NovelToon NovelToon
THE TYCOON'S BITTER REVENGE

THE TYCOON'S BITTER REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: caxhaaesthetic

Empat tahun lalu, Flaire Nathasha menghilang setelah melahirkan secara rahasia, meninggalkan Jaydane Shelby dengan luka pengkhianatan dan seorang putra balita bernama Jorden. Jaydane, sang penguasa bisnis sekaligus mafia, membesarkan Jorden dengan kebencian mendalam, mengira Flaire membuang anak mereka demi kebebasan dan karier.

Kini, Flaire kembali ke Jerman sebagai CEO Fernandez yang memukau dengan julukan "Queen of Lens". Kecantikannya yang tak tertandingi membuat Aurora, tunangan Jaydane, merasa terancam dan mulai menggali identitas ibu kandung Jorden yang misterius.

Jaydane yang dibutakan dendam mulai menghancurkan bisnis Flaire untuk memaksanya berlutut. Namun, di balik lensa kontak yang selalu menutupi warna mata aslinya, Flaire menyimpan luka trauma masa lalu difakta bahwa ia adalah korban pengasingan paksa keluarganya dan sama sekali tidak tahu bahwa bayinya masih hidup di tangan pria yang kini mencoba menghancurkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon caxhaaesthetic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERNIKAHAN PAKSA SANG MAFIA

"Aku hanya bicara fakta, Sayang. Kau tahu persis ukuran 'piton'-ku tidak pernah main-main saat menghajarmu. Jika kita terus melakukannya tanpa ikatan resmi, aku takut kau malah akan kabur karena merasa aku hanya menjadikanmu pelampiasan nafsu," Jaydane mengecup hidung Flaire yang sedang kembang kempis karena kesal.

"Lagipula," lanjut Jaydane, suaranya kini melunak dan penuh proteksi. "Menikahimu adalah satu-satunya cara untuk melindungimu. Jika kau adalah istri sahku, tidak ada satu pun pengadilan atau musuh di dunia ini yang bisa menyentuhmu tanpa melewati mayatku lebih dulu. Kau mau tetap menjadi 'tunangan' yang terancam, atau Ratu yang tak tersentuh?"

Flaire terdiam. Meski ia kesal dengan ucapan mesum Jaydane tentang "goa", ia tahu pria ini sedang mencoba melindunginya dengan cara yang paling ekstrem.

"Tapi... kau harus berjanji satu hal," gumam Flaire, akhirnya menyerah.

"Apa pun," jawab Jaydane cepat.

"Berhenti mengatakan hal-hal mesum seperti itu di depan Jorden!"

Jaydane tertawa lepas, tawa yang terdengar sangat puas. Ia menggendong Flaire dan membawanya menuju sofa. "Kesepakatan tercapai. Tapi selama di dalam kamar ini... aku bebas mengatakan betapa sempit dan indahnya pussy milikmu, kan?"

"JAYDANE!!!"

Malam sebelum hari besar itu, suasana di penthouse pribadi Jaydane terasa tenang namun penuh ketegangan. Flaire sedang duduk di depan meja riasnya, menatap pantulan wajahnya yang tampak gelisah, saat sepasang tangan dingin melingkari lehernya.

Jaydane muncul dari belakang, memegang sebuah kotak beludru hitam. Di dalamnya melingkar sebuah kalung berlian Blue Moon yang sangat langka berlian biru murni yang nilainya cukup untuk membeli sebuah negara kecil.

"Pakai ini," perintah Jaydane singkat. Ia memasangkan kalung itu ke leher jenjang Flaire.

Namun, saat Flaire menyentuh mata berliannya, ia merasakan sesuatu yang aneh. Ada tekstur yang berbeda di bagian belakang liontin itu.

"Jay... apa ini?"

"Itu bukan sekadar perhiasan," Jaydane berbisik di telinganya. "Di dalamnya tertanam mikrochip pelacak GPS real-time dan alat komunikasi frekuensi militer. Jika kau dalam bahaya, cukup tekan bagian tengahnya, dan tim strike force-ku akan tiba dalam tiga menit."

Flaire seketika cemberut. Ia menatap pantulannya di cermin dengan wajah masam.

"Jadi sekarang aku punya kalung leher? Apa selanjutnya, Jay? Kau mau memasang rantai? Kau membuatku merasa seperti anjing pelacak atau hewan peliharaanmu!"

Mendengar keluhan itu, Jaydane tidak marah. Sebaliknya, ia justru menyeringai predator. Dengan satu gerakan cepat, ia meremas bokong semok dan sintal Flaire yang terbalut gaun tidur sutra tipis, membuat Flaire tersentak kaget.

"Jangan banyak protes, Little Bird. Ini untuk keselamatanmu," geram Jaydane. Ia menarik tubuh Flaire agar menempel erat pada tubuhnya yang panas.

Melihat Flaire yang semakin kesal dan memalingkan muka, Jaydane menunduk, bibirnya menyentuh daun telinga Flaire yang memerah. Ia mulai berbisik dalam bahasa Jerman dengan suara rendah yang menggetarkan syaraf Flaire.

"Dikasi kalung malah cemberut but..." Jaydane mengecup lehernya pelan sebelum melanjutkan dengan bahasa ibunya.

..."Ich vermisse dein schlaffes Gesicht unter mir und deine seufzende Stimme, wenn ich dich angreife."...

...(Aku merindukan wajah lemasmu di bawahku dan suara desahanmu saat aku menyerangmu.)...

Flaire seketika mematung. Meski ia tidak fasih bahasa Jerman, ia sangat tahu nada bicara Jaydane yang mesum dan penuh gairah itu. Ia bisa merasakan "piton" suaminya yang kembali terbangun dan menekan bokongnya dengan keras.

"Jay! Berhenti bicara bahasa Jerman kalau isinya cuma mesum!" Flaire menghentakkan kakinya, merasa sangat sebel karena Jaydane selalu punya cara untuk membuatnya kehilangan kata-kata.

"Aku bicara bahasa Jerman agar Jorden tidak mengerti jika dia tiba-tiba masuk," Jaydane terkekeh, tangannya masih enggan melepas bokong sintal Flaire. "Sekarang, berhentilah cemberut. Besok kau akan menjadi Nyonya Shelby. Setelah acara itu selesai, aku akan memberimu alasan yang jauh lebih nyata untuk 'lemas' di bawahku."

Flaire mendengus, mencoba melepaskan diri dari dekapan Jaydane, meski dalam hati ia merasa aman dengan kalung pelacak itu.

"Terserah kau saja, Tuan Mafia Mesum."

"Aku mendengarmu, Sayang," sahut Jaydane sambil menggendong Flaire menuju tempat tidur. "Dan aku pastikan besok malam kau tidak akan punya tenaga lagi untuk memanggilku mesum."

1
Ashlee Qirana
mudah difahami
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
LANJUTKAN THORRRRR!!!!! /Hunger/
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
lanjutin thorrr cinta /Applaud//Kiss/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!