NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / Dunia Masa Depan
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jeprism4n Laia

Embun baru saja tamat Sekolah dari Desa, Sehingga dia terpaksa ikut dengan Bu Wina, Warga tetangganya karena dia memang butuh pekerjaan dalam menyambut hidup.

Embun tinggal seorang diri, setelah ibunya meninggal dunia, sejak saat itu dia menghadapi getirnya hidup didunia ini.

Sementara Rido Prasetio adalah Pewaris Talzus Group, dia terus dipaksa nikah oleh sang Ibu, Karena menurut sang Ibu, Usia Rido Sudah sangat Jauh berumur.

Karena merasa kesal dengan ibunya, Rido mengajak teman temannya untuk datang ke Bar, sehingga mereka mabuk dan mengalami kecelakaan beruntun.
Penasaran dengan ceritanya, ayo terus ikuti ceritanya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeprism4n Laia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Tuak Nias

Sementara di tempat lain, di dalam ruang rawat inap rumah sakit Bu Wina dijemput oleh supir keluarga Prasetio, Bu wina sekarang sudah benar benar sembuh sehingga bisa diperbolehkan untuk pulang kerumah.

“Bagaimana bi, apakah sudah bisa kita berangkat sekarang?” Tanya sang supir dengan sopan kepada bu wina.

Bu wina menganggukkan kepalanya “iya pak, ayoo kita berangkat” sahutnya sambil dia mengedarkan pandangannya disetiap sudut ruangan itu, dia takut siapa tau ada barang barang yang tertinggal.

“Kenapa Embun tidak ikut serta menjemput saya, hem, oh iya mungkin dia sibuk mengurusi tuan muda” monolog bu Wina yang langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Sedangkan sang sopir sudah menunggunya diluar pintu kamar itu.

Ketika Bu wina sudah sampai di koridor rumah sakit, tiba tiba dia melihat siluet seseorang yang dia kenal, namun sosok itu secepat mungkin sudah menghilang dari peredaran pandangan bu wina.

“Kenapa sepertinya sosok itu agak familiar ya, kira kira dimana saya kenal sosok orang itu” gumam bu wina yang terus memperhatikan kearah koridor tersebut, kemudian dia tiba tiba tersadar ketika sang sopir memanggilnya “Bi, jangan terus memandang kearah sana, kita lewat koridor ini saja biar cepat nyampe di parkiran”.

“Iya pak” sahutnya dengan langsung melangkah kaki mengikuti sang sopir tersebut.

Ketika bu wina sedang di dalam perjalanan menuju Mansion utama keluarga Prasetio, dia memandangi gedung gedung pencakar langit di kota itu, sambil dia menghirup udara segar.

“Rasanya saya seperti hidup kembali ya, saya sekarang menjadi bisa bernapas legah, bagaikan saya tidak memiliki beban pikiran” lirih Bu Wina yang masih menatap langit biru dengan senyuman yang merekah.

Sementara di markas Serigala Hitam, Efan Laiya sedang mengelus kepalanya yang botak licin itu, kemudian dia mengesap rokok cerutunya yang terlihat gemuk disela sela jarinya.

“Kalian harus bergerak malam ini, bagaimanapun caranya, kita harus segera melenyapkan target, karena kalau kita gagal! Nama baik Geng Serigala Hitam akan buruk di mata para bangsawan, dan pergerakan kita di kota ini akan menjadi semakin sulit, kita tidak akan mendapatkan Job dimasa depan” Ucap Efan Laiya dengan tegas kepada kaki tangannya itu.

“Tenang saja Bos! Kalau saya Soki yang turun tangan semuanya akan menjadi beres!” ucap kaki tangan efan laiya itu dengan bangga, dia menepuk dada kirinya membanggakan kemampuannya sendoro kepada efan laiya.

Efan Laiya memutar badannya, dia memandang Soki dengan tatapan tajam, dia menyipitkan kedua matanya dengan sangat teliti, dengan helaan napas berat dia berkata “Baik! Saya pegang kata katamu, semoga saja kau bukan hanya membual di depan saya, dan bukan hanya slogan seorang ahli bela diri tingkat 3 di kota medan” ketus Efan Laiya dengan sangat tegas.

“Hahaha,, tunggu saja bos! Kalau bang Soki yang main, pasti semua akan terkendali dengan sendirinya” sahut Soki dengan ketawanya yang menggelegar.

“Emm, Bagus, Hahah” sahut Efan Laiya, kemudian Efan Laiya mengangkat gelasnya yang berisi dengan minuman tuak putih, soki juga mengangkat gelasnya sehingga dengan sekali tos mereka langsung meneguk tuak itu dengan cepat.

