NovelToon NovelToon
ANAK RAHASIA SANG SUPERSTAR (REVISI)

ANAK RAHASIA SANG SUPERSTAR (REVISI)

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: HANA ADACHI

Bertemu kembali dengan Althan Alaric, mantan pacarnya yang sekarang menjadi aktor terkenal, bukanlah kabar baik bagi Vivi. Ia berusaha menjauh, tapi pria itu seolah sengaja mendekatinya untuk membalas dendam.

Vivi bisa memahami alasan Althan bersikap demikian. Namun masalahnya bukan itu. Jika Althan terus berada di dekatnya, Vivi takut pria itu akan mengetahui keberadaan Mikaila, anak yang dirahasiakan Vivi selama ini. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Sanggupkah Vivi terus menyembunyikan anak itu dari sang superstar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HANA ADACHI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Aneh

"Althan, kenapa kamu tiba-tiba mau minta cewek itu buat jadi personal stylish? Kamu kan sudah punya personal stylish sendiri dari perusahaan," Roni bertanya heran saat mereka sudah berada dalam perjalanan pulang dari salon.

Althan tak menjawab. Pria itu malah memegangi jidatnya, menyesali perbuatannya yang sungguh tanpa pikir panjang.

Althan tolol, batinnya. Kenapa harus bertindak impulsif sih?

Entah bisikan setan mana yang membisikinya saat itu. Hanya saja, saat menatap wajah Vivi yang pucat saat melihatnya, ada perasaan marah yang memuncak dalam diri Althan. Perasaan marah itu membuatnya merasa ingin membalas dendam, membalas perbuatan wanita itu kepadanya yang membuatnya terpuruk.

Dalam pikiran Althan saat itu, Satu-satunya cara untuk membalas dendam adalah membuat wanita itu berada di dekatnya, lalu menunjukkan kalau dirinya sudah jauh lebih baik tanpanya. Tanpa ia berpikir kalau mungkin saja yang ia lakukan sekarang malah memperumit keadaan mereka berdua.

"Aku ngerasa aneh deh, Than. Kenapa kamu keliatan tertarik banget sama cewek itu?"

Pertanyaan Roni selanjutnya membuat Althan terhenyak, lalu buru-buru ia menegakkan punggung untuk menutupi perasaannya yang sebenarnya.

"Hah, mana ada Bang. Aku cuma suka saja dengan kemampuan make up dia. Jadi aku ingin merekrutnya, itu saja," jawab Althan berbohong.

"Oh, ya? Tapi aku rasa dia tidak mau, buktinya tadi dia menolak,"

Hal itu juga yang membuat Althan menyesali keputusannya sendiri.

Setelah mengucapkan perkataan impulsif itu, hal yang tidak ia duga, ternyata Vivi malah menolak tawarannya.

"Mohon maaf Pak Althan," ucap Vivi tadi sembari menundukkan kepala. "Saya merasa tidak punya kemampuan untuk melakukan itu. Saya cuma pegawai biasa. Bagaimana bisa menjadi personal stylish seorang superstar seperti anda?"

Jawaban yang sungguh membuat Althan malu berkali-kali lipat. Padahal niat awalnya, dia ingin sombong di depan wanita yang sudah menyakiti hatinya, tapi nyatanya, wanita itu malah memperlakukannya di hadapan banyak orang.

"Wanita itu tidak pernah berubah, kesombongannya benar-benar besar," gerutu Althan saat kembali mengingat kejadian tadi.

Gara-gara penolakan itu, terpaksa Althan memakai satu jurus andalan, yaitu pemaksaan.

"Oke, kalau kamu nggak mau, nggak apa apa. Saya nggak masalah kok datang ke sini setiap hari demi minta kamu merias saya. Tapi, masalahnya, saya tidak bisa menjamin salon kamu bisa beroperasi seperti biasa. Kamu liat sendiri kan ramainya penggemar saya di luar sana?"

Althan bisa melihat wajah para pegawai yang kebingungan. Farida, sang pemilik salon, lalu menarik Vivi agar mendekat kepadanya.

"Vivi, aku rasa lebih baik kamu Terima saja tawarannya, toh tidak ada salahnya juga," bisik Farida pada Vivi yang masih bisa didengar Althan.

"Tapi mbak..."

