Suatu hari, setiap umat manusia dari bumi diseret secara paksa ke dunia apocalypse dimana monster berada. Mereka menerima Aspek, sistem, dan satu tujuan tunggal yakni bertahan hidup.
Player 991 tidak panik. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia tidak mencari bantuan. Dia hanya mulai membunuh.
Sementara yang lainnya membentuk kelompok untuk memastikan keselamatan mereka, Player 991 mendaki papan peringkat global satu demi satu melalui jumlah kill yang dia kumpulkan sendirian.
Namun bertahan hidup saja tidak cukup. Ketika sistem memilih enam pemain terkuat sebagai Sovereign dan memberi mereka kekuasaan untuk membangun kembali peradaban manusia di dunia yang baru, Nate Leicester menemukan dirinya bukan hanya sebagai pemain terkuat — tapi sebagai salah satu dari enam penguasa yang akan menentukan masa depan seluruh umat manusia.
Papan peringkat tidak pernah berbohong. Dan saat ini, hanya ada satu nama di puncak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Player 397 percaya bahwa dia adalah yang terpilih.
Dia memiliki Aspek yang sangat kuat, dan dengan Aspek itu dia bisa memburu setiap monster dengan mudah. Rantai-rantainya bergerak dengan sendirinya sementara dia hanya perlu berjalan santai melintasi jalanan, karena itulah dia juga percaya bahwa dialah yang saat ini memiliki level tertinggi di antara semua player.
"Kekuatan datang dengan beban yang berat."
Itu adalah salah satu kalimat favoritnya, dan dia berpegang teguh pada kalimat itu. Dia percaya bahwa dirinya dipilih sebagai pahlawan yang akan menyelamatkan sesamanya dari kehancuran. Karena itulah dia mulai membentuk kelompok, dengan tujuan agar mereka semua bisa bertahan hidup dengan nyaman di bawah perlindungannya.
"Jika mereka tidak tunduk, maka paksa mereka tunduk. Ini juga demi kepentingan mereka sendiri."
Ketika dia melihat seorang player yang tidak berniat bekerja sama, tepat saat tutorial berakhir dan monster-monster kuat mulai dikatakan muncul, Player 397 memutuskan untuk membuat player itu paham bahwa tanpanya, player itu tidak akan bisa bertahan hidup. Dengan begitu, dia bisa memastikan bahwa player itu tidak akan mati dengan menyedihkan selama berada di bawah perlindungannya.
Sayangnya...
'Aku bukan yang terpilih.'
Dia dikalahkan dengan mudah.
Jauh dari kata terpilih.
Hal itu menghantamnya lebih dari rasa sakitnya sendiri. Dari sudut pandangannya yang kini terbatas di lantai, dia bisa mendengar anggota kelompoknya berbisik, menatap ke arahnya dengan ekspresi yang tidak bisa dia pura-pura abaikan.
"Tuan 397 kalah? Bahkan tanpa perlawanan yang berarti?"
"Ini tidak mungkin..."
"Itu mungkin, orang itu benar-benar punya kemampuan yang kuat. Wajar saja jika dia percaya diri."
Lalu ada tatapan Kathie yang menatapnya dengan terkejut, gugup, takut, dan akhirnya cemas, semua bercampur jadi satu di wajahnya.
'Padahal aku tidak berniat terlihat lemah di hadapannya.'
Tapi pada akhirnya, apa yang bisa dia lakukan?
Kekuatan selalu menentukan kedudukan. Dia kalah hari ini, maka kedudukannya lebih rendah. Sesederhana itu.
Dengan susah payah, tatapannya terangkat. Pria dengan rambut hitam acak-acakan itu memenuhi visinya, pupil abu-abu pucat yang memancarkan kilatan dingin dan berbahaya menatap langsung ke bawah ke arahnya.
Tatapan itu membuat Player 397 merinding.
"A-apa yang ingin kamu tanyakan?"
Dia tunduk di hadapan kekuatan itu. Apa gunanya tetap bersikap sombong kalau dia bisa mati hari ini? Bertahan hidup adalah prioritas utama.
Keheningan berlangsung sesaat sebelum akhirnya suara pria itu terdengar:
"Dungeon terdekat dari sini, apa kamu tahu lokasinya?"
