NovelToon NovelToon
CINTA DI ATAS PENGKHIANATAN

CINTA DI ATAS PENGKHIANATAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Dark Romance / Pengkhianatan
Popularitas:40.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Liora merasa dunianya runtuh dalam semalam. Baginya, Raka adalah pelabuhan terakhir, dan Salsa adalah rumah tempatnya bercerita. Namun kini, kenyataan pahit menghantamnya tanpa ampun; dua orang yang paling ia percayai justru menusuknya dari belakang dengan cara yang paling hina. Kepercayaan yang ia jaga setinggi langit, kini hancur berkeping-keping di bawah kaki tunangan dan sahabatnya sendiri.
Liora tidak pernah menyangka bahwa prinsip yang ia pegang teguh untuk menjaga kehormatan di depan Raka, justru menjadi celah bagi Salsa untuk masuk dan mengambil alih segalanya. Bagai sebuah ironi, Liora memberikan kasih sayang yang tulus, namun dibalas dengan perselingkuhan yang dilakukan tepat di belakang punggungnya.
Apakah Liora akan tetap diam dan pura-pura tidak tau atau ia akan membalaskan dendamnya kepada kedua manusia yang telah mengkhianatinya...
Penasaran ayok ikuti kisah selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Pernyataan Raka

"Awalnya saya ingin menemui sahabat saya, entah saya dapat pesan itu dari siapa? yang saya tahu dia meminta bantuan saya, dan meminta saya bertemu dengannya." jelas Salsa dengan wajah yang menyedihkan kini bahunya bergetar hebat menahan isak tangisnya. Ia menunjukan pesan itu dari nomor tidak dikenal.

"Sa-ya... hiks... saya hanya ingin menolong sahabat saya. Seseorang mengirim pesan, mengatakan dia sedang dalam masalah di hotel ini. Saya tidak menyangka kalau niat baik saya justru menjadi jebakan yang menghancurkan hidup saya seperti ini..." lanjutnya dengan penuh dusta.

"Tapi Nona Salsa, pesan misterius itu tidak menjelaskan kenapa Anda bisa berada di atas tempat tidur dengan tunangan sahabat Anda sendiri. Bagaimana Anda menjelaskan hal itu?"

Deg! jantung Salsa berdegup kencang alasan apa yang harus ia berikan, ia meremas lututnya di bawah meja, pertayaan itu membuatnya tersudut.

Namun, sebuah suara dingin dan tegas tiba-tiba mengalihkan perhatian semua orang.

Raka berdiri di belakang mereka, seketika semua orang menoleh terhadapnya. Kini Raka melangkah menuju dengan tegas, ia menghampiri Salsa dan berdiri di belakang Salsa sambil memegang pundaknya seakan menguatkan Salsa.

"Saya di sini akan menjelaskan semua yang telah terjadi menimpa Saya dan juga Salsa." kata Raka dengan suara yang tegas.

"Kami memang berada di tempat tidur yang sama, itu benar... kami tidak menyangkal hal itu." kata Raka, ia menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan kalimatnya. "Saya yang memaksa Salsa melakukan semua itu, karena saya sedang dalam pengaruh minuman yang membuat saya kehilangan kendali terhadap diri saya sendiri." lanjutnya, Raka menatap semua wartawan dengan tatapan meyakinkan. Seakan semua pernyatannya sebuah kebenaran.

"Bagaimana dengan bukti yang akan menjelaskan bahwa yang Anda katakan itu benar?"

"Benar, kami membutuhkan bukti bukan omongan yang bisa kalian manipulasi."

Kini pertanyaan para wartawan menyerang Raka.

Tiba-tiba Salsa memberi kode pada seseorang dengan kedipan matanya.

Seorang pelayan maju dengan kaki gemetar dan tangan yang meremas sisi baju di samping tubuhnya.

"Saya saksi mata yang melihat kejadian itu." suara wanita paruh baya menggema di ruangan yang kini menjadi konferensi pers itu.

