Semoga kalian suka ya.
Di dunia ini dihuni lima ras: manusia, elf, dark elf, beast, dan demon, lalu ada kekuatan "Aliran Alam" yang mengatur api, air, tanah, dan angin mulai terganggu drastis. seorang pemuda dari desa kecil yang bisa melihat jejak kekuatan tersembunyi ini terpaksa keluar dari rumahnya menuju Hutan Awan Gelap, tempat yang dilarang masuk oleh semua ras, menyebarkan kekuatan gelap yang merusak alam sekitar dan memicu konflik antar ras.
Bersama seorang elf yang melarikan diri dari tugasnya, seorang beast muda yang hilang ingatan, serta ditemani oleh seorang dark elf penyelidik dan seorang demon yang mencari kebenaran tentang masa lalunya, ia menjadi pengelana dalam perjalanan panjang menuju hutan terlarang.
Mereka harus bekerja sama melewati berbagai rintangan dari berbagai pihak yang punya kepentingan sendiri, untuk menghentikan bahaya yang mengancam seluruh dunia dan mengungkap rahasia lama tentang hubungan kelima ras yang selama ini disembunyikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Barang Pusaka
"Ini adalah pusaka keluarga – batu ini bisa membantu mendeteksi jenis energi gelap yang lebih kuat, bahkan yang tidak bisa dideteksi oleh cincinmu, Liam. Ia juga akan memberikan perlindungan tambahan jika kamu menghadapi energi yang terlalu kuat."
Raven memasangkan kalung tersebut di leher Liam dengan hati-hati.
"Saat kamu merasa kekuatanmu tidak cukup, ingat bahwa kamu tidak sendirian. Aku akan terus belajar dengan Guru Senja agar suatu hari nanti aku bisa bergabung dengan kalian dan membantu menjaga keseimbangan dunia yang kita cintai."
Sebelum mereka berangkat, Kepala Desa datang membawa makanan yang sudah dibungkus rapi – beras, ikan asin, dan buah-buahan kering untuk perjalanan mereka.
"Semoga perjalananmu selamat dan semoga kamu berhasil mengatasi masalah yang datang," ucapnya dengan doa yang tulus.
Perjalanan ke wilayah utara tidak sesederhana yang mereka bayangkan. Jalan yang biasanya rata dan mulus sekarang penuh dengan lubang dan reruntuhan – sepertinya pernah terjadi tanah longsor yang besar tidak lama lalu.
Cuaca juga sangat ekstrem – di pagi hari sangat dingin hingga uap napas mereka terlihat jelas, sedangkan di siang hari matahari sangat terik hingga membuat mereka harus sering berhenti untuk istirahat di bawah teduhan pohon.
Di sepanjang jalan, mereka menemukan banyak makhluk alam yang terpengaruh oleh energi negatif – rusa yang biasanya ramah menjadi agresif, burung yang terbang tidak menentu, bahkan kelinci kecil yang menyerang tanpa alasan jelas.
Liam mulai menguasai kemampuannya sedikit demi sedikit.
Di sebuah jalan yang melalui hutan lebat, mereka menemukan sekelompok rusa yang terpengaruh energi negatif dan siap menyerang.
Liam menggunakan Pembersih Energi dengan lebih terkontrol – cahaya keemasan menyebar lembut dan membersihkan energi negatif dari tubuh rusa tersebut tanpa menyakitinya.
Setelah itu, rusa-rusa itu melihat mereka dengan mata yang jernih dan kemudian berlari menjauh ke dalam hutan.
"Kamu sudah jauh lebih baik dari sebelumnya," puji Stella dengan bangga.
Ketika mereka melewati sebuah lembah yang terkena badai pasir ekstrem, Liam menggunakan Perisai Harmoni untuk melindungi tim dan gerobak mereka.
Perisai yang tadinya hanya bisa bertahan beberapa menit sekarang mampu bertahan lebih dari setengah jam hingga badai berlalu. Bahkan lebih mengagumkan, energi dari badai pasir yang mengenai perisai diubah menjadi energi yang membuat tanaman di sekitar lembah menjadi lebih segar.
Di suatu tempat, mereka menemukan jembatan kayu yang sudah roboh akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.
Tanpa jalan lain, mereka harus mencari cara untuk menyeberangi sungai yang arusnya cukup deras.
Liam menggunakan Jembatan Energi untuk menghubungkan kekuatan air dari sungai dengan kekuatan yang dimiliki Stella dan Olivia.
Dengan kerja sama yang baik, mereka berhasil membentuk jalan sementara dari aliran air yang terkendali, memungkinkan mereka untuk menyeberang dengan aman bersama gerobaknya.
Setelah empat hari perjalanan, mereka akhirnya mencapai Desa Mistar – desa pertama yang melaporkan masalah.
Namun apa yang mereka lihat membuat mereka terpana: hampir seluruh desa tertutup oleh kabut energi gelap yang pekat, tanaman dan pepohonan semua layu dan menjadi hitam, dan tidak ada satu pun suara yang terdengar dari dalam desa.
Bahkan batu jalan di desa itu tampak seperti telah terkena korosi dan mulai hancur.
Mereka berhenti di tepi desa untuk membuat rencana. Lyra mengambil beberapa sampel tanah dan air dari sumur desa untuk diperiksa.
"Energi negatif di sini jauh lebih kuat dari yang kita bayangkan," katanya dengan wajah serius setelah memeriksa sampel tersebut. "Ini bukan hanya energi yang hilang arah – ini sudah dimurnikan menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya."
Liam merasakan cincin dan kalungnya menyala sangat terang. Dia bisa merasakan bahwa sumber energi tersebut ada di tengah desa – di sebuah bangunan tua yang tampak seperti tempat ibadah kuno.
"Kita tidak bisa masuk begitu saja," kata Liam kepada teman-temannya. "Kita perlu membuat strategi yang matang dan bekerja sama dengan sangat erat. Ini akan menjadi tantangan terbesar yang pernah kita hadapi."
Mereka memutuskan untuk beristirahat di luar desa dan membuat persiapan yang matang.
Sementara itu, Liam menggunakan kemampuan Komunikasi Alam yang sudah lebih baik untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam desa.
Dia merasakan bahwa masih ada beberapa warga yang selamat dan bersembunyi di dalam bangunan-bangunan yang lebih kokoh.
Di malam hari, ketika mereka sedang berkumpul di sekitar unggun api, Liam melihat bintang-bintang di langit yang tampak sedikit redup karena energi negatif yang menyebar.
Dia menyentuh cincin dan kalung di tubuhnya, berkomitmen untuk melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan desa ini dan mencegah Gelombang Kekosongan menyebar lebih jauh.
Teman-temannya duduk di sekelilingnya, masing-masing dengan wajah yang penuh tekad.