NovelToon NovelToon
Apa Adanya Peno

Apa Adanya Peno

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Lelaki/Pria Miskin
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Imam Setianto

Badanya cungkring, tingginya seratus tujuh puluh centi, rambutnya cepak tapi selalu ia tutupi dengan topi pet warna abu abu kesayangannya, gayanya santai dan kalem, tidak suka keributan dan selalu akrab dengan siapa saja bahkan orang yang baru ia kenal sekalipun.

Peno waluyo namanya, pemuda usia dua puluh tahun yang tinggal didesa rengginang kecamatan tumpi kabupaten wajik bersama kedua orang tuanya dan satu adik perempuan, bapaknya bernama Waluyo dan ibu bernama Murni sedangkan adiknya uang berusia sepuluh tahun bernama Peni.

Dia punya tiga sahabat bernama Maman, Dimin dan Eko, mereka satu umuran dan rumah mereka masih satu RT, dari kecil memang sudah terbiasa bersama sampai kini mereka beranjak dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imam Setianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22

Peno dan pak Supri serta pak Basuki berjalan kaki menuju pusat perbelanjaan yang memang dekat dari Hotel tempat mereka menginap, saat sampai dipusat perbelanjaan pas dengan bekumandangnya adzan magrib, bertiga pun memutuskan untuk sholat maghrib terlebih dahulu sebelum berkeliling.

Barulah setelah sholat maghrib mereka berkeliling mencari tempat penjual ponsel.

"waktu kita cuma satu jam No, habis itu kita harus kembali kehotel buat persiapan, jam delapan pertandingannya dimulai!" ucap pak Supri mengingatkan Peno.

"iya pak, lagian saya cuma mau beli ponsel, biar gampang komunikasi nantinya!" jawab Peno.

Tak lama berkeliling mereka menemukan toko penjual ponsel, Peno langsung mengatakan pada pelayan kalo dia mencari ponsel yang murahan, yang harganya sesuai dengan uang yang ia punya.

Pelayan itu pun dengan sopan mencarikan ponsel yang Peno maksud dan membawanya kehadapan Peno, setelah melihat ponsel itu Peno langsung cocok dan langsung membayarnya, ponsel yang lumayan bagus dengan harga dua juta kini sudah Peno miliki.

"Sekalian diisi kartu ya mba, dan tolong masukan nomernya bapak bapak ini sekalian!" ucap Peno, pelayan toko itu pun mengiyakan permintaan Peno.

setelah semuannya beres bertiga langsung kembali kehotel dengan berjalan kaki juga, bertiga menyusuri trotoar jalanan dikota itu menuju hotel.

Sesampainya dihotel semua masuk kamar masing masing untuk bersiap, Peno menggunakan waktu luang itu untuk mencoba Ponsel barunya, ia membuka dompetnya, dikeluarkannya beberapa kertas berisi tulisan nomer telpon beberapa orang yang ia kenal.

Termasuk nomer ponsel pak RT dan juga nomer ponsel lik Wanto, setelah memasukan semua nomer kontak kedalam ponsel Peno mencoba mengirim pesan pada nomer milik lik Wanto, menanyakan kabar dan memberi tahu kalo sekarang ia sedang menginap dihotel yang mewah, dan juga sekalian meminta didoakan agar ia menang dipertandingan catur nanti.

pintu kamar Peno diketuk, Peno membukakan pintu, ternyata pak Supri dan pak Basuki yang mengetuknya, menanyakan Peno mau makan malam sekarang apa nanti.

"kalau makan sekarang kita pesan dihotel ini saja, biar langsung dikirim!" ucap pak Supri.

"ya wis, pesan saja, kita makan bareng dikamar Peno!" kata pak Basuki.

Pak Supri pun meraih telepon yang ada dikamar Peno, menghubungi petugas hotel untuk memesan makanan dan meminta segera dikirim, tak butuh waktu lama makanan sudah dikirim, bertiga makan malam bersama dengan menu sama yaitu nasi goreng.

Jam delapan kurang lima menit mereka menuju meeting room,sesampainya disana delapan meja dengan dua kursi saling berhadapan dimasing masing meja dan papan catur diatasnya sudah tertata rapih.

"ini pertandingan resmi No, profesional, jadi jaga sikapmu, dan jangan mengganggu konsentrasi lawanmu, karena itu dianggap pelanggaran!" kata pak Basukii menasehati Peno.

"iya No, jangan disamakan sama kalau lagi main catur diwarungnya yu War!" sambung pak Supri.

"iya pak, tenang saja, cuma satu yang saya cemaskan nanti, yaitu ngantuk kalau lawannya lama mikir!" jawab Peno.

"kalo soal itu kamu bisa minum kopi No, tuh disebelah sana sudah disediakan, mau yang dingin apa panas, semuanya komplit!" kata pak Basuki.

"waahh mantap pak, tapi sayang ga bisa ngrokok, ha ha ha ha.....!" ucap Peno sedikit guyonan sama pak Basuki dan oak Supri.

"kalau itu ya memang tidak boleh No, kan ruangannya berAC, nih ngemut permen saja, kebetulan tadi aku beli!" kata pak Supri menyodorkan beberapa bungkus permen pada Peno.

