NovelToon NovelToon
SALAH SERVER! MAFIA BERDARAH Di Kamar Mandi Nyonya CEO.

SALAH SERVER! MAFIA BERDARAH Di Kamar Mandi Nyonya CEO.

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Pengganti / CEO / Mafia / Mengubah Takdir
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Aku cuma mau jadi beban keluarga CEO, kenapa malah dikasih beban nyawa Mafia?!"
Velin mengira transmigrasi ke tubuh istri pengganti dalam drama CEO klise adalah tiket liburannya dari dunia korporat. Tugasnya mudah: diabaikan suami, dihina pelakor, lalu mati konyol.
Tapi Velin menolak alur! Saat ia sedang asyik berendam mawar untuk merayakan kebebasannya, plafon kamar mandinya jebol.
Bukannya suami yang datang minta maaf, justru seorang pria asing bersimbah darah jatuh tepat di hadapannya. Kieran Marva D’Arcy—Ketua Mafia kejam yang seharusnya tidak ada dalam naskah ini.
Satu pria ingin membuangnya, satu pria lagi mengancam akan menembaknya.
Saat alur drama sudah "Salah Server", apakah Velin akan tetap mengikuti naskah, atau justru menulis takdir baru bersama sang Mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Jebakan Kakak Iblis

Malam itu, pulau pribadi D’Arcy yang biasanya terasa seperti benteng perlindungan, mendadak berubah menjadi penjara yang mencekam bagi Velin. Dengan napas yang memburu dan air mata yang belum kering, ia berlari menembus kegelapan taman paviliun. Gaun tidurnya tersangkut semak, namun ia tidak peduli. Pikirannya hanya dipenuhi suara rekaman dingin Kieran dan peringatan Sirius.

Saat sampai di gerbang belakang yang tersembunyi, sebuah mobil SUV hitam sudah menunggu dengan mesin menyala. Pintu terbuka, dan sosok yang sangat familiar menariknya masuk.

"Velin! Kau selamat!" Adriano langsung memeluk Velin erat. Napasnya berbau alkohol bercampur parfum mahal, aroma yang dulu sangat Velin kenal.

"Mas Adriano..." Velin terisak di dada Adriano. "Benarkah apa yang dikatakan Sirius? Kieran benar-benar sekejam itu?"

Adriano melepaskan pelukannya, menangkup wajah Velin dengan tangan gemetar. "Dia iblis, Velin. Aku sudah mengatakannya padamu. Dia hanya memanfaatkanmu. Syukurlah Sirius memiliki hati nurani untuk mengkhianati adiknya demi menyelamatkanmu. Kita akan pergi ke Swiss sekarang, kau akan aman di sana."

Velin menatap ke arah istana yang mulai menjauh. Hatinya terasa sakit, ada bagian dari dirinya yang berteriak bahwa ini salah, namun rasa takut akan kematian ibunda Kieran menutup logikanya.

Mobil itu melaju kencang menuju pelabuhan tikus di ujung pulau. Di sana, sebuah kapal cepat sudah menunggu. Sirius berdiri di dermaga dengan tangan terlipat di depan dada, tersenyum tenang.

"Kerja bagus, Adriano," ujar Sirius saat mereka turun dari mobil. "Aku sudah menyiapkan jalur udara yang tidak bisa dilacak oleh radar klan D'Arcy."

"Terima kasih, Sirius. Aku berutang nyawa padamu," sahut Adriano tulus. Ia menuntun Velin menuju kapal.

Namun, langkah Velin terhenti. Ia melihat ke arah Sirius yang perlahan mengeluarkan sebuah pistol berlapis krom dari balik jasnya. Bukan diarahkan ke arah hutan untuk berjaga, melainkan tepat ke arah kepala Adriano.

"Mas Adriano, awas!" teriak Velin.

KLIK.

"Jangan bergerak, Tuan CEO," suara Sirius berubah menjadi sangat dingin dan tajam, tidak ada lagi nada teduh yang tadi ia tunjukkan pada Velin.

Adriano membeku, tangannya yang memegang tangan Velin gemetar hebat. "Sirius? Apa-apaan ini? Kita punya kesepakatan!"

Sirius tertawa sinis, suara tawanya memantul di antara deburan ombak. "Kesepakatan? Kau pikir aku benar-benar peduli pada cinta monyetmu ini? Kau hanyalah umpan, Adriano. Sebuah pion bodoh yang dengan senang hati membantuku mengeluarkan Velin dari perlindungan Kieran."

"Kau mengkhianatiku?!" raung Adriano.