'Dungeon?' Player 397 mengulangi kata itu dalam benaknya, lalu dengan lemah mengangguk.
Saat itulah dia benar-benar menyadari betapa berbedanya pria di hadapannya. Sementara dia sendiri sibuk menaikkan level dengan memburu monster-monster rendah, player ini secara aktif mencari dungeon. Itu adalah pendekatan yang jauh lebih luar biasa dari apapun yang pernah dia pikirkan.
"Terdapat taman di ujung jalan sekolah. Ada satu di sana."
Setelah itu, kaki yang menginjak kepalanya terangkat. Sabit yang terus memuntahkan gumpalan asap ungu dingin itu lenyap dari genggaman pria tersebut.
"Kamu akan mati kalau berbohong. Percayalah."
Pria itu berbalik dan hendak pergi, ketika pintu [Aveentire] tiba-tiba terbuka dan memperlihatkan sekelompok anggota yang datang kembali dengan wajah pucat pasi.
...
Nate menatap ke arah kelompok Haron yang baru masuk. Dia sudah mendapat informasi tentang keberadaan dungeon dan benar-benar ingin segera pergi, tapi wajah-wajah pucat dan suram yang mereka bawa masuk membuat Nate merasa penasaran.
"Tuan 397!" Haron berteriak, lalu tersentak ketika melihat pria yang dimaksud sedang bersusah payah bangkit dari lantai dengan Kathie di sisinya. Pandangannya beralih ke Nate yang berdiri tidak jauh dari sana, dan kebingungan langsung memenuhi wajahnya.
"Menemukan sesuatu?" Nate memecah kebingungan itu dengan bertanya langsung.
Haron tampaknya ingin menanyakan apa yang terjadi, tapi apa yang dia temukan di luar jelas jauh lebih mendesak. Dia segera mengangguk.
"Ya. Ada dungeon unik yang terbentuk di luar, disebut Dungeon Event. Katanya, dalam tiga hari, dungeon itu akan terbuka."
Nate menaikkan satu alis, penasaran. Haron melanjutkan:
"Hanya saja, dungeon event itu punya syarat yang tinggi. Minimal level sepuluh untuk bisa masuk, dan dungeon event ini berjenis kompetisi global."
Nate mengerutkan kening saat mendengar bagian terakhir itu.
"Maksudmu, semua player yang memenuhi syarat dari seluruh server kemungkinan akan bergabung dalam event ini?"
Haron mengangguk.
"Tapi mungkin tidak banyak. Berapa orang yang bisa mencapai level sepuluh dengan cepat jika perolehan EXP-nya sangat lambat?"
Nate mencubit dagunya, mempertimbangkan. Pemikiran itu masuk akal, tapi situasinya sekarang sudah berbeda dari satu jam lalu.
"Itu tetap memungkinkan. Monster-monster yang lebih kuat kini mulai bermunculan, dan dungeon mulai terbuka di berbagai lokasi. Semakin tinggi level monster, semakin banyak EXP yang bisa diperoleh dari mereka."
Haron tersentak, merasa setuju tapi tersentak untuk alasan lain.
"Benar, dan tentang itu... ada satu masalah lagi." Dia berhenti sejenak, seolah menimbang apakah kata-katanya akan terdengar terlalu tidak masuk akal. "Saat ini, terdapat sepasang gedung kembar tidak jauh dari sini, dekat sebuah minimarket. Di atas gedung kembar itu, ada seekor naga raksasa dengan rank dan level yang tinggi."
Keheningan.
Lalu ketegangan merayap perlahan ke seluruh ruangan, menempel di wajah setiap orang yang berdiri di sana.
"Haron, kamu tidak bercanda kan? Seekor naga, katamu?"
"Bercanda seperti ini terlalu berlebihan, kamu tahu kan? Ha... haha..."
Tapi ekspresi Haron tidak berubah sedikit pun. Serius, pucat, dan penuh keringat dingin. Tidak ada ruang untuk menyebutnya bercanda.
"S-sial... Gedung kembar itu hanya berjarak tiga puluh menit dari sini. Bagi naga, itu hanya beberapa menit atau bahkan detik."
"Mungkin kita harus pergi dari sini sekarang."
