NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:388.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Waktu bergulir begitu cepat, hingga dua minggu yang terlewati terasa seperti sekedipan mata. Akhirnya, Disa sampai pada hari yang diam-diam sangat ia takuti. Seumur hidup, Disa tidak pernah sakit yang mengharuskan ia dirawat di rumah sakit. Dirinya selalu sehat, maka ketika tiba-tiba ada sesuatu yang membuat Disa harus berada di ruang operasi, ia merasa ... Takut.

Sejak kecil tak pernah bertemu dengan alat medis kecuali jarum suntikan, kini tak tanggung-tanggung, Disa harus berada di ruang operasi. Itu sangat mengejutkan dan menyeramkan bagi Disa.

Jika boleh memilih, Disa ingin melahirkan secara normal seperti yang ia bayangkan, namun dokter tidak mengizinkan.

Disa mengikuti semua arahan dari dokter yang harus dilakukan sebelum tiba di meja operasi, ia tidak boleh makan apa pun beberapa jam sebelumnya. Kini, Disa dan Rahmi sedang bersiap-siap untuk berangkat ke rumah sakit.

"Dis, Cakra udah tau kan hari ini jadwalnya kamu operasi?" tanya Rahmi.

"Udah tau kok, Buk," jawab Disa. Bahkan, Cakra sudah tau sejak awal, sejak pertama kali dokter menentukan tanggal operasinya. Meskipun tidak mengingatkan, seharusnya pria itu tidak lupa, kan?"

"Kok belum datang juga? Dia mau nganterin kamu atau enggak?"

"Nggak tau, Buk," Disa menggeleng. Dalam dua minggu terakhir, Cakra sama sekali tidak menghubungi Disa apa lagi menemui Disa. Mungkin ia terlalu disibukkan dengan kehadiran bayi kecilnya yang baru dilahirkan Risa, sehingga lupa sama si kembar.

Disa pun enggan untuk menghubungi Cakra lebih dulu. Disa tidak mau mengemis kehadirannya, bahkan jika hari ini pria itu tidak menemani Disa melahirkan, ya terserah. Bukan Disa yang akan merugi karena melawati momen itu.

"Kita naik taksi online aja, Buk," ujar Disa akhirnya. Awalnya ia dan Rahmi akan berangkat bareng dengan Cakra, sesuai dengan yang pernah direncanakan, namun pria itu tak kunjung nampak batang hidungnya hingga Disa dan Rahmi selesai bersiap.

Sebelum Disa benar-benar memesan taksi online, Wulan, Rayyan, serta Vina telah datang lebih dulu.

"Disa, udah mau berangkat? Gue mau ikut di rumah sakit nemenin lo ya," kata Vina.

"Ini mau berangkat, pas banget waktunya kalian datang."

"Lho, mana mobilnya bapaknya si kembar? Kita udah mau berangkat tapi dia belum datang?" tanya Wulan, menatap ke sana ke mari, namun tak melihat adanya mobil Cakra.

"Kayaknya gak jemput deh," ujar Disa. "Ini Disa mau pesen taksi online, Tante."

"Lho, ngapain pesen taksi online? Ya naik mobil Rayyan aja dong, kan kita juga mau nemenin kamu ke rumah sakit."

Gara-gara perkataan Wulan itu, Disa otomatis saling bertatapan dengan Rayyan. Pria yang nyaris tak pernah muncul di hadapan Disa beberapa bulan ini, namun oleh-olehnya tak pernah ketinggalan.

Rayyan tersenyum, tapi Disa sebal saat menatapnya. Dia udah punya calon istri!

"Iya lah, Dis, ngapain pesen taksi online atau nunggu Cakra. Dah lah naik mobil ayang captain Rayyan aja," celetuk Vina, Disa langsung melotot.

Apa-apaan sih Vina itu? Ayang captain Rayyan katanya? Gila. Semuanya malah terkikik, kecuali Disa dan Rayyan. Makin gila aja.

Belum sempat Disa memutuskan, tau-tau saja Rayyan sudah memasukkan tas berisi perlengkapan melahirkan ke dalam bagasi. Disusul Rahmi dan Vina yang kemudian masuk ke mobil.

"Ayo Disa! Malah bengong aja kamu," sentak Wulan membuka pintu belakang. "Kamu yang hamil duduk di depan, jangan desak-desakan di belakang." Ia menghilang ke dalam mobil.

