Viona tidak menyangka jika dirinya akan ber transmigrasi menjadi seorang ibu tiri jahat pada tahun sembilan puluhan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HARI PERTAMA SETELAH PERNIKAHAN
Vina bangun dengan linglung. Ia merasa tidak nyaman dengan tubuhnya. Tubuhnya terasa sakit dan juga pegal. Kenangan semalam tanpa sadar muncul dalam benaknya.
Tadi malam untuk pertama kalinya ia menyerahkan keperawanannya pada sang suami. Seperti yang sudah pernah ia dengar dari pengalam teman-temannya .
Pertama memang sakit, namun lama kelamaan malah bikin nagi. Namun setelahnya tubuhnya terasa remuk seakan telah melakukan kerja rodi.
Untuk pertama kalinya sejak perpindahan tubuh, Vina bangun terlambat dari hari biasanya. Saat ia bangun, Jaka sudah keluar dari kamar. Tidak ada jam di kamar. Jadi Ia tidak tahu sekarang jam berapa.
"Gila benar tuh orang. mentang-mentang _"
Cek lek
Vina tidak melanjutkan ucapannya. Jaka masuk sambil membawa bejana berisi air hangat . Melihat Vina sudah bangun , ia memberikan senyum manisnya.
"Pagi sayang. Baru juga mau Aku bangunkan. Nih Aku bawakan air hangat untuk mencuci muka. Setelah itu Kita sarapan bersama."
Jaka meletakkan ember air itu diatas meja. Vina beringsut bangun. Namun gerakannya terhenti saat merasakan nyeri dibagian intinya.
"Ish...." desis Vina sambil menahan rasa sakit. Jaka buru- buru menghampirinya.
"Kenapa ,,,apa masih sakit?" tanya Jaka dengan panik.
"Apa semalam ia benar-benar buas? "pikir Jaka dalam hati.
"Menurutmu, " ucap Vina dengan sinis
"Maaf ...lain kali Aku akan berusaha untuk lebih lembut lagi," bujuk Jaka dengan lembut. Kemudian ia membantu Vina turun dari ranjang.
Vina mencuci mukanya menggunakan air yang sudah dipersiapkan oleh Jaka. Namun cuci muka saja tidak cukup. Ia butuh ke kamar mandi.
"Mau makan disini atau di ruang makan saja?"
"Diruang makan saja. Apa anak-anak sudah makan?"
"Sudah tadi sama Kakek. Sekarang mereka lagi mengikuti Kakek ke kebun belakang."
"Siapa yang masak tadi?"
"Saat bangun tadi Kakek sudah mulai masak nasi. Lauknya masih sisa yang kemarin."
"Sekarang nggak ada siapa-siapa kan dirumah?"
"Lah...Kita ini termasuk apa tidak?"
"....." Vina memutar matanya malas. Ia tidak tahu kalau Jaka sangat suka menggodanya.
"Bercanda. Kakek sama si kembar sedang di kebun, jadi tinggal Kita berdua yang ada di rumah. Kenapa?"
"Bantuin Aku ke kamar mandi dulu dong."
"Wow...dengan senang hati."
Sebelum digendong, Vina memainta Jaka untuk mengambilkan pakaian di dalam lemari. Setelah itu barulah Jaka menggendongnya ke kamar mandi.
"Tunggu sebentar disini. Aku siapkan dulu air panasnya, " kata Jaka dengan lembut. Jaka sudah memiliki pengalaman, jadi sedikit banyak ia mengetahui apa saja yang paling dibutuhkan Vina untuk saat ini.
"Pakai air ini saja. Semoga nyerinya tidak terlalu sakit lagi. "
"Hmm... Terima kasih, " kata Vina dengan tulus. Perhatian Jaka membuat rasa jengkelnya terobati.
Setelah membawa air panas itu ke dalam kamar mandi, Vina langsung menutup pintunya.
Sambil menunggu Vina menyelesaikan urusannya, Jaka menghidangkan makanan ke atas meja makan. Semuanya ia persiapkan. Barulah setelah itu menunggu Vina di dekat kamar mandi.
"Kamu sedari tadi ada disini? " tanya Vina dengan heran.
"Nggak juga sih. Ayo ku gendong! "
"Nggak usah. Sudah agak mendingan kok, " tolak Vina tanpa ragu. Namun Jaka masih mengkhawatirkannya.
"Jangan khawatir, Aku tidak selemah itu kok, " hiburnya.
Jaka tidak memaksa. Namun ia berjalan disisi Vina sambil menggandeng lengannya. Vina hanya bisa pasrah mengikuti langkah Jaka.
Melihat makanan yang tertata di atas meja, Vina pun menoleh.
"Kamu yang mempersiapkan ini semua? "
"Tentu saja. Apa pelayananku memuaskan? " goda Jaka sambil tersenyum.
"Sangat memuaskan. "
Vina berjinjit dan memberikan ciunan singkat dibibir Jaka. Jaka sangat terkejut sampai tidak bisa berkata-kata.
"Kamu _"
"Hadiah atas pelayanannya. "
"Ha ha ha ha ha ha ha"
Keduanya tertawa bersama. Setelah itu Vina mengisi dua piring kosong dengan hidangan di atas meja. Satu untuk Jaka dan satunya lagi untuknya sendiri.
Vina makan dengan sangat lahap. Energinya benar-benar habis setelah melayani Jaka semalam. Jaka juga makan tak kalah lahap dari Vina. Dalam sekejab makanan yang ada di atas meja habis tak tersisa.
"Gila....makanan sebanyak tadi Kita habiskan hanya sekali makan. Pantesan perutku jadi buncit," keluh Vina sambil mengelus perutnya yang membuncit.
"Aku juga sama. Habis ini Kita mau ngapain?"
"Aku mau masak. Makanan Kita sudah habis. Kalau Kita tidak masak, bagaimana kalau kembar mau makan."
"Aku juga akan bantu."
"Harus itu!"
"Ha ha ha ...."
Keduanya berbincang sebentar sebelum pergi ke dapur. Vina meminta Jaka untuk menyalakan apinya. Dandang ia letakkan diatas tungku dan diisi air. Setelah itu ia membersikan beras yang hendak dimasak.
Untuk lauknya Vina membuat kentang balado. Kebetulan ada beberapa kentang yang tersisa di dapur.
Dibelakang rumah. Kakek Jaka mengajak anak-anak untuk memetik lombok. Sudah banyak lombok yang siap untuk panen. Lumayan bisa dijual saat pergi ke pasar esok hari.
"Kakek tidak boleh ingkar janji. Setelah Kami membantu kakek, Kakek harus membuatkan Kami mainan yang bagus."
"Kakek Janji ."
Dikebun ini Kakek Darma menanam berbagai jenis sayuran. Ada sayur bayam, terung, lombok, dan juga tomat. Semuanya tumbuh dengan subur.
Tidak banyak lombok yang dapat mereka panen. Sebelumnya Kakek Darma sudah memetiknya untuk dipakai saat pernikahan berlangsung kemarin.
cie jaka ngambek gk di sapa😁
semangat nulis bab nya😘😘❤️❤️❤️