NovelToon NovelToon
Kau Pilih Selingkuhanmu, Aku Pilih Adikmu

Kau Pilih Selingkuhanmu, Aku Pilih Adikmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hashifa

“Aku akan bantu ungkap perselingkuhan suamimu, tapi setelah itu, ceraikan dia dan menikahlah denganku.”

Sekar tak pernah menyangka kalimat itu keluar dari mulut adik iparnya, Langit Angkasa. Lima bulan menikah dengan Rakaditya Wiratama, ia tengah hamil dan merasa rumah tangganya baik-baik saja. Sampai noda samar di kemeja suaminya dan transfer puluhan juta rupiah ke rekening-rekening asing membuka satu per satu kebohongan yang selama ini tersembunyi.

Sekar harus memilih: bertahan dalam luka, atau menyetujui ide gila yang bisa menghancurkan semuanya.

Dan ketika balas dendam berubah menjadi pernikahan, siapa yang sebenarnya akan terluka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hashifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal dari Kekacauan

Siang itu suasana Little Bloom Bilingual School tampak ramai. Acara Sehari Bersama Ayah yang digelar hari itu berlangsung meriah. Berbagai permainan dan kegiatan ringan seperti menyusun puzzle, halang rintang sederhana, hingga menggambar dan mewarnai bersama ayah diikuti dengan antusias.

Setelah jeda istirahat, tibalah saatnya anak-anak maju ke depan untuk menceritakan sosok ayah yang menjadi pahlawan dalam hidup mereka.

Zayn maju dengan percaya diri saat namanya dipanggil. Ia berdiri di depan mikrofon dengan sedikit gugup. Lelaki kecil itu menghela napas panjang sebelum berbicara, matanya menyapu seluruh aula yang ramai.

“Papa Langit, I love you …”

Suara cempreng Zayn terdengar polos sekaligus menyentuh.

Matanya yang berbinar menatap Langit yang duduk di samping Kania. Langit tersenyum hangat, lalu melambaikan tangan ke arah bocah itu. Sementara itu, mata Kania sudah berkaca-kaca.

“Papa Langit itu papa yang luar biasa. He is kind, smart, and handsome,” lanjutnya ceria, membuat beberapa orang terkekeh pelan.

“Kata Bunda, Papa Langit yang pertama kali memperdengarkan azan waktu Zayn lahir. Papa Langit juga selalu perhatian saat Zayn sakit—waktu asma Zayn kambuh, waktu Zayn demam. Papa Langit is my hero. But …”

Ia berhenti sejenak. Matanya kembali menatap Langit, kali ini lebih tipis meskipun tetap terlihat polos.

“… he is not my daddy.”

Suasana mendadak hening.

Zayn mengucapkannya dengan polos, tanpa tahu bahwa kalimat itu begitu menyentuh di hati orang dewasa yang mendengarnya. Kania tak lagi mampu menahan air mata, ia menutup bibirnya rapat untuk meredam isak tangis. Sementara Langit mengeratkan genggaman tangannya di kursi.

Zayn melanjutkan dengan wajah tenang. “Kata Bunda, papa kandung Zayn sibuk bekerja. Jadi Papa Langit diminta untuk menggantikan Papa untuk menjaga Zayn. Tapi … Zayn tetap sayang Papa Langit. More than anything.”

Zayn tersenyum kecil.

“Papa, terima kasih sudah menyayangi Zayn selama ini. Terima kasih sudah jadi pahlawan Zayn. Love you, Papa …”

Suara gemuruh tepuk tangan bergema saat Zayn turun dari podium dengan berlari kecil. Ia menghampiri Langit yang merentangkan tangannya untuk menyambut pria kecil itu.

Langit menariknya ke dalam gendongan lalu mengecup pipinya sekilas.

“Good boy ...,” ucapnya gemas seraya mengacak-acak rambutnya.

Zayn memeluk leher Langit lalu mengecup pipi pria itu hangat. “Love you, Papa ...”

“Love you too, baby boy.”

Kania menatap pemandangan itu dengan hati bergetar. Jauh di lubuk hatinya, ada sebersit angan-angan yang langsung ia tepis ketika sadar. Ada jarak yang begitu jelas terlihat di sana, dan ia tidak bisa melangkahi jarak itu.

