NovelToon NovelToon
CAHAYA DI RAHIM SUNYI

CAHAYA DI RAHIM SUNYI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Drama
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Lima tahun pernikahan adalah pembuktian cinta bagi Haniyah Zahira dan Haris Abidzar. Tanpa tangis buah hati, mereka tetap bahagia dalam ketaatan. Namun, bagi sang ibu mertua, rahim Haniyah yang sunyi adalah sebuah kegagalan.

"Relakan Haris menikah lagi, atau biarkan dia menjadi anak durhaka karena menolak keinginan ibunya."

Ancaman itu menjadi duri yang Haniyah telan sendirian. Demi bakti sang suami pada ibunya, Haniyah mengambil keputusan nekat: Ia meminta Haris mencari wanita lain. Saat penolakan keras Haris tak kunjung luntur, Haniyah memilih cara paling menyakitkan. Ia pergi, meninggalkan surat cerai di atas bantal, dan menghilang ke pelosok desa yang jauh dari jangkauan.

Di tengah kesunyian desa dan hati yang hancur, sebuah keajaiban muncul. Di saat ia sudah melepaskan statusnya sebagai istri, Allah menitipkan detak jantung di rahimnya. Haniyah hamil. Di saat ia tak lagi memiliki sandaran, dan di saat Haris mungkin sudah menjadi milik orang lain.

Haruskah Haniyah kembali...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERJAMUAN TERAKHIR

Siang itu, udara terasa begitu berat bagi Haniyah. Dering telepon dari Ratih memecah kesunyian rumah. Sahabatnya itu mengabarkan bahwa dokumen yang diminta telah selesai. Ratih bersikeras ingin datang ke rumah karena rasa penasarannya sudah di ujung tanduk, namun Haniyah melarangnya dengan tegas. Ia tidak ingin ada risiko sekecil apa pun jika Haris tiba-tiba pulang lebih awal. Akhirnya, mereka sepakat bertemu di sebuah kafe remang yang dulu sering mereka jadikan tempat berkumpul saat masa kuliah.

Tiga puluh menit kemudian, Haniyah sudah duduk di hadapan Ratih. Wajah Ratih tampak tegang, tangannya menggenggam sebuah map cokelat yang diletakkan di atas meja.

"Hani, tolong katakan padaku ini hanya lelucon. Kamu dan Haris adalah definisi pasangan ideal di mataku. Kenapa tiba-tiba ada kertas sialan ini di antara kalian?" tanya Ratih tanpa basa-basi.

Haniyah menunduk, memainkan ujung jilbabnya sebelum akhirnya menceritakan semuanya. Suaranya bergetar saat menyebutkan desakan ibu mertuanya dan kehadiran Deswita yang sombong. Ia menjelaskan bahwa ia tidak sanggup membiarkan Haris terus membangkang demi membelanya, sementara ia sendiri tidak bisa memberikan apa yang keluarga itu inginkan.

"Haris sangat mencintaiku, Ratih. Justru karena itu, dia tidak akan pernah mau menikah lagi selama aku ada di sana. Aku tidak mau dia menjadi anak durhaka karena diriku. Aku harus pergi agar dia punya alasan untuk menuruti ibunya," isak Haniyah.

Ratih terdiam, matanya berkaca-kaca mendengar pengorbanan sahabatnya. Ia menggenggam tangan Haniyah dengan erat. "Ini ujian cinta yang sangat kejam, Hani. Tapi jika ini keputusanmu, aku akan membantumu. Kamu butuh tempat tinggal, kan?"

Haniyah mengangguk perlahan. "Adakah tempat yang jauh dari kota? Kalau bisa di pelosok yang tidak terjangkau internet. Aku ingin benar-benar menghilang."

Ratih terdiam sejenak, lalu teringat sesuatu. "Aku punya rumah peninggalan nenekku di sebuah desa terpencil. Rumah itu sudah lama tidak dirawat sejak beliau wafat. Letaknya jauh dari pasar dan penduduknya sangat jarang. Apakah kamu bersedia tinggal di sana?"

"Aku bersedia, Ratih. Terima kasih banyak. Tapi tolong, berjanjilah padaku untuk merahasiakan keberadaanku dari Haris. Jangan beritahu dia sedikit pun," pinta Haniyah dengan tatapan memohon.

"Aku berjanji, Hani. Demi kamu," jawab Ratih lirih. Mereka pun berpelukan erat. Ratih bertanya kapan Haniyah akan berangkat, dan Haniyah menjawab mantap bahwa ia akan pergi besok jam empat pagi. Ratih berjanji akan menjemputnya tepat waktu.

