Diusia mudanya Vyanita harus berjuang sendiri dalam bertahan hidup, kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Dan dia harus rela kehilangan harta peninggalan kedua orang tuanya, untuk menutup hutang sang Ayah. Hingga akhirnya dia bertemu dengan sahabat sebaik Revi, dan keluarga Revi lah yang kini menajdi keluarga baru bagi Vya.
Kebahagiaan datang silih berganti, bertemu dengan keluarga baru yang baik dan menyayanginya, hingga kebahagian lain datang, dimana Vya menemukan cintanya.
Menikah dan membina keluarga, namun tidak berselang lama kebahagian itu berangsur sirna. Akankah Vya mampu melewati cobaan hidup yang datang padanya? Dan akankah dia menemukan kebahagiannya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHINOV, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Assalamualaikum teman², Terimakasih atas apresiasi teman² semua, tetap di tunggu ya up berikutnya. Dan jangan lupa berikan Like, Komen, serta Vote, Tips juga boleh jika teman² berkenan. BIG LOVE BUAT KALIAN 😘😘😘😘
Selamat Membaca 🥰🥰🥰🥰
Satu bulan telah berlalu sejak kejadian itu, dan jangan harap ada ketenangan dalam hidup Vya. Walaupun Mama mertuanya sudah kembali ke Kota S, namun dia selalu mencecar Vya lewat telepon. Dan untuk Karina, dia telah menjalankan aksinya mendekati Adit. Terakhir Karina menghubungi Vya, dia mengatakan bahwa jika Vya belum juga memberi Adit ijin untuk menikah dengannya, dia akan melakukan rencananya dengan mendekati Adit dan merebut hati Adit secara perlahan.
Dan rencana itupun terbukti, kini Karina menjadi salah satu sekertaris Adit. Dengan alibi ingin belajar bisnis agar bisa meneruskan usaha sang Papa, dan karena dia teman masa kecil Adit. Adit pun menyetujuhinya, dan menerima Karina bekerja dikantornya serta memberi bimbingan pada Karina. Dan selama menjadi sekertaris Adit, Karina bersikap baik dan dia bersikap seolah baru saja menegenal Vya, serta berbahagia atas pernikahan Adit dan Vya.
Pagi ini seperti biasa Vya menjalankan kewajibannya menyiapkan sarapan untuk suaminya, dan tiba tiba terdengar bunyi ketukan pintu dari arah luar rumah.
"Biar aku saja Yang, yang membukakan pintu," ucap Adit, Vya pun mengangguk. Dan melanjutkan menyiapkan sarapan bersama dengan ART barunya Mbak Ndari. Tak lama terdengar suara wanita tengah bercanda dengan suaminya berjalan menuju ke arah ruang makan. Vya yang hendak melihat siapa itu, tertahan langkahnya karena mereka kini ada dihadapan Vya. Ya, siapa lagi kalau bukan Karina.
"Assalamualaikum, pagi Mbak Vya," sapa Karina dengan ramah, dia mengahampiri Vya memeluk dan mencium pipi Vya kiri dan kanan.
"Maaf Mbak, pagi pagi aku mengganggu kalian, mobil aku mogok tepat didepan rumah kalian. Jadi aku mampir, kebetulan aku lihat mobil Adit masih ada di rumah, dan rencananya aku mau menumpang Adit untuk berangkat ke kantor. Gak apa apa kan Mbak,"
Vya tau ini hanya akal akalan Karina, dia memutar otak bagaimana caranya agar Karina tidak menumpang di mobil Adit.
"Oh ya Mas, bukannya hari ini kamu harus mengantar aku ke Toko dulu. Jadi bagaimana kalau Karina diantar Pak Maman saja. Biar Pak Maman ada kegiatan di hari pertama dia bekerja, dan bukannya seorang sekertaris harus datang lebih awal dari pada bossnya," ucap Vya, sambil melirik Karin yang terlihat kesal. Pak Maman adalah supir pribadi Vya yang Adit pekerjakan mulai hari ini. Selain itu Adit juga memeperkerjakan seorang ART, agar ada yang membantu istrinya mengurus rumah.
"Hhmm, boleh kalau itu mau mu Yang, Karin biar diantar Pak Maman. Gak apa apa kan Rin?"
"He... He... gak apa apa Dit, baiklah kalau begitu aku berangkat sekarang. Pak Maman sudah didepan kan?" Karina terlihat sebal karena rencananya pagi ini digagalkan oleh Vya. Namun dia mencoba untuk terlihat tenang agar Adit tidak curiga padanya.
