NovelToon NovelToon
Married To Mr CEO

Married To Mr CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Nikahmuda / Aliansi Pernikahan / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:12.7M
Nilai: 5
Nama Author: Adinasya mahila

Mina bertemu dengan Nic saat masih duduk di bangku SMA. Gadis itu tidak pernah menyangka akan jatuh cinta kepada sosok Pria yang berumur sepuluh tahun lebih tua darinya. Tak bertepuk sebelah tangan, Nic ternyata juga menaruh hati pada sosoknya yang sederhana.

Namun, saat mereka hampir bersama, sebuah kesalah pahaman membuat Mina memilih menjauh dari kehidupan Nic. Hingga, Tiga tahun kemudian dia harus kembali bertemu dengan Nic dan terjebak dalam ikatan pernikahan.

Jungkir balik kehidupan mereka menjadi cerita tersendiri.

_
_
_

Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22 : Meet Mr Arrogant

Nicholas memilih memesan makanan dan langsung menyantap hidangannya setelah disajikan oleh pelayan, Ia jengah menunggu pria bernama Skala yang merupakan direktur PG Factory produsen mi instant penyebab Mina sampai masuk rumah sakit. Hal ini membuat Nic semakin penasaran seperti apa rupa direktur yang Monica bilang seumuran dengannya itu.

Melihat seorang laki-laki masuk ke dalam dengan postur tubuh yang bisa di bilang ideal, Nic bergumam narsis di dalam hatinya. Apakah dia yang bernama Skala Prawira? Hah... dilihat dari sudut manapun lebih keren aku.

Tanpa menyapa, Laki-laki bernama Skala Prawira itu langsung menarik kursi dan duduk di depan Nic. Mereka saling melempar pandang. Nic tersenyum dengan sudut bibirnya, meremehkan Skala yang tidak tepat waktu.

"Time is money untuk saya Tuan Nicholas Sebastian Adam, jadi cepat katakan apa yang anda inginkan!" ucap Skala.

"Jika waktu adalah uang seharusnya anda datang ke sini tepat waktu," sindir Nic sambil meletakkan sendok dan garpu di tangannya.

Skala hanya mendecih lalu menaikkan tangan kanannya untuk memesan makanan ke pelayan.

"Apa anda sebagai pengusaha makanan tidak bisa membuat makanan yang lebih bergizi?" ucap Nic to the point.

Menaikkan sebelah alis matanya, Skala bingung dengan ucapan laki-laki di hadapannya. "Apa maksud anda?"

"Produk Mikurame level mampuus anda hampir membunuh orang yang saya sukai." Nic menyandarkan punggungnya, bersidekap menunggu respon dari direktur PG Factory itu.

Skala membentuk senyum di sudut bibirnya mendengar ucapan Nic. "Jangan salahkan Mikurame kami, salahkan orang yang anda sukai itu, bukankah saat membeli seharusnya ia sudah tahu bahwa mie itu memang sangatlah pedas."

"Dimana rasa tanggung jawab anda sebagai pimpinan perusahaan?" bantah Nicholas.

"Tuan Nic, anda juga seorang pengusaha jadi seharusnya anda tahu bahwa sebelum dipasarkan produk kami sudah lulus uji baik dari dinas kesehatan ataupun MUI, jadi kemarahan anda tidak berdasar dan beralasan, apalagi sampai mengancam ingin memboikot iklan produk kami."

"Produk kamu itu sampai membuat orang masuk rumah sakit." Nic hilang kesabaran dan berbicara informal kepada Skala.

"Kalau Bucin jangan kebengetan," sindir Skala.

Nic terkejut, ia tak menyangka laki-laki di hadapannya berani mengata-ngatai dirinya. Wajahnya terlihat memerah menahan amarah.

"Lagipula gadis itu kan bukan istri anda? bahkan kekasih anda pun tidak, apakah anda sedang mengalami cinta bertepuk sebelah tangan ?" ledek Skala.

