NovelToon NovelToon
Miss Magang Menyebalkan

Miss Magang Menyebalkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:640
Nilai: 5
Nama Author: Nadiya Nafras

Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Syukurlah berjalan dengan baik

" Kalian tidak usah menanyakan saudara kembarku ini, dia selalu saja mengatakan kalau dia sangatlah tenang dan tidak merasakan takut. Bahkan yang merasa takut adalah para siswa yang berada di ruangan itu, karena pastinya para siswa itu sudah merasakan aura dingin dari saudara kembarku ini." jelas Gina yang memang sudah mengenal sifat dan tabiat dari Grace.

" Yang kau katakan itu benar juga sih Gina, sejak dulu Grace kan tidak pernah merasa takut dan bahkan orang-orang yang merasa takut padanya." ucap Indah dan mereka semua pun tertawa

" Terserah kalian saja deh mau berargumen apa tentangku, yang terpenting aku telah menjalankan tugas dan tanggung jawabku dengan sebaik-baik mungkin. Dan aku tidak mendapatkan halangan apapun di dalam ruangan kelas tersebut, aku sangat bersyukur karena anak-anak sangat menghargai ku." jelas Grace yang memang merasa bersyukur tentang hal tersebut.

" Kau jangan terlalu pasrah seperti itu Grace, kalau diajak berdebat dengan kami ujung-ujungnya Kau pasti akan mengalah. Tapi coba jika kami melakukan sebuah kesalahan dan meminta sebuah pendapat darimu, pasti kau akan mengerahkan seluruh kekuatan dan tenagamu agar bisa membantu kami sadar dari kesalahan yang telah kami buat." jelas Intan yang memang sudah memahami Grace.

" Kalau itu adalah hal yang sangat berbeda Intan, aku tidak mungkin membiarkan kalian terjerumus pada jalan yang salah. Lagian sebagai seorang teman kita harus saling membantu, dengan begitu di kemudian hari kita akan semakin akrab." jelas Grace dan mereka semua pun mengangguk.

" Iyalah terserah kamu saja Grace, lagian tidak ada salah satu dari kami yang bisa menandingi kepercayaan dirimu itu. Kau memiliki mental yang kuat dan berani menghadapi semuanya, Sebenarnya kita ini yang memiliki sifat dan karakter hampir sama denganmu hanyalah indah. Tetapi itupun Indah baru berubah beberapa bulan yang lalu, Indah sudah sangat berbeda dengan dia yang aku kenal ketika kami masih SMA." jelas Ira yang memang satu SMA dengan Indah dulu.

" Aku itu harus belajar dan berubah, karena tidak mungkin selamanya aku berada di rana ternyaman Ira. Lebih baik aku mencoba hal baru yang kemudian hari bisa membawa hal yang baik untukku, karena kita tidak pernah tahu takdir kehidupan kita masing-masing." jawab indah.

" Sudahlah lebih baik kita melanjutkan ke hal yang berikutnya, selalu saja kalau kita membahas Grace pasti ujung-ujungnya sampai akhir kita hanya akan membahasnya saja." ucap Irma dan Grace pun hanya tersenyum saja karena hal itu memang sudah sering terjadi.

" Ya sudah kalau begitu kita lanjutkan ke Intan, bagaimana kau di kelas tadi Intan apakah kau bisa menghadapi anak-anak?" tanya Grace dan Intan pun menatapnya karena iya merasa kesal sebab harus dia yang berikutnya dibahas.

" Kau ini selalu saja pasti ujung-ujungnya nama aku yang kau seret, kenapa kau tidak menyeret saudara kembarmu saja dalam berita pembahasan hari ini. Kenapa kau harus menyeret ku ke dalam berita pembahasan hari ini Grace, jujur saja aku merasa gugup tadi ketika berada di dalam ruangan kelas." jelasnya yang memang tadi dia sempat merasa gugup.

" Lalu apakah kau bisa menjalankan semuanya dengan baik, pasti ada saja tingkah anak-anak yang mempertanyakan hal yang aneh-aneh kan?" tanya Gina yang sangat penasaran dengan Apa yang dirasakan oleh Intan dalam ruangan kelas tadi.

