NovelToon NovelToon
Rahasia Yang Kau Bawa

Rahasia Yang Kau Bawa

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Bad Boy / Cintamanis
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Keisha lari membawa rahasia hidupnya. Lima tahun ia bersembunyi, berpikir tak ada yang akan tahu. Tapi Arsen tidak pernah berhenti mencari. Ketika mereka bertemu kembali, dunia Keisha gemetar. Pria itu datang bukan untuk membenci, tapi untuk menuntut haknya sebagai seorang ayah dan ingin memiliki Keisha sepenuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKU BUKAN CEMBURU

BAB 32 — AKU BUKAN CEMBURU

Seharusnya hari itu Keisha sangat sibuk.

Ada berkas revisi desain yang harus segera dikirim, dua klien yang bawel, ditambah lagi Leo yang sejak siang tidak berhenti bertanya kapan sepeda barunya datang.

Namun kenyataannya, pikiran Keisha justru berputar-putar pada satu hal yang sangat mengganggu ketenangan:

Vanessa.

Wanita itu cantik luar biasa.

Gaya dan caranya sangat elegan.

Percaya diri setinggi langit.

Dan yang paling menyebalkan... ia terlihat sangat nyaman dan pas berada di samping Arsen.

Sangat menyebalkan.

 

Keisha sedang pura-pura mengetik cepat di laptop ketika ponselnya berdering. Panggilan video call dari Nadia.

Wajah sahabatnya langsung memenuhi layar dengan tatapan menyelidik.

“Ada apa ini?”

“Apaan sih?”

“Wajahmu itu lho. Itu wajah perempuan yang lagi kesal setengah mati tapi maksa kelihatan profesional.”

“Aku lagi kerja.”

“Bohong. Kamu cemburu.”

Keisha hampir menjatuhkan mouse komputernya karena kaget.

“AKU TIDAK CEMBURU!”

“Siapa namanya sih wanita yang datang bareng Arsen tadi pagi?”

“Siapa sih? Kamu ngomong apa?”

“Wanita itu lho! Ibumu kirim foto ke grup keluarga lho!”

“APA?!”

Nadia tertawa terbahak-bahak melihat reaksi temannya.

“Caption-nya lucu banget: Calon menantu datang membawa ancaman.”

Keisha langsung memejamkan mata dan menghela napas panjang.

Ia rasanya butuh pindah ke planet lain saja sekarang juga.

 

Menjelang sore, Leo sudah mandi bersih dan berpakaian rapi.

“Mama... Papa lama banget sih.”

“Ya sudah, tunggu saja.”

“Papa bohong ya?”

“Jangan ngomong begitu dong.”

“Mama marah ya?”

“Aku enggak marah!”

Leo mengangguk-angguk dengan wajah bijak luar biasa.

“Ooh... berarti Mama lagi ngambek.”

Anak ini memang tajam sekali, tajam sampai menusuk hati.

 

Jam lima lewat sepuluh menit, suara mobil yang sangat dikenalnya akhirnya terdengar berhenti di depan pagar.

“PAPAAAAA!!!”

Leo langsung melesat lari keluar rumah secepat kilat.

Keisha yang sedang berdiri memegang gayung dan ember, pura-pura menyiram tanaman di halaman, berusaha terlihat santai dan cuek. Padahal tangannya gemetar sedikit.

Arsen turun dari mobil sambil membawa helm sepeda anak-anak dan senyum tipis di wajahnya.

“Maaf Papa telat ya, Sayang.”

Leo langsung memeluk erat kakinya.

“Papa janji hampir bohong!”

“Kan Papa datang sekarang?”

Arsen lalu membuka bagasi mobil dan mengeluarkan sebuah kotak panjang besar.

Sepeda anak-anak berwarna biru metalik yang sangat keren.

“Wahhh!!!” Leo menjerit kegirangan tak karuhan.

 

Keisha menatap pemandangan itu dari jauh, berusaha keras menahan senyum agar tidak terlihat terlalu lebar.

Arsen berjalan mendekat ke arahnya sambil tersenyum.

“Masih marah?”

“Aku enggak marah.”

“Masih cemburu?”

“AKU ENGGAK CEMBURU!”

“Kalau begitu... kenapa tanaman itu kamu siram terus dari tadi? Itu kan pot plastik kosong, Sha.”

Keisha menoleh cepat ke bawah.

Ya ampun! Benar! Air mengalir deras membasahi pot yang bahkan tidak ada tanamannya.

