Karya terbaru Gurania Zee yang menceritakan tentang gadis tidak peka dan cinta segitiga antara Aluna, Arsen dan Prasha Arzelio.
memiliki kisah yang sedikit rumit perihal rahasia misteri kematian ayahnya dan adanya permainan bisnis yang menjadikannya sebuah kunci utama dari misteri tersebut. dan Cinta yang mulai tumbuh perlahan. Aluna seorang gadis yang polos tanpa sadar menjadi pusat permainan dalam dunia bisnis mendiang ayahnya. yang jauh lebih besar dari semua intriks itu bahkan paling tidak menyadari akan hal yang paling sederhana yaitu, perasaannya sendiri. karena terkadang misteri dalam hidup, bukanlah rahasia dari kisah masa lalu melainkan hati yang terlambat menyadari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Suara Aluna yang menggelegar terdengar dari arah taman. Aluna sambil tangannya menunjuk ke arah kolam ikan koi itu dengan panik. Sambil beberapa kali ia berpindah tempat dari gerakan lambat sampai ia sedikit berlari berpindah tempat lagi. Seolah sedang main kejar kejaran bersama gerombolan ikan koi tersebut.
Melihat hal itu, Prasha langsung memijat pelipisnya, sedangkan Arsen yang awalnya juga ikut panik endingnya malah dibikin tepok jidat dan elus dada melihat kerandoman aluna saat itu. Yang awalnya panik mendadak jadi tertawa ngakak melihat tingkah Aluna.
Ternyata Aluna tanpa sadar telah menuangkan satu bungkus penuh makanan ikan koi kedalam kolam itu. Sekarang yang terjadi ikan koi itu pada berkumpul mengejar Aluna diarea pinggir kolam. Karena mengira Aluna membawa makanannya lagi.
Arden Sanjaya yang baru keluar dari rumah sakit satu Minggu lalu, berusaha lagi keluar rumah karena masih tahap pemulihan. Arden seketika berhenti melihat pemandangan absurd kehebohan yang ada di area taman.
"Gue baru tau, ada orang yang dibully ikan." ucapnya pada Darto yang sedang makan pisang goreng di area teras rumah.
"Ini bukan kolam ikan lagi Mase, tapi kolam fans, pisang gorengnya den Arden." ucap Darto sambil menyodorkan piring berisikan gorengan buatan Bu Ratna.
Keduanya tertawa seolah itu tontonan seru dan menjadi hiburan tersendiri untuk mereka dari kejauhan.
Sambil kesal sekaligus bingung pada kelakuan ikan ikan itu, Aluna berdiri menatap ikan ikan itu lalu menoleh ke arah Prasha.
"Prasha." sapanya.
"Hmm iya."
"Ini ikan pada kenapa ya?."
Prasha hanya menghela nafas panjang, ia pun menjawab sengenanya "Itu karena elo itu kelewat polos Luna."
"Maksudnya?." ucap Aluna sambil mengerutkan kening.
"Astaga." timpal Arsen lalu menpok bahu Prasha "Gue tinggal ya laper, Mangat bro."
Prasha hanya menatap Arsen dengan pasrah seolah meminta pertolongan. Arsen langsung berlari ke arah Darto dan Arden sambil mengambil satu goreng pisang.
"Widih mantep nih, pas banget lagi laper ada gorengan, malah ah."
"Sok mas masih banyak di dapur."
"Sekalian ngopi Sen." timpal Arden Sanjaya.
kembali ke area taman, Prasha tersenyum kecil untuk pertama kalinya ia terlihat benar benar senyum penuh ketulusan.
"Lun, boleh jujur enggak?."
Namun moment sudah pas ada saja gangguan dadakan yang memecah suasana romantis tersebut. Baru saja Prasha hendak menyatakan cintanya pada Aluna. Tiba tiba saja terdengar suara Lola yang manggilnya.
"Aaa Lunaaa, idola kamu lun sini cepetan, dia lagi konser ini."
"Apa, seriusan La, Yuhuuu idola gue kapan lagi liat dia konser di tayangin di TV."
Aluna pun langsung ngeloyor pergi begitu saja dan sedikit berteriak, "mas Prasha ntar aja bahasnya lagi ya."
"Haish gagal maning gagal maning."
Yang melihat itu, awalnya pada diam kembali memecah suasana dengan tawa mereka. Sementara Prasha langsung berjalan masuk dengan lemas dan duduk disamping Darto langsung mengambil pisang goreng dengan perasaan kesalnya.
"Hahaha, gagal lagi ya bro hwakakak."
"Diam kalian pada."
"Haish seorang Prasha hebat di perusahaan tapi kacau diurusan percintaan ngakak gue ya ampun." Celetuk Arden Sanjaya sambil sesekali meringis saat tertawa terbahak lukanya seolah tertarik.
"Inget jahitan Den."