“Kenapa rasa tuak ini sangat terasa enak ya? Baru kali ini aku merasakan rasa tuak yang sangat halus dan panas” Tanya Soki kepada Efan Laiya.

“Ternyata kau ini masih belum menguasai dunia bawah, hal sepele seperti ini saja kau masih belum tau dengan jelas! hahahaa” Jawab Efan Laiya dengan ketus, sambil dia tertawa terbahak bahak.

“Arg. Bos ini macam sudah sangat hebat saja, aku serius nanyain hal ini loh, karena aku mau pesan untuk saya jual di kedai lapok tuak saya” timal Soki dengan serius.

“Heem, dengar ya! Tuak ini saya pesan langsung dari orang orang dalam, ini langsung di ambil dari rumah pengolahan tuak di Kepulauan Nias, ini adalah Tuak Suling Pulau Nias” jelas Efan Laiya kepada soki, yang membuat soki membelalakan matanya dengan rasa keterkejutannya.

“Siaal! Kenapa aku baru dengar informasi ini, kau memang pantas disebut sebagai Bos Ketua Geng Serigala Hitam” Puji Soki dengan mengangkat Jempolnya kearah Efan Laiya.

“Sampai di Kepulauan terpencil saja, bos punya jaringan yang sangat hebat, luar biasa!” sambung Soki terus memuji efan laiya.

“Hem! Itulah EFan Laiya, botak licin mulut serigala hitam di kota Medan!” ucap Efan Laiya dengan sangat bangga, dia langsung menepuk dada bidangnya sambil dia mengangkat wajahnya dengan bangga keatas langit.

“Bos! Saya juga mau pesan? Apakah Boleh?” Tanya Soki lagi kepada Efan Laiya.

“Bolehlah! Asalkan harganya pas dengan pasar bawah tanah!” sahut Efan Laiya dengan senyuman liciknya, sambil dia menggerakan ibu jarinya dengan jaru tulunjuk “Fluuss” ucapnya.

“Dasar bos Licik! Itu saja yang terus ada dipikirannya” kutuk Soki dengan menuangkan tuak lagi di dalam gelasnya.

Mereka langsung menghabiskan beberap botol tuak yang tersedia di tempat itu, sehingga mereka langsung tepar di atas meja dan sofa mereka berada.

Hari sudah menjelang malam, lampu lampu jalanan di kota itu terlihat sangat indah, kesibukan manusia seakan mulai berhenti, namun tidak dengan Rido yang masih sibuk dengan beberapa berkas di atas mejanya.

“Pak Berys, Tuan Muda mau lembur ya? Kenapa dia masih belum keluar ruangan jam segini?” heran embun bertanya kepada Berys.

“Maaf Nona, saya juga kurang tau, memang itulah sifat aslinya tuan muda Rido, dia itu adalah manusia yang gila dengan pekerjaan” sahut Berys dengan sopan.

“Heem, begitu ya” ucap embun dengan hanya berdeheman saja.

Embun sedang menunggu Rido didepan loby Perusahaan, dia sudah terlanjur turun dari lantai atas, sehingga dia malas untuk naik lagi keatas lantai tertinggi gedung itu.

“Biarlah saya akan pergi langsung bertanya sama tuan muda” ucap Berys yang langsung melangkahkan kakinya untuk kembali masuk kedalam perusahaan itu.

Embun merasakan kakinya mulai kebas karena menunggu terlalu, sehingga dia memilih untuk duduk ditrotar yang ada didepan loby perusahaan itu.

Tiba tiba datang sebuah mobil mewah yang ternama, turunlah seorang lelaki yang memperlihatkan jas dan pakaian termahalnya, dengan bangga dia merapihkan jasnya untuk berjalan kedepan.

Pria tersebut melihat kearah trotoar, sehingga dia mengernyit mempertajam penglihatannya kearah sosok itu, dia menghentikan langkahnya dan memilih untuk memperhatikan sosok itu.

“Siapakah gadis itu? Kenapa dia duduk ditrotoar tanpa ada yang menemani” gumam pria tersebut dengan menyunggingkan senyuman jentelnya.

Pria itu berjalan perlahan mendekat kearah Embun, yang masih saja sibuk memukul mukul kakinya yang sudah terasa sangat sakit, sehingga dia tiba tiba terkejut ketika dihadapannya berdiri seseorang yang terlihat sangat berwibawa.

“Maaf Nona Cantik, kenapa kamu duduk disini?” Tanya Pria itu dengan senyuman termahalnya.

Embun mengerutkan keningnya menatap sosok pria tersebut, sehingga dia lebih memilih untuk diam dari pada melayani perkataan bocah itu.

1
Nida Rania
suka karakter embun
Tiary91 gaho
Waahh.. ceritanya mantap jiwa
Tiary91 gaho
Mantap Aku Suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!