Shaqila Ardhani Vriskha, mahasiswi tingkat akhir yang sedang berada di ujung kewarasan.
Enam belas kali skripsinya ditolak oleh satu-satunya makhluk di kampus yang menurutnya tidak punya hati yaitu Reyhan Adiyasa, M.M.
Dosen killer berumur 34 tahun yang selalu tampil dingin, tegas, dan… menyebalkan.
Di saat Shaqila nyaris menyerah dan orang tuanya terus menekan agar ia lulus tahun ini,
pria dingin itu justru mengajukan sebuah ide gila yang tak pernah Shaqila bayangkan sebelumnya.
Kontrak pernikahan selama satu tahun.
Antara skripsi yang tak kunjung selesai, tekanan keluarga, dan ide gila yang bisa mengubah hidupnya…
Mampukah Shaqila menolak? Atau justru terjebak semakin dalam pada sosok dosen yang paling ingin ia hindari?
Semuanya akan dijawab dalam cerita ini.
Jangan lupa like, vote, komen dan bintang limanya ya guys.
Agar author semakin semangat berkarya 🤗🤗💐
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rezqhi Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bahagia
Sesuai dengan rencana kemarin, hari ini mereka berdua ada di salah pantai yang cukup terkenal di kota itu.
Senyuman manis tidak pernah luntur di wajah Shaqila sejak dari tadi. Gadis itu memakai kacamata dan juga topi pantai miliknya dan berlari ke arah air laut. Kakinya menyentuh pasir pantai yang hangat, kedua tangannya terbentang seolah ingin memeluk langit.
Begitu Air laut menyentuh kakinya, senyum gadis itu semakin merekah.
Entah sejak kapan Reyhan tersenyum melihat Shaqila seperti itu.
Laki-laki itu berlari kecil ke arah Shaqila. Tidak peduli beberapa banyak orang yang menjerit karena melihat ketampanannya.
"Kau sangat senang?" tanya Reyhan saat berada disamping Shaqila.
Laki-laki itu menoleh dan menatap wajah gadis itu dari jarak yang cukup dekat.
Entah kenapa Laki-laki itu merasa nyaman hanya dengan melihat Shaqila senang. Terlebih itu karena dirinya.
Gadis itu mengangguk sebagai jawaban. "Terimakasih banyak pak,"
"Itu sudah menjadi tugas saya. Hari ini kita bersenang-senang. Lupakan tentang kesedihanmu atau segala hal yang merupakan beban untukmu termasuk skripsi. Biarkan otakmu segar agar besok dapat membuat skripsi yang bagus," ucap Reyhan.
Laki-laki itu masih menatap wajah Shaqila dari samping. Tentunya gadis itu tidak menyadari karena ia masih mendongakkan sedikit kepalanya dan menutup matanya dibalik kacamata hitam untuk menikmati udara segar.
Namun dua menit kemudian, Shaqila menoleh ke arah Reyhan sehingga mereka adu kontak.
Ada perasaan hangat yang menjalar di tubuh Shaqila saat melihat tatapan dosennya.
Suara kebisingan dari motor air di tengah laut membuat keduanya menoleh ke arah sumber daya.
Shaqila berbinar melihat hal itu. "Pak, kita coba naik begituan yuk?" ajak Shaqila dengan antusias.
Reyhan mengangguk sebagai jawaban. Tanpa sadar, ia menggenggam tangan Shaqila dan menuntunnya ke tempat penyewaan motor air.
Shaqila menatap tangannya yang digenggam oleh Reyhan. Seketika wajahnya memanas melihat itu.
Namun tiba-tiba ekspresinya berubah saat mendengar cibiran-cibiran dari orang-orang disekitar itu.
"Lihat deh cowok itu, ganteng banget kan,"
"Iya, ganteng sih. Tapi kok seleranya kek gitu,"
"Mungkin dipelet kali ya."
"Atau nggak, dirayu kali ya. Kalau dilihat-lihat umur mereka selisih jauh deh. Mungkin cewek itu simpanannya kali,"
"Bisa jadi sih, mungkin cewek itu ngemis-ngemis dan ngangkang dihadapan cowok itu, cih, cewek zaman now,"
Air mata Shaqila menetes mendengar itu. Sementara Reyhan melangkah ke arah dua wanita tadi dengan wajah yang tidak bersahabat.
"Eh...eh... cowok itu jalan ke arah kita deh. Gue udah cantik nih belum," ucap salah satu cewek itu belum seraya memperbaiki rambutnya dan meraba-raba wajahnya.
Hal yang sama dilakukan cewek yang satunya lagi.
Sementara Shaqila hanya menunduk, tangannya masih digenggam.
"Eh cowok, mau ajak kenalan ya. Kiw kiw," ucap salah satu dari cewek tadi dengan nada menggoda dan juta mata yang di kedipkan sebelah.
"Apa kalian tidak berkaca sebelum mengatakan orang. Yang kalian hina itu istri saya, istri sah satu-satunya bukan simpanan. Kalian seharusnya malu, datang ketempat ramai seperti hanya memakai bra dan celana dalam. Apa kalian kekurangan baju? atau pengen mencari mangsa?" ucap Reyhan dengan nada yang sangat tegas.
Kedua cewek tadi menunduk dan memilih pergi meninggalkan Reyhan dan Shaqila.
Tidak terasa, mereka berdua kini berada di tengah laut dan bersorak seolah melampiaskan hal hal yang membuat kepala berat.
Reyhan menyetir dan Shaqila duduk dibelakang nya. Memeluknya sangat erat karena takut jatuh di tengah laut.
"Huuuu, seru banget asli," teriak Shaqila dengan mengangkat satu tangannya ke udara.
Mereka berdua tertawa lepas menikmati liburan ini.
Tidak terasa, matahari mulai terbenam. Mereka saat ini duduk ditepi pantai sambil menikmati matahari terbenam.
"Mulai sekarang kamu tidak usah canggung sama saya, dan saya juga tidak akan bersikap dingin terhadapmu. Anggap saja saya teman atau kakak kamu. Dengan begitu proyek akhir semester kamu akan berjalan lancar karena tidak ada ketegangan saat berkomunikasi," ucap Reyhan. Mata laki-laki itu masih menatap ke arah matahari terbenam.
Sementara gadis disampingnya menoleh ke arahnya dengan senyum yang tidak berhenti merekah. Tanpa disadari gadis itu memeluknya dari samping, membuat seluruh aliran darahnya berhenti saat itu.
Sejak saat itu hubungan keduanya tidak canggung lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
tapi aku juga jika ada di posisi Shakila stress sih