NovelToon NovelToon
Pemilik Kuasa Absolut : Penguasa Alam Roh Surgawi

Pemilik Kuasa Absolut : Penguasa Alam Roh Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Fantasi Isekai / Reinkarnasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ali Rayyan

Di kehidupan sebelumnya, ia adalah Penguasa Langit Surgawi—pemilik kuasa absolut yang bahkan para dewa segani. Namun ia memilih bereinkarnasi sebagai manusia biasa, hidup tenang dengan nama Douma Amatsuki, demi merasakan kehidupan normal yang tak pernah ia miliki.

Semua berubah ketika ia tanpa sengaja memasuki dimensi terlarang, memicu perhatian para iblis yang diam-diam menguasai dunia. Tanpa mengetahui siapa dirinya sebenarnya, mereka menetapkannya sebagai target untuk dilenyapkan sebelum menjadi ancaman.

Douma hanya ingin hidup sebagai manusia biasa.
Namun ketika seluruh dunia mulai memburunya…
berapa lama ia bisa terus berpura-pura lemah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ali Rayyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gangguan yang Tidak Terlihat

Malam sudah jauh lewat.

Kota belum tidur.

Lampu jalan masih menyala, sirene ambulans kadang terdengar dari kejauhan, dan di pusat kota, Rumah Sakit Pusat Argena berdiri seperti benteng yang menahan kekacauan.

Di sekelilingnya, pengamanan diperketat.

Pagar perimeter berlapis sensor.

Drone pengawas berputar perlahan di udara.

Petugas keamanan bersenjata berjaga di setiap gerbang.

Tidak ada orang yang bisa masuk tanpa izin resmi dari pemerintah dan kementerian kesehatan.

Bahkan staf rumah sakit sendiri harus melewati tiga tahap verifikasi.

Malam itu, udara terasa sedikit lebih dingin dari biasanya.

Namun tidak ada yang menyadari satu hal.

Seseorang baru saja tiba.

---

Di sebuah gang kecil yang cukup jauh dari gerbang utama rumah sakit, ruang di udara bergetar tipis.

Seolah ada sesuatu yang menekan lapisan realitas.

Lalu, tanpa suara, seorang remaja muncul.

Douma.

Ia berdiri dengan santai, kedua tangan di saku jaketnya.

Matanya mengarah ke gedung rumah sakit yang menjulang di depan.

Tidak ada yang memperhatikannya.

Orang-orang yang lewat hanya melihat seorang siswa yang kebetulan berdiri di trotoar.

Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

Douma sudah mencoba mendekat beberapa langkah sebelumnya.

Namun sistem keamanan di sekitar fasilitas itu benar-benar ketat.

Bukan hanya kamera dan sensor panas.

Ada lapisan pelindung energi yang dipasang oleh teknologi medis militer.

Bagi manusia biasa, itu tidak terasa.

Namun bagi seseorang yang peka terhadap energi spiritual, lapisan itu seperti dinding tak kasat mata.

Douma mencoba melangkah lebih dekat.

Ia berhenti.

“Hmm.”

Ia menatap pagar luar.

“Lumayan juga.”

Ia tidak memaksakan diri.

Douma bukan tipe orang yang terburu-buru.

Ia hanya berdiri di sana.

Mengamati.

---

Lalu ia merasakan sesuatu.

Energi pekat.

Gelap.

Menekan dari dalam gedung.

Tidak berasal dari virus.

Tidak berasal dari pasien.

Energi itu… lebih tua dari itu semua.

Lebih licik.

Douma menyipitkan mata.

“Oh…”

Ia memiringkan kepalanya sedikit.

“Jadi benar.”

Selama ini ia selalu menyegel auranya.

Sejak lahir di dunia ini, ia menekan hampir seluruh kekuatannya.

99,9%.

Yang tersisa hanyalah sedikit energi spiritual yang cukup untuk membuat tubuh manusia ini tetap stabil.

Namun malam itu…

Tanpa ia sadari sepenuhnya…

Sesuatu dari dalam dirinya bergerak.

Sebuah lapisan aura tipis keluar.

Hanya sedikit sekali.

Tidak sampai satu persen.

Hanya sekitar…

0,5%.

Bagi makhluk biasa, itu mungkin tidak berarti apa-apa.

