NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan, Selamanya

Menikahi Mantan, Selamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Dunia Masa Depan
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: VYI_syi

Dulu mereka saling mencintai. Lalu berpisah.
Kini, karena perjodohan, mereka dipaksa bersatu kembali sebagai suami istri.
Ia (pria) masih mencintainya, namun memilih menyembunyikan perasaan di balik sikap percaya diri dan ejekan.
Sedangkan istrinya yang lembut namun mudah kesal, berusaha bersikap biasa—meski hatinya tak pernah benar-benar lupa.
Pernikahan mereka lebih terlihat seperti hubungan kakak dan adik yang gemar bertengkar kecil, daripada pasangan yang saling mencinta.
Tapi di balik cincin dan candaan sinis itu… cinta lama ternyata belum pernah benar-benar pergi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VYI_syi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benih yang Tumbuh Kembali

Malam mulai turun, menyelimuti kota dengan lampu-lampu yang berpendar seperti permata. Luna duduk di bangku taman yang dingin, menatap ayunan yang bergerak perlahan ditiup angin. Isaac berdiri di sampingnya, tetap setia dalam diam, membiarkan istrinya mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Tuan Waren tadi.

"Isaac," panggil Luna lirih. "Ayahku... dia benar-benar mencintaiku lebih dari nyawanya sendiri, ya? Dia menjadi 'anjing manja' hanya untuk membuatku tertawa, padahal di luar sana dia sedang memikul beban dunia di pundaknya."

Isaac duduk di samping Luna, menggenggam tangannya yang gemetar. "Dia pria yang luar biasa, Luna. Menjadi orang tua tunggal di tengah persaingan bisnis yang kejam bukanlah hal yang mudah. Sekarang aku mengerti kenapa kau begitu gigih dan tangguh. Kau memiliki darah Dendra di nadimu."

Luna menyandarkan kepalanya di bahu Isaac. "Tuan Waren menitipkan permintaan maaf untukmu. Dia menyesal telah menjadikanmu pion, dan dia ingin kau hidup dalam cahaya... tidak sepertinya."

Isaac terdiam sejenak, menatap lurus ke depan. "Aku sudah memaafkannya, Luna. Bukan karena apa yang dia lakukan bisa dilupakan, tapi karena aku tidak ingin membawa kebenciannya ke dalam masa depan kita. Aku ingin kita benar-benar bersih."

Luna mengangguk perlahan. Ia kemudian merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah foto kecil yang selalu ia bawa—foto ayahnya, Dendra, yang sedang tertawa lebar sambil menggendong Luna kecil.

"Tuan Waren bercerita tentang ibuku, Natasha," lanjut Luna. "Tentang bagaimana Ayah menciptakan kebohongan manis soal 'mainan cantik' itu hanya agar aku tidak membenci Ibu. Selama ini aku mengira Ayah kaku dan dingin tentang masalah Ibu, ternyata dia sedang melindungi hatiku yang berusia tujuh tahun agar tidak hancur."

"Lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Isaac lembut. "Setelah semua rahasia ini terungkap?"

Luna menatap Isaac dengan binar mata yang baru. "Aku ingin membangun sesuatu, Isaac. Bukan sekadar gedung pencakar langit atau museum seni. Aku ingin mendirikan yayasan pendidikan untuk anak-anak yang kehilangan orang tua mereka, seperti aku dulu. Aku ingin menamainya 'The Dendra Foundation'."

Isaac tersenyum, hatinya menghangat mendengar ide itu. "Itu rencana yang indah, Luna. Dan aku akan membantumu mewujudkannya. Kita akan membangun panti asuhan dan sekolah dengan desain terbaik yang pernah kita buat. Tempat di mana tidak ada anak yang merasa kesepian atau harus mendengar kebohongan untuk merasa dicintai."

Luna tersenyum—sebuah senyum yang paling cerah yang pernah dilihat Isaac. Di bawah langit malam yang tenang, mereka tidak lagi merasa sebagai korban dari konspirasi keluarga Waren. Mereka adalah dua orang yang berhasil selamat dari api dan kini siap membangun dunia yang lebih baik dari abunya.

Namun, di tengah kedamaian itu, sebuah pesan masuk ke ponsel Isaac. Itu dari tim legal firma mereka.