Tinggallah Disa dan Rayyan yang sudah membukakan pintu mobil di samping kemudi.

"Ayo, mau masuk nggak?" tanya Rayyan. Mendengar suaranya yang sudah lama tidak terdengar, Disa semakin sebal. Tapi ada kangen-kangennya juga.

Disa akhirnya masuk ke mobil, Rayyan menutup pintunya hati-hati, Disa memasang sabuk pengaman.

Mobil berjalan dengan kecepatan sedang di jalan yang mulus dan mendadak sangat pelan saat melewati jalan yang rusak.

Rahmi, Vina, dan Wulan yang duduk di belakang, sangat berisik. Kontras sekali dengan keadaan di depan yang ... Sangat hening. Disa berkali-kali melirik ke belakang, ketiga wanita itu ngobrol ngalor ngidul, Disa ingin ikut ngobrol, tapi ia seolah tidak dianggap keberadaannya.

Tak satu pun dari ibunya, sahabatnya, dan mamanya Rayyan yang mengajak Disa bicara. Lebih mencengangkan lagi ketika mereka sudah sampai di rumah sakit. Turun dari mobil, Rahmi, Vina, dan Wulan langsung nyelonong pergi. Disa ditinggal! Ditinggal! Yang diambil hanya tasnya saja.

"Ini sebenarnya yang mau melahirkan gue atau Vina, sih?" melongo Disa melihat Vina yang diapit Rahmi dan Wulan. "Yang digandeng kok Vina? Iih ibuuuk!"

Rayyan tertawa geli melihat Disa merajuk. Ia segera meraih tangan Disa, menggenggam, menggandengnya. "Mereka sengaja itu biar kita berduaan."

"Gitu, ya?" sinis Disa.

Rayyan tersenyum, lebih erat lagi dalam menggenggam tangan Disa. Berjalan pelan, memastikan Disa aman saat melewati undakan.

"Kamu takut kah?" tanya Rayyan. Wajah Disa yang pucat tak luput dari perhatiannya.

"Ya sewajarnya orang mau dioperasi lah, pasti takut. Gimana kalau aku—"

"Disa," potong Rayyan, memanggil pelan namun tegas.

"Hm?"

"Semangat ... Kamu sama si kembar harus selamat, jangan sampai kenapa-kenapa."

"Iya, aamiin."

Seorang ibu-ibu random tiba-tiba menghentikan Disa dan Rayyan. Mungkin saking penasarannya, ia bertanya pada Rayyan.

"Istrinya hamil berapa bulan, Mas? Keliatannya gede banget."

Disa menggeleng, maksudnya dia bukan istrinya mas-mas yang sedang ia ajak bicara.

Rayyan justru menjawab, "Alhamdulillah sudah masuk bulan ke sembilan, hamil kembar makanya terlihat gede. Doakan ya, Bu, hari ini mau operasi melahirkan."

"Oalah, hari ini mau lahiran toh? Tak doain semoga sehat selamat semuanya ya. Selamat ya, Mas, sebentar lagi mau jadi ayah, punya anak kembar lagi. Aduhhh, pasti seneng banget."

"Aamiin, aamiin. Terima kasih doanya."

Setelah ibu-ibu itu pergi, Disa melirik Rayyan. "Kamu ngapain sih ngejawab omongan ibu itu?"

"Lho? Masa ditanya nggak jawab si, Dis?"

"Tapi, kan aku bukan istri kamu."

"Yaudah, kujadikan kamu istriku setelah si kembar lahir. Mau?"

"Nggak lucu bercandanya."

"Siapa juga lagi bercanda?"

"Kamu!"

"Aku nggak bercanda kok. Ini aku serius."

Disa memutar bola matanya.

"Dis, beneran. Setelah si kembar lahir, kamu udah nggak dalam masa iddah lagi, kan? Aku mau melamar kamu."

Disa terhenti.

"Makanya aku bilang, kamu sama si kembar harus selamat. Aku nggak mau kehilangan kamu, karena aku mau jalani hidup bareng kamu sama si kembar," sambung Rayyan, menatap Disa lekat.

"Ray ... Tante Wulan pernah bilang katanya kamu udah ada calon istri."

Rayyan menghela napas panjang. Ia menyentil pelan dahi Disa, si calon istrinya, "Ya kamu orangnya yang dimaksud mama, Adisaaaaa," jawabnya sedikit geram.

