NovelToon NovelToon
Pernikahan Kedua Di Negeri Ginseng

Pernikahan Kedua Di Negeri Ginseng

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Penyesalan Suami
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

Tidak ada yang salah, termasuk bertemu dan menikah dengan pria itu, pria asal Busan-Korea, yang hidupnya terlalu pas-pasan. Pernah mendapatkan cinta yang penuh dari pria itu sebelum akhirnya memudar lalu kandas.
Gagal di pernikahan pertama, Anjani kembali menjalani pernikahan kedua, dengan seorang pengacara kontroversial di negeri yang sama. Bukan hanya harta dan kedudukan tinggi yang menaunginya, Anjani berharap, ada kekuatan cinta menghampar 'tak terbatas untuknya, menggantikan yang lebur di kegagalan lalu, dia tidak ingin kandas kedua kali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cara Seorang Gentleman

“Jadi ... apa itu artinya ... kau menerimaku?”

Isi kepala yang mula berisik, kini berbalik kosong, Anjani membeku di kehampaan.

Pelukan sudah dilepas Jeong dari beberapa saat lalu.

“Karena kau terus diam, aku akan menganggap itu sebagai jawaban 'ya'.”

Anjani mengerjap, sadar dari gemingnya. “A-apa?! Apa yang baru saja kauーpfft!”

Begitulah cara gentleman bekerja, langsung pada intinyaーkecupan langsung di bibirーRyu Jeong.

Mata Anjani bukan lagi melotot, melainkan hampir meloncat. Selain mata, Jeong juga membuat jantungnya berdetak kencang, mendadak tak sehat.

Kecupan berakhir sesaat kemudian, menunjukkan senyuman Jeong dengan kemenangannya. “Ciuman pertama untuk pacarku.”

“Kauー”

Cup!

Mengecup kedua kali, sedikit lebih lama, Anjani tentu terkejut lagi, tapi masih diam.

Lepas.

Cup!

Kecupan ketiga!

Lepas.

Cup!

Keempat!

Lepas lagi.

Cup!

Dan Kelima.

Lepas.

“Hey! Kenapa kau terus menciumiku?!"

Sudah sadar sepenuhnya karena digempur, Anjani berdiri dengan sikap marah dan tak terima, tapi malah terlihat lucu.

Jeong terkekeh, kemudian ikut berdiri. Satu langkah mendekat membuat Anjani refleks mundur menjauh sambil menutup mulut, takut dicium lagi.

“Hahaha! Tenang saja, aku tidak akan menciummu lagi," kata Jeong, benar-benar senang menggoda. "Tapi satu yang akan tetap kulakukan ...."

Seringainya membuat Anjani cemas. Dan ....

Greb!

Well yeah ... lebih parah.

Pria itu menariknya secepat kilat dalam dekapan.

Anjani freeze dengan mata melebar lagi di tengah kuasa kekar tubuh lelaki itu. Tapi jantungnya tidak, tidak membeku, justru lebih gaduh dari yang tadi.

Mata Jeong menembus kedalaman tatapan sampai Anjani tak bisa lari dari tikam sorotnya.

“Kenapa kau bisa semanis ini, Anjani? Kenapa aku sampai sulit berpaling darimu walau hanya sesaat?” Suaranya lelah dan parau, namun malah terdengar eksotis dan seksi di telinga Anjani.

Lagi-lagi waktu di dunianya terasa berhenti, bahkan saat Jeong menarik pinggang dan tengkuknya semakin merapat hingga napas hangat saling beradu dekat, semakin membuatnya kehilangan diri.

Tak lama, Jeong melakukannya lagiーsebuah kecupan di bibir dengan cara yang sangat elegan, sambil memejam mata, tenang, perlahan dan mendalam.

Anjani yang mula tegang dan masih melotot, lama-lama terbawa juga, mengendur tegangnya, ikut memejam mata.

Senang mendapat balasan, Jeong membuka pejamnya sesaat, melepas kecupannya hanya untuk tersenyum. “*Gomawo,” ucapnya dengan suara parau, artinya; terima kasih.

Anjani teredam tak bisa berkata, selain tatapan yang tak bisa lari.