Haniyah pulang ke rumah dengan hati yang lebih ringan namun sekaligus lebih hancur. Ia menyimpan berkas cerai itu di laci terdalam yang tidak akan mungkin disentuh oleh Haris. Mengingat ini adalah malam terakhirnya, Haniyah pergi ke dapur dengan semangat yang berbeda. Ia memasak semua makanan favorit Haris, mulai dari rendang daging yang dimasak lama hingga sambal goreng ati yang aromanya menggugah selera. Ia ingin memanjakan lidah suaminya untuk terakhir kalinya.

Tak lama kemudian, suara mobil Haris terdengar. Pria itu masuk ke rumah dengan wajah lelah, namun senyumnya langsung mengembang saat melihat Haniyah. Haris segera menarik Haniyah ke dalam pelukan hangatnya, memejamkan mata sambil menghirup aroma tubuh istrinya dalam-dalam.

"Ah, pengisi daya terbaikku sudah siap. Rasanya semua penat di kantor hilang seketika," gumam Haris dengan suara serak.

Haniyah hanya tersenyum haru, mengusap rahang suaminya dengan lembut. "Mas bersihkan diri dulu ya. Setelah sholat Maghrib, kita makan malam. Aku masak spesial untukmu."

Selepas sholat Maghrib berjamaah, mereka duduk di meja makan. Haris makan dengan sangat lahap, berkali-kali ia memuji masakan Haniyah yang menurutnya tidak ada tandingannya di dunia ini. Haniyah terus menambah porsi nasi di piring Haris, memastikan suaminya benar-benar kenyang dan puas malam itu.

Setelah Isya, Haris sempat berkutat dengan beberapa dokumen di ruang kerjanya. Sementara itu, di dalam kamar, Haniyah sedang mempersiapkan kejutan terakhir. Ia mandi dengan sabun beraroma mawar, lalu mengenakan lingerie hitam berbahan satin yang sangat seksi. Kulit putihnya tampak menyala kontras dengan warna gelap baju itu. Ia memulas makeup tipis yang mempertegas kecantikannya dan membiarkan rambut panjangnya tergerai indah.

Haniyah melangkah perlahan menuju ruang kerja suaminya. Haris yang sedang serius menatap layar laptop seketika ternganga. Pena di tangannya terjatuh saat melihat penampakan istrinya yang luar biasa cantik dan menggoda.

"Hani? Kamu... ada apa dengan penampilan ini, Sayang?" tanya Haris dengan tenggorokan yang tiba-tiba terasa kering.

Haniyah tidak menjawab dengan kata-kata. Ia menghampiri Haris dan langsung duduk di pangkuan suaminya. Ia mengalungkan lengannya di leher Haris, lalu mengecup dahi dan kedua mata suaminya dengan penuh kasih sayang. Haris terpaku, merasa heran karena ini adalah pertama kalinya Haniyah bertindak seberani ini. Namun, ia tidak menolak. Ia membiarkan Haniyah memimpin.

Saat bibir mereka bertemu, pertahanan Haris runtuh. Ia tidak bisa lagi diam. Dengan gerakan sigap, Haris mengangkat tubuh Haniyah tanpa melepaskan ciuman mereka, membawanya menuju kamar tidur. Meski hatinya merasa ada sesuatu yang janggal dengan perubahan sikap Haniyah, hasrat yang memuncak membuat Haris mengesampingkan segala logika.

Malam itu, pertempuran cinta mereka terasa begitu membara. Haniyah memberikan segalanya, ia bergerak dengan semangat seolah ingin menanamkan ingatan yang abadi di benak Haris. Ia ingin suaminya merasa sangat terpuaskan, sebuah persembahan terakhir sebelum ia menghilang.

Setelah mencapai puncaknya, mereka berdua terengah-engah dalam pelukan. Haniyah bersandar di dada bidang Haris, mendengarkan detak jantung pria itu yang masih kencang.

"Kenapa malam ini kamu begitu berani, Hani? Kamu membuatku hampir gila," tanya Haris dengan napas yang masih tersengal.

Haniyah hanya menatap wajah Haris, menyeka sisa keringat di dahi suaminya, lalu kembali mengecup bibirnya perlahan. Haris semakin bingung dengan kebisuan istrinya yang penuh makna.

"Jangan memancingku lagi, Hani. Nanti kau sendiri yang tidak akan tahan menanggungnya," bisik Haris memberi peringatan.

Bukannya berhenti, Haniyah justru mulai menciumi leher dan jakun Haris, area yang paling sensitif bagi suaminya. Hasrat Haris kembali tersulut dalam sekejap.

"Mas sudah memperingatkan kamu, tapi kau tidak mau dengar. Jadi sekarang, tanggung jawablah," kata Haris yang kembali membalikkan posisi dan menggagahi tubuh istrinya. Cinta mereka meledak untuk kedua kalinya dalam suasana yang penuh gairah hingga akhirnya keduanya benar-benar kelelahan dan jatuh tertidur.

