NovelToon NovelToon
Janda Kesayangan Tuan Mafia

Janda Kesayangan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Mafia
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Ini merupakan Novel Sekuel dari Melepas para Benalu,

Wina tak pernah menyangka kisah hidupnya yang tragis membuatnya akhirnya bisa bertemu dengan lelaki yang sangat kejam tapi sangat mencintai dan menyayangi dirinya yaitu Alexander

Alexander adalah seorang Mafia kelas kakap yang bahkan polisi juga sangat segan kepadanya.

Pertemuan tidak sengaja itu pun menjadikan Tuan Mafia yang terkenal kejam dan tidak berperasaan itu akhirnya memiliki tempat pulang dan orang yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Arfan tersenyum sinis melihat Pras memberontak dan mengeluarkan semua sumpah serapah dan caci makian kepadanya.

"Sialan, dasar sampah, lepaskan aku, lepaskan aku!!".

"Diam". Bentak salah satu anak buah Arfan dan langsung memukul perut Pras dengan keras.

Dia mengerang kesakitan karena pukulan bertubi-tubi yang dia dapatkan pada tubuhnya, badannya seakan tidak bertulang karena pukulan itu.

"Lepaskan aku". Cicitnya melemah.

Tubuhnya tak mampu untuk berdiri saat ini dan tengah dipegang keras oleh anak buah Arfan tanpa rasa belas kasih sama sekali.

Melihat itu Arfan hanya terkekeh pelan, lelaki lemah seperti ini sangat bernyali melenyapkan orang pantas saja dia melakukannya dengan cara kotor karena dia hanya punya nyali main belakang.

"Simpan tenagamu untuk berhadapan dengan bos kami, kamu akan tahu bagaimana pukulannya". Ucapnya dengan dingin.

Pras berusaha mengangkat kepalanya dan menatap Arfan yang juga menatapnya.

"Kalian akan menyesal melakukan ini padaku dan adikku, keluargaku tidak akan tinggal diam setelah kamu melakukan ini". Ucapnya dengan tubuh lemah.

"Silahkan, panggil mereka dan kami sangat menanti nya, jika kamu pikir para Mafia dari Jepang yang kalian bayar itu bisa mengalahkan kami maka akan ku tunjukkan padamu siapa yang akan menang".

"Kalian tahu". Tanyanya tidak percaya.

Orang-orang Jepang itu sudah menyamarkan identitas mereka tetapi bagaimana bisa Naga putih mengetahuinya.

Arfan tertawa mengejek kearahnya melihat ekspresi kaget di wajah Pras.

"Kamu tidak tahu berhadapan dengan siapa, bahkan orang-orang suruhan mu itu hanya bisa seperti mu bermain kotor tanpa bisa melawan kami langsung, maka bersiap saja kalian semuanya setelah ini, oh iya paman tersayang mu sudah mendengar kabarmu karena aku sudah mendapatkan kontaknya".

Arfan tersenyum miring dan berjalan keluar meninggalkan Pras yang kini berteriak ketakutan

"Sial, sial". Umpatnya dengan kasar

Dia ditarik paksa oleh suruhan Arfan untuk keluar dari rumah itu, dia tidak punya tenaga untuk sekedar melawan karena perutnya terasa sakit sekali.

Sedangkan di kediaman Alex terjadi keributan kecil karena Wina bersikeras untuk tinggal diruangan sang anak.

"Aku akan tinggal dikamar anak-anak ku nanti jika mereka mendapatkan perawatan ". Ucapnya pelan.

"Itu tidak mungkin Wina, mereka akan berada diruang ICU yang sama dengan dirumah sakit, kamu tidak bisa tinggal disana terus menerus, hanya bisa menengoknya saja". Ucap Ratna mengingatkan.

"Tidak mau, pokoknya aku akan tetap disana apapun yang terjadi". Ucapnya dengan kekeh.

"Lihat saja nanti, Alex akan melarangmu bahkan dokter juga, mengertilah Wina, aku tahu kamu khawatir pada mereka tapi jangan keras kepala seperti ini, kamu saja belum pulih". Leo menatap sahabatnya ini dengan kesal.

"Terserah apa kata mereka yang jelas aku mau disana".

"Terserah kamu sajalah". Leo memutar matanya malas.

Sahabatnya ini sangat keras kepala jika memiliki keinginan dan dia akan berhenti sampai keinginan nya itu terealisasi.

Saat bibi Mirna keluar dari kamar Wina, Alex datang dan masuk kedalam ruangan itu

"Ada apa?, kenapa bibi Mirna keluar dengan tergesa-gesa seperti itu?". Tanyanya dengan heran sekaligus khawatir.

Semua orang dewasa yang berada didalam ruangan langsung menoleh ke sumber suara itu.

