Alya Renatha tak pernah menyangka akan diceraikan oleh Leonhart Varellion, CEO dingin dari Leonhart Corporation yang menikahinya tanpa cinta. Saat ia pergi dari hidup pria itu, Alya tidak tahu bahwa dirinya sedang mengandung anak kembar tiga.
Bertahun-tahun berlalu. Alya kembali ke kota itu bersama ketiga putranya. Tanpa sengaja, mereka bertemu dengan Leon di sebuah lobi hotel.
“Om, mau nggak jadi Papa kami?” tanya ketiga bocah itu serempak—membuat Leonhart Varellion terpaku dengan tatapan datar, karena wajah mereka mirip dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Insiden
"Papa! Papa! Papa!" teriak Farid yang melihat mobil Leon sudah meninggalkan tempat kost.
Farid berlari sambil menangis mengejar mobil itu, ia hanya tidak mau terus berpindah-pindah tempat karena sang mama sering mengajak pindah.
"Papa!" teriak Farid.
Kaki Farid tersandung dan seketika bocah itu terjatuh, ia merintih kesakitan serta kakinya berdarah. Alya mendekati putranya itu, ia lekas mengusap luka tersebut tapi Farid menepisnya.
"Farid?" ucap Alya.
"Aku nggak mau pindah," jawab Farid.
"Di sini tidak aman, Nak."
Farid terus menangis dan tiba-tiba mobil Leon kembali lagi, pria itu keluar dari dalam sana lalu berjongkok di depan Farid."Kamu jatuh? Kenapa tadi mengejar Papa?" tanya Leon khawatir.
Alya terdiam sementara Farid langsung memeluk Leon "Aku nggak mau pindah, aku mau di sini. Om Papa aku 'kan?"
"Alya, kamu mau mengajak mereka pindah?" tanya Leon.
"itu bukan urusanmu!" jawab Alya.
"Ini urusanku, mereka anak-anakku, Mungkin masa lalu kita memang buruk tapi ingat satu hal jika mereka butuh aku sebagai papa kandungnya," kata Leon.
Wanita itu masih diam, sementara Leon menggendong Farid dan mendudukkannya di kursi. Dia menyeka luka itu lalu meniupnya, Alya melihat pria itu begitu lembut dan tidak seperti dulu.
"Jangan menangis, ya! Anak laki-laki tidak boleh cengeng," ucap Leon.
Farid mengangguk dan mengusap air matanya sementara dua kembar lainnya masih tetap berdiri di depan mama mereka. Tentu saja ketiga kembar genius ini selalu mencari papanya dan saat ini pun mereka masih ragu jika Leon adalah papa kandung mereka.
"Mama?" Farad mendongak melihat ke arah mamanya.
Alya sudah mulai kembali normal setelah traumanya kambuh.
"Dia memang Papa kalian, dia adalah pria yang selalu ingin kalian temui," ucap Alya mengaku pada anak-anaknya.
Leon berdiri lalu mendekat ke arah Alya, mata mereka bertatapan sementara tangan Leon berusaha untuk menggenggam tangan Alya walau wanita itu menepisnya.
"Mungkin kamu bisa dekat dan mengenal mereka karena kamu adalah papa kandungnya tapi kamu tidak bisa mendekatiku," ucap Alya dengan wajah datar.
"Aku minta maaf jika dulu aku kasar kepadamu bahkan sering memukulmu. Kamu bisa menyerahkan kasus itu pada polisi atau mungkin aku bisa menyerahkan diri ke polisi," jawab Leon serius.
"Serahkan dirimu ke polisi! Baru aku bisa memaafkan mu walau sebenarnya tidak ikhlas," ucap Alya.
Leon mengangguk. "Aku akan melakukannya besok, demi kamu, demi anak-anak kita."
Si kembar tiga hanya mendengar ucapan mereka tanpa tahu maksudnya apa, Leon mendekati mereka masing-masing dan mengecup kening mereka secara lembut.
"Kita akan bertemu lagi saat kalian sudah besar. Kalian harus janji jangan mencari Papa lain dan kalian harus menjaga Mama!" ucap Leon.
Selepas itu Leon berjalan ke arah Alya lagi, tatapan Alya masih tajam seolah menyimpan dendam yang membara.
"Besok pasti kamu akan mendengar berita penyerahan diriku ke polisi dan berita itu akan menjadi trending topik. Entah kenapa aku bisa berubah setelah tahu aku punya tiga anak kembar yang lucu, tapi setidaknya aku harus berterima kasih kepada kalian karena kalian mampu membuatku tersadar atas sikap buruk ku selama ini," jelas Leon.
