bilang kamu menjadikanku prioritas. Kamu bilang kamu tidak akan menyembunyikanku lagi. Tapi sekarang... kenapa kamu kembali memasukkanku ke dalam kotak tersembunyi ini? Apa kamu begitu takut pada ibumu?"

​Adrian memejamkan matanya rapat-rapat, rahangnya mengeras total hingga urat di lehernya menonjol tegang. Ada rahasia besar yang mengunci mulutnya. Sesuatu yang menjadi belenggu mutlak dari keluarga Alkatiri yang membuatnya tidak bisa serta-merta melawan sang ibu. Ada ancaman yang jauh lebih mengerikan dari sekadar pencabutan saham—sebuah "kartu as" masa lalu terkait warisan dan rahasia kelam keluarga yang jika terbongkar sekarang, tidak hanya akan menghancurkan karier Adrian, tapi juga bisa melenyapkan Kiara dan anak yang kelak akan lahir dari rahasia pernikahan kontrak mereka.

​Adrian tidak bisa mengatakan kebenaran itu sekarang. Belum saatnya. Dan ketidakbukaannya ini, tanpa ia sadari, sedang menyusun bom waktu konflik yang sangat dahsyat di antara mereka.

​Adrian bangkit dari kursinya, berjalan memutari meja, dan kembali merengkuh tubuh Kiara ke dalam pelukan posesifnya. Ia mencium kening Kiara dengan teramat dalam dan lama, menyalurkan rasa bersalah yang tak terucap.

​"Percayalah padaku untuk saat ini, Kiara. Aku melakukannya bukan karena aku tidak menghargaimu," bisik Adrian serak, memenjarakan tubuh Kiara dalam dominasi birahinya yang protektif. "Aku menyembunyikanmu demi menjagamu tetap hidup di sisiku. Jadi tolong... tetaplah berada di dalam duniaku, Mahasiswaku."

​Kiara hanya bisa terdiam di dalam dekapan erat Adrian. Sifat tangguhnya berbisik bahwa ada sesuatu yang salah, namun dekapan hangat penuh gairah dari sang profesor lagi-lagi melumpuhkan logikanya pagi itu, membiarkan rahasia besar itu tetap tersimpan rapi di balik tirai hitam kehidupan mereka.

1
cynth
KIND OF NOVEL I'VE BEEN LOOKING FOR (ToT)! Ini jatuhnya kayak dark romance kah, Thor? Gragas banget si Adrian 😭
Yolan Manik: yasudah, semangat ya thor💪
total 4 replies
cynth
Serem 😭
gendiz: ayo kita ngumpet kak 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!