"Ada apa?". Tanya Alex kembali mengulang pertanyaannya saat dia mendekati mereka.

Dia juga mendengar percakapan mereka tadi saat akan masuk, dia menggelengkan kepalanya melihat sikap Wina itu.

"Wira dan Tania harus mendapatkan perawatan sekarang juga, lihatlah mereka terlihat sangat lemas, aku sangat khawatir". Wina mengalihkan pandangannya kepada kedua anaknya yang tengah berada ditempat tidurnya.

Alex menghela nafasnya, dia merasa bersalah sekarang, harusnya saat mereka tiba tadi, kedua anak itu langsung dimasukkan kedalam ruangan mereka sendiri bukan malah masuk keruangan ibunya, tubuh mereka masih lemah dan harus segera mendapatkan perawatan.

"Aku akan menggendong mereka, dokter akan datang setengah jam lagi, dia sedang dalam perjalanan kemari".

Alex berjalan dan mendekati kedua anak Wina itu kemudian menggendong keduanya bersamaan pada pundaknya dibantu oleh Leo saat menaikan tubuh keduanya.

"Kalian ikut aku dan masuk keruangan kalian masing-masing, kalian semua belum sembuh total, berbincang-bincang nya nanti saja, yang penting kalian fokus pada kesehatan kalian terlebih dahulu ". Alex berjalan keluar meninggalkan Wina tapi saat dia akan menuju pintu dia berhenti.

Mereka semua mengikuti Alex keluar tetap terhenti karena Alex berhenti didepan pintu.

"Tetaplah disini Wina, kamu tidak bisa sembarang masuk kedalam ruangan anakmu, mereka akan berada diruangan khusus". Ucapnya menghentikan langkah kursi roda Wina.

Mata Wina menatap tajam Alex dari belakang walau dia tidak melihatnya dia yakin Alex sudah merasakan tatapannya.

"Aku tidak mau, aku ingin bersama anak-anak ku, jangan halangi aku". Ucapnya dengan kesal.

"Bisakah kamu menghilangkan sikap keras kepala mu itu untuk sementara?, tidakkah kamu kasihan pada kedua anakmu yang harus mendapatkan perawatan total?". Alex kini menoleh kebelakang.

Tatapannya langsung menembus mata Wina yang kini menatapnya juga, Wina langsung merinding merasakan tatapan mematikan itu.

"Tapi kan". Cicitnya protes.

"Dengarkan baik-baik Wina, aku tahu kamu khawatir tapi jangan sampai rasa khawatir mu itu malah menghambat penyembuhan mereka jadi jangan keras kepala". Ucap Alex dengan dingin dan tak ingin dibantah.

Dia berbalik kemudian keluar ruangan diikuti oleh Leo, Ratna dan juga Ben sedangkan Wina menghentikan langkahnya.

Perkataan Alex seakan menampar dirinya dengan keras, dia hanya bisa menunduk dan menahan airmata yang ingin tumpah begitu saja.

"Aku hanya ingin bersama anak-anak ku bukan menghambat kesembuhannya, bukankah perkataannya itu sungguh keterlaluan?". Cicitnya pelan.

Ketiga sahabat Wina itu kini saling melempar pandangan seakan berkoneksi satu sama lain.

"Bukankah perkataan kamu tadi pada Wina itu sungguh keterlaluan tuan Alex?, biar bagaimana pun Wina adalah ibunya, tidak ada seorangpun ibu didunia ini ingin melihat anaknya sakit seperti itu".

Leo mengeluarkan suaranya karena merasa tidak nyaman dengan perkataan Alex tadi, dia khawatir jika Wina tersinggung dan terluka atas perkataan itu.

Alex menghela nafasnya, dia juga tidak mau kalau Wina bersedih tapi dia harus menegaskan pada Wina karena sejak tadi Wina sangat keras kepala.

"Aku akan meminta maaf padanya nanti dan menjelaskan maksud dari perkataan ku padanya tadi, aku hanya tidak suka dia selalu keras kepala jika berkeinginan akan sesuatu, sampai kadang melupakan banyak hal yang penting apalagi dokter sudah mengatakan tentang hal ini".

Ketiganya mengangguk membenarkan perkataan tuan Alex tentang sikap buruk Wina yang satu itu, keras kepalanya itulah yang kadang membuatnya kesulitan sendiri.

"Masuklah keruangan kalian masing-masing, setelah ini akan ada dokter yang khusus menangani kalian masing-masing, dan untuk Ratna dan juga Leo, untuk sementara kalian aku pisah dulu".

1
Ayudya
lah cari mati aja si Pras ma adeknya🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lanjut kak
I Love you,
aka😁😁😁🤣🤣🙏🙏
Ayudya
semoga Wina bisa bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!