"Lihat saja! aku akan memboikot iklanmu!" ancam Nic.

Skala hanya tertawa sambil menikmati hidangan ala Mediterania yang baru saja pelayan letakkan di depannya. "Enak!" ucapnya lalu tertawa menghina.

Nic uring-uringan setelah bertemu dengan pemilik pabrik produsen mi pedas itu, ia terus mencaci maki laki-laki bernama Skala itu di dalam mobil yang membawanya pulang ke rumah. Pak Tyo memilih diam sambil sesekali melirik sang majikan yang begitu kesal sampai memukul-mukul jok yang tengah didudukinya.

***

Nic hanya mandi dan berganti baju setelah sampai di rumah, setengah berlari ia menuruni anak tangga, bibirnya tersenyum saat pesannya dibalas oleh Mina.

"Apa kamu sudah baikan?"

"Hem, aku ditinggal sendirian di sini kak."

"Kemana tante Sara dan Kimi? apa aku boleh datang?"

"Mereka ada urusan. Boleh, tapi bawakan aku ubi madu ya."

Seri yang melihat sang anak berlari keluar rumah tanpa menyapa dirinya yang tengah merawat bunga-bunga kesayangannya langsung memanggil nama Nic.

Wanita itu tertawa sendiri melihat Nic yang seolah sudah kembali seperti dirinya yang dulu, semenjak hubungannya dengan Hanoi kandas, Nic berubah dingin dan tertutup. Seri tahu bahwa Nic nya yang dulu kembali setelah bertemu dengan Mina.

"Nic, apa kamu ingin mama mendatangi orang tua Mina untuk melamar anaknya?" canda Seri.

Nic yang sudah hampir masuk ke dalam mobil tidak mendengar jelas ucapan sang mama. "Apa? mama bilang apa?"

Seri hanya menggeleng sambil melambaikan tangan, Nic yang sudah hampir masuk ke dalam mobil memberikan balasan berupa ciuman jarak jauh ke sang mama. Istri Adam itu lantas berpaling untuk kembali mengurusi bunga-bunganya. Namun, Seri terkejut saat mendapati sang anak bungsu sudah berdiri di dekatnya sambil menatap dengan sorot mata tajam.

"Mina? Mina siapa yang mama maksud?" tanya Evan dengan gaya arogannya.

"Eh ada Evan." Seri memasang wajah sok imut, berusaha mengajak anaknya itu bercanda sambil memotongi daun yang dirasa mengurangi nilai estetik bunga miliknya.

"Mama tidak usah mengalihkan pembicaran, No...no... no, jawab pertanyaan Evan!" perintah bocah laki-laki itu.

"Oh yang mau mama lamarin buat kak Nic? itu lho Mina selebgram yang wajahnya agak India Pakistan."

"APA?" Evan berteriak, matanya membelalak lebar membuat sang mama ketakutan.

"Apa sih Evan Sebastian Adam? ngagetin mama aja ah." Seri mengusap dadanya berkali-kali.

"Ga boleh ya ma! Kak Mina punya Evan, pokoknya ga boleh!" Evan menghentak-hentakkan kakinya, anak itu cemberut lalu masuk ke dalam rumah.

Seri mencoba mencerna apa yang sedang terjadi. Mulutnya mengaga lebar saat sadar bahwa kedua anaknya menyukai gadis yang sama.

"Astaga Adam anak-anakmu," teriak Seri.

***

"Bapak bisa pulang ke rumah, aku bisa pulang naik taksi nanti," titah Nic setelah mobil yang dikemudikan Pak Tyo berhenti di lobby rumah sakit untuk menurunkan dirinya.

Pak Tyo tersenyum, ia mengingatkan Nic yang hampir meninggalkan ubi madu pesanan Mina di kursi penumpang.

"Salam buat Non Mina ya tuan," pesan Pak Tyo.

