NovelToon NovelToon
Sandi Hati Sang Alpha

Sandi Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Satu kontrak, dua keluarga, dan ribuan rahasia. Bagi Bhanu Vandana, Selena Arunika adalah aset yang ia beli. Bagi Selena, Bhanu adalah tirani yang harus ia taklukkan. Di aula yang beraroma cendana, mereka tidak memulai sebuah pernikahan, melainkan sebuah peperangan. Saat fajar bertemu dengan matahari yang beku, siapa yang akan bertahan ketika topeng-topeng kekuasaan mulai retak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembalinya sang hantu dari abu pasifik

Malam itu, pesisir utara Jakarta tidak hanya dingin karena angin laut, tetapi juga mencekam karena keheningan yang tidak wajar. Di dalam vila Vandana yang biasanya berdengung oleh suara sistem pendingin server, semua perangkat elektronik mendadak bisu. Lampu-lampu indikator penguncian pintu mati total, meninggalkan Bhanu dalam kegelapan yang pekat.

Bhanu berdiri di tengah ruang utama, indra tempurnya yang telah terasah selama bertahun-tahun berteriak waspada. Ia tidak menggunakan senter; ia membiarkan matanya terbiasa dengan remang cahaya bulan yang masuk dari jendela besar. Di tangannya, sebuah pistol kaliber .45 sudah terkokang. Di belakangnya, di dalam kamar yang terkunci rapat, Selena duduk meringkuk di atas tempat tidur, tangannya tak lepas dari perutnya yang mulai terasa hangat secara misterius.

"Dahayu, kau dengar aku?" Bhanu berbisik melalui mikrofon kecil di kerahnya.

Hanya ada suara statis yang pecah. "Sistem... dilumpuhkan... dari frekuensi rendah..." Suara Dahayu terdengar jauh dan terdistorsi sebelum akhirnya hilang sepenuhnya.

Tiba-tiba, pintu kaca besar yang menghadap ke laut terbuka perlahan. Tidak ada suara engsel yang berderit, hanya suara langkah kaki yang berat dan terseret di atas lantai marmer. Sesosok pria muncul dari balik kegelapan koridor. Cahaya bulan menyinari wajahnya secara bertahap, mengungkapkan sosok yang seharusnya sudah menjadi abu di dasar laut Pasifik.

Itu adalah Raka.

Wajahnya tampak seperti peta penderitaan. Bekas luka bakar yang hebat merusak sisi kiri wajah dan lehernya, meninggalkan jaringan parut yang memutih. Pakaiannya compang-camping, dan bau air laut serta bahan kimia medis tercium kuat darinya.

"Jangan tembak, Bhanu," suara Raka terdengar serak, seolah-olah pita suaranya telah terbakar. Ia terhuyung dan jatuh berlutut, darah hitam kental menetes dari sela-sela jarinya yang mencengkeram lantai.

Bhanu tidak menurunkan senjatanya. "Raka? Kau seharusnya mati bersama Ibu di pulau itu. Bagaimana kau bisa sampai ke sini?"

Raka tertawa getir, sebuah suara yang lebih mirip rintihan. "Ibu... dia tidak ingin aku mati. Dia butuh seseorang untuk menyaksikan 'kebangkitannya'. Dia menyiksaku di sebuah fasilitas di Rusia selama berbulan-bulan, Bhanu. Dia menjadikanku umpan hidup untuk menguji jangkauan frekuensi biometrikmu. Aku adalah antena berjalan yang dikirim untuk mencarimu."

Selena keluar dari kamar, mengabaikan peringatan Bhanu. Ia menatap Raka dengan tatapan nanar. "Raka... apa yang terjadi pada Ibu? Kenapa dia mengirimmu kembali?"

Raka menatap Selena dengan mata yang dipenuhi ketakutan murni—ketakutan yang belum pernah mereka lihat pada sosok Raka yang dingin. "Ibu telah menjual jiwanya pada 'The Nephilim', Selena. Mereka adalah faksi militer bayangan yang percaya bahwa manusia adalah kegagalan evolusi. Mereka menginginkan anakmu. Mereka tidak ingin menjadikannya manusia super; mereka ingin menjadikannya 'Pusat Logika' bagi jaringan global mereka. Mereka akan membedahmu untuk mengambil janin itu sebelum ia sempat lahir secara alami."

Raka mencengkeram lengan Bhanu dengan sisa tenaganya. "Lari sekarang. Mereka tidak mengirim pasukan biasa. Mereka mengirim 'The Reapers'—manusia yang telah dihapus emosinya dan diganti dengan protokol perburuan digital. Mereka sudah berada dalam radius dua kilometer dari sini."

Bhanu menatap saudaranya, lalu menatap istrinya. Ia tahu malam ini adalah akhir dari masa tenang mereka. "Dahayu! Siapkan kendaraan lapis baja di hangar bawah! Kita pergi sekarang!"

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Yulianti
bagus bgt kita diajak untuk berimajinasi,ttp aja ketulusan hati mengalahkan segalanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!