Acara ditutup dengan pemberian bingkisan untuk pasangan ayah dan anak yang paling kompak. Zayn menerima medali didampingi Langit. Wajahnya terlihat begitu ceria dan bangga. Tangannya tak henti menggandeng jemari milik Langit.

***

Langit merebahkan tubuh Zayn yang terlelap di atas tempat tidur. Sepertinya ia kelelahan setelah mengikuti acara hari ini. Pria itu mengusap rambut Zayn sebelum meninggalkannya.

Kania meletakkan secangkir teh untuk Langit di atas meja ruang tamu.

“Makasih, ya, Mas. Udah menghadiri acara Zayn hari ini,” ucapnya tulus sambil tersenyum tipis.

Langit tidak menjawab, ia hanya mengangguk pelan. “Kamu nggak perlu masuk kerja. Saya sudah bilang sama Pak Amin, kamu ambil cuti hari ini,” ujar Langit kemudian.

Kania mengangguk, ia menatap Langit sepersekian detik, lalu kembali menunduk.

“Maaf, Mas ...” Ia berbisik lirih, tangannya saling terkait satu sama lain.

Hening, Langit tak berkomentar seolah memberikan ruang untuk Kania berbicara.

“Maaf, kalau dulu Kania udah menyakiti hati Mas Langit. Maaf kalau dulu—“

“Sudahlah, itu sudah berlalu,” tukas Langit cepat.

Ia mengembuskan napas panjang, rahangnya sedikit mengeras.

“Kamu yang memilih pergi. Itu pilihan kamu.” Suaranya tenang, tapi dingin. “Saya sudah selesai dengan itu.”

Kania menunduk semakin dalam.

“Kalau pada akhirnya saya menyelamatkan kamu, itu bukan karena hubungan masa lalu kita. Tapi karena kemanusiaan. Bagaimanapun, Zayn keponakan saya, cucu keluarga Wiratama meskipun di luar pernikahan,” lanjut Langit.

Kania semakin menunduk, tak berani mendongak. Ruangan kembali hening.

Langit menatap Kania sekilas, lalu berkata pelan, namun tegas,

“Tapi kalau kamu memang mau membalas budi, lakukan satu hal untuk saya.”

Wanita di depannya menoleh tak mengerti.

“Jika saatnya tiba nanti, bersaksi lah untuk saya. Membongkar kejahatan papanya Zayn.”

Kania termangu sesaat sebelum mengangguk. “Saya ... siap, Mas.”

Langit berdiri. “Saya pamit.”

Ia pergi begitu saja, tanpa menyentuh teh yang tadi disiapkan.

Kania menatap cangkir itu lama.

“Ini memang salahku …,” bisiknya lirih. “Kalau dulu aku nggak pergi … mungkin semua ini nggak akan terjadi. Maaf, Mas ....”

***

Hari-hari perkuliahan Sekar pun dimulai. Ia masih perlu beradaptasi dengan metode pembelajaran yang sepenuhnya daring. Beruntung, Langit menjadi salah satu dosen di jurusan yang ia ambil. Meski begitu, komunikasi mereka tetap kaku. Setiap kali bertemu, hampir selalu berakhir dengan perdebatan.

Seperti pagi ini.

Sekar terpaksa datang ke kampus karena ada tugas yang benar-benar tidak ia pahami. Raka sedang sibuk di kantor, jadi mau tak mau ia menemui Langit. Namun, alih-alih mendapat penjelasan, mereka justru kembali berdebat.

Langit mendesah panjang, lalu mengusap wajahnya kasar. “Kamu ini kalau nggak ngerti, ngototnya nomor satu.”

Sekar langsung mendelik. “Aku ngerti, Mas. Aku cuma nggak setuju.”

“Ya itu karena kamu nggak ngerti.”

Sekar mendengus kesal. “Jangan galak-galak, dong, Mas. Aku lagi hamil. Mood aku naik turun, otak aku juga jadi lemot. Katanya mau bantuin … nanti ponakan kamu juga ikut kebawa emosi, loh.”

Langit terdiam beberapa detik. Tatapannya tanpa sadar turun sekilas ke arah perut Sekar yang mulai membuncit, lalu kembali ke wajah perempuan itu.

“Astaga, ya Tuhan …,” gumamnya pelan.

Ia menghela napas, lalu meraih kertas di meja. “Ya udah, sini.” Suaranya merendah. “Aku jelaskan lagi. Pelan-pelan.”