"Benar, tempat ini sudah tidak aman lagi."
Saat semua orang mulai berbicara bersamaan, Player 397 yang sedari tadi diam tiba-tiba angkat suara.
"Itu tidak sesederhana itu. Jika gedung kembar itu dijaga oleh seekor naga berperingkat tinggi, kemungkinan besar beberapa tempat lainnya juga dijaga oleh monster-monster kuat tertentu. Naga itu mungkin hanya salah satu dari sedikit monster berperingkat tinggi yang sudah kita temukan."
Raut wajah setiap orang di ruangan itu seketika menjadi jauh lebih suram. Bahkan Nate berpikir sejenak tentang apa yang harus dia lakukan, tapi jawabannya terasa sederhana.
Jadi kuat. Lalu bunuh naganya.
"Jadi, apa sebenarnya peringkat naga itu?"
Wajah Haron semakin pucat, penuh keringat dingin. Di belakangnya, beberapa anggotanya bahkan lebih buruk, lutut mereka gemetar, tubuh mereka tampak bisa jatuh kapan saja.
"Itu... Peringkat C, level 64."
Perbedaannya sangat jauh. Jauh sekali hingga hampir semua orang di ruangan itu tampak kehilangan kata-kata, keputusasaan yang berat menggantung di udara bercampur dengan ketakutan yang tidak bisa disembunyikan.
Bahkan Nate sendiri merasa ngeri sejenak.
Tidak ada cara untuk mengukur secara tepat seberapa kuat itu. Tapi yang pasti, monster di peringkat dan level setinggi itu bisa menghancurkan mereka dalam hitungan detik.
Nate berpikir dengan dingin.
Dia tidak bisa diam saja. Ketika semua orang masih terpaku dalam ketakutan murni dan keputusasaan, Nate melangkah. Sabit muncul di genggamannya, suhu ruangan turun beberapa derajat, dan wajahnya yang acuh tak acuh menatap tajam ke arah pintu keluar.
"K-kemana kamu akan pergi?"
Suara itu terdengar dari salah satu anggota perkumpulan.
"Tidak bisakah kamu tetap tinggal... Dengan kamu di sini, mungkin ada cara untuk sela..."
Nate menatap sosok yang berbicara itu. Seorang wanita, tubuhnya gemetar tak terkendali, matanya penuh dengan rasa takut yang mutlak.
Nate tertawa geli.
Aneh memang, tertawa dalam kondisi sesuram ini. Tapi dia tidak bisa menahannya.
"Kurasa pendekatanmu salah."
Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan, suaranya santai tapi tatapannya tidak.
"Kemunculan monster berperingkat tinggi bersamaan dengan adanya dungeon event, tidakkah menurutmu itu adalah kesempatan yang diberikan agar kita bisa menjadi lebih kuat?"
Dengan itu, Nate kembali melangkah ke depan tanpa menoleh lagi, meski beberapa orang terus berteriak meminta perlindungan di belakangnya.
Tapi itu tidak masalah.
Player 397 menangkap maksud itu dengan baik, dan mungkin itulah satu-satunya hal yang benar-benar bisa Nate berikan kepada mereka. Dia tidak punya kekuatan yang cukup untuk melindungi dirinya sendiri saat ini, apalagi membawa banyak orang lain di bawah perlindungannya. Itu mustahil.
Di luar, pemandangannya sudah berbeda dari sebelumnya. Di beberapa sudut jalan, monster-monster bermunculan, dan kali ini tidak ada satu pun dari mereka yang masih berada di level satu. Masing-masing punya level yang berbeda, beberapa bahkan sudah melampaui level Nate.
"Status."
\=\=\= STATUS \=\=\=
Nama: Nate Leicester (991)
Usia: 19 Tahun
Aspek: Purple Reaper [F]
Level: 5
EXP: 32/640
STR: 3
AGI: 4
MP: 1
STA: 2
VIT: 1
INT: 1
Poin Stat: 4
Credit: 7.970
Senjata: Violet Reaper [F]
Title: -
\=\=\= LOKASI: S86 \=\=\=
Level lima sekarang.
Sama seperti sebelumnya, Nate segera mengalokasikan poin stat miliknya.
***