Namun, Haniyah tidak benar-benar tidur. Saat memastikan napas Haris sudah teratur dan suaminya tertidur pulas, Haniyah bangkit dengan perlahan. Ia membersihkan diri di kamar mandi, lalu menuju ruang ganti. Dengan tangan gemetar, ia memasukkan baju-bajunya ke dalam koper yang sudah ia siapkan. Ia mengenakan pakaian tertutup dan hijabnya, bersiap untuk pergi selamanya.

Haniyah kembali ke samping tempat tidur. Ia membenarkan letak selimut Haris, menatap wajah pria itu untuk terakhir kalinya dalam waktu yang lama. Ia mengecup dahi Haris dengan sangat lembut, menahan agar air matanya tidak jatuh mengenai wajah suaminya.

"Maafkan aku, Mas. Aku mencintaimu, lebih dari nyawaku sendiri," bisik Haniyah nyaris tak terdengar.

Ia meletakkan map cokelat berisi dokumen cerai dan sepucuk surat di meja nakas, tepat di samping ponsel Haris. Dengan langkah yang sangat hati-hati, ia menyeret kopernya keluar dari rumah yang selama lima tahun ini menjadi saksi bisu kebahagiaan mereka. Di depan pagar, mobil Ratih sudah menunggu dalam kegelapan subuh. Haniyah masuk ke dalam mobil tanpa menoleh ke belakang, meninggalkan semua mimpinya demi apa yang ia yakini sebagai kebahagiaan Haris.

1
Rara Ardani
jemput lah kebahagiaanmu farel, Haris bosmu baik, karena menganggap kalian keluarga 💖💖💖
Rara Ardani
ayo farel buka hatimu, jangan kaku gitu, kamu akan mendapatkan kebahagiaan an nanti 🤭🤭
Uba Muhammad Al-varo
kamu tidak nyaman karena pengabaian Ratih kan karena kamu ada rasa ke Ratih
Pujiastuti
sudah mulai ada rasa dihati Farel buat Ratih, tapi Farel belum menyadarinya
lanjut kak semangat 💪💪
Naufal hanifah
cerita nya bagus /Good//Good//Good/
Mira Hastati
bagus
Uba Muhammad Al-varo
farel....... akhirnya terpesona oleh Ratih karena kesederhanaannya dan merakyat 😊😊😊
Eliermswati
ayo farel kejar g ad loh cwe sbaik Ratih, yg g gengsi mkn pinggir jln itu justru lbh nikmat dan enk perut kenyang hti pun senang smga hani cpt smbh y dan bail2 sj
🤣🤣
Eliermswati
smga slmt y thor kshn Hani dah nunggu lm🙏🙏
Perempuan
Keingat dulu pernah keguguran anak pertama. membaca kondisi Niyah, perutku juga rasanya kram
Pujiastuti
semoga calon anak mereka aman dan ngak kenapa²

lanjut kak tetap semangat 💪💪
Salsa Billa
thor halunya kayak didunia sihir, masak pembangunan vila 3hr hampir siap huni,,, segaknya 6bln masih masuk akal 😁😁😁😁 tp ok lah namanya dunia halu
Uba Muhammad Al-varo
bagaimana pun keadaannya semoga Haniyah dan Ratih baik' saja dan secepatnya diketemukan dan diselamatkan oleh Haris, farel dan pasukannya
Eliermswati
ayo haris cptan tlng istrinya jngn smpe terjadi sesuatu sm mreka, thor jngn bkn hani keguguran y kshn kn dah nunggu lm 🙏🙏🙏
Wardah Saiful
romantis,sweet,ada.gemes2nya dikit,top deh❤️💪
Uba Muhammad Al-varo
tinggal sekarang Haniyah menjalani kehamilan ini dengan bahagia dan senang, semua masalahnya sudah terselesaikan dengan baik, hubungan antara ibu mertuanya sudah lebih baik lagi
Uba Muhammad Al-varo
Haris........ terus lindungi Niyah, jangan sampai Niyah terluka lagi
Perempuan
surat dokter yg menyatakan Haris mandul harus disiasati juga. Emaknya bisa saja marah krn merasa dibohongi. Emang lebih baik di desa aja dulu Ris., udaranya juga bagus utk kesehatan si Bumil tercinta
Enny Suhartini
semangat
Uba Muhammad Al-varo
ternyata Miss komunikasi yang terjadi antara Haniyah dan Haris, ayolah Niyah kalau ada sesuatu yang terjadi bicarakan dengan baik' dan terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman /Kiss/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!