Prasha melempar potongan kecil kriukan gorengan pada Arden lalu pada Arsen pada akhirnya saling lempar kriukan satu sama lain.
Pagi itu dirumah dirumah catur terasa menjadi lebih hidup dibandingkan sebelumnya saat pertama kali mereka menginjakkan kaki dirumah catur bak rumah besar tak berpenghuni alias seperti rumah hantu.
Halaman yang sempat jadi tempat baku tembak berubah menjadi tempat paling favorit saat berkumpul, kadang dipakai menjadi seperti lapangan sepak bola, kadang volly ataupun permainan olah raga lainnya yang dapat berkeringat. Malah kadang juga dirumah itu seperti studio musik dadakan saat Lola dan Aluna juga dari yang ingin berkaraoke menghilangkan kepenatan sampai rumah berasa jadi studio latihan dance dadakan. Pokoknya menjadi rumah paling heboh di area komplek itu.
**
Hari berganti saat semua pada fokus dengan aktivitasnya masing masing, tiba tiba saja dalam ketenangan pecah seketika siapa lagi kalau bukan karena ulah Aluna yang lagi lagi teriakannya bukan lagi hal yang mengejutkan dirumah itu.
Kalau sudah Aluna berteriak pasti saja semua harus waspada terhadap keinginan randomnya yang kadang diluar Nurul pemikiran mereka.
"PRASHAAA!." teriak Aluna di area dapur.
"Kenapa Luna." hampir saja Prasha terjatuh dari sofa. Saking terkejutnya mendengar teriakan Aluna yang menggelegar.
"Luna laper."
"Astaga lun kirain apaan biasa banget sih ngagetin, kan itu dimeja makan banyak makanan, mie juga ada."
"Enggak mau, Luna pengen beli Snack di supermarket, ya,..ya,.. please." Prasha hanya menghela napas panjang.
"Yaudah ayo, siap siap."
"Gue ikut." ucap Arsen mendekat.
"Ngapain?."
"Buat lindungin elo biar enggak berbuat bodoh."
"Sialan lu."
Ketiganya pun pergi ke supermarket, Prasha yang menyetir saat itu. Arsen langsung mengambil troly sudah ada yang ia ingin beli saat itu.
Dengan mata berbinar Aluna begitu semangat memasukan Snack Snack kesukaannya..Prasha hanya geleng kepala melihatnya. Sesekali tersenyum gemas.
"Mas Arsen, mas Prasha sini sini deh, pake ini lucu hahaha." ucap Aluna menyuruh kedua pria itu memakai bando kangguru.
Keduanya awalnya menolak tapi endingnya pasrah saja asalkan gadis polos ini senang begitulah pikir mereka berdua. "Ikh akhirnya ketemu juga snack dinosaurus omaygat lama juga baru muncul lagi setelah sekian lama."
"Snack apa sih lun?." tanya Arsen.
"Ini mas, Snack jadul tapi rasanya beuh mantep."
"Yaudah masukin yang banyak, ada si bos yang bayar hehe?."
Prasha hanya mengangguk senyum, lalu memasukan beberapa snack yang juga kesukaan semua orang, tanpa melihat harga yang tertera.
Tak lama saat keseruan mereka di super market tiba tiba saja ada seseorang yang memanggil Aluna dan berlari dari kejauhan.
"Luna, Aluna!." hingga beberapa kali ia memanggil Aluna sampai pada akhirnya Aluna menoleh bingung masih mengingat siapa yang saat ini menghampirinya disupermarket yang baru saja ia kunjungi.
"Ikh benerkan elo Aluna Maharana Putria temen SD gue."
"Hah, kenal aku?."
"Iya, ikh masa lupa, aku Rendra, Rendra Arga."
"owh kak Rendra, apa kabar, lama enggak ketemu."
"iya aku baru aja balik dari Ausie, kamu gimana kabar lun?."
"Alhamdulillah baik?."
Arsen menyenggol Prasha, dan berbisik pelan "Bro."
"Iya gue tau."
Keduanya menatap heran sekaligus tanda tanya, "Lun dia siapa?." tanya Prasha. Sedikit menyenggol Aluna.
"Owh ini mas, kak Rendra ini teman dekat Aluna saat SD." jawab Aluna dengan entengnya padahal tidak tau saja aura kecemburuan terlihat jelas Dimata Arsen.
Rendra pun mengulurkan tangannya hendak mengajaknya berjabat. "Prasha, Arsen,..Rendra." Ketiganya pun saling berjabat.
"Mas tau nggak sih jaman dulu Luna tuh sempet suka sama kak Rendra tau?."
"Masa sih Lun?, jadi terbang nih aku."
"Iya Kak, abis kakak tuh jago gambar banget, dah gitu suka tolong Luna dari orang orang yang suka bully Luna."
"Biasa aja kali Lun."
Namun lagi lagi Arsen menyenggol dan berbisik pada Prasha, "Saingan baru bro."