NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:251.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bodattt

Lin Feng, seorang Kaisar Abadi yang tak tertandingi di generasinya, yang dikenal sebagai "Penguasa Abadi," tewas dalam sebuah pengkhianatan keji. Murid terdekat dan wanita yang paling dicintainya bersekongkol untuk merebut Kitab Suci Kekacauan Abadi miliknya, sebuah teknik kultivasi tertinggi, tepat saat ia mencoba naik ke Alam Dewa. Meskipun raganya hancur, seutas jiwa ilahinya berhasil lolos dan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda yang baru saja mati di dunia fana yang terpencil.

Tubuh baru ini, yang juga bernama Lin Feng, dianggap sebagai "sampah" dengan meridian yang hancur, dikucilkan oleh klannya sendiri, dan dihina oleh tunangannya. Berbekal ingatan dan pengetahuan dari kehidupan masa lalunya yang gemilang, Lin Feng harus memulai segalanya dari nol. Dia akan menggunakan pemahamannya yang tak tertandingi tentang Dao agung untuk menempa kembali takdirnya, menantang langit, dan menapaki jalan menuju puncak kekuasaan sekali lagi, sambil merencanakan balas dendam yang akan m

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Sang Juara dan Tatapan Penuh Janji

Keheningan yang mencekam itu berlangsung selama hampir sepuluh detik penuh. Sepuluh detik di mana puluhan ribu orang mencoba memproses pemandangan yang baru saja mereka saksikan.

Kemudian, seolah-olah sebuah bendungan akhirnya jebol, keheningan itu pecah menjadi raungan yang mengguncang langit.

"LIN FENG! LIN FENG! LIN FENG!"

Sorakan itu bukan lagi sorakan biasa. Itu adalah pemujaan. Para murid muda berdiri di kursi mereka, melambaikan tangan dengan panik, wajah mereka memerah karena kegembiraan. Mereka telah menyaksikan kelahiran sebuah legenda. Mereka telah melihat seorang pria yang dicap sebagai sampah bangkit dari abu dan berdiri di puncak tertinggi dengan cara yang paling dominan.

Di bawah panggung, wajah Lin Wei pucat seperti mayat. Dia tersandung mundur, jatuh terduduk di tanah, matanya dipenuhi teror murni. "Tidak... tidak mungkin..." gumamnya berulang kali, pikirannya hancur.

Di dekat panggung tetua, Lin Hu gemetar tak terkendali. Kakinya lemas seolah-olah semua tulangnya telah dicabut. Dia menatap sosok Lin Feng di atas panggung, dan yang dia rasakan bukanlah kebencian lagi, melainkan ketakutan yang menusuk hingga ke sumsum tulangnya. Dia akhirnya mengerti. Dia tidak memprovokasi seekor domba yang lemah; dia telah mencoba membunuh seekor naga purba yang sedang menyamar.

Di panggung utama, Kepala Klan Lin Zhennan adalah yang pertama pulih dari keterkejutannya. Matanya bersinar dengan cahaya yang belum pernah ada sebelumnya. Dia tertawa terbahak-bahak, tawa yang bergema dan penuh kebahagiaan.

"BAGUS! SANGAT BAGUS!" teriaknya, suaranya dipenuhi kegembiraan yang tak terselubung.

Dia melompat dari panggungnya dan mendarat dengan ringan di arena, berjalan menuju Lin Feng. Para tetua lainnya, termasuk Tetua Pertama yang wajahnya kini sepucat kertas, mengikutinya dengan ekspresi rumit.

Beberapa diaken dengan cepat berlari untuk memeriksa kondisi Lin Tian. Mereka menemukan bahwa meskipun lengannya hancur dan dia menderita luka dalam yang parah, meridiannya secara ajaib tidak rusak. Ini adalah bukti kontrol menakutkan yang dimiliki Lin Feng—dia bisa menghancurkan lawannya tanpa melumpuhkannya secara permanen.

Lin Zhennan berdiri di depan Lin Feng. Dia menatap pemuda di hadapannya, bukan lagi sebagai seorang junior, tetapi sebagai pilar masa depan klannya.

"Atas nama seluruh Klan Lin," katanya dengan suara yang dalam dan tulus, "Aku, Lin Zhennan, menyatakan bahwa Juara Kompetisi Klan Lin tahun ini adalah... LIN FENG!"

Raungan sorak-sorai kembali meledak, lebih keras dari sebelumnya.

Lin Zhennan memberi isyarat, dan Tetua Ketiga, Lin Bao, maju dengan senyum lebar, membawa sebuah kotak giok yang indah.

"Sesuai janji kami," kata Lin Zhennan, mengambil kotak itu dan membukanya. "Ini adalah hadiahmu."

Di dalam kotak, sebuah pil seukuran ibu jari tergeletak dengan tenang. Pil itu berwarna biru kehijauan dan memancarkan cahaya lembut serta aroma herbal yang menyegarkan. Fluktuasi energi spiritual yang padat bisa dirasakan darinya. Itulah Pil Yayasan Roh.

Lin Zhennan menyerahkan kotak itu kepada Lin Feng. "Kau pantas mendapatkannya."