Kediaman itu dianggap godaan, Jeong tak tahan jika hanya sama-sama diam. Dibawanya Anjani ke bale kayu dan menaikkannya ke pangkuan sementara dirinya duduk, lalu mengulang ciuman mereka, lebih panas dan bergairah.

Cukup lama sampai Jeong merasa semakin gila.

Namun saat yang sama ....

KRIIIIING ...!!!

Terpotong oleh suara dering telepon panjang dari dalam saku jas yang dikenakan Jeong. Saat dia tak mau peduli, Anjani malah menarik diri.

 “Angkat teleponmu dulu.”

“Biarkan saja!” Ditolak, Anjani membekap mulutnya sambil menggeleng saat dia mengincar bibirnya lagi. Sekarang malah turun dari lahunan.

Kacau sudah.

Berakhir dengan erangan kesal dari mulut si pengacara. “Oke oke!”

Segera Jeong merogoh saku, meraih ponsel untuk kemudian melihat siapa gerangan yang sudah mengganggu kesenangannya.

"Ya, Kakek.”

Ternyata dari kakeknya.

Anjani hanya memerhatikan di jarak dekat.

Pembicaraan Jeong nampaknya sangat irit dengan seseorang yang disebutnya kakek. Dalam hitungan setengah menit, panggilan sudah ditutup, langsung menghadap Anjani.

“Aku tak ingin pergi, masih ingin bersamamu di sini, tapi ... sepertinya Kakek ada hal penting. Beliau menyuruhku menemuinya sekarang juga."

Anjani tersenyum maklum. “Tak apa. Mungkin kakekmu ada kepentingan mendesak. Pergilah.”

Jeong mendesah. “Baiklah.” Dua telapak tangan Anjani yang dingin diraih lalu digenggam. “Ingat, sekarang kau pacarku. Kita berciuman cukup lama tadi, jadiー”

“Hentikan!" sambar Anjani, malu jika harus dibahas. “Cepat pergi! Jangan buat kakekmu menunggu!”

“Hahaha! Oke, oke!” Jeong mengalah. Sebelum pergi, sejenak dipeluk kembali Anjani sambil berbisik, “Saranghae.”

“Kau datang?”

Jeong mengempaskan tubuhnya lebih dulu untuk duduk di sofa, baru menjawab Ryu In-hoーkakeknya, dengan pertanyaan, “Ada apa Kakek memanggilku? Ini sudah mau tengah malam.”

Tidak langsung menjawab, lelaki tua itu lebih dulu meraih cangkir minuman di atas meja lalu menyesapnya, mendalami kenikmatan rasa. “Nona Lee Sona ... dia menunggumu seharian ini,” ungkapnya setelah itu.

Saat nama itu disebut, tatapan Ryu Jeong langsung menusuk mata kakeknya, menunjukkan tidak berkenan. “Untuk apa? ... Untuk apa dia datang lagi?"

Ryu In-ho menggeleng pelan. “Kakek tidak tahu. Sebaiknya kau temui dia besok pagi. Tanyakan apa pun yang ingin kau ketahui langsung darinya. Dia bersama Ara sekarang. Kakek menghubungimu hanya supaya kau membereskannya sendiri. Ara bilang kau terus mengabaikan telepon dan pesannya sejak kemarin.”

Jeong mendengus, matanya yang tak bersahabat berputar ke sekeliling, lalu mendesah kasar. Kemudian ponsel dikeluarkannya kembali dari dalam saku dan mengecek apa yang saja yang telah dia lewatkan.

Benar, ada banyak panggilan tak terjawab dari Chae Araーadik sepupu perempuan yang hobinya mengajak ribut. Beralih melihat wechat, pesan menumpuk belum dibuka, dari nama yang sama juga.

“Haa, dasar tengik! Kukira dia menghubungi untuk memaksaku kenalan lagi dengan teman-temannya, ternyata untuk wanita itu."

Tapi konteksnya sama-sama menyebalkan, sih.

Untung saja hanya nama Anjani yang diperhatikan, jadi tidak terkecoh oleh kekonyolan Chae Ara yang ujungnya membuat pusing, Jeong tersenyum karena bersyukur akan hal itu.

Pesan-pesan singkat penuh umpatan mengotori laman, salah satunya membuat Jeong ingin memukul adik sepupunya menggunakan sapu.

