Bai Qing membuka mata dan mendapati bahawa dirinya telah kembali ke sebulan sebelum bencana alam dan kiamat datang,saat ia berfikir untuk mengumpulkan persediaan malah ia mendapatkan sistem Ruang Super market tanpa batas,setelah sebulan ia mendapati dirinya hamil dan sekarang bukan hanya dia perlu makan tapi bayi yang ia kandung saat ini juga memerlukan nya.
Perkenalan nya dengan beberapa teman membuat kehidupan nya dikehidupan kali ini berubah,apa dirinya bisa bertahan hidup di kehidupan kali ini yang telah banyak berubah dari kehidupan terakhir kali?Siapa saja teman yang bersama dengannya menghadapi dunia yang telah berubah ini?
Di tengah-tengah kiamat akan kah ia dapat membesarkan bayinya dengan baik?sistem kiamat Ruang Super Market akankah dapat membawa keberuntungan buatnya?
Jangan lupa untuk Like dan komentar Author ya..(θ‿θ)
Yuk penasan lanjut ya Like and komentar Author selalu jika mahu Author terus update..hanya itu pinta Author..maaf jika ada tersalah ketik makl
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shuhajar@24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26
Dai Hua Bin mencoba menahan hasratnya yang telah lama mati sebelum ini,ia merasa aneh Kerna Cheng Ya dapat membuat ia merasakan hasrat seksual seperti ini,maka dari itu mencoba menolak Cheng Ya walau sedikit kasar tapi yang tak ia sangkakan adalah.
Ciuman intens yang mendarat lebih dulu di bibirnya,ciuman yang kaku namun nikmat hal itu membuat Dai Hua Bin hampir hikabv kendali.
"Nona Cheng..aku seorang pria..jika aku melakukan nya maka aku tidak akan bisa mundur..ini masih belum terlambat sebelum menjadi sebuah penyesalan."bisik Dai Hua Bin ia meneguk ludah sendiri menahan hasrat yang semakin meningkat setiap saat.
Cheng Ya malah mengusap lembut pipi Dai Hua Bin dan memeluk lehernya dengan erat menatap kearah Dai Hua Bin yang makin tergoda.
"Cheng Ya...jangan menyesal"bisik Dai Hua Bin akhirnya pertahanannya runtuh.
Pada malam itu ruangan itu dipenuhi dengan bunyi-bunyi asmara yang penuh percintaan hingga fajar menyinsing membuat suasana di ruangan itu kembali tenang.
saat cahaya matahari waktu pagi menyapa keduanya,nada dering telefon menyadarkan Dai Hua Bin panggilan yang berasal dari telefon Cheng Ya yang ia bantu cas semalam,saat dibuka notifikasi panggilan terlihat.
Gege Batu
itu yang tertulis membuat Dai Hua Bin ketawa kecil ia menarik nafas dan mengangkat panggilan itu.
"Hello,Cheng Ya semalam maaf aku masih belum sempat bertanya kenapa kamu datang..jadi Harini jemputlah datang ke rumah QingEr ingin bertemu dengan mu"jelas Cheng Lei ia tidak tahu yang menjawab telefon itu bukanlah adik perempuan nya.
"oh..Ya Er masih tidur,baiklah..Ge..saya akan katakan pada Ya Er tentang ini"jelas Dai Hua Bin suara maskulinya itu membuat bulu kuduk Cheng Lei berdiri mendengar suara lelaki asing memanggilnya ge dan berkata adiknya tidur maksudnya tak lain dan tak bukan pasti itu.
Maka dari itu mood iblis Cheng Lei langsung bangkit saat itu juga ia memaki dna menghina dengan nada cemas ia bertanya tentang kondisi adiknya dan dimana mereka berada.
"Brengsek..aku tidak kenal siapa kau yang pasti..segera bawa adik ke rumah ku..kau juga ikut sekali"teriak Cheng Lei kesal saat ini ia masih berada di dapur dengan niat memasak sarapan makan saat melakukan panggilan telefon pada adiknya malah dikejutkan dengan suara pria asing ini.
hal itu membuat ia sangat kesal dan tidka terkendali ia Khawatir adiknya yang bodoh itu akan ditipu dan pergunakan orang-orang yang tak dikenal.
"maaf..saya akan datang ke rumah anda..bersama Cheng Ya"jelas Dai Hua Bin sedikit tegang saat mendengar nada bicara Sosok Cheng Lei diseberang telefon ini sedikit sebanyak ia mengerti.
Saat ia menerima alamat sebuah apartment, panggilan itu langsung dimatikan membuat jauh di lubuk hati Dari Hua Bin merasa tegang mana tidak saat ini ia telah benar-benar mengambil kepolosan seorang gadis selayaknya Banjingan jadi saat dimaki sebelumnya ia merasa hal itu wajar.
"sepertinya aku benar-benar harus bersiap-siap untuk bertemu calon keluarga ku.."jelas Dai Hua Bin merujuk pada Cheng Lei niatnya sudah jelas ia akan menikahi Cheng Ya
Bersambung...
Please Like dan komentar Author ya Tunggu di next chapter ya guys Makasih semua Kerna Like dan komentar Author maaf jika salah ngetik maklum ingin cepat banget gituಡ ͜ ʖ ಡ