" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 22
" honey...." panggil haru menghampiri daiky yang baru saja keluar dari ruangan meeting.
Daiky menghela nafas jengah. Dia menatap datar pada selingkuhan nya itu. " ada apa?" tanyanya dingin.
" really? Kau bertanya seperti itu pada ku honey? Setelah kau hilang tanpa kabar ?" ujar Haru tidak habis pikir.
Bisa bisanya daiky bertanya seperti itu setelah 2 hari ini hilang tanpa kabar. Di telpon tidak di jawab, di kirim pesan pun tak di balas.
" pergi lah aku sibuk" ujar daiky.
" aku tidak akan pergi" ujar haru memeluk manja lengan daiky " aku akan menemanimu Bekerja" ujar haru
masa iya setelah susah payah dia kesini dan begitu tiba di sini malah pulang. Yang waras dong! Baru juga ketemu beberapa menit udah di suruh pergi aja.
" pergi sekarang atau aku panggilkan satpam?" tanya daiky.
Hari menatap tak percaya pada daiky. Serius? Daiky beneran mengusir nya? apa yang terjadi? apa daiky sudah bosan dengan nya dan kini sudah mencintai istri nya?
" kenapa kamu mengusir ku? Padahal biasanya kamu selalu menunggu kehadiran ku. Apa sekarang kamu sudah mencintai istri mu dan ingin membuang ku?" tanya Haru marah.
tanpa berniat menjawab, daiky melepaskan tangan haru yang memeluk lengan nya lalu pergi begitu saja tanpa mempedulikan Haru yang berteriak marah padanya.
" ARGHHHHH!! Daiky sialan!! Kalo bukan karena dia pewaris keluarga niky ogah banget gw dekat dekat sama dia" ujar haru marah sendiri setelah daiky pergi" andai Naoki yang menjadi pewaris nya, nggak akan kek gini jalannya "
Yaa, dari awal haru memang tidak mencintai daiky. dia terpaksa mendekati daiky dan mau menjadi selingkuhan nya Hanya demi harta.
Coba bayangkan, bagaimana nanti hidupnya setelah menikah dengan daiky niky? Seorang pewaris sah keluar niky. tentu saja hidupnya akan sangat bahagia.
Sebenarnya dia sangat menyukai Naoki, dari dulu dia tertarik pada Naoki yang menurutnya lebih asik dan lebih tampan. dulu dia memiliki niat untuk mendekati Naoki, namun setelah pengumuman pewaris jatuh ke tangan daiky sepenuhnya membuat haru membuang niatnya itu.
Coba bayangkan saja jika dia hidup dengan Naoki? Pria pengangguran yang memiliki IQ pas Pasan. Dulu saja saat sekolah Naoki tidak pernah masuk sepuluh besar. Ah! Hidupnya pasti akan sangat menderita. dan anaknya pun pasti akan ikut bodoh seperti Naoki.
" lagian di pria tua itu berbagi harta tidak adil Banget. Seharusnya Naoki juga mendapatkan separuh harta itu" gerutu nya lalu memilih pergi dari sana.
Haruka duduk termenung di kursi yang ada di balkon kamar nya. Saat ini rumah nya sepi, tanpa ada Naoki ataupun daiky. Kalo daiky pergi bekerja berarti Naoki pergi untuk bermain. Memang apa lagi yang di lakukan pria pengangguran?
" gimana nasib rumah tangga gw? bakal bercerai atau bakal kek gini gini aja? Atau apa mungkin daiky akan berubah?" gumam Haruka lirih memikirkan nasib rumah tangganya.
Haruka juga sama seperti wanita pada umumnya yang mengimpikan rumah tangga yang bahagia. Memiliki suami yang mencintai nya dan juga memiliki anak anak yang lucu.
bukan seperti rumah tangga nya saat ini. Suaminya sibuk dengan wanita lain dan dia.... juga sama.
" huh! Rumah tangga macam apa ini?" gumam Haruka merasa lelah dengan keadaan.
Jika berpisah maka berpisah saja biar dia bebas. dan jika tetap dalam pernikahan setidaknya daiky berubah. apa daiky tidak pernah berfikir untuk belajar mencintai dirinya? Setidaknya sedikit saja.
