NovelToon NovelToon
Pewaris Yang Hilang

Pewaris Yang Hilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Petualangan
Popularitas:6.6M
Nilai: 4.5
Nama Author: alfa 2015

Yusuf adalah seorang pemuda desa yang pintar,sopan dan baik hati. suatu hari dia mendapatkan beasiswa universitas di kota. Ibu dan ayahnya sangat senang, akan tetapi di samping kebahagiaan nya, tersimpan sebuah misteri tentang dirinya.

saat dia menanyakan hal itu, mereka hanya mengetahui bahwa ia adalah anak kecil yang ditemukan di sungai. "siapa sebenarnya aku? dan kenapa aku tak ingat sama sekali?" perjalanan nya pun dimulai.

namun saat tiba di kota, ia menemukan banyak sekali rintangan dan halangan dari beberapa orang yang merendahkannya. apakah Yusuf, seorang pemuda desa dapat bertahan dari semua ini dan menemukan kebahagiaan yang ia cari?

simak terus kisah Yusuf mencari keberadaan orang tua nya dan jati dirinya yang sebenarnya.

kritik dan saran sangat membantu untuk saya. terimakasih 😆

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfa 2015, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

undangan

Setelah pulang dari kegiatan study tour sekolah, mereka bertiga pun sampai di rumah pada malam hari dan langsung tidur di kamar masing masing karena lelah.

Keesokan harinya...

“Pagi, Putri!” sapa Fadilah dengan senyum cerah nya.

“Pagi, Kak Indah!” balas Putri, yang sudah berada di meja makan, sedangkan Yusuf sedang sibuk menyiapkan sarapan di dapur.

Tak lama kemudian, Yusuf pun menyajikan sarapannya, berupa nasi goreng dengan tambahan telur mata sapi di atasnya dan segelas susu putih sebagai minumannya, lalu mereka bertiga pun mulai menyantap sarapannya. Setelah menghabiskan sarapannya, Yusuf membawa semua piring dan gelas kotor ke dapur dan Fadillah menyusul nya untuk membantu nya, sedangkan Putri sedang mempersiapkan tas nya sebelum pergi ke sekolah.

“Kak, aku hari ini sedang tidak masuk sekolah... boleh tidak, aku pergi ke Mall untuk nonton bersama sahabat ku?” tanya Fadillah, meminta izin kepada Yusuf sambil membantu nya merapihkan piring nya di rak.

Yusuf sedikit heran dengan sikap nya yang berubah itu.

“Boleh, kapan berangkat nya?” tanya Yusuf, yang masih mencuci piring.

“Recana perginya... mungkin sekitar jam 3 sore” jawab Fadillah.

“Oh begitu... baiklah” sahut Yusuf datar.

“Hmm... Kakak pulang jam berapa?” tanya lagi Fadillah.

Yusuf pun akhirnya mulai mengerti maksud nya itu.

“Kakak pulang jam 9 malam, kenapa memangnya?” tanya Yusuf pura pura tidak tahu.

“hmm... anu kak..itu” jawab Fadillah terbata bata.

Putri pun menghampiri mereka berdua di dapur. “Kak Indah, ayo... aku sudah mau masuk sekolah nih” kata Putri, yang sudah siap untuk berangkat.

“Ya Putri, kamu tunggu di depan ya, kakak ambil kunci motor nya dulu” kata Fadillah, meminta nya untuk menunggu nya di depan. Putri pun menuruti nya dan pergi ke teras rumah.

“Yasudah kak, aku pergi dulu” kata Fadillah dengan wajah lesuh nya.

“ini... tapi ingat! Jangan terlalu boros memakai nya... dan juga ajak Putri, kasihan dia nanti sendirian di rumah” pinta Yusuf sambil menyerahkan kartu atm kepada Fadillah, karena dia belum mengambil uang lagi.

“Cup” sebuah ciuman mendarat di pipi, membuatnya menjadi salah tingkah.

“Terimakasih kak, pasti nanti aku hemat.... sampai jumpa kakak” kata Fadillah, yang berlalu pergi begitu saja meninggalkan Yusuf yang mematung di tempat nya.

“Kenapa dengan anak ini? Apa dia kemarin salah minum obat setelah pulang dari sana?” batinnya. Ia pun bingung harus senang atau khawatir dengan sikap Fadillah yang seperti itu.