"Vi, kamu harus percaya diri dong. Seorang Althan Alaric, superstar terkenal di Indonesia aja mengakui kehebatan skill kamu loh, masa kamu mau menolak kesempatan ini, sih? Terus ya, emangnya kamu nggak kasian sama aku kalau salon kita jadi banyak orang berkerumun setiap hari kalau kedatangan Althan Alaric? Mending kalau mereka emang pelanggan yang mau pakai jasa kita, buktinya mereka kesini cuma mau ngeliat idolanya doang, mengganggu banget,"

Vivi tampak menelan ludah. Wajahnya kelihatan bimbang. Pada titik itu, ada rasa puas di dalam hati Althan.

"Please... kamu Terima aja dulu, okey?"

Vivi menghela napas panjang, lantas dengan berat hati ia akhirnya mengangguk.

"Baiklah, saya akan coba," ucapnya dengan suara lirih.

Althan langsung tersenyum puas. "Oke, kalau gitu, mulai besok, jam 7 pagi, datang ke apartemen saya. Roni, kamu minta kontaknya.. siapa nama kamu tadi?"

Vivi mendongakkan kepala. Alisnya berkerut heran. Althan tersenyum mengejek.

Kamu pikir kamu penting Vivi? tidak, aku bahkan tidak mengingat kamu sama sekali, kira kira seperti itu lah suara di dalam hati Althan.

"Nama saya Vivi Pak," jawab Vivi masih dengan suara lirih.

"Oh, ya ya itulah dia," Althan melambaikan tangannya seolah tidak peduli, lalu ia menoleh pada Farida. "Mbak Farida, kalau gitu saya pamit dulu. Nanti, saya akan tag akun instagram salon ini di story saya,"

Mata Farida tampak terbelalak. "Astaga, terimakasih banyak Mas Althan, terimakasih!"

Dan begitulah dia kejadiannya yang ada di salon kala itu.

Sekarang, Althan yang jadi kelimpungan sendiri. Apa yang harus ia lakukan kalau Vivi benar-benar datang besok ke apartemennya? Tiba-tiba ia menjadi panik.

"Bang, Bang," Althan menepuk bahu Roni yang sedang menyetir.

"Kenapa Than?" Roni menoleh sekilas.

"Panggil tukang bersih bersih ke apartemen kita. Aku mau apartemen kita besok sudah rapi bersih dan tidak ada noda sama sekali,"

"Hah? buat apa? Apartemen kita juga nggak kotor kotor amat kok," tanya Roni heran.

"Udahlah bang, panggil saja, okey? Oh ya, nanti setelah schedule kita beres, kita ke toko perabotan rumah ya, ada yang pengen aku beli, ya? ya?"

"Eng, okey," meskipun heran, Roni hanya bisa menganggukkan kepala.

Sementara itu di sisi lain, Vivi hanya bisa terduduk di depan meja rias sembari menopang dahi.

Astaga kenapa jadi seperti ini?

"Vi," Farida yang sedari tadi melihat Vivi diam saja akhirnya menghampiri. "Udahlah, nggak usah dijadikan beban pikiran. Jalani aja dulu,"

"Iya Vi," Maya menimpali. "Kamu itu cukup beruntung loh. Baru sekali make up in artis, eh yang di make up in ternyata Althan Alaric, artis papan atas, terus langsung dijadikan personal stylish pula. Kapan lagi coba ada kesempatan kaya begini? Perbandingannya satu banding sejuta! Aduh, coba aja kemarin aku nggak anterin suamiku ke rumah sakit, siapa tau keberuntungan itu berpihak padaku,"

"Hush, istighfar kamu mbak," Ani menyenggol Maya yang sedang mendongakkan kepala sambil berandai-andai. "Suamimu itu sakit, malah mikirin cowok lain,"

"Ih, Ani.. Kamu tuh jadi orang jangan serius serius, ngapa? Toh, aku kan cuma berandai-andai, nggak bakal kejadian juga. Aku itu cuma mau ngasih tau Vivi, kalau harusnya dia bersyukur bisa dapat kesempatan langka seperti ini!" timpal Maya.

"Aish, sudahlah kalian berdua, nggak usah ribut sendiri! Sana, layanin pelanggan saja!" Farida akhirnya turun tangan. Maya dan Ani pun pergi, menyisakan Farida dan Vivi berdua.

"Vi, jujur sama aku, sebenarnya masalahnya apa sih? Apa iya cuma karena kamu nggak yakin sama kemampuan mu? Atau ada yang lain?" Tanya Farida saat sudah tidak ada orang lain di sekitar mereka.

Vivi sontak menatap Farida. Bosnya itu memang bermata tajam, bisa bisanya ia mengetahui isi hati Vivi. Tapi tentu saja, Vivi tidak bisa mengatakan masalah ini ke orang lain begitu saja. Jadi ia hanya menggeleng.