Haruka mengusap perutnya yang datar, lalu menunduk menatap perutnya " andai aku dan daiky saling mencintai, pasti dari tahun yang lalu aku sudah hamil. pasti saat ini aku sudah miliki anak. Pasti hidup ku tidak seperti ini" gumamnya membayangkan andai saja daiky mencintai nya. Rumah tangga nya pasti tidak akan seperti ini.
Haruka sangat ingin hamil, dia ingin melahirkan anak daiky. Mungkin dengan seperti itu daiky pasti akan mencintai nya. Tapi bagaimana caranya?
" Naoki" gumamnya yang tiba tiba teringat pada Naoki.
pikiran nya tiba tiba teringat kembali pada malam panas itu. Senyuman malu malu terbit di bibirnya. Perasaan nya yang tadi kacau kini membaik.
Satu kata yang kini terbesit di dalam benaknya. Andai... Andai dulu yang di jodohkan dengan nya adalah Naoki. Pasti jalan ceritanya tidak seperti ini.
Tanpa terasa hari sudah sore. Terlalu asik melamun Haruka sampai tidak sadar dengan kepulangan daiky. Yaa, akhir akhir ini daiky memang selalu pulang tepat waktu.
" Haruka" panggil daiky menghampiri Haruka yang sedang melamun di balkon.
" yaa?" jawab Haruka terkejut dengan kehadiran daiky
" kamu tidak ingin pergi ke rumah kakak mu?" tanya daiky.
Kening Haruka berkerut binggung. Kenapa daiky bertanya seperti itu? akhir akhir ini daiky memang banyak berubah. Tapi Haruka tidak dapat memastikan perubahan itu kearah mana. Ke arah perpisahan atau kebaikan?
" memang nya kenapa? Tumben kamu nanya gitu" tanya Haruka
" nggak papa, hanya saja kita sudah lama tidak kesana" ujar daiky.
Yaa memang sudah sangat lama. Terakhir kali saat acara ulang tahun keponakan nya itu. Setelah itu mereka tidak pernah lagi berkunjung.
" kamu ingin kesana?" tanya Haruka.
Siapa tahu daiky ingin bermain kesana makanya dia bertanya seperti itu kan. siapa tahu daiky juga ingin akrab dengan kakaknya. Maybe.
" tidak juga, tapi jika kamu mau aku bisa mengantarkan mu" jawab daiky.
Haruka semakin binggung di buatnya. kemaren ke rumah orang tuanya. Sekarang ke rumah kakaknya. Apa yang membuat daiky seperti ingin membuat nya senang? Apa karena mereka akan bercerai, atau... Karena daiky tahu tentang perselingkuhan Haruka dan Naoki?
" tapi kenapa?" tanya Haruka masih merasa heran.
" kenapa apanya?" tanya daiky tidak mengerti dengan pertanyaan Haruka.
" kenapa tiba tiba kamu bersikap seperti ini? "
Daiky tidak langsung menjawab, dia terlihat gelagapan dan binggung harus menjawab apa. namun Detik berikutnya dia segera memberi alasan.
" apa kamu lebih menyukai ku yang dulu?" tanya daiky.
Ini semakin membingungkan. sejak kapan daiky peduli tentang perasaan nya? Mau dia suka atau tidak biasanya daiky akan bersikap bodoh amat. Apa daiky benar benar ingin berubah dan memperbaiki hubungan mereka?
entah ini pertanda bagus atau tidak. Yang jelas perasaan Haruka biasa saja. dia tidak merasa waw! tidak merasa akhirnya perjuangan nya tidak sia sia. perasaannya malah hambar dan tidak berkesan apapun.
" jadi diri sendiri saja, jangan paksakan dirimu untuk menjadi orang lain" ujar Haruka " aku bisa pergi sendiri nanti ke rumah kak Seto, kamu tidak usah khawatir" ujar Haruka.
" aku akan mengantarmu, jika kamu pergi sendiri pasti akan membuat kak Seto bertanya tanya " ujar daiky.