Ia mendesis kesal.

“Kamu tuh ya... ganggu konsentrasi orang saja!”

“Aku memang suka banget ganggu kamu,” jawab Arsen santai dengan senyum nakal.

 

Di halaman depan, Arsen mulai mengajari Leo naik sepeda.

“Tangan pegang setang kuat-kuat. Mata lihat lurus ke depan.”

“Kalau Leo jatuh gimana, Pa?”

“Ada Papa yang tangkap.”

“Terus kalau Papa yang jatuh gimana?”

Arsen tertawa kecil.

“Ya ada Mama yang marahin.”

Keisha yang berdiri di teras mendengar percakapan itu langsung pura-pura batuk keras.

Kurang ajar! Bawa-bawa nama dia saja.

 

Beberapa kali Leo hampir oleng dan terguncang, tapi tangan kuat Arsen selalu sigap memegang bagian belakang bingkai sepeda agar tidak jatuh.

Pria itu berlari-lari kecil mengiringi, padahal ia masih memakai kemeja kerja bahan mahal dan jam tangan berlian di pergelangan tangannya. Keringat mulai bercucuran membasahi pelipisnya.

Keisha menatap diam-diam.

Ia tak pernah membayangkan Arsen bisa terlihat seperti ini.

Bukan sosok pria dingin, kaku, dan penuh kendali seperti dulu.

Tapi seorang pria yang tertawa lepas saat anaknya nyaris menabrak pot bunga.

Sosok ayah yang hangat dan sabar.

 

Akhirnya Leo berhasil menyeimbangkan tubuhnya dan bisa mengayuh sepeda sendiri sejauh beberapa meter!

“Aku bisaaa! Mama lihatttt!!!” teriaknya bangga.

Arsen mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi tanda kemenangan.

“Itu anakku! Hebat!”

Keisha tersenyum lebar tanpa sadar, matanya ikut berbinar.

Arsen melihat senyum itu.

Dan seketika, senyum bangganya berubah menjadi tatapan lain.

Tatapan yang jauh lebih lembut.

Jauh lebih dalam.

Dan penuh makna.

Keisha sadar diperhatikan, lalu buru-buru memalingkan wajah dengan pipi yang mulai memanas.

 

Malam harinya, karena kelelahan bermain, Leo langsung tertidur pulas lebih cepat dari biasanya.

Ibu dan Ayah Keisha juga dengan sigap masuk ke kamar lebih dulu dengan alasan “sudah ngantuk berat”, padahal jelas sekali mereka sengaja memberi waktu dan ruang berdua untuk anak dan menantu idamannya itu.

Sekarang tinggal Keisha dan Arsen duduk berhadapan di teras depan.

Udara malam terasa dingin menusuk kulit. Lampu taman menyala redup memberikan suasana yang tenang.

“Kamu capek?” tanya Keisha pelan memecah keheningan.

“Sedikit. Lari-larian tadi,” jawab Arsen sambil mengusap keringat di leher.

“Meeting tadi gimana? Lancar?”

“Selesai semua.”

“Vanessa... cerewet nggak?”

Arsen menoleh, tersenyum tipis.

“Sangat. Mulutnya tidak berhenti bicara.”

Keisha spontan ikut tersenyum.

“Kasihan sekali kamu ya.”

“Kamu senang ya lihat aku susah begini?”

“Lumayan. Seru,” jawab Keisha ketus.

 

Hening beberapa saat.

Lalu Arsen mulai bicara lagi dengan nada yang lebih serius dan rendah.

“Dia mantan tunangan pilihan keluarga, Sha.”

Keisha menoleh cepat, matanya membesar kaget.

“Apa?”

“Dulu... keluarga kami sempat menjodohkan aku sama Vanessa. Itu sudah lama sekali.”

Dadanya terasa sesak dan aneh mendengar pengakuan itu.

“Lalu... apa yang terjadi?”

“Aku tolak. Aku batalkan sendiri.”

“Kenapa? Dia kan cantik dan sukses.”

Arsen menatap lurus ke depan, ke titik yang jauh di kegelapan malam.

“Karena prinsipku... aku tidak pernah bisa memberi sesuatu yang setengah-setengah. Entah itu semua, atau tidak sama sekali.”

“Dan?”

“Dan saat itu... hatiku sudah telanjur tertinggal di orang lain. Sudah terisi penuh. Tidak ada tempat buat yang lain.”

Napas Keisha tercekat di tenggorokan. Ia rasanya tidak bisa bernapas dengan normal.