"Nggak ada apa apa mbak, aku memang cuma nggak pede aja,"

"Haish, kamu itu, kebiasaan.. Jadi orang, harus percaya pada diri sendiri dulu, baru bisa dipercaya orang lain. Begini saja, kamu jalani saja pekerjaan ini sampai beberapa waktu. Kalau memang pekerjaan kamu nggak bagus dan nggak bisa memuaskan Althan, nanti kan kamu pasti dipecat sendiri sama dia. Syukur syukur kalau kamu bisa jadi personal stylish dia selamanya,"

"Apa? nggak mau ah, amit amit,"

Reaksi Vivi itu sukses membuat Farida terkejut. Vivi langsung menyadari ucapannya dan buru buru berdiri.

"Ka, kalau gitu, aku ke depan dulu ya mbak. Makasih atas nasihatnya," ucapnya sambil berjalan cepat cepat ke arah depan.

Farida menatap kepergian karyawannya itu dengan kening berkerut. "Ada yang aneh..." gumamnya.

1
Muft Smoker
kayakny ny ad yg gx berees niih ,,
semoga althan segera tau kebenaran ny ,, klo vivi ninggalin dy krn Selina ,,
mungkin vivi di bawah ancaman Selina ,,

next kak
Shee_👚
andai kan roni tau kenapa mereka berpisah juga bakalan iba, selina itu emang harus di kasih pelajaran. kapan ya vivi ngaku kalau dia pergi karena atas perintah Selina
Shee_👚
bukan mantan, lebih tepatnya di paksa jadi mantan😏
kalau kamu g membuat mereka berpisah juga g bakalan mereka pisah😡
Muft Smoker: sabar kak ,, jgn emosii ,,
yuuuk mending pecat aj Selina jd kodok ,, jggn jd manusia lgiii ,,
jd org koq licik ,, 😒😒😒😒😒
total 1 replies
Shee_👚
sumber uang selina dari hasil kerja keras althan. dan hidup althan di buat menderita karena ulah selina😏
aliyya
ap yg udh selina katakan ke roni, tentang althan dan vivi sampai roni ky marah bgt bgtu ,,,,
Shee_👚: yang pasti mengatakan yang tidak-tidak kak, intinya dia jelekin vivi
total 1 replies
Muft Smoker
jgn2 yg nyuruh vivi ninggalin althan tu Selina gemezzz ,,
/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Shee_👚
tes DNA althan biar vivi g bisa ngelak lagi.
sebenarnya vivi juga pengin ngaku kalau Mikaila anak althan, tapi dia takut kejadian masa lalu terulang kembali.
harusnya Vivi terus terang kenapa dia dulu ninggalin althan, biar althan kasih pelajaran sama wanita serakah itu kalau kebahagiaan althan sama Vivi g bakalan menghambat karirnya.
Muhammad lutfi Lutfi
Bagus althan Pepet terus Vivi biar ngaku atau langsung tes DNA diam diam.
Shee_👚
selina orang serakah dan melakukan segala hal hanya demi apa yang dia mau tercapai😏
Shee_👚
astag maen gebuk aja al, sabar dan tanya dulu kenapa sih😂
Shee_👚
dan jawabnya karena althan aja bingung kenapa g melakukan itu🤭
Shee_👚
😭😭😭😭😭😭😭
yang bukan dari harga, tapi dari nilainya siapa yang memberi dan kenanganny😭😭😭😭
Shee_👚
ko sedih ya ngebayangin perjuangan mereka dulu saar kerja di resto, makan seadanya tapi bahagia. sekarang punya segalanya tapi menderita 😭😭😭
Shee_👚
emang betul, karena cinta itu masih sama seperti dulu
Shee_👚
😭😭😭😭😭
sabar vi semua pasti akan terungkap tanpa harus kamu bicara
Shee_👚
andai althan atau di balik vivi melakukan itu semua, althan pasti menyesal dan bakalan marah benget sama agensinya. dia pasti memilih meninggalkan segalanya dari pada harus kehilangan vivi dulu. nyesek nya jadi mereka 😭😭😭
Shee_👚
apa yang kamu pikirkan itu betul semua althan, tpi vivi juga punya rahasia sendiri kenapa g mau mengucapkannya. Vivi takut karir kamu hancur dengan sekejap
Shee_👚
sengaja diem-diem eh malah ketahuan, sia-sia dah gelap gelapan tau gitu tadi nyalain lampu😂
Shee_👚
cantik sekali gelangnya, walau keliatan sederhana tapi bagus
Shee_👚
dah nikmatin aja drama rumah tangga secara live🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!