Acara dimulai dibuka langsung oleh kepala dinas pemuda dan olah raga propinsi, setelah sambutan singkat yang hanya mengucapkan selamat bertanding kepada para peserta pertandingan pun langsung dimulai, Peno dan lawannya duduk dimeja empat, keduanya tampak sudah sangat siap untuk unjuk kebolehan mengatut strategi guna mengalahkan lawannya.

Tak membutuhkan waktu yang lama Peno mampu menyudahi permainan dengan kemenangan, kini ia mendapatkan poin satu, pertandingan selanjutnya pun sudah menunggu, perlu diketahui ditingkat propinsi ini pertandingan sudah mulai menganut aturan internasional, tidak seperti saat ditingkat kabupaten.

Ditingkat propinsi ini turnamen menggunakan Sistem round robin dalam catur adalah format turnamen di mana setiap peserta bertanding melawan semua peserta lainnya setidaknya satu kali. Pemenang ditentukan berdasarkan jumlah poin terbanyak (menang\=1, remis\=0.5, kalah\=0) di akhir seluruh babak.

Jadi jika Peno menang melawan semua peserta ia bisa mendapatkan poin limabelas, tapi itu amat jarang terjadi diturnamen catur manapun.

Kini Peno sudah sedang bertanding dengan lawanya yang kedua, kali ini dari kabupaten B, dan lagi lagi dengan mudah ia bisa mengalahkan lawannya itu, dua poin diraih Peno.

Malam semakin larut, suasana ruangan makin panas dengan persaingan mengumpilkan poin, tapi malam ini semua peserta dijadwalkan hanya main dua kali, dan akan dilanjutkan esok pagi jam sembilan.

Semua peserta kembali kekamar masing masing, pak Supri dan pak Basuki mengantar Peno kekamarnya sekalian berdiskusi untuk pertandingan besok.

"hebat kamu No, awalan yang bagus, dua poin sudah ditangan, besok hajar lagi lawan lawanmu!" ucap pak Supri memuji keberhasilan Peno malam ini.

"tadinya saya bingung pak dengan sistemnya, ternyata kita nanti ketemu semuanya, kalau gitu dari awal memang harus main cepat!" kata Peno.

"ya memang kaya gitu No, mainnya harus cepat!" ucap pak Basuki menambahi.

"ya wis No, sudah malam, kamu istirahat, besok pagi main jam sembilan, kami kekamar dulu!" ucap pak Supri menyuruh Peno istirahat dan mengajak keluar pak Basuki.

"eh, sebentar pak!" ucap Peno menahan pak Supri dan pak Basuki yang akan pergi.

"ada apa No?" tanya pak Basuki.

"ini, menyalakan tvnya bagaimana, he he he.....!?" ucap Peno sambil nyengir meminta diajari menyalakan tv.

"oalahh, kirain ada apa, gini caranya, pencet tombol ini untuk menyalakan tv, nah dua tombol ini buat volumenya, lalu yang ini buat mencari salurannya!" ucap oak Basuki mengajari Peno.

"oooohh, kaya gitu, ya wis pak, terimaksih!" kata Peno, kini ia sudah paham caranya menghidupkan tv, jadi ia bisa nonton sepuasnya.

Pak Supri dan pak Basuki sudah keluar dari kamar Peno, ia kini sendirian menonton tv, "ah, mending bikin kopi saja, enak kayaknya!" ucap Peno lalu melangkah kepantry kamar dan menyeduh kopi hitam kesukaannya.

Lalu ia kembali lagi kedepan tv, mencoba mencari saluran yang ia suka, dan munculah tayangan seputar olah raga, kai ini sedang menayangkan pertandingan catur kelas dunia, Peno menonton dengan sangat fokus, sambil menonton ia juga belajar strategi dari master catur kelas duni itu.

sekarang sudah jam dua belas malam, Peno masih terjaga dengan gelas kopinya, sekarang ia ganti menonton film yang judul dan bahasanya sama sekali ia tak mengerti, merasa bosan ia keluar kebalkon kamar, duduk dikursi menghisap rokok dan menikmati kopi, "ternyata jadi orang kaya yang penuh banyak fasilitas malah sepi, kalau didesa aku bisa ngopi sama teman teman diwarungnya yu War!" ucap Peno dalam hatinya.

1
Was pray
kamu itu atlit catur no... bukan atlit karate... malah oemanasannya dengan adu jotos bukan adu bidak ... 😄😄
Was pray
ada propinsi blangkon tengah ntar ditambah prop. blangkon menthol Thor.... 🤣🤣🤣
Was pray
peno ketemu bidak cantik sebelum bergulat dengan bidak catur.... tapi sayang bidak cantik gak begitu punya atitut... 🤣🤣🤣
Zulkarnain Husain
lanjut thorr
Was pray
peno krsedak pion udah bisa diatasi ya Thor? jangan keselek bidak catur lagi no... ntar othor nya gak up up karena ngurusi kamu yg kerepotan buat ngeluarin bidak catur dari kerongkonganmu... 🤣🤣
Was pray: peno diingtin Thor ... sesuk nek main sekak dicekeli wae bentenge catur Ojo mbok emplok... padake telo goreng po no? .. 🤣🤣🤣
total 2 replies
Was pray
peno lagi pingsan kelekegen Bidak catur ya Thor? sehingga gak muncul2
Ilham
lanjut bg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!