"Pak Isaac, ada dokumen wasiat rahasia yang baru saja dirilis oleh pengacara Tuan Waren sebelum ia masuk ke bangsal isolasi. Dokumen itu mencantumkan nama Anda dan Ibu Luna sebagai pewaris tunggal sebuah lahan luas di pinggiran kota yang tidak pernah tercatat dalam aset perusahaan. Sepertinya... itu adalah lahan yang dulu ingin ia bangun bersama Tuan Dendra."

Isaac dan Luna saling berpandangan. Sepertinya, Tuan Waren benar-benar ingin memberikan kunci terakhir untuk memperbaiki masa lalu yang telah ia rusak.

Keesokan paginya, Isaac dan Luna segera memacu mobil menuju pinggiran kota untuk melihat lahan yang disebutkan dalam wasiat tersebut. Lokasinya berada di sebuah perbukitan hijau yang menghadap ke arah lembah yang asri—jauh dari kebisingan kota yang penuh intrik dan polusi.

Begitu sampai di lokasi, Luna terpaku. Lahan itu luas sekali, ditumbuhi pohon-pohon rindang yang tampak sengaja tidak ditebang selama puluhan tahun. Di tengah lahan tersebut, terdapat sebuah pondasi bangunan yang sudah berlumut, sisa-sisa mimpi yang terhenti di tengah jalan.

"Ini tempatnya, Isaac," bisik Luna sembari melangkah di atas rumput yang tinggi. "Dulu Ayah pernah bercerita tentang 'Proyek Matahari'. Dia ingin membangun tempat di mana semua orang bisa merasa pulang. Aku tidak menyangka Tuan Waren benar-benar menyimpan lahan ini atas nama kita."

Isaac berjalan di sampingnya, memandangi hamparan tanah itu dengan mata seorang arsitek. "Ayahku mungkin telah menghancurkan banyak hal, Luna. Tapi menyimpan lahan ini menunjukkan bahwa di sudut hatinya yang terdalam, dia masih menyimpan rasa hormat

Luna mengangguk, ia menyentuh salah satu pilar beton yang sudah usang. "Aku menerima lahan ini, Isaac. Bukan sebagai pemberian dari seorang kriminal, tapi sebagai pengembalian hak milik ayahku. Kita akan membangun panti asuhan di sini. 'The Dendra Foundation' akan berdiri tepat di atas mimpi yang pernah ia mulai."

Isaac tersenyum dan segera mengeluarkan tabletnya, mulai membuat sketsa kasar secara digital. "Kita akan membuat desain yang terbuka. Banyak taman, ruang belajar yang luas dengan cahaya matahari alami, dan asrama yang terasa seperti rumah sungguhan, bukan institusi yang dingin."

"Dan kita akan menanam pohon persik di setiap sudut," tambah Luna dengan semangat. "Ayah sangat suka pohon persik. Dia bilang itu adalah simbol umur panjang dan kebahagiaan."

Selama beberapa jam, mereka menghabiskan waktu di lahan tersebut, merencanakan setiap sudut bangunan dengan penuh cinta. Tidak ada tekanan dari investor, tidak ada ancaman dari konsorsium. Yang ada hanyalah dua arsitek yang sedang merancang masa depan untuk anak-anak yang bernasib sama dengan mereka.

"Kau tahu, Isaac?" Luna menoleh ke arah suaminya, wajahnya berseri di bawah sinar matahari sore. "Baru sekarang aku benar-benar merasa bebas. Seolah-olah beban dari masa lalu itu akhirnya terlepas saat aku menginjakkan kaki di tanah ini."

Isaac menarik Luna ke dalam pelukannya. "Itu karena kita tidak lagi berlari dari masa lalu, tapi kita menggunakannya untuk membangun sesuatu yang lebih baik. Ayahmu pasti akan sangat bangga melihat lahan ini penuh dengan tawa anak-anak nantinya."

Malam itu, mereka kembali ke kota dengan hati yang ringan. Wasiat Tuan Waren bukan lagi sebuah beban, melainkan jembatan untuk menebus segala kesalahan. Persiapan pembangunan yayasan pun dimulai secara resmi. Nama Dendra dan cita-citanya akan hidup kembali, kali ini dengan pondasi yang jauh lebih kuat: cinta yang tulus antara Isaac dan Luna.

Proses pembangunan yayasan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Meski lahan sudah tersedia dan niat sudah bulat, birokrasi dan sisa-sisa bayang-bayang masa lalu masih mencoba menghambat langkah mereka.

1
Nhi Nguyễn
😄
anggita
ikut dukung like👍, iklan☝aja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!