Jeslin seorang wanita cantik dan baik hati,harus mengorbankan Cita - cita nya untuk menjadi seorang pelukis setelah menyelesaikan kuliah S1 nya.
Iya harus turun kedunia bisnis demi keinginan sang Ayah,karena ia adalah putri satu - satu nya.
Suatu hari,Perusahaan Ayah nya menjalin Kontrak Bisnis dengan sebuah perusahaan seorang pria yang sangat ia kenal.
Pria yang bernama Max,yang selalu membuat nya kesal dengan panggilan gadis jutex akhir nya berhasil membuat nya merasakan jatuh Cinta,tapi siapa sangka,setelah ia sudah menaruh hati nya pada Max,pria itu tiba - tiba berubah karena sebuah alasan.
Akan kah Max dan Jeslin dipersatukan di sebuah pernikahan.Yuk Disimak Kisah perjalanan Jeslin dan Max.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22 - Marcel Dan Max
Siang hari di kantor Jeslin.
Max sudah sampai di kantor Jeslin untuk meminta maaf soal semalam karena Jeslin tak mau mengangkat telefon dari nya.
Saat memasuki kantor Pak Joko,dan akan masuk ke Lift,Max bertemu dengan Marcel dan mereka pun satu lift dan menuju ke lantai yang sama.
tidak ada percakapan apapun antara Max dan Marcel,mereka seperti orang tak saling kenal dan bahkan seperti orang yang sedang berkompetisi untuk merebutkan seorang wanita.
saat pintu lift terbuka, mereka bertemu jeslin yang sedang menunggu pintu lift terbuka, karena ini sudah jam makan siang
,Ia pun akan menuju ke kantin.
Jeslin terkejut saat melihat siapa yang akan keluar dari Lift.
"Max,Marcel." Ucap Jeslin.
"Jeslin,aku ingin mengajak kau makan siang." Kata Marcel dengan cepat sebelum Max mengeluarkan suara.
"Iya boleh,aku juga akan turun ke kantin." Jawab Jeslin.
Jeslin lalu menatap Max,agar Max mengatakan untuk apa dia kesini. namun Max diam karena tidak tahu harus mulai dari mana,terlebih ada Marcel di samping nya.
"Max,kau ingin cari ayah ku,dia sedang tidak ada,dia keluar kota." Kata Jeslin.
"Aku ingin bicara dengan mu sebentar." Jawab Max.
"Kalau bicara soal semalam,aku tak lagi ingin membahas nya lagi,aku sudah melupakan nya,lebih baik kau urus saja Tante mu itu." Kata Jeslin menahan kesal sembari masuk ke dalam Lift bersama Marcel,Max pun hanya diam saja sembari menatap Jeslin,sementara Jeslin memalingkan wajah nya, hingga pintu Lift menelan Jeslin dari pandangan nya.
.
.
.
.
Dikantin.
"Kau dan Max kenapa?. dan soal semalam yang kau bicarakan tadi,itu apa maksud nya?." Tanya Marcel dengan rasa penasaran nya pada hubungan Jeslin dan Max.
"Marcel,kau mengajak ku makan atau ingin mengintrogasi ku?." Tanya Jeslin dengan wajah tidak senang dengan pertanyaan Marcel yang ingin tahu.
"Baiklah,aku mengerti,maaf ya,ayo lanjut makan." Kata Martin.
Selesai Makan Marcel pun pamit ke kantornya lagi dan Jeslin mengantar nya sampai teras kantor.
.
.
.
.
Sore Harinya.
Jeslin yang pulang kerja tidak lansung pulang ke rumah nya,ia jalan - jalan kembali ke pantai untuk melihat Sunset yang kemarin sempat ia dan Max lihat.
Saat sedang duduk di pasir sembari menghadap ke arah laut.Gilang yang juga sedang ada di sana melihat gadis yang kemarin menangis di gelap nya pantai malam.
Ia pun mengfoto Jeslin diam - diam,Setelah puas menjadi kan Jeslin Objek Foto,Gilang pun menghampiri Jeslin.
"Hai." Sapa Gilang yang berdiri di samping Jeslin duduk.
"Kau lagi." Ucap Jeslin heran karena lagi - lagi bertemu Gilang.
"Boleh aku duduk di samping mu?." Tanya Gilang.
"Kau kemarin duduk saja tidak bertanya dulu,kenapa sekarang malah bertanya." Jawab Jeslin.
"Aku takut kau pergi lagi karena aku duduk dan tak meminta izin seperti kemarin." Jawab Gilang tersenyum.
Jeslin pun tertawa kecil dan merasa itu alasan yang konyol.
"Duduk lah." kata Jeslin.
"Kau seperti nya sudah lebih baik dari kemarin." Kata Gilang sembari duduk dan melihat ke arah Kamera yang ada di tangan nya.
"Ya Begitu lah." Jawab Jeslin menatap pantai.
Gilang pun melihat ke arah Jeslin dan kembali melihat kamera nya dan mengfoto Sunset.
"Kau bekerja sebagai fotografer?." Tanya Jeslin.
"Bukan,ini hobi ku."Jawab Gilang.
"Lalu kau kerja apa?." Tanya Jeslin.
"Aku punya perusahaan di kota A,dan aku sedang mengambil waktu untuk bersantai di kota ini. itu hotel ku." Jawab Gilang dan menunjuk ke arah hotel tepi pantai.
"Oh iya,kau hebat sekali,bisa mengambil waktu untuk melakukan hal yang menjadi hobi mu." Kata Jeslin.
"Kau sendiri punya hobby apa?. jangan bilang hobi mu menangis?." Kata Gilang.
"Kau ini." Jeslin tertawa "Aku hobi nya melukis." lanjut Jeslin.
Jeslin dan Gilang pun mengobrol tentang hobi mereka dan sesekali mereka tertawa bersama.
Disisi lain.
Max yang juga ada di sana,melihat dari jauh Jeslin sedang mengobrol dan tertawa dengan seorang Pria yang tak tahu itu siapa.
Max pun lalu masuk ke dalam mobil nya dan meninggalkan pantai.
.
.
.
.
Bersambung