"Aku sangat menunggu berita itu," ucap Alya.
Leon mengangguk lalu masuk ke dalam mobil, ia membuka kaca mobil kemudian melambaikan tangan ke arah mereka. Rick melajukan mobilnya, ia baru melihat sang bos mau mengambil situasi ini demi bocah-bocah itu.
"Bos, kamu yakin mau nyerah in diri ke polisi? Reputasi mu akan hancur," ucap Rick.
"Jika itu bisa membuat Alya senang dan puas akan kehancuranku tak masalah karena dulu aku yang membuat dia hancur," jawab Leon.
"Jangan gegabah, Bos! Masih ada banyak cara supaya mantan istrimu memaafkan mu, sekarang bahkan Bos juga sudah berubah demi mereka," ucap Rick.
"Rick, kamu hanya asistenku saja dan ini adalah keputusanku. Tolong carikan pengacara untuk Alya dan untukku!"
Rick mengangguk.
Sesampainya di apartemen.
Leon duduk termenung di tepi tempat tidur menatap langit-langit kamarnya yang luas dan mewah. Pikirannya kini tenggelam dalam kegalauan yang mendalam, tak bisa tidur dan merasa gelisah. Esok hari, ia harus menyerahkan diri kepada polisi atas kasus KDRT yang pernah dilakukannya pada mantan istrinya beberapa tahun silam.
Tangan Leon gemetar saat mengingat peristiwa itu. Saat itu, emosinya meluap tak terkendali dan ia tak bisa menahan amarahnya. Ia menyesali perbuatannya, namun kini tak ada jalan lain selain menghadapi konsekuensinya.
Mata Leon berkaca-kaca memikirkan dampak yang akan ditimbulkan dari kasus ini. Reputasinya sebagai pengusaha sukses dan kaya raya di negeri ini akan hancur seketika. Selama ini, ia berhasil membangun kekayaan dan kekuasaan yang luar biasa, namun kini semuanya akan sirna karena kesalahannya di masa lalu.
"Aku ingin membuktikan kepada Alya jika aku bukanlah pengecut," gumam Leon.
***
Keesokan harinya, Alya menyalakan televisi di ruang tamu dengan perasaan penasaran. Tiba-tiba, di layar televisi muncul berita yang membuatnya terkejut. Mantan suaminya menyerahkan diri ke polisi karena kasus KDRT yang pernah ia lakukan pada Alya. Tak disangka, berita ini menjadi ramai di internet dan menjadi perbincangan hangat di berbagai media sosial.
Alya terduduk di sofa, menatap layar televisi dengan mata berkaca-kaca. Leon adalah sosok yang sangat dikagumi di negara ini, terutama karena kekayaan dan kesuksesan bisnisnya. Di dalam hatinya, Alya merasa lega karena kebenaran akhirnya terungkap.
Sambil mengusap air mata, Alya mengambil ponselnya dan mulai membaca berbagai komentar yang ada di internet. Banyak netizen yang merasa terkejut dan kecewa dengan apa yang telah Leon lakukan. Beberapa bahkan menghujat pria itu dan berharap agar Leon mendapatkan hukuman yang setimpal.
Alya merasa berat hati membaca semua komentar itu, namun dia tahu bahwa saat ini kebenaran sudah terungkap dan dia tidak perlu lagi merasa takut akan masa lalunya. Dia menghela napas panjang, berusaha menenangkan perasaannya yang kacau.
Di sisi lain.
Rafael membanting vas di depannya karena putranya itu bertindak bodoh. Saham perusahaan mereka langsung anjlok setelah berita itu beredar bahkan selama ini media dibohongi jika Leon adalah pria lajang dan ternyata seorang duda.
"Sayang, apa maksudnya semua ini? Kenapa Leon malah menyerahkan diri ke polisi?" tanya Riana bingung.
"Pasti ini gara-gara Alya, wanita itu datang di kehidupan Leon lagi dan membuat semua berantakan," jawab Rafael.
"Jadi benar jika wanita murahan itu datang lagi? Pasti dia yang mengancam Leon," ucap Riana.
Di sisi lain.
Wajah pucat tak berdarah menampakkan kegetiran di hati keluarga Miki saat menonton berita yang mengejutkan saat Leon menyerahkan diri ke polisi karena kasus KDRT dengan mantan istrinya dulu. Sebuah berita yang membuat seisi rumah terdiam hanya suara berita yang terdengar jelas di ruangan itu.
"Pernikahan ini harus dibatalkan!" tegasnya.
Istrinya hanya bisa mengangguk-angguk dan sangat bimbang dengan keadaan yang tak terduga.
Miki yang mendengar perkataan ayahnya langsung keluar dari rumah dengan mata berkaca-kaca. Dia tak habis pikir, bagaimana mungkin Leon sosok yang selama ini hangat dan baik tiba-tiba terlibat dalam kasus KDRT. Hatinya terasa diremas-remas oleh perasaan marah, bingung, dan sedih.
Miki melangkah pasti menuju kost kecil yang menjadi tempat persembunyian Alya. Setelah berhasil mencari tahu keberadaan Alyaa, ia tak bisa menahan amarahnya. Di pikiran Miki, Alya telah mengkhianati Leon dengan melaporkannya ke polisi, dan kini saatnya Miki memberikan balasan.
Di depan pintu kost, Miki mendengar suara anak-anak yang sedang bermain. Tepat saat Alya membuka pintu dengan tiga anak kembarnya yang ceria, Miki langsung melancarkan aksi balas dendamnya. Tanpa banyak bicara, ia langsung menampar wajah Alya sebanyak tiga kali berturut-turut.
Alya terkejut, tak sanggup berkata apa-apa. Pipinya merah membara kesakitan akibat tamparan keras Miki. Sementara itu, anak-anak kembarnya berhenti bermain menatap mamanya dengan kebingungan. Mereka belum pernah melihat mamanya diperlakukan seperti itu.
Miki melotot tajam ke arah Alya, kemarahannya terpancar jelas di wajahnya.
"Kamu pikir kau bisa melaporkan Leon ke polisi dan lari begitu saja? Kamu kira kamu bisa menyembunyikan diri di tempat seperti ini? Kamu salah besar, Alya!" ucapnya dengan suara yang lantang.
Alya mencoba menegakkan tubuhnya, menatap Miki dengan mata yang berkaca-kaca. Ia ingin membela diri dan mengatakan bahwa ia tak tahu apa-apa tentang Leon dan kepolisian. Namun, suaranya tercekat oleh ketakutan dan rasa sakit yang ia rasakan.
Miki melirik anak-anak kembar itu yang masih terpaku, kemudian kembali menatap Alya.
"Ingat, Alya. Jangan pernah coba-coba bermain-main dengan kami lagi atau aku yang akan menghancurkan mu!"
Miki lalu berlalu meninggalkan Alya dan ketiga anaknya yang masih terdiam, terpukul oleh kejadian tersebut.
"Nak, di sini sangat tidak aman. Banyak orang jahat di sekitar sini," ucap Alya.
"Mama, kenapa mereka membenci Mama?" tanya mereka ketakutan.
Alya menggelengkan kepalanya, situasi semakin memanas dan semua orang yang kenal padanya dulu akan terus menyerangnya.
"Di sini tidak aman untuk kita," ucap Alya.
"Kenapa mereka semua jahat pada Mama?" tanya Fared mulai menangis.
Alya menghela nafas panjang, mereka belum mengerti apa-apa.
"Kita ke Fairy care dulu yuk! Kalian akan aman berada di sana," jelas Alya.
Beberapa saat kemudian.
Alya berdiri di pinggir jalan menunggu angkot yang akan mengantar ketiga anak kembarnya ke Fairy care. Tangan kanannya memegang erat tangan anak-anak, sementara tangan kiri memegang tas berisi perlengkapan mereka. Tiba-tiba saja mobil mewah berhenti di depan mereka, dan Rafael turun dengan wajah yang garang.
Rafael berbicara dengan nada keras dan tegas, "Alya, kamu harus menyerahkan ketiga anak ini kepadaku!"
Alya mencoba mencegahnya dengan menarik anak-anaknya lebih dekat, namun beberapa pengawal yang turut serta dengan Rafael segera mengepung mereka. Alya merasa terjepit dan ketakutan, namun masih berusaha melindungi anak-anaknya.
Tiba-tiba, pengawal itu merebut anak-anak dari pelukan Alya dan memaksa mereka masuk ke mobil.
Alya berteriak, "Jangan! Anak-anakku, tolong!"
Rafael menatap Alya dengan dingin, lalu berkata, "Ini demi kebaikan mereka. Kamu tidak pantas menjadi ibu!"
Alya merasa tak berdaya saat mobil itu melaju pergi, menculik anak-anaknya. Dalam keputusasaan, dia mencoba meminta tolong pada orang sekitar.
"Tolong, bantu saya! Anak-anak saya diculik!"
Namun, seolah tak peduli orang-orang di sekitar hanya melihatnya dengan tatapan kosong dan melanjutkan aktivitas mereka. Alya terjatuh di pinggir jalan, menangis sejadi-jadinya, meratapi nasib yang menimpa dirinya dan anak-anaknya.
"Aku harus bagaimana?" ucap Alya bingung, dia lantas teringat dengan orang yang bisa membawa pulang si kembar tiga kembali kepadanya yaitu Leon.
Alya dengan langkah cepat menuju kantor polisi, wajahnya tampak murung dan lesu. Ia segera menemui Leon yang sedang ditahan di sana.
Setelah sampai di kantor polisi dan polisi mau memberikan waktu pada Alya untuk berbicara pada Leon.
"Leon, aku ingin bicara tentang anak-anak kita," ucap Alya dengan nada yang lembut namun tegas.
Leon menatap Alya dengan heran, ia tidak menyangka Alya datang ke kantor polisi untuk menemui dirinya.
"Ada apa dengan anak-anak kita, Alya?" tanya Leon penasaran.
"Papa kamu, Pak Rafael telah menculik anak-anak kita. Aku minta bantuanmu untuk membujuk Papamu agar mengembalikan mereka kepadaku," ungkap Alya dengan penuh harap.
Leon terkejut mendengar pengakuan Alya, ia menatap Alya dengan mata terbelalak.
"Apa? Papa menculik anak-anak kita? Tapi kenapa dia nekat melakukan hal seperti itu?"tanya Leon bingung.
"Aku tidak tahu. Yang aku tahu, anak-anak kita kini tidak ada di sisiku dan aku sangat khawatir. Aku minta bantuanmu untuk mengembalikan mereka kepadaku," pinta Alya dengan mata berkaca-kaca.
Leon menghela napas panjang, ia lantas menatap Alya.
"Baiklah, Alya. Aku akan mencoba bicara dengan Papa. Tapi, aku tidak bisa menjamin apakah dia akan mau mendengarkan ku atau tidak," ujar Leon.
"Terima kasih. Aku percaya kamu bisa membantu mengembalikan anak-anak kita. Aku akan menunggu kabar baik darimu," kata Alya.
Alya lantas keluar dari kantor polisi, ia terkejut sudah banyak wartawan menunggunya di sana.
"Apakah kamu Alya Renatha? Mantan istri Leonhart Varellion? Apakah berita itu benar jika Leon melalukan KDRT kepadamu?" tanya wartawan.
Alya terdiam sejenak, saat ini dia harus menyelamatkan tiga kembarnya dulu.
"Semua itu salah, Leon tidak pernah melukai saya atau melakukan KDRT. Dia pernah menjadi mantan suami yang baik. Apa yang terjadi hari ini adalah sebuah kebohongan saja, dia sama sekali tidak bersalah," jelas Alya.
"Tapi kenapa Leon menyerahkan diri ke polisi?" tanya wartawan.
"Dia hanya ingin membuktikan cintanya pada saya dan ketiga anak kembar kami. Awalnya saya tidak mau menerimanya lagi dan saya tidak mau rujuk dengannya, sampai dia melakukan cara ini untuk membuktikan cintanya pada saya," jelas Alya berbohong.
Miki yang melihat rekaman itu di berita sangat kesal sampai ia membanting ponselnya.
"Sialan! Sialan!"
Di sisi lain.
Pihak polisi langsung membebaskan Leon dan juga tidak ada bukti yang kuat. Rick langsung menyerahkan rekaman tadi pada Leon, pria itu mendengarkan dengan seksama perkataan Alya saat diwawancarai tadi bahkan media dan orang-orang yang sempat menghujat Leon tiba-tiba memuji Leon karena aksinya membuktikan cinta pada mantan istrinya.
"Kenapa dia melakukan ini?" tanya Leon.
"Leon?" Alya mendekat dan Leon memeluknya dengan erat.
"Kenapa kamu melakukan ini? Padahal aku sangat kejam padamu."
"Leon, aku hanya ingin minta tolong bawa 3 kembar pulang padaku lagi! Hanya mereka satu-satunya semangat hidupku," jelas Alya sambil menangis.
Leon mengangguk. "Aku akan membawa pulang si kembar kepadamu."
klw nikah di grreja artinya agama kristen.
yg menikahkan penghulu,biasanya klw nikah di gereja pendeta
aga membingungkan