" Tentu saja hal itu terjadi, tetapi untungnya aku bisa menghentikan pembahasan dan kemudian langsung memulai jam pembelajaran. Jantungku tadi berdebar dengan sangat kencang lho we, awalnya aku mengira kalau aku tidak akan aman tetapi syukur Alhamdulillah aku bisa melewati semuanya." jelas Intan.

" Syukur alhamdulillah kalau kau memang sudah bisa melewatinya Intan, aku merasa ikut senang ketika mendengar kau mengatakan hal tersebut. Awalnya aku memang sempat khawatir kau akan merasa gugup dan melakukan tindakan yang ceroboh, tetapi setelah mendengar mu berkata seperti ini maka aku jadi tenang." ucap indah dengan tersenyum dan kemudian mengelus kepala Intan.

" Aku kan sudah berjanji kepada kak Indah kalau aku akan berubah menjadi anak mandiri, Aku akan berusaha untuk menghadapi semuanya sendiri selagi aku masih bisa. Tetapi jika aku memang sudah tidak bisa aku pasti akan meminta bantuan kepadamu Kak, karena walau bagaimanapun kau adalah kakakku dan aku tidak bisa bercerita dengan orang lain sebebas bercerita denganmu." jelas Intan.

" Tentu saja kau akan merasa tidak nyaman ketika kau bercerita dengan orang lain Intan, karena orang yang paling mengetahui mu adalah keluargamu sendiri. Tetapi kau juga harus belajar menghadapi situasi di luar rumah, karena situasi ini akan menjadi makananmu sehari-hari di kemudian hari nantinya." jelas indah yang tentunya merasa bangga dengan adiknya dan juga menasehati dan membicarakan kemungkinan bisa terjadi di kemudian hari

" Sepertinya Indah sudah mulai merasa bangga kepada Intan ya, tetapi tidak ada yang pernah membanggakan aku." ucap Ira yang sebenarnya kesal dan melirik ke arah saudara kembarnya Irma.

" Kau jangan menyindirku Ira, aku juga sangat bangga karena kau bisa menjadi kau yang saat ini. Kita berdua sejak dulu sama-sama anak manja karena kedua orang tua kita selalu menyayangi kita, tetapi kita tidak bisa selalu berada di fase tersebut. Sebab Kita juga harus menjadi dewasa, dan kehidupan kita tidak hanya di rumah saja tetapi kehidupan kita yang sebenarnya adalah selepas pendidikan dan juga menikah." jelas Irma.

" Yang kau katakan itu memang benar Irma, kini tiba-tiba saja aku kepikiran bagaimana kalau kita menikah mudah." ucap Ira dan tentunya mereka semua terkejut mendengarnya.

" Eh jangan asal ngomong, nikah muda pala kau. kamu di sate sama Mami dan juga Papi, kalau kau mau di sate sama Mami dan juga Papi Ya silakan saja. Aku nggak mau nikah muda, aku masih mau menyelesaikan pendidikanku terlebih dahulu."

" Aku kan cuman kepikiran aja tiba-tiba, bukan berarti aku mau nikah muda. Lagian aku juga nggak mau nikah muda Irma, katanya nikah muda itu sangat menyeramkan." ucap Ira

" Sudahlah kalian berdua jangan berdebat, tadinya kita kan sedang membahas bagaimana kalian ketika berada di kelas. Eh ini kok kalian tiba-tiba malah bahas nikah mudah, gak ada bahas-bahas itu sekarang yang harus kita bahas adalah persoalan magang terlebih dahulu." ucap indah dan tentunya mereka semua mengangguk.

" Yang dikatakan oleh Indah memang sangat benar, untuk saat ini lebih bagus kita fokus pada magang terlebih dahulu. Selain itu kita juga harus fokus pada pendidikan kita, kalian kira menjalani kehidupan menjadi istri orang itu sangat menyenangkan. Kehidupan ini sangat tidak menyenangkan, apalagi jika kita hanya bergantung kepada lelaki maka mereka bisa saja bertindak semena-mena pada kita." jelas Grace memberikan sebuah gambaran.

1
mond ☘︎☘︎
boleh kasih saran?
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)
Nadiya Nafras
oke kak, terimakasih
mond ☘︎☘︎: sama sama ^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!