Di bawah tatapan iri semua orang, Lin Feng menerima kotak itu dengan ekspresi tenang. Dia hanya meliriknya sekilas sebelum menyimpannya. "Terima kasih, Kepala Klan."

Sikapnya yang tenang dan acuh tak acuh ini sekali lagi membuat para tetua terkesan. Di hadapan harta karun yang bisa membuat siapa pun menjadi gila, dia tetap tenang seperti sumur kuno.

Setelah menerima hadiahnya, tatapan Lin Feng menyapu kerumunan. Tatapannya berhenti sejenak, bertemu langsung dengan mata Lin Hu yang gemetaran dan Lin Wei yang meringkuk di tanah.

Dia tidak mengatakan apa-apa. Dia tidak membuat ancaman. Dia hanya menatap mereka dengan dingin selama satu detik.

Namun, satu detik itu terasa seperti keabadian bagi ayah dan anak itu. Tatapan itu adalah sebuah janji. Sebuah janji bahwa masalah di antara mereka belum selesai. Ini hanyalah awal dari perhitungan mereka.

Lin Hu merasakan hawa dingin menjalari tulang punggungnya dan hampir pingsan di tempat.

Setelah memberikan tatapan penuh makna itu, Lin Feng berbalik, siap untuk meninggalkan panggung. Kompetisi telah berakhir, dan dia tidak punya alasan lagi untuk tinggal.

"Tunggu, Lin Feng," panggil Lin Zhennan.

Lin Feng berhenti dan menoleh.

"Aku dan Tetua Ketiga ingin berbicara denganmu secara pribadi," kata Kepala Klan dengan nada serius. "Ada beberapa hal yang perlu kita diskusikan. Ini menyangkut masa depanmu, dan juga masa depan Klan Lin."

Mata Tetua Lin Bao juga bersinar penuh harap. Mereka tahu bahwa pemuda di hadapan mereka ini bukan lagi sekadar murid biasa. Dia adalah sebuah fenomena yang membutuhkan perhatian khusus. Mereka harus memahami apa yang terjadi padanya dan bagaimana cara terbaik untuk membinanya.

Lin Feng berpikir sejenak. Dia tahu bahwa kebangkitannya yang tiba-tiba pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan. Daripada membiarkan mereka menebak-nebak, lebih baik menghadapinya secara langsung.

Dia mengangguk perlahan. "Baiklah."

1
Erni andi arifuddin
banyak amburadul
Erni andi arifuddin
kok ceritanya lari ke bab yg lain🤭
Alga Kabur
ngalur ngidul cerita nya....lompat bab terlalu jauh...antar bab ngak nyambung cerita nya
Erni andi arifuddin
kapan habis 49 harinya Thor jgnkan Lin Feng aku saja yg baca mulai jenuh menunggu 🤭🙏
Erni andi arifuddin
Thor perasaan yg jadi tunangan Lin Feng adalah Liu xio'er bukan xio mei kenapa jadi berubah lagi😇
Alga Kabur
lanjut thor
Alga Kabur
mantappp
Erni andi arifuddin
aku kira lagi Liu xia'er😂🤭
Erni andi arifuddin
ngak malu tuh mantan tunangannya mau berharap lagi atau apa outhornya lupa lagi bab awal yg kl tidak salah Lin Feng akan membalas semua yg menghianatinya termasuk mantan tunangannya 😂😂😂
Erni andi arifuddin
bagus sih cuma perlu lebih fokus lagi ke bab bab sebelumnya jgn di lupakan supaya tidak membangunkanbolak balik begitu pula dgn tokoh di dalamnya jadi pusing sendiri
Erni andi arifuddin
kok tiba tiba klan Lin di bangun kembali ada apakah dgn klan Lin setau yg saya baca klan Lin baik baik saja sebelum Lin Feng mengikuti turnamen 3 klan??????
Dao Biru: Mampir gan ke novelku "Penguasa Agung"
total 1 replies
Erni andi arifuddin
saran Thor pedang guntur saja kayaknya lebih bagus di banding pedang guntur berat😄
Erni andi arifuddin
lalu kemana klan Lin SDH tidak naik lagi namanya selama Ling Feng tinggal di klan mantan tunangannya atau klan Liu,dan pertamanya cuma ada 3 klan,Lin,Wang,shu kenapa sekarang klan Lin hilang justru yg muncul klan liu😇😇😇
Erni andi arifuddin
bagus sih cuma yg jadi pertanyaan masalah pedang hitam yang dari klan Lin dan masal mantan tunangannya kayaknya Thor lupa kl Ling Feng itu mau balas dendam dengan semua orang yg menghinanya termasuk mantan tunangannya tp kayaknya malah sebaliknya makin ke sini makin Ling Feng lupa akan dendamnya 😂🤭
Erni andi arifuddin
kayaknya Lin Feng punya pedang yg berat juga
Erni andi arifuddin
apakah itu Golem???
Alga Kabur
lanjut thor
Alga Kabur
pembantaian klan Lin... kelewat kayaknya
Alga Kabur
lumayan menarik ceritanya, tapi ada sedikit kekurangan, itu biasa
Alga Kabur
iya... bingung bacanya....ketua 3 klan lin...Lin Bao..hilang dr cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!