✉️ Chae Tengik: Kalau kau tidak mau menemui Sona, akan kuumumkan pada media bahwa kau akan menikahi Chu-nam. Kau akan sibuk dengan kebodohanmu!

”Bocah sinting!”

Oh Chu-nam adalah gadis centil dan over percaya diri, menor dan sok seksiーteman Ara, yang tergila-gila dengan Jeong sampai mengajak tidur berkali-kali. Jeong geli sekali dengan wanita sejenis itu.

Wajah cucunya yang kesal ditanggapi Ryu In-ho dengan senyuman samar. Ada makna sumbang dari sorotnya yang tenang namun tak hilang ketegasannya. “Jeong."

“Hmm." Jeong menjawab tanpa menoleh, masih sibuk membaca bait-bait pesan dan umpatan kiriman dari Chae Ara.

“Lakukan apa pun yang kau mau urusan jodoh dan percintaanmu. Kakek tidak akan pernah ikut campur lagi, seperti dulu, sudah cukup menjadi dosa besar Kakek padamu.”

Jeong melengak ke wajah kakeknya, diam di sana dan memikirkan hal yang paling menjurus pada apa yang baru saja dikatakan lelaki tua yang sudah membesarkannya itu. “Ya, Kek. Terima kasih.”

Ryu In-ho tersenyum dengan satu anggukan. “Tidurlah di rumah malam ini. Dan ... jangan bertengkar lagi dengan adikmu. Meski keras dan tengik, Ara selalu mencemaskanmu.”

Jeong mengangguki, berdiri, memberi hormat, kemudian hengkang dari ruangan, meninggalkan kakeknya yang masih banyak berpikir tentang cucu-cucunya.

Naik ke lantai dua dengan tangga yang meliuk indah, kamarnya ada di sudut koridor. Demikian dia harus melewati ruang pribadi milik Chae Ara.

Saat melewati pintu, suara cekikan perempuan terdengar. Suara Chae Ara dan wanita yang tak lain adalah Lee Sona, ramai membicarakan hal yang entah apa. Mereka berdua memang sangat akrab.

Jeong diam sebentar, lalu meneruskan ketukan kaki. Dua tangan terselip di kiri kana saku celana, melangkah biasa menuju kamarnya sendiri.

“Lee Sona, apa pun tujuan kedatanganmu ... kuharap kau tidak berpikir untuk mengusikku lagi.”

1
Batsa Pamungkas Surya
woojoon.. kau yg buat luka seolah olah kau yg jadi korban... hadeeech😄
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hadeuh banget emang, Kak
total 1 replies
Batsa Pamungkas Surya
👍 mantap
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan⏩ laah🙏
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Siap, Kak.
makasih masi membaca. Up-nya agak slow. aku sedang menggarap satu buku pria--action--lagi. do'akan lancar ya.
total 1 replies
Machan
kesian amat ya. padahal banyak yg nganggur di pasar
Machan
aku lebih romantis dari mereka lho, nyonya ju. klo mo tau, sini mampir😜
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
sebut saja, Malaikat tanpa saraf 😝
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Sepertinya kenalan lama 🤔
Batsa Pamungkas Surya
jangan tunggu lama lama
Batsa Pamungkas Surya
semngat up nya💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hehe, insyaAllah, Kak.
total 1 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Hmmh... blekok 😌
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Iklannya sekarang makin meresahkan, asal scroll bab berikutnya, pasti disambut dua iklan yang syulit diskip 🥴
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Babu!
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Bajjjjjiiiingaaaaaan....!!!
DZIIIING... 🤜🥴💨
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Idungnya pesek gak, Pak? 😁
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Hahaha 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Tipsnya buat Tuan Berkaki Panjang!
Selamat jingkat buat Author!
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Jingke... jingke...
total 2 replies
Drezzlle
nah gitu pintar dikit 😒
Drezzlle
udah beban masih juga bisa ngasih janji palsu ke wanita lain😒
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Ketidakbergunaan rata2 jarang disadari sama pelakunya🤣
total 1 replies
Drezzlle
dan kau masih percaya mereka akan bercerai. bulol/Curse/
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan lah
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Siap.
Btw, terima kasih selalu hadir, Kakak😍
total 1 replies
Drezzlle
trik apa ini? apakah menyembunyikan bangkai lagi/Curse/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!