Namun bagi sesuatu yang sensitif terhadap energi spiritual…

Itu seperti tekanan gunung yang tiba-tiba muncul di langit.

Sementara itu.

Di dalam Rumah Sakit Pusat Argena.

Di lorong terbatas Level 3.

Lampu berkedip.

Monitor bergetar.

Sistem jaringan tiba-tiba mengalami gangguan singkat.

“Eh?”

Seorang teknisi mengerutkan kening.

“Kenapa sistem tiba-tiba lag?”

Layar di depannya menampilkan pesan error selama satu detik.

Lalu kembali normal.

Di ruangan tersembunyi yang tadi tidak sengaja ditemukan oleh Profesor Amatsuki Hiroshi, situasinya lebih aneh lagi.

Beberapa peralatan laboratorium mati sebentar.

Lampu redup.

Lalu menyala lagi.

Salah satu peneliti menggerutu.

“Generator cadangan?”

“Tidak. Semua stabil.”

“Jaringan listrik kota?”

“Tidak ada laporan gangguan.”

Namun ada satu hal yang tidak mereka sadari.

Bukan listrik yang terganggu.

Energi di ruangan itu barusan mengalami pergeseran kecil.

Sangat kecil.

Namun cukup untuk membuat sistem sensitif bereaksi.

Seolah ada tekanan tak terlihat yang menyentuh ruang itu.

---

Di luar gedung, Douma masih berdiri di tempat yang sama.

Aura tipis itu perlahan kembali tenang.

Ia tidak mengeluarkan kekuatan itu dengan sengaja.

Itu hanya refleks.

Seperti tubuh yang secara otomatis merespons sesuatu yang mengganggu wilayahnya.

Douma menutup mata sebentar.

Ia merasakan sesuatu yang penting.

Ayahnya.

Energi milik Profesor Amatsuki Hiroshi.

Masih berada di dalam gedung.

Masih stabil.

Masih aman.

Douma membuka matanya lagi.

“Bagus.”

Ia tidak khawatir.

Ayahnya bukan orang yang mudah dijerat.

Namun tetap saja.

Ada sesuatu di dalam sana yang mengganggu keseimbangan.

Douma menarik napas pelan.

Lalu ia memfokuskan pendengarannya.

Kemampuan itu jarang sekali ia gunakan.

Pendengaran spiritual.

Bukan sekadar mendengar suara biasa.

Ia bisa menangkap getaran percakapan dari jarak jauh.

Menyaringnya dari kebisingan kota.

Menyisakan hanya suara yang ia cari.

Perlahan.

Bisikan-bisikan mulai terdengar.

Potongan percakapan.

“Distribusi batch berikutnya harus terlihat legal.”

“Zona merah bertambah.”

“Statistik kematian sudah sesuai proyeksi.”

“Beberapa subjek belum benar-benar mati.”

“Biarkan saja. Itu bagian dari proses.”

Douma membuka matanya perlahan.

Ekspresinya tetap tenang.

Namun di dalam pikirannya, potongan-potongan informasi mulai tersusun.

“Ah…”

Ia bergumam pelan.

“Begitu rupanya.”

Ia tidak mencoba masuk lagi.

Tidak perlu.

Ia sudah mendapatkan cukup informasi.

Douma menoleh sekali lagi ke arah rumah sakit.

Gedung itu tampak sama seperti bangunan lainnya.

Bagi manusia biasa, itu hanya pusat medis yang sedang berjuang menghadapi wabah.

Namun bagi Douma…

Gedung itu seperti sarang yang menyimpan sesuatu.

Ia menatapnya beberapa detik.

Lalu berbalik.

“Sudah cukup untuk malam ini.”

Ia mengangkat satu tangan.

“Sistem.”

Udara di sekitarnya kembali bergetar tipis.

“Bawa aku pulang.”

Ruang di depannya melipat seperti kertas.

Dan dalam sekejap—

Douma menghilang.

---

Di kamar Douma.

Komputer cahaya masih menyala di meja.

Layar menampilkan peta kota dengan beberapa zona merah.

Udara bergetar pelan.

Lalu Douma muncul kembali di tempatnya.

Ia duduk di kursi seperti seseorang yang baru saja kembali dari jalan malam.

Padahal kenyataannya…

Ia baru saja mengamati salah satu pusat konspirasi terbesar di kota itu.

Douma menatap layar.

Diam.

Tidak ada ekspresi yang jelas.

Beberapa detik berlalu.

Lalu ia bersandar di kursi.

Tangannya terlipat.

“Hmm…”

Ia bergumam pelan.

Lalu tiba-tiba tersenyum tipis.

“Kalian…”

Ia menghela napas pendek.

“Rupanya sedang berada di dunia yang aku pilih.”

Nada suaranya santai.

Tidak marah.

Tidak emosional.

Lebih seperti seseorang yang menemukan serangga di taman pribadinya.

“Kalian memang selalu seperti ini.”

Ia menggeleng pelan.

“Menjadi hama… di mana pun kalian berada.”

Douma menatap langit-langit kamar.

Padahal kalian punya kekuatan.

Punya potensi.

Namun tetap saja…

“Tamak.”

“Serakah.”

“Licik.”

Ia mendengus pelan.

Lalu duduk tegak lagi.

“Padahal aku hanya ingin hidup santai.”

Ia menunjuk dirinya sendiri dengan ibu jari.

“Sebagai manusia biasa yang tampan.”

Beberapa detik hening.

Lalu ia mengangkat alis sedikit.

“Serius.”

“Bukankah itu tujuan hidup yang cukup mulia?”

Douma menghela napas panjang.

“Tidak akan kubiarkan kalian mengganggu hari-hariku yang damai.”

Ia berhenti sejenak.

Lalu menambahkan dengan nada santai:

“Terutama karena aku sedang menikmati masa SMA.”

Ting!

Suara notifikasi tiba-tiba muncul.

Douma menoleh ke layar.

Sebuah pengumuman muncul dari sistem sekolah.

Pengumuman Resmi Akademi

Karena situasi wabah yang meningkat, seluruh kegiatan belajar mengajar akan dialihkan ke sistem pembelajaran daring untuk sementara waktu.

Para siswa diminta mengikuti kelas melalui platform konferensi pendidikan menggunakan komputer atau tablet masing-masing.

Status kebijakan:

Mode Pembelajaran Jarak Jauh – Masa Karantina Akademik

Douma menatap layar beberapa detik.

Lalu menghela napas panjang.

“Serius?”

Ia menyandarkan kepalanya ke kursi.

“Baru saja aku menemukan konspirasi iblis…”

“Dan sekarang aku harus ikut kelas online.”

Ia menutup wajahnya dengan satu tangan.

Belum selesai.

Ponselnya tiba-tiba bergetar.

Lalu bergetar lagi.

Dan lagi.

“?”

Douma mengambil ponselnya.

Layar penuh notifikasi.

Ternyata ia baru saja dimasukkan ke dalam grup chat kelas.

Nama grupnya:

Forum Belajar Kelas I-A (Pria)

Pesan masuk seperti banjir.

“WOI KITA LIBUR??”

“Bukan libur, goblok. Online.”

“ONLINE SAMA AJA LIBUR.”

“Besok ada kelas jam berapa?”

“Ada yang ngerti sistem aplikasinya?”

“Bro aku masih tidur.”

Douma membaca semuanya dengan wajah datar.

Ia menghela napas pelan.

“Dasar Manusia…”

Ia meletakkan ponsel kembali di meja.

Lalu berdiri.

“Baiklah.”

Ia meregangkan tubuhnya.

“Malam ini tidur saja.”

Ia mematikan komputer cahayanya.

Lampu kamar meredup.

Sebelum naik ke tempat tidur, Douma bergumam pelan:

“Besok dunia masih akan kacau.”

Ia menarik selimut.

“Tapi setidaknya…”

Ia menutup mata.

“…aku masih punya kelas online.”

Dan entah kenapa—

itu terasa seperti masalah yang lebih melelahkan daripada konspirasi iblis.

Di luar sana, wabah terus menyebar.

Rumah sakit tetap sibuk.

Konspirasi tetap bergerak.

Namun di kamar kecil itu…

Douma akhirnya tidur dengan tenang.

Bersiap menyambut hari baru.

Hari pertama kehidupan sekolah dalam Masa Karantina Pandemi Sementara.

#Amatsuki douma

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!