Sekar masih cemberut, tapi tetap mendekat. Entah kenapa, nada suara Langit kali ini terasa berbeda—tidak setajam tadi.

“Baru juga semester pertama,” lanjut Langit lebih tenang.

Ia mulai menjelaskan ulang, lebih perlahan. Sesekali ia berhenti, memastikan Sekar mengikuti. Sekar tidak menyela kali ini. Ia hanya mengangguk pelan, meski sesekali masih terlihat mengerutkan kening.

“Kalau sudah, data-datanya tinggal kamu masukkan ke dalam tabel. Buat versi PDF, setelah itu kirim ke email aku.”

Langit mengakhiri penjelasannya sambil meletakkan pensil di atas meja. Sekar mengangguk. Ia menata buku-bukunya lalu memasukkannya ke dalam tas.

Tiba-tiba ponsel Langit berdering. Ia mengernyit melihat nama yang tertera di layar.

“Halo ...”

“Langit, tolong antar Sekar periksa kehamilan bisa, kan? Hari ini aku ada meeting penting. Habis meeting aku langsung pulang ke rumah buat cek acara persiapan pengajian empat bulanan malam ini.”

Langit menatap Sekar sekilas sebelum menjawab. “Aku ada kelas. Lagipula bukankah lebih baik kamu yang menemani dia periksa? Kalau soal persiapan pengajian, kenapa nggak suruh Bagas saja?”

“Bagas aku tugaskan ke klien site. Ayolah, aku minta tolong. Cuma kali ini saja. Kamu temani Sekar. Aku benar-benar sibuk hari ini. Mana Sekar? Aku mau bicara.”

Langit mengulurkan ponselnya ke arah Sekar. “Suami kamu,” ucapnya datar.

Sekar menerima ponsel itu. “Halo, Mas ...”

“Sayang, kamu periksa kandungan sama Langit, ya. Maaf, ya. Mas benar-benar sibuk. Habis ini ada rapat. Nanti dari rapat Mas langsung pulang buat cek persiapan pengajian malam ini. Kamu nggak apa-apa, kan?”

Sekar terdiam sejenak, lalu menjawab singkat, “Ya, Mas.”

Panggilan itu berakhir. Sekar mengembalikan ponsel itu ke tangan Langit, lalu meraih tasnya.

“Kalau kamu keberatan, aku bisa jalan sendiri.”

Langit langsung menggeleng pelan.

“Aku antar,” ucapnya singkat. “Mobil kamu tinggal di sini saja. Nanti aku minta Raka suruh Bagas ambil.”

Ia menyerahkan kunci mobilnya ke arah Sekar.

“Tunggu di parkiran. Aku ke kelas sebentar buat kasih tugas.”

Sekar mengangguk tanpa banyak bicara.

Langit berbalik pergi, meninggalkan Sekar yang berdiri sejenak di sana. Untuk sesaat, perempuan itu hanya diam. Lalu perlahan melangkah keluar menuju parkiran.

***

Sementara di tempat lain, Anita menatap benda pipih di tangannya dengan mata berbinar.

Garis dua itu terlihat jelas.

“Tokcer juga …,” bisiknya pelan, sudut bibirnya terangkat. “Welcome to the jungle, baby … sebentar lagi aku akan kaya raya karena kamu.”

Tangannya bergerak turun, mengusap perutnya yang masih datar. Sentuhannya lembut, tapi senyumnya justru terasa dingin.

Berbagai rencana mulai tersusun rapi di kepalanya.

“Langkah pertama …” gumamnya pelan.

Ia terkekeh kecil. “Kita kasih kejutan buat papa kamu, ya.” Matanya menyipit tipis. “Di pengajian empat bulanan istri pertamanya.”

Ia menatap pantulan dirinya di cermin, lalu tersenyum penuh arti.

“Menarik, kan?”

