NovelToon NovelToon
Cinta Telah Berpaling

Cinta Telah Berpaling

Status: tamat
Genre:Tamat / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:250.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Base Fams

Follow IG : base_author

Membaktikan kehidupannya untuk imamnya, peran yang dilakoni Thalia Ruth selama 4 tahun menjalani hidup berumah tangga dengan Andre Miles, suaminya. Di tinggallkan kedua orang tuanya karena kecelakaan menjadikan Thalia yang yatim piatu sepenuhnya menggantungkan hidupnya pada Andre dengan kepercayaan yang tanpa batas. Bagaimana Thalia menjalani kehidupannya setelah Andre mencampakkannya setelah memperoleh semua yang diinginkan?? bahkan ibu mertua pun mendukung semua perbuatan suaminya yang ternyata sudah direncanakan sejak lama.
Menjadi lemah karena dikhianati atau bangkit melawan suaminya... manakah yang dipilih Thalia?
Siapkan tisu dan alat tempur sebelum membaca 😎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Base Fams, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 22

Flashback dulu... Simpan perkakas kalian 🤣#KetawaJahat.

Thalia, dan Andre duduk berdampingan, mendengar penjelasan Pak Heru yang sedang membahas kerjasama mereka untuk membangun proyek apartemen yang sudah pernah mereka diskusikan sebelumnya.

Setelah selesai, Andre membaca dengan seksama isi surat kontrak yang diajukan Pak Heru. "Aku sudah selesai membacanya, " ujar Andre kemudian meletakkan lembaran kertas tadi di depan Thalia. "Proyek ini sangat menguntungkan. Lokasinya sangat strategis, dekat dengan pantai Kenjeran."

"Ya, itu benar, Pak Andre." Timpal Pak Heru, "selain itu, desain apartemen menggunakan konsep green building dan juga memiliki fasilitas yang lengkap. Ada tempat gym, restoran, supermarket bahkan taman bermain untuk anak-anak juga ada. Saya pastikan proyek ini akan sukses ke depannya. " Ujar Pak Heru bersemangat.

"Dimana saya harus tanda tangan?" tanya Thalia. Ia tidak mengetahui jika isi surat yang diserahkan Pak Heru adalah surat pemindahan aset perusahaan dan rumah milik mendiang Ayahnya. Pak Heru tersenyum ramah menunjukkan kepada Thalia.

Melalui arahan Pak Heru, Thalia pun menandatangani surat tersebut. Kedua pria itu saling melempar pandang, dan tersenyum bahagia karena telah berhasil menipu wanita malang itu.

Flashback off..

Thalia terbelalak, ia membisu dengan perasaannya yang hancur lebur. Kejutan apa lagi ni ya Tuhan, batin Thalia pedih.

"Jadi selama ini kamu menipuku?" tanya Thalia dengan datar, terkejut mendengar pengakuan Andre barusan. Sampai disini, Thalia baru mengerti, bahwa selama ini Andre tidak pernah mencintainya. Tidak ada cinta sama sekali.

Sungguh, fakta yang sangat menyakitkan...

Bak terjatuh lalu tertimpa tangga. Perumpamaan yang tepat menggambarkan kondisinya saat ini. Ia mengira perselingkuhan yang dilakukan Andre karena pria itu sudah tidak mencintainya lagi, akan tetapi... ah seperti ini rasanya dikhianati dan juga dicampakkan. Ini sangat sakit bahkan lebih sakit dari luka sayatan.

Perselingkuhan yang dilakukan Andre sudah membuatnya hancur, tapi... Ia harus dihadapkan lagi dengan kenyataan yang lebih mengejutkan, bahwa semua peninggalan orangtuanya juga telah dirampas.

Apakah Tuhan sedang menegurnya?

Atau ini adalah kesalahannya yang telah begitu percaya kepada pria yang menawarkan cinta untuknya? Bukan hanya itu, bahkan pria itu juga memberinya rasa nyaman, serta memberikan perhatian lebih yang memang ia butuhkan.

Atau apakah selama ini ia terlalu naif? hingga tidak bisa melihat warna asli dari suaminya, dan dibutakan oleh cinta.

Thalia tidak mengalihkan tatapannya, berusaha memahami perangai suaminya yang ditutupi selama menjalani hubungan dengannya. Tangannya mengepal kuat, hingga buku kukunya memutih. Netra coklatnya berembun, dan terasa panas.

Andre menaikkan kedua alisnya, "Menurutmu?" Andre tersenyum tipis. Ia nampak mengatur napasnya lalu berujar dengan suara pelan. "Thalia.. Thalia.." Dengan sengaja Andre memiringkan tubuhnya kemudian ia berbisik, "kamu itu terlalu naif, sangat mudah sekali di bodohi. Kamu pikir, selama ini aku mencintaimu?" Andre tertawa kemudian ia kembali menegakkan tubuhnya.

"Tidak sayang... secuil pun tidak ada perasaan cinta untukmu. Kamu hanya batu loncatan untukku agar aku bisa meraih impianku, tidak lebih dari itu dan.. ah ya, selain menjadi batu loncatan, aku juga bisa menikmati tubuh indahmu secara cuma-cuma."