Disa? Walaupun sempat ngeblank sesaat, pada akhirnya ia tersenyum juga. Selain merasakan tendangan si kembar di perutnya, Disa juga merasa seolah-olah ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan di perut.

Rayyan jadi terlihat berkali-kali lipat lebih ganteng di mata Disa.

Tangan Disa yang digenggam Rayyan itu, terangkat. Tersentuh hangat oleh kecupan bibir Rayyan.

Bertanya lembut, "Mau, kan? Menikah sama aku? Menjadi Istriku? Menjadi pendamping hidup aku, menjadi belahan jiwaku? Mau nggak, Adisa?"

...****************...

Sabar ya teman-teman yang nunggu cakra sama emaknya nangisin Disa. Tunggu Disa melahirkan dulu, biar lebih dalam nyeselnya. Ini sudah kupercepat alurnya loh 😩

Sebelum itu, follow dulu dong ig aku @jalur_langitbiru13. Makasih.

1
SisAzalea
bagus Disa...sering ketawa juga nggak papa kok..bumil bahagia .lagian anak2 mu sudah ditunggu calon Daddy Rayyan.
Farida Dalle
setuju aq tuh sm si Rayyan, klu mau berterimakasih ke Risa,krn Risa mengambil Cakra jd Rayyan bisa nikahin Disa,iya khan
😂🥰🥰
Farida Dalle
Betul sekali, Rayyan gak usah tunggu setahun, kelamaan... tuh si Cakra agresif, pokoknya aq setuju bulan depan nikahnya, 🤭koq aq yg jad buru2🤣😂
Farida Dalle
Duh... senangnya yg dikasi semangat sebelum menghadapi operasai, pokonya hrs semangat Dis, tuh sdh ada yg nunggu jadi calon bpknya si kembar, hehe... aq padamu Rayayan🥰😂🤣
Farida Dalle
Benar sekali thor, jd gak sabaran, ingin lht gmn menyesalnya Cakra dan ibunya si Yuni itu pas tahu klu bayi yg dikandung Risa bukan darah daging Cakra, nyesel2 deh, enang enak tidur sm perempua kek si Risa, Risa itu🤭
Farida Dalle
Nah lho, Risa... hati2🤔
Niza Neza
disa aneh sama orang yg sdh ngancurin rumah tangganya aja sok pema'af sok bijak laaa ini dengerin omongan orang iri dengki aja jd sewot. kemana pikiran sok binak muuu
Kembarr Kembaarr
kemungkinan risa bkn anak kandung dr ayah disa. karna selalu di sembunyikn keberada'annya
Kembarr Kembaarr
kalau risa msh punya malu dn sedkit harga diri risa akan pergi jauh dr kota itu.
Niza Neza
Nahh mulai kebusukannya hadir dngn sendirinya. apem busuk akann tetap busuk. kebejatan pelakor itu akan tetap bejat
Niza Neza
mboyao jngn cuma mintak ma'af doang. kasih ATM yg isi nya banyak itu lbh ber manfa'at.
Niza Neza
bangkai di tutupi dn di sembunyikn sprt apa pun akan tetap ter cium baunya
jngn jd orang bodoh cakraas..... Apem busuk yg sdh kamu nikmati itu akan tetap busuk sampek kapan pun
Niza Neza
kenapa cakra merasa ter coreng nama baiknya. kelakuan aja bejad mintak di sanjung dn di hormati trs
Niza Neza
ini contoh ayah yg baik.dn punya prinsip. tdk sprt ibu nya yg mendukung sfat bejad anak dn perempuan rombeng yg jd menantunya. sesama perempuan ko seneng punya menantu pelakor. alangkah bodohnya si ibu ini
Niza Neza
itu yg namanya sahabat terlaknat. smg di laknat dunia akhirat
Dewi 1234
cerita nya bagus thoorrr...cuman sayang riska dan disa ketukar2
Sky: oke, aku revisi ya kak. makasih masukannya ❤️
total 1 replies
Dewi 1234
kok disa..harus nya riska...bikin bingung aja...
Dewi 1234
oke
Samsiah Yuliana
lagi seru² nya Thor 😓
lanjut lagi cerita Thor 🙏🙏🙏
yazelin
bagus ceritanya seru
kayak di kisah nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!