1
bintang laut🌟
drpd milih opsi menikahi Anita apa Raka akan melenyapkan Anita🤔
Hashifa: kita lihat yaa😎
total 1 replies
Yuli Yulianti
aduh Raka kali ini penyesalan tidak akan berguna cuma nunggu giliran terbongkar aj
bintang laut🌟
astoge Raka kenapa pake masuk ruang kerja sih. kan bang Langit belum nemuin bukti2 ny🤭
Hashifa: kalau di kasih tahu langsung bukannya dinikahin malah di penjara kak😅
total 2 replies
bintang laut🌟
syukurin lu Rak selamat datang huruhara kehancuran mu😂
bintang laut🌟
itung2 latihan napa bang Lang, ntar kalu Sekar hamil anakmu km gak kaget lagi ngadepin ngidam ny bumil😂
Hashifa: 🤣🤣🤣🤣 ga ngefek kak 🙈🙈🙈
total 5 replies
Yuli Yulianti
anita kamu mau mengakui dirimu selingkuhan Raka dihari pengajian 4 bulanan Sekar malah memudah kan Sekar lho kamu nggak tau aj berapa banyak perempuan nya Raka yg ad kamu sendiri syok
Hashifa: mereka sama-sama licik kak 😌
total 1 replies
bintang laut🌟
astoge ini anak nya Raka atau yg pacar aslinya. duh mana lupa nama😂
gile nih ulet bulu ya kali bikin rusuh dipengajian 4 bulan an
bintang laut🌟: 😂😂 nama ny juga ulet bulu gak ada yg bener. ntar juga mereka lama2 pd nyungsep itu nunggu panen ny atas kelakuan yg tidk bermoral😂
total 5 replies
bintang laut🌟
kalau dulu ada kisah antara Kania n Langit...lah proses terjadi Zayn gimana gak sengaja ap salah satu ada yg mabok..thor aku lupa kisah nya pernah di spil belum sih di bab seblumnya🙈
Hashifa: udah pernah di Spil cuma baru secuil. dulu si Kania ini pacarnya Langit tapi direbut sama Raka. Pas hamil, ditinggalin tuh, malah disuruh gugurin kandungannya 😌😌😌
jahat banget ya si Raka tuh
total 1 replies
bintang laut🌟
duh sayang teh nya masih utuh😂
bintang laut🌟
apah ini. ada kisah dimasa lalu ternyata🤭
Hashifa: iyaa... tapi pas udah sama Sekar dia juga main sama Anita. bahkan honeymoon aja dia bawa tuh gundik. kurang edan apalagi coba 😌😌
total 3 replies
bintang laut🌟
huaaaa baru juga baca udah dibikin mewek😭
bintang laut🌟: ho'oh apalgi proses ada ny Zayn diluar pernikahan apa gak dobel2 nyesek nya tuh si Zayn. Zayn km awet aj jd bocil biar gak sakit terima kenyataan
total 2 replies
bintang laut🌟
semangat Gas, semoga cepet dpt informasi dan video nya...
bang Langit kau dimana ih lagi sibuk ama mahasiswa mu kah😂
Hashifa: tenang... part selanjutnya muncul kok. dan siap2 baper sama istri orang 🤣🤣🤣
total 1 replies
bintang laut🌟
apah. serius Zayn bapakmu macam Raka. kok aku gak ikhlas km punya bapak Raka😭😭😂
bintang laut🌟: wkwkwk. kan jdi penasaran🙈😂
ok siap menunggu bab selanjutnya😂
total 5 replies
bintang laut🌟
hoh ternyata Raka tak direstuin ama bapak nya Sekar ish kongkalikong ini am yg buat kecelakan bapak ny Sekar
Hashifa: ada alasan kenapa ga setuju bapaknya. wait yaaa... nanti terbuka satu persatu 😁
total 1 replies
bintang laut🌟
oh jadi video potongan ini ya thor yg waktu itu Raka bilang ama Anita kan ya kalau Bagas berani bicara maka Bagas bisa masuk penjara
Hashifa: yess... betul.. ketemu kan benang merahnya 😎
total 1 replies
bintang laut🌟
ini yg ngirim file rekaman gak bisa ditelurusi kah waktu itu. minta bantuan tim IT gitu🤭🙈
Hashifa: buntu Kak, penjelasan di next part yaaa
total 1 replies
bintang laut🌟
duh rekaman video opo maneh iki🙈😂
Hashifa: hampir benar... next bab yaa... kebuka dikit2 🤭
total 3 replies
bintang laut🌟
ini kan....
ap mungkin foto Kaina Raka🙄
ish kebiasan si othor😂
Hashifa: wkwkwk... sabarr
total 1 replies
bintang laut🌟
belum jd bini, udah perhatian aj nih bang Lang🙈
Hashifa: ya gimana dong... calon-calon bucin 🤭🤣
total 1 replies
Endang Supriati
lagian ngapain kirim pesan ke Raka!!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!