Seketika semua orang menoleh terhadap wanita paruh baya yang kini melangkah menuju ke arah mereka.

"Saya saksi mata itu, saya staf pegawai hotel di sini yang kebetulan melihat kejadian secara langsung, saya yang melihat Tuan Raka sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja dan di saat itu Nona Salsa sedang berjalan di koridor, dan tiba-tiba secara paksa ditarik oleh Tuan Raka untuk memasuki salah satu kamar di sini." jelasnya, setelah mengatakan itu wanita paruh baya itu menundukan kepalanya.

Bisik-bisik seketika memenuhi ruangan itu. Para wartawan saling pandang, kamera di segala sisi terus memotret dan merekam Salsa dan Raka.

Salsa yang kini menunduk dan bahu gemetar dengan isak tangis yang menyedihkan.

Sementara di sisi lain, di koridor rumah sakit Liora dan Lucas masih bersenda gurau satu sama lain. Kini mereka melangkah menuju kantin.

Hingga tiba di kantin, mereka memilih duduk di barisan kursi kosong yang berada di pojok kantin.

"Mau pesan apa Lio?" tanya Lucas dengan perhatian.

"Abang aja deh, aku lagi nggak mau apa-apa." balas Liora, yang kini duduk di samping Lucas.

Ia hanya menatap orang yang berlalu-lalang di area kantin rumah sakit.

Hingga tiba-tiba sebuah televisi yang berada di sana menyiarkan tayangan konferensi pers antara Salsa dan Raka. Tiba-tiba pandangan berubah menjadi tajam, Liora mengepalkan kedua tangannya yang berada atas meja dengan wajah yang memerah menahan amarah.

Lucas yang melihat gelagat aneh Liora seketika mengalihkan pandangannya melihat apa yang kini Liora Lihat.

"Brengsek! dasar medusa bisa-bisanya mereka berkilah, meski sudah tertangkap basah." cibir Lucas, lalu tatapannya beralih pada Liora.

"Lio, are you okay?" tanya Lucas.

Liora hanya mengangguk kecil sebagai jawaban, lalu beranjak dari tempat duduknya.

"Sebaiknya kita kembali, mungkin Ayah dan Bunda sedang mencari kita." ujar Liora, lalu melangkah pergi dari sana bersama Lucas yang kini mengekorinya di belakang.

Sementara di dalam ruangan VIP. Kevandra baru saja mendapatkan video siaran langsung itu dari orang kepercayaannya Rio. Rahangnya mengeras saat mendengar kalimat pengkhianatan itu.

Sementara di sudut lain ruangan, Prayudha pun sama halnya dengan Kevandra, ia mendapatkan kabar itu. "Pasangan yang cocok, untung saja anakku mengetahuinya dari awal." cibirnya.

Sementara di tempat lain. Saat ini Salsa baru saja selesai melakukan konferensi pers itu, para wartawan mulai membubarkan diri mereka, semua yang terjadi dengan Salsa dan Raka dianggap sebuah kecelakaan yang tidak di sengaja, dan mereka memohon untuk menutup berita yang kini sedang berlangsung, dan akan menyelesaikan nya secara kekeluargaan.

Kini Salsa dan Raka tersenyum penuh kemenangan. "Semuanya, sudah teratasi, sekarang tidak akan ada lagi yang mempertanyakan bahkan menyudutkan kita." kata Raka, yang kini sedang bersama Salsa di sebuah ruangan yang mereka pesan khusus.

Salsa yang mendengar itu mendekat ke arah Raka dan langsung memeluknya. "Kamu benar Sayang, sekarang kita tidak perlu bersembunyi, karena sekarang mereka akan mengira kedekatan kita adalah sebuah pertanggung jawaban kamu, atas semua yang telah terjadi." bisik Salsa.

Sementara Raka hanya mengangguk. "Aku melakukan ini semua hanya untuk menyelamatkan hidupku sendiri Salsa." batin Raka.

Raka membalas pelukan Salsa lalu mencium keningnya, seakan-akan wanita itu adalah wanita yang benar-benar ia cintai.

