NovelToon NovelToon
Cinta Ribuan Duri

Cinta Ribuan Duri

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Duda / CEO
Popularitas:463
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“Alasan untuk mencintaimu hanyalah soal sosial.”

Kalimat itu menghantam hatiku seperti ribuan duri. Aku terdiam, seakan waktu menarikku kembali ke masa lalu.Andai saja saat itu aku tidak menuruti egonya.
Andai saja aku lebih berani mengikuti kata hatiku… untuk menolak perjodohan itu. Mungkin sekarang, hatiku tidak akan dipenuhi luka.

— Cinta Ribuan Duri —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Tinggal tunggu waktu

" Layanan kamar! " Suara tersebut membuat, seorang wanita dari bilik ' 124 ' membuka pintu kamarnya. " Layanan kamar? " Ulang Wanita bermasker tersebut

" Oh silakan masuk! " Kata Wanita tersebut sembari, membuka pintu lebar-lebar seolah menyuruh wanita layanan kamar tersebut. Masuk wanita berpakaian seksi tersebut tersenyum kepada sosok berkemeja yang sudah tidak lengkap wajah khas orang tidur.

" Siapa sayang? " Tanya Rafa lembut kepada Raya seorang wanita berpakaian seksi. " Itu, loh honey layanan kamar yang kamu suruh untuk ganti Sprei kamar kita! " Kata Raya Sembari duduk di Pangkuan lelaki tersebut tangannya menggantung di leher lelaki tersebut. Liar membuat wanita tertutup masker tersebut mengepal tangannya,

" Mbak, silakan ganti seprei nya!.. Kita masih mau lanjut! " Kata Raya frontal sekali. Wanita. Itu hanya menganggukkan kepalanya tangannya bergetar menggantikan sprei kamar tersebut, " Sayang!, nanti kita main lima ronde lagi ya! " Bujuk Raya dengan suara menjijikan di telinga Wanita Tersebut

" Nanti ya, sehabis sprei kita bersih baru main lagi! " Bisik Rafa hangat

Suara itu, tidak pernah wanita berpakaian pelayan kamar tersebut dengar. Ia menggeleng cepat Tangannya bergerak cepat menyelesaikan tugasnya, Ia dalam hati meruntuki betapa bodohnya ia bisa menikahi lelaki ba****** seperti Rafa.

"Sudah selesai pak bu, terimakasih semoga nyaman! " Kata wanita tersebut ia bergegas keluar dari kamar tersebut. Raya langsung menutup pintu kamar dan memulai permainan mereka,

Tap

Tap

Tap!

Suara sepatu, Milik Ardila terdengar nyaring di basement hotel tersebut Ardila menghela kan napas panjang ia membuka tas bermereknya lalu mengambil ponselnya. " 𝗛𝗮𝗹𝗼, 𝗽𝗮𝗸 𝘀𝗮𝘆𝗮 𝘀𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗯𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗯𝘂𝗸𝘁𝗶 𝗮𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝘀𝗮𝘆𝗮 𝗸𝗲𝘀𝗮𝗻𝗮 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴? "

" 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗯𝘂, 𝘀𝗶𝗹𝗮𝗸𝗮𝗻! " Ardila memberhentikan taksi ia tersenyum penuh misteri, Pandangannya tertuju pada jendela mobil

" Kamu akan lenyap, mas! .. Kamu harus merasakan apa yang ku rasakan!.. Sakit! " Gumam Ardila ia mengepal tangannya penuh kebencian.

" Shit!, ternyata dia orang yang udah mel**** kan ka Alena! " Areksa Melempar sebuah berkas berisi data tentang. Rafa yang ia dapat dari Andara Sang Asisten pribadi nya.

" Papa! " Panggil seorang anak kecil yang berdiri di depan pintu. Membuat Reksa sebisa mungkin melenyapkan amarahnya, Ia menoleh ke Asal suara tersebut " Masuk sayang! "

" Paa! " Langkah kecilnya melaju cepat lalu, duduk di pangkuan Areksa. Ia melingkarkan tangannya di leher Areksa, " Anak papa pintar banget! " Puji Areksa mengecup sang anak

" Pa. Eca, mau obot-obotan balu! " Pinta Resa dengan bahasa acak kadulnya. ( Pa, Resa mau Robot-robotan baru! ) Gitu ya aslinya!,

" Resa, mau Robot kaya gimana? Nanti pala belikan untuk Resa " Kata Reksa

" Yessss!!, Eca Mau obot yaln ada i ll! "

( Resa, mau robot yang ada di Mall! )

" Oke, nanti papa belikan! "

" Yesss aci papa! " Resa memeluk Erat Reksa

" Ya sayang, sama - sama! " Hati Reksa menghangat kala, Tangan mungil tersebut Melingkar di dadanya. " 𝘗𝘢𝘱𝘢, 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘙𝘦𝘴𝘢. " Batin Areksa

" Jadi, semua bukti sudah kekumpul tinggal bikin acara yang menghebohkan semuanya! " Ardila meletakkan Sisir yang barusaja ia pakai. Lalu menafap Lekat Ranjang tempat ia dan Rafa tidur " Mas, kamu yang membuat hati ini terluka jadinya kamu harus bayar sakit ini! " Gumam Ardila

Ia melangkah, membuka Tirai Jendela " Aku hanya mau. Bahagia pernikahan layaknya orang lain tapi mengapa. Impian kecil seperti itu saja tidak bisa terwujud? " Tanya Ardila menatap lurus jendela.

Air mata mengalir deras, Dari Pelupuk Matanya " Ma.. Pa, Maaf Dila aku udah berusaha untuk menjalani ini semua tapi Dila ngga sanggup! " Kata nya dengan suara serak

Ia menyeka air matanya, Ia menatap ponselnya. " Lusa, Ulang tahun pernikahan mama papa mertua!.. " Gumam Dila

" DILLAA!! " panggil Laras , Dila terpogoh-pogoh keluar dari kamarnya. Ia menghampiri sang mama mertua yang menunggunya di Ruang keluarga,

"Ya ma ada apa? " Tanya Dila menundukkan kepalanya. Laras menghela napas panjang

" Mama dan Papa, lusa kan aniversary kamu yang urus ya Bakal di adakan di Ballroom hotel Nusa indah pembayaran kamu yang urus! " Pinta Laras dengan suara angkuh

" Ma, tapi Hotel Nusa indah itu mahal banget.. Gaji Dila kurang! " Sahut Dila hati-hati

Plakk!!!

Tubuh mungil Dila terhuyung, terjerembab ke lantai yang dingin. Darah mengalir di hidung Gadis tersebut " Kamu berani, Melawan perkataaan saya?.. Saya itu ibu mertua anda! " Tangan Laras Menarik rahang Ardila hingga meninggal kan bekas luka, di Wajah tersebut

" Ma.. Uang, Dila sudah h-abis — un-tuk keperluan keluarga ini! " Kata Dila terbata-bata

" Kamu mengungkit! " Sentak Laras menancapkan Kuku-kuku nenek sihirnya di rahang Ardila. "LARASSS! " pekik omah Rianti membuat Laras menghempaskan wajah Ardila ke sembarangan arah.

" Kamu berani menghardik cucu ku! " Sentak nya

" Ma, cukup!.. Aku lelah Anak ini itu menantu ku Terserah ku ingin apa in dia! " Kata Laras lalu berlalu begitu saja.

" Astagfirullah, Laras " Omah Rianti mendekat Ke Ardila " Kamu ngga apa-apa ndu? "

" Ngga omah! "

" Astaghfirullah, omah obati wajahmu! "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!