Nic mengangguk dan tersenyum, ia menunggu sampai mobil yang dibawa pak Tyo menghilang dari pandangannya. Nic telah kembali seperti dulu, ramah dan murah senyum. Pak Tyo yang hampir dua puluh tahun bekerja di keluarga Adam nampak bersyukur akan hal itu.

CEO ABI itu menyusuri koridor rumah sakit bahkan ia melempar senyum saat berpapasan sengan perawat yang melarangnya membesuk Mina kemarin.

Mengetuk pintu, Nic membukanya dan sedikit melongok ke dalam, lambaian tangan dari Mina membuat hatinya berbunga-bunga, Ia lantas memperlihatkan kantong plastik putih yang dia bawa.

"Wah, kakak benar-benar membawakan apa yang aku minta, apa kakak semacam Jin milik Aladin? kakak sepertinya bisa mengabulkan seluruh permintaan," puji Mina karena mendapat apa yang dia mau.

Nic tertawa, menyodorkan ubi madu yang sudah ia kupaskan ke Mina. "Aku bisa mengabulkan apapun yang kamu minta, katakan saja!" ucap Nic dengan sombongnya.

Mina tertawa bahagia, entah apa yang ada di dalam hati dan pikirannya sekarang, tapi yang jelas dia senang mendapat perhatian dari Nic.

"Kenapa kakak baik padaku?"

Nic sejenak terdiam mendapatkan pertanyaan yang sangat dalam seperti itu dari Mina. Haruskah dia berkata jujur akan perasaannya? di sini? di kamar rawat sebuah rumah sakit? bukankah perasaan harus diungkapkan secara romantis? begitu pikir Nic.

"Kak... "

"Karena aku menyukaimu."

Jawaban Nic membuat Mina sampai tersedak, gadis itu sampai menepuk-nepuk dadanya sendiri sambil menerima sebotol air mineral yang Nic sodorkan.

"Wah apa kakak sedang menyatakan cinta kepadaku?" goda Mina.

"Hah apa?"

Salah tingkah, Nic menggaruk kepalanya sendiri sambil mengatupkan bibirnya, ia bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan gadis yang tengah memandanginya itu.

"Kak Nic, kakak sangat lucu dan menggemaskan."

Pujian dari gadis berumur delapan belas tahun itu sukses membuat Nic tersipu malu. Apa benar yang dikatakan direktur sombong pemilik pabrik produsen mi pedas itu? apa aku bucin?

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

_

...LIKE...

...KOMEN...

...ADD FAVORITE...

...VOTE dikit...

...Terima kasih wahai Tim NaNic 🤣🤣 kubalik lah biar gak gosong...

1
Evi Nopianti
Nicna... Kuliahnya akhirnya kelar juga, selamat ya... /Kiss//Kiss//Kiss/
Dewi Shandra
kacau
Dewi Shandra
😂😂😂😂😂
vit
bagus 😍😍
vit
Jd ttg nic yg anak kandung kedua ortunya nggak ada lanjutannya ya kk author?
Evi Yolanda
🤣🤣🤣 Thor novel mu menggemaskan .. semangat Thor
Ria Rifantiani
baca lagi dan baru ngeh klo novelnya kak na itu sambung menyambung menjadi satu,itulah karya kak na.
ada dewa anaknya bu dewan,ada aqilla dan adara anaknya bu Erin istrinya raja minyak pak rhoma klo gak salah hihihiiiii
suliana bru
suka
amihcint
katanya ortu nya nick kecelakaa meninggal ?
amihcint
hadir
Mulya Tuti
udah 3 kali baca
Novhye
Luar biasa
An'nazzyla Auria
sangat cocok bagi yang membaca
Mirna Verawati
mantappp !!
Lisstia
romantisnya mereka
Lisstia
si monica ampe di persiapkan duduk di sofa biar nyaman bergosipnya
Lisstia
segitu cintanya nic ke kamu mina
Lisstia
ngakak abis
Lisstia
mau ketemu skala gk segampang itu nic
Lisstia
bacanya maraton,terimakasih kak na,, novel kak na menghibur banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!