Salsa yang mendapatkan perlakuan dari laki-laki yang ia cintai tidak kalah bahagia, semuanya sepadan dengan apa yang telah terjadi kehilangan Kevandra, mendapatkan hukuman ayahnya dan harus menjadi pion ibu tirinya bukan hal apa-apa baginya, selagi Raka bisa menjadi miliknya.

Sementara di lain tempat, kini Liora dan Lucas yang sudah berada di ruangan VIP itu mereka saling pandang sejenak. Sebelum masuk ke dalam.

Ceklek! suara pintu terbuka. Liora dan Lucas melangkah menghampiri Kiara dan Prayudha.

"Kalian dari mana saja?" tanya lembut Kiara, yang kini menatap anak-anaknya.

"Barusan Abang minta ditemani ke kantin Bun, manja sekali kan." kata Liora dengan nada setengah bercanda.

Kiara hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak-anaknya.

"Memangnya kenapa? Kamu adikku, suka-suka Abang dong mau ajak Adek kemana." bela Lucas, lalu melangkah menuju Prayudha dan kini ia duduk di samping ayahnya.

"Tapi Bun, Aku nggak suka, kenapa Abang tidak mencari istri saja, agar bisa Abang bawa kemana-mana." adu Liora, lalu melangkah menghampiri Kiara dan memeluknya, diam-diam Liora memberikan sebuah senyuman miring pada Lucas.

Lucas yang mendengar kalimat istri dari mulut Liora tiba-tiba membeku, jangan sampai Bunda mencarikannya jodoh. pikir Lucas.

Ia memberikan tatapan tajam pada Liora sementara Liora membalas tatapan itu dengan senyum kemenangan.

Kevandra dan Almaira yang melihat interaksi Lucas dan Liora, di buat tersenyum dengan kedekatan mereka sebagai adik dan kakak.

1
Mingyu gf😘
nahhh itu pasti Raka
Mingyu gf😘
Semoga Raka gk mati
Wida_Ast Jcy
kirain raka mati thor. bagus lah dia selamat semoga dia sadar nantinya
Wida_Ast Jcy
iya bener benar kesihan ya. itu sudah menjadi takdir dia kali ya thor. biar tahu rasa
Serena Khanza
oh prayudha itu bpk nya liora yg kemaein di sebut sama siska
putri bungsu
idih bohong kok bangga, nggak banget deh
putri bungsu
pandai banget ya ngehasut si kevan nya
putri bungsu
kalo kevan berpikir seperti yang kamu omongin pun tidak masa bukan
Kabuki
bapaknya pasti sedih dan kecewa lah. anak perempuannya malah anuan sama pria lain. disiarkan di televisi pula/Awkward/
rahmad faujan
wahhh gila sihh salsa....btw ngeri juga ya teman makan teman
Zan Apexion
Aishh, manipulasi ini bohong.
Zan Apexion
Benar itu😌
izmie kim
bukan perinsip salsa tapi emang harusnya kaya gitu nikah dulu baru satu kamar beda wanita berkelas dan gak bisa menjaga kehormatan dan marwah nya sendiri seperti kamu salsa
izmie kim
orang yang selalu diam biasanya orang yang udah tau segalanya
izmie kim
gak ada gunanya juga sih mertahanin hubungan yang orangnya aja udah main hati
evrensya
Hahahah.... blak2an banget Andahhh wahai laki2 yg tak disebutkan namanya 🤣
evrensya
alasan doang kau 🐷, astaghfirullah... sebel banget.
MARDONI
Lucas protektif banget sama Liora sampai langsung sengit lihat Kevandra 😭 tapi Liora cuma bisa nahan Abangnya biar nggak makin ribut. Dinamika si kembar ini gemes tapi juga bikin deg-degan tiap Kevandra muncul.
Indira Mr
wawancara salsa raka, nggak ngaruh ..😂
Indira Mr
iya benar medusa, bisa bisanya membalikkan fakta .🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!