“Kenapa... kenapa kamu cerita semua ini ke aku?”

“Supaya kamu berhenti berperang sendiri sama bayanganmu. Berhenti mikir yang aneh-aneh.”

“Aku tidak perang!”

Arsen menatap tangannya.

“Terus kenapa sendok di tanganmu itu kamu tekan sampai bengkok sedikit?”

Keisha menunduk melihat sendok di genggamannya.

Benar saja! Sendok itu sedikit melengkung karena ia menggenggam terlalu kuat karena gugup.

Sialan! Ketahuan lagi.

 

Arsen mendekatkan tubuhnya sedikit, jarak mereka kini semakin dekat.

“Keisha.”

“Hm?”

“Aku tidak tertarik sama Vanessa. Tidak pernah. Dan tidak akan pernah.”

“Bukan urusanku,” sahutnya pelan, masih mencoba bertahan.

“Aku tertarik sama kamu. Cuma kamu.”

Jantung Keisha seakan jatuh ke perut. Berdetak kacau balau.

“Arsen...”

“Aku serius ngomong ini.”

“Jangan gampang banget bilang kata-kata kayak gitu.”

“Siapa bilang gampang?”

Tatapan mata Arsen malam itu terlalu jujur, terlalu dalam, dan terlalu berbahaya bagi pertahanan diri Keisha.

“Aku menunggu lima tahun. Menahan diri berbulan-bulan sejak kita ketemu lagi. Kalau ini gampang... aku sudah selesai dari dulu.”

Keisha menggigit bibir bawahnya kuat-kuat.

Ia takut.

Sangat takut.

Takut untuk percaya lagi.

Takut untuk jatuh hati lagi.

Takut untuk bahagia, karena takut nanti kebahagiaan itu diambil lagi darinya.

 

Arsen akhirnya berdiri perlahan dari duduknya.

“Aku pulang ya.”

Ia baru melangkah dua langkah menjauh ketika suara lembut Keisha menahannya.

“Arsen.”

Pria itu langsung menoleh cepat.

Keisha menatap lantai ubin, tidak berani menatap mata tajam itu.

“Aku... aku benar-benar enggak cemburu lho,” katanya berusaha tetap memegang prinsip.

Arsen tersenyum lebar, matanya berbinar cerah.

“Baiklah. Aku percaya.”

“Tapi...”

“Ya?”

“Kalau lain kali... kamu datang bawa wanita lain lagi... tolong kabari aku dulu. Sekadar tahu saja.”

Senyum Arsen makin lebar sampai menampakkan barisan giginya yang rapi.

“Siap, Bos! Dimengerti!”

Arsen berjalan menuju mobilnya dengan hati yang melonjak bahagia.

Dan di belakangnya, Keisha berdiri mematung menyadari satu hal memalukan...

Ia baru saja membuat pengakuan terbesar dan paling jujur dalam hidupnya.

Bersambung...

1
Lasmin Alif nur sejati
ohh,, berarti ini ceritanya ngulang lagi ke masa Arsen baru memuin Keisha, mau minta restu ke orang tuanya Keisha, tapi maaf ya Thor, ceritanya jadi bingungin, maaf ini loh Thor bukan mau merendahkan atau menjatuhkan, cuma pendapat dari saya, seharusnya dilanjut saja biar gak bingung pembaca
wiwi: makasih kak😄
total 3 replies
Yunes
Yaaa abis😭😭😭😭
wiwi: tunggu updatenya Kak
total 2 replies
Yunes
Cie cie bau2 nikah nich😍😍😄
Yunes
Wow😍😍😍
Yunes
MasyaAllah aq suka aku suka 😍😍😍💪💪
Yunes
Lanjut Thor kereeennn
Yunes
Alhamdulillahi 😍😍 Happy with ur Son
Yunes
😍😍😍💪💪
Yunes
Semangat Thor😍💪💪
Yunes
😭😭😭
Yunes
Mudah2 an tidak hamli amiiiin🤭
Lasmin Alif nur sejati
ceritanya bagus Thor, tapi kadang bingung, alurnya maju mundur apa gimana ini ya, kemarin sudah ada Aluna sekarang cuma ada leo
wiwi: makasih kak
total 3 replies
Erna Wati
ayolah keisha masak kamu LBH percaya sama org lain dari pada suami mu buka mata kamu keisa KLO Kevin itu org jahat
wiwi: iyaa nih kak, padahal kan kita harus lebih percaya suami😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!