Setelah mereka berdua sudah pergi meninggalkan rumah, Yusuf pun mengemasi barang nya dan mengunci pintu nya. Sebelumnya Yusuf memegang kunci cadangan saja, sedangkan kunci asli nya ada di Fadillah. Ia akhirnya berangkat menuju kampus dengan motor nya itu.

******

Saat sampai di kampus.

“eh lihat itu, bukannya dia si anak yang jenius” desis mahasiswa lain ketika melihat Yusuf sedang memakirkan motor nya.

“Sekarang dia pakai motor itu, pasti  sewa atau pinjam ke teman nya” desis lagi mahasiswa lain merendahkan nya.

Yusuf tak mempedulikan nya, lalu ia pun langsung masuk ke kampus. Namun, di sela perjalanan nya, ia dihetikan oleh seseorang.

“Hei kawan!” sapa seseorang di belakang nya.

“Oh, halo... apa kabar?” tanya Yusuf, yang sedikit terkejut ketika dilihat ternyata itu adalah Ramzy, sahabatnya.

“Tiga hari kemana saja kamu? Tidak sedang kencan dengan Rara kan?” tanya balik Ramzy sambil merangkul pundak nya.

“Siapa bilang seperti itu, aku kan sudah bilang, kalau mau menemani adik ku ikut study tour saja” jawab Yusuf

“Oh, kalau begitu... itu apa?”

sambil menunjuk ke arah seorang perempuan yang berdiri di depan mereka dan seperti sedang menunggu nya.

“Dari kemarin dia menanyakanmu terus.... yasudah aku duluan masuk kelas, ingat jaga sikap.. selamat berjuang sahabatku!” bisik Ramzy, kemudian pergi meninggalkan Yusuf dengan perempuan tersebut.

Yusuf pun tak sempat berkomentar apapun dan ia pun menghampiri perempuan yang ada di depan nya.

“Ada apa?” tanya Yusuf kepada perempuan itu, yang rupanya adalah Sabrina.

“Hmm... dua hari lagi adalah ulang tahun ku, kamu mau datang tidak ke acara ulang tahun? alamat nya nanti aku kirim ke kamu” tanya Sabrina yang tersipu malu mengajak Yusuf.

“Hmm... datang tidak ya...” kata Yusuf sambil memegang dagu dan mata nya tertuju ke atas.

“Bagaimana? Kalau tidak mau sih, tidak apa apa” gerutu Sabrina, yang sedikit kesal karena kelamaan menunggu jawaban.

“Oke, tapi ada syarat nya” balas Yusuf.

“Ini sebenernya yang ulang tahun siapa sih, kok kamu yang ngasih syarat nya.... yaudah apa?”

tanya Sabrina yang gerutu.

“Cium pipi ku dulu!” celetuk Yusuf yang tidak sadar apa yang ia ucapkan.

“Huh... kamu itu belajar gombal darimana sih” ketus Sabrina.

“Astaga...ada apa dengan ku, ini pasti karena virus dari Fadillah, jadi nya aku ketagihan” batin Yusuf ketika menyadari sikap nya.

“Tidak jadi kok...itu tadi hanya...”kalimat nya belum selesai, tetapi dihentikan oleh sebuah ciuman yang mendarat di pipi nya.

“Sudah... ingat! Jangan telat, oke!” sahut Sabrina dengan wajah nya memerah dan berlalu pergi meninggalkan Yusuf.

“Haiissh... ada apa dengan ku hari ini, apakah sudah waktu nya mencari jodoh agar terhindar dari semua ini?” gumam nya sambil menyentuh keningnya yang tidak panas.

Ia pun pergi menuju kelas nya karena sudah waktunya.

****

Setelah pulang dari kampus, seperti biasanya ia langsung menuju kafe yang selesai direnovasi itu. Saat tiba di kafe, ternyata kafe nya terlihat sangat megah dari sebelumnya.

“Assalamu’alaikum” salam Yusuf, ketika memasuki kafe tersebut.

“Wa’alaikumsalam” balas Ramzy, yang rupanya sudah mendahuluinya.

“Bagaimana pendapatmu? Bagus tidak... ini semua aku yang kerjakan” tanya Ramzy meminta pendapat dari nya

“Bagus kok, suasana nya menjadi lebih nyaman” balas Yusuf, ketika melihat di sekeliling nya.