PLAK.. Satu tamparan keras mengenai pipi kiri Andre. Pria itu memegangi pipinya yang memerah. Lalu, ia meledakkan tawanya. "Kenapa kamu menamparku, sayang? apa kamu sedang marah?" Thalia mengatur napasnya yang tidak beraturan. "Apa kamu lupa? Bukan hanya aku yang menikmatinya, kamu pun demikian. Bahkan desahan seksi dari mulutmu membuktikan jika kamu puas di bawah kendaliku."

"Kamu benar-benar brengsek! sungguh, aku menyesal pernah hidup denganmu!" suara Thalia lantang. Tangannya gemetar tidak bisa disembunyikan.

Andre menyipitkan matanya, "simpan saja rasa sesalmu sayang. Sebab aku akan menepati janjiku, untuk menua bersamamu. Itu yang kamu impikan selama ini, bukan? Tadinya, setelah aku memiliki semuanya, aku berencana membuangmu. Tapi, setelah dipikir-pikir..." manik legam Andre memandang Thalia seolah menelanjangi. "Bermain dengan dua wanita sekaligus, akan sangat menyenangkan ,seperti yang pernah aku lakukan sebelum-sebelumnya. Maka dari itu aku putuskan untuk pertahankan dirimu, " ucap Andre "Hanya saja ada yang berbeda. Sekarang aku tidak perlu jauh-jauh untuk mendatangi kekasihku, dia akan tinggal disini. Bersama kita." Lanjutnya

"Jangan berharap aku akan menuruti kemauanmu. Itu tidak akan terjadi! " Desis Thalia

Andre berdecak keras, "kenapa kamu keras kepala sekali? Aku ingatkan, melayani suami adalah sebuah kewajiban, sayang. Maka lakukan tugasmu dengan baik untuk memenuhi hakku."

"Hm..."Thalia tersenyum sinis "kamu bicara tentang hak dan kewajiban. Lalu, apa kamu sudah melakukannya dengan baik? dengarkan aku, sampai kapanpun aku tidak akan sudi." Ulang Thalia penuh penekanan, ia pun melangkah pergi. Lebih baik, ia pergi daripada di sini. Pikir Thalia

"Kamu tidak boleh kemana-mana, sayang. Kamu harus tetap disini!" Ucap Andre seraya meraih tangan Thalia, mencekal dan menarik dengan kasar, lalu mendorong tubuh Thalia hingga jatuh ke lantai

Brugh...

Punggung Thalia terbentur lantai dengan keras bahkan serpihan kaca mengenai tubuhnya. Andre segera menerjang Thalia, mengurung tubuh istrinya itu dengan kedua tangannya berada di sisi tubuh Thalia.

"Apa yang kamu lakukan?! " Thalia memberontak memukul tubuh Andre berkali-kali. "Bangunlah brengsek!! Lepaskan aku! " teriak Thalia.

"Aku ingin meminta hakku, sayang." Bisik Andre menyeringai, kemudian pria itu mencium bibir Thalia.

Thalia yang berada di bawah kungkungan Andre berusaha meloloskan diri. Ia mengigit bibir Andre hingga tautan pria itu terlepas.

Arh... ringis Andre. Bibirnya terasa berkedut dan terluka. "Sialan..! " Andre melayangkan tangannya, dan....

Plak...

Andre menampar Thalia keras. Kemudian pria itu mencengkam pipi istrinya, kembali Andre menjamah bibir Thalia yang dibalas dengan berontakan. Akan tetapi, tenaga yang Thalia punya tidak sebanding dengan tenaga yang dimiliki Andre.

Andre melesak masuk, memperdalam ciumannya. Hawa panas mengalir di sekujur tubuhnya, dan pergerakan Thalia di bawahnya semakin membuat Andre bergaiirah.

Srek...

Andre merobek pakaian Thalia dengan beringas, penuh napsuu. Pria itu mempersempit jarak tubuh mereka, menyapukan bibirnya di setiap tubuh Thalia yang remuk redam berserah pasrah. Thalia sudah tidak berdaya.

Menit demi menit pun silih berganti. Terdengar suara erangan kenikmatan dari mulut Andre. Disela kepuasaan itu ada lirih dan tangisan yang terdengar pilu. Andre masih bergerak untuk mendapatkan pelepasannya. Tidak peduli dengan kepiluan yang dirasakan Thalia di bawah kendalinya.

Andre menghembuskan napas lega, setelah ia mendapatkan pelepasannya. Pria itu berdiri, memakai kembali celananya. "Bereskan kekacauan yang kamu perbuat, Sayang. Lalu beristirahatlah. Mulai besok, Mona akan tinggal disini. Sambut, dan berikan pelayanan yang baik, sebab kekasihku sedang mengandung buah cinta kami." Ujar Andre sebelum berlalu

Selepas kepergian suaminya, di atas lantai yang dingin, kembali air mata wanita itu berurai. Thalia menangis dalam diam, tanpa suara. Bersamaan dengan itu, