Katarina Ayudia adalah siswi genius penerima beasiswa yang hidup sederhana, sementara Alarick Valerius adalah putra tunggal konglomerat sekaligus ketua geng motor yang ditakuti. Cinta mereka yang membara harus menghadapi tembok besar bernama Victoria Valerius, ibu Alarick, yang merancang fitnah keji untuk memisahkan mereka. Victoria mengancam masa depan Kate dan memanipulasi Alarick hingga pria itu percaya bahwa Kate adalah gadis oportunis yang telah mengkhianatinya dengan banyak pria.
Perpisahan pahit selama bertahun-tahun meninggalkan luka mendalam, Kate hidup dalam kemiskinan dan kerja keras demi bertahan hidup, sementara Alarick tumbuh menjadi CEO dingin yang menderita trauma psikologis berupa rasa mual hebat setiap kali menyentuh Kate karena bayangan fitnah masa lalu.
langsung baca aja dear😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Takdir Yang Tertunda
Konferensi pers di kantor pusat Valerius Group sore itu seharusnya menjadi panggung kehancuran Kate. Bara Mahendra datang dengan setelan angkuh, merasa di atas angin. Namun, ia tidak menyadari bahwa Alarick telah menyiapkan algojo untuknya.
Alarick berdiri di podium, bukan untuk meminta maaf, melainkan untuk menayangkan video digital forensik yang membedah keaslian foto fitnah Bara hingga ke akar-akarnya.
"Bara Mahendra," suara Alarick menggema dingin. "Kamu tidak hanya menghina kekasihku, kamu telah melakukan kejahatan ITE berat. Polisi sudah menunggumu di lobi."
Wajah Bara memucat. Ia mencoba lari, namun Maya menghadangnya dengan senyum kemenangan. "Mau ke mana, Bara? Penjara lebih nyaman daripada hotel yang kamu palsukan itu."
Di tengah kericuhan itu, pintu aula terbuka lebar. Seorang pria paruh baya dengan gaya Old Money Amerika yang kental masuk. Mengenakan setelan bespoke abu-abu arang, pria itu adalah Arthur Sterling, taipan investasi dunia yang baru saja mendaratkan jet pribadinya dari Manhattan.
Mata Arthur tidak tertuju pada kamera, melainkan pada gelang perak tipis dengan ukiran inisial "A" yang melingkar di pergelangan tangan Kate.
Rahasia Dibalik Gelang..
"Gelang itu..." suara Arthur Sterling bergetar, aksen Amerikanya terdengar berat dan penuh emosi. "Hanya ada dua di dunia ini. Satu milik mendiang istriku, Evelyn, dan satu lagi kuberikan pada putri kecilku, Katherine, yang menghilang dua puluh tiga tahun lalu saat kerusuhan di perbatasan ketika kami sedang melakukan perjalanan kemanusiaan."
Kate membeku. Nama aslinya memang Katarina, yang merupakan bentuk lokal dari Katherine. Ia memegang gelang peninggalan ibunya itu dengan tangan gemetar. Selama ini, ia percaya ayahnya sudah meninggal, seperti yang diceritakan bibinya untuk melindunginya dari kejaran orang-orang yang mengincar harta Sterling.
"Nama istrimu... Evelyn?" tanya Kate lirih.
"Evelyn Sterling. Dan putriku... namanya Katherine Sterling."
Dunia seolah berhenti berputar. Alarick segera menangkap tubuh Kate yang hampir luruh. Ia memeluknya dari belakang, memberikan sandaran kekuatan.
"Kate, lihat aku," bisik Alarick.
"Arthur Sterling adalah pria yang selama ini menyumbangkan jutaan dolar ke yayasan pencarian anak hilang di seluruh dunia hanya untuk mencarimu. Kamu bukan putri dari orang biasa, Kate. Kamu adalah seorang Sterling."
Maya mengangguk mantap, air mata haru jatuh di pipinya.
"Kate, lo adalah pewaris dari salah satu keluarga paling berpengaruh di dunia. Tidak ada lagi yang bisa menyentuhmu."
Malam harinya, Alarick membawa Kate dan Arthur Sterling ke rumah utama Valerius. Victoria duduk di sana, masih berusaha bersikap tenang. Namun, saat ia melihat Arthur Sterling, pria yang asetnya mampu menenggelamkan seluruh kekayaan keluarga Valerius berjalan di samping Kate, wajah Victoria berubah menjadi pucat pasi.
"Alarick, siapa pria ini?" Victoria terbata.
Alarick menatap ibunya dengan tatapan yang sangat kompleks. "Ibu, perkenalkan. Ini adalah Arthur Sterling. Ayah kandung dari kate. Sepertinya rencana Ibu untuk menjodohkanku dengan kolega bisnis benar-benar menjadi bumerang."
Arthur Sterling maju selangkah, auranya begitu mengintimidasi. "Nyonya Valerius, aku sudah mendengar apa yang kau lakukan pada putriku. Di New York, kami menghancurkan orang-orang sepertimu sebelum sarapan. Namun, putriku memiliki hati yang terlalu baik."
Kate menarik napas panjang. Ia menoleh ke arah Alarick, melihat luka di mata pria itu. Ia tahu Alarick tidak akan pernah benar-benar bahagia jika harus membenci ibunya seumur hidup.
"Al," panggil Kate lembut. "Aku ingin kita hidup tenang. Aku memaafkannya."
Alarick menatap ibunya. "Aku memaafkan Ibu, demi Kate."
Beberapa bulan kemudian, pesta pernikahan paling megah digelar. Alarick berdiri di pelaminan dengan gagah. Kate berjalan di aisle didampingi oleh Arthur Sterling. Kate terlihat sangat mempesona dalam gaun pengantin rancangan desainer Paris, namun perhiasan yang paling ia banggakan tetaplah gelang perak kuno milik ibunya.
Malam harinya, di apartemen mereka, Alarick memeluk Kate dari belakang sambil menatap langit malam.
"Tidak ada lagi mual, tidak ada lagi rahasia," bisik Alarick.
"Dan tidak ada lagi yang bisa memisahkan kita, Mr. Valerius," balas Kate sambil tersenyum.
Alarick memutar tubuh Kate, menatapnya dengan cinta yang kini sudah sempurna.
"Mari kita buat kenangan baru, Mrs. Sterling-Valerius. Kenangan yang akan membuatmu lupa bahwa kita pernah melewati neraka."
Alarick mencium Kate dengan penuh pemujaan, membawa ratunya menuju kebahagiaan yang sesungguhnya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Happy Reading😍