Di luar kafe, selain tempat parkir yang sangat luas, juga disediakan meja, kursi dan payung berukuran sedang di atas meja serta di depan kaca nya berjajar beragam tanaman hias, sedangkan di dalam nya banyak sekali

aksesoris, seperti figuran pemandangan dan foto foto yang di pajang di dinding, air terjun buatan yang berada di tengah tengah kafe, kolam kecil yang berisikan ikan emas dan panggung untuk bernyanyi.

“Itu... kamu juga mau menyewa pemain musik?” tanya Yusuf sambil menunjuk ke arah panggung yang sudah dilengkapi dengan beragam alat musik.

“Ooh.. kalau itu sih, iya... tapi aku belum menemukan nya, jadi untuk sementara masih pakai audio musik” jawab Ramzy sambil berdiri di depan kasir.

“Dan semua ide ini juga berkat bantuan mu” lanjut Ramzy sambil tersenyum kepada nya.

Beberapa hari yang lalu, Ramzy pernah bercerita bahwa ia sempat kebingungan dalam mencari desain yang bagus dan menarik. Yusuf pun akhirnya membantu nya mencari ide dari gambar yang ia ambil saat study tour

kemarin. Yusuf mefoto setiap kafe yang ia temui dan mengirim nya untuk dijadikan inspirasi.

“Terimakasih, kawan... seperti nya, saat kita lulus nanti, aku ingin mengajakmu untuk membuka usaha bersama, bagaimana?” tanya Ramzy sambil merangkul pundak nya.

“Sama sama... insyaalloh jika aku mampu, pasti akan aku bantu” balas Yusuf.

“Baiklah, yang penting saat ini... kita harus bekerja keras agar lulus jadi sarjana”  kata Ramzy dengan semangat nya yang membara.

“Sudahlah... aku jadi ingin cepat pulang dan belajar lagi... agar bisa lulus...oke, di sini aku serahkan sisanya padamu ya, Yusuf” pinta Ramzy yang ingin pergi meninggalkan kafe.

“Siap, Bos!” sahut Yusuf.

Bersambung.. 

sambil menunggu cerita selanjutnya yuk, like & coment agar penulis semangat membuat cerita nya terimakasih... maaf ya... up nya kelamaan wkwkwk

1
Irex Owan
Luar biasa
Karyo Yodiana
lanjut thor
Karyo Yodiana: bagus, penasaran
total 1 replies
Karyo Yodiana
bagus banget
Budi Azka
Luar biasa
Bayu Setiadi
taiiiii,,novel sampah!!!!

pertama aja yg bagus,,kesini malah kayak begini..

MC goblog!!!tolol dipelihara,,kambing pelihara biar laku dijual!!!
Bisma Bisma
Luar biasa
swek lord
kaya sinetron cokkk
swek lord
payahhhhhhhh
swek lord
lu cowok apa bukan cok,,
swek lord
nama kota sama sekolah apa cok,,apa cuma inisial B
Setiawan Iwan
Lumayan bagus ceritanya
azizan zizan
alur ceritanya agak blak blakkan ya Thor sampai bingung aku baca arah alurnya seolah_olah tiada arah tujuan ibarat rojak gitu..lagi satu mcnya taad pada agama kok sama perempuan bukan mahramnya mudah ya bersentuhan sesuka hati,lagi satu sudah punya isteri kok malah seperti memberi harapan pada perempuan lain seolah olah tidak ketegasan pada diri sendiri gitu..pantang lihat perempuan cantik dikit udah lupa pada akidah..ceihss... kuat buat cerita ini dan kau selit tentang ketaatan tentang agama dalam tidak sedar kau telahenghina dan mempermainkan agama dari alur cerita yang kau buat agak blak-blakkan ini.. hati-hati Thor mau buat alur ceritanya Walau hanya sekadar hiburan... maaf ini pandangan aku..
azizan zizan
otak cerdas dan pintar tapi bodoh bin goblok tidak guna akal pikiran untuk bertindak satu lagi lalai menjalankan tanggung jawab yang di amanah... terbaik kisahnya...
azizan zizan
Thor di awal cerita mcnya jenius makin kesini malah watak mcnya seperti bodoh,goblok,lugu dan dungu gitu ya di mana akal fikiran jenisnya apa sudah hilang ya..
azizan zizan
alur ceritanya agak over dikit ya padahal watak didalam alurnya kebanyakkan taat pada agama siap pakay kerudung lagi gimana ya berpelukan ya yang bukan mahram...
Jabrik Keren
Kecewa
Aksal Anugrah
aku suka
Praised94
terima kasih.
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!