"Aku seorang D'Arcy, Adriano. Pengkhianatan adalah sarapan kami," Sirius melirik Velin dengan tatapan haus kekuasaan. "Velin, sayang sekali kau harus tertipu. Rekaman itu? Itu hanya potongan-potongan suara yang aku susun kembali. Kieran memang merasa bersalah atas kematian Ibunya, tapi dia tidak pernah menginginkan kekuasaan itu dengan mengorbankan nyawa siapa pun. Dia terlalu... lemah lembut untuk seorang Mafia."

Velin membelalak, jantungnya seolah berhenti berdetak. "Jadi... Kieran tidak bersalah?"

"Tentu saja tidak. Dia mencintaimu sampai hampir gila," Sirius menyeringai. "Tapi sekarang, kau adalah milikku. Cincin itu adalah kunci menuju gudang senjata dan aset tersembunyi D'Arcy yang hanya bisa dibuka oleh pemegang Segel Darah. Dengan kau di tanganku, aku akan melenyapkan Kieran dan Kakek Evander sekaligus."

Sirius kemudian menatap Adriano dengan jijik. "Dan kau, Adriano... kau sudah tidak berguna. Mati karena mencoba 'menyelamatkan' istri orang adalah ending yang bagus untuk drama picisanmu."

Saat Sirius hendak menarik pelatuk, sebuah suara dingin yang sangat familiar memecah kesunyian malam dari arah kegelapan hutan di belakang mereka.

"Kau selalu payah dalam membuat naskah, Sirius."

Kieran muncul dari balik bayangan pohon, diikuti oleh Jaxon dan puluhan pengawal bersenjata lengkap yang muncul seperti hantu. Kieran tidak mengenakan tuksedo lagi, melainkan pakaian tempur serba hitam dengan rompi antipeluru. Matanya menyala seperti predator yang siap menerkam.

"Tuan Kieran!" Velin berteriak, air matanya jatuh lagi, tapi kali ini karena rasa lega yang luar biasa.

Kieran menatap Velin sesaat, ada luka di matanya karena Velin sempat meragukannya, namun rasa protektifnya jauh lebih besar. "Kemari, Aveline. Sekarang."

Sirius menarik Velin dan mengunci lehernya dengan satu lengan, menodongkan pistol ke pelipis Velin. "Jangan mendekat, Adik Kecil! Atau otak istrimu akan menghiasi dermaga ini!"

Adriano yang ketakutan jatuh terduduk di tanah. "Kieran! Selamatkan dia! Aku mohon!"

Kieran tidak bergeming, suaranya tetap tenang namun mematikan. "Sirius, kau membuat kesalahan besar. Kau membawa istriku ke tempat di mana aku bisa menembakmu tanpa harus merusak perabotan istana."

"Kau tidak akan berani!" gertak Sirius.

Velin menatap Kieran, ia melihat cincin di jarinya berpendar merah sangat terang, seolah merespons kemarahan suaminya. "Tuan Kieran... maafkan aku! Aku bodoh karena percaya padanya!"

Kieran menatap lurus ke mata Velin. "Tutup matamu, Sayang. Ini akan sedikit berisik."

Dalam sepersekian detik, Kieran mencabut pistol dari pinggangnya. Jaxon memberikan tanda, dan lampu sorot raksasa dari helikopter yang tiba-tiba muncul di atas mereka menyilaukan mata Sirius.

DOOR! DOOR!

1
awesome moment
ti kn...hamidun yg super absurd
awesome moment
velin mmg super absurd
awesome moment
bikin genre kocak bgini lg dunk
Ariska Kamisa: baik, ditunggu aja ya kak,
terimakasih kak, 🙏🙏🙏
total 1 replies
awesome moment
kocak mmg tu aveline
awesome moment
cerita sekocak n koq minim pembaca😭😭😭syedih q tu
awesome moment
omelet penuh cinta
awesome moment
adriano rugi besar
awesome moment
ngabrut
awesome moment
whoah...jodoh velin n
awesome moment
😄😄😄👍😄😄👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
ngeluh mulu si velin ampun...
aditya rian
busett
aditya rian
telat Adriano kalah kaya habisnya/Applaud/
aditya rian
sumpah... kadang isi otak velin ini absurd ditambah bibi Amora nya yang sama /Scream/
Ariska Kamisa
siap kak..
terimakasih 🙏🙏🙏
Mifta Nurjanah
lanjut
Rin Jarin
lanjutkan
Lola Maulia
😊😊😊😊
Mifta Nurjanah
cieee ciuman
Mifta Nurjanah
wkwk cincin pindah ke lu ven
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!