"Lihat saja nanti, hari ini kamu bisa menghalangi rencanaku Vya, tidak untuk nanti. Aku akan terus berusaha merebut Adit darimu," batin Karin. Dan dia pergi meninggalkan Adit dan Vya yang masih stay di meja makan.
"Yang, emang hari ini ada jadwal ke Toko?" tanya Adit, setelah kepergian Karin, dan mereka sarapan pagi bersama.
"Enggak," jawab Vya santai.
"Lha terus....," Adit menjeda kalimatnya dan berfikir sejenak.
"Buahahahahaha," terdengar tawa Adit yang meldak ledak. Vya hanya mengernyitkan alisnya menatap heran suaminya.
"Yang, aku seneng lihat kamu cemburu. Itu tandanya kamu sayang banget sama aku," ucap Adit dengan manja.
"Siapa juga yang cemburu, aku gak suka aja kalau dia deket deket kamu,"
"Hahaha sama aja Yang, hhmm kalau lihat kamu kaya gini jadi males deh pergi ke kantor. Kita ke kamar aja yuk Yang,"
"Ogah, dah sana lanjutin sarapannya dan segera berangkat kerja, inget nanti jangan terlalu dekat ya sama karin,"
"Iya iya, siap bossku," Adit meraih tangan Vya menciumnya dalam dan melanjutkan sarapannya.
🌷🌷🌷🌷
Adit benar benar menjaga jarak dari Karin, dia melimpahkan tugas membimbing Karin pada Ferdy asistennya. Karin yang menyadari sikap Adit padanya menjadi kesal, dan dia pun melaporkannya pada Nesha. Nesha yang mendengar berita dari Karin, semakin membenci Vya. Dan dia meminta Karin, untuk tetap pada keadaan yang sekarang, mengikuti kemauan Adit, dan Nesha sendiri yang akan turun tangan.
Nesha mengutak atik ponselnya, dan mengubungi seseorang. Entah apa yang dibicarakan, karena sempat terjadi perdebatan diantara mereka. Lama berdebat, akhirnya Nesha mengakhiri panggilannya. Dan dia kembali menghubungi seseorang, dia menangis dan mengadu pada orang itu memintanya untuk pulang. Belum sempat Nesha menutup teleponnya dia pun jatuh pingsan tak sadarkan diri.
Bi Narti yang melihat hal itu menjadi panik, dia meraih telepone Nesha yang masih terhubung dengan seseorang. Dan kebetulan orang yang telah dihubungi Nesha adalah Khalid suaminya sendiri, Bi Narti pun memberitahukan pada Khalid tentang kondisi Nesha.
Dan pada akhirnya Nesha harus dirawat dirumah sakit, dan menurut diagnosa dokter Nesha mengalami serangan jantung dan butuh penanganan khusus. Khalid mengabarkan hal ini pada kedua putranya dan meminta putra putra nya untuk datang mengunjungi sang Mama.
"Assalamualaikum Yang, kamu siap siap ya bawa bajuku dan bajumu seperlunya, kita akan berangkat ke Kota S dan menginap beberapa hari disana. Mama masuk rumah sakit Yang, aku akan menjemputmu sekarang" ucap Adit menginterupsi Vya lewat telepon.
Tanpa berpikir panjang, Vya pun segera menyiapkan segala keperluannya dan sang suami. Dia juga segera bersiap siap agar bisa segera berangkat ke Kota S. Karena biar bagaimanapun juga Nesha adalah mertuanya, yang sudah bagaikan ibu kedua baginya.
"Mbak Ndari, Mbak,," panggil Vya pada Artnya.
"Iya Mbak Vy,"
"Mbak saya sama Mas Adit mau pulang ke Kota S, nitip rumah ya Mbak,"
"Kok mendadak Mbak Vy,"
"Iya Mbak, Mama masuk rumah sakit. Kata Papa, Mama kena serangan jantung,"
"Astagfirullah, semoga nyonya besar segera pulih ya Mbak. Mbak Vya dan Mas Adit yang sabar, jaga kesehatan juga selama disana,"
"Iya Mbak, terimakasih ya doanya,"
Tak lama Adit pun datang, mereka segera bergegas berangkat ke Kota S. Selama perjalanan Vya menenangkan Adit, dan dia terus memanjatkan doa agar kondisi Mama mertuanya baik baik saja dan bisa segera pulih kembali.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam, akhirnya mereka sampai di rumah Khalid. Bi Narti menyambut mereka dan meminta mereka untuk beristirahat sejenak melepas lelah. Bi Narti juga menceritakan kejadian yang menimpa Nesha hingga akhirnya harus dibawa ke rumah sakit. Setelah dirasa cukup beristirahat Vya dan Adit pun bergegas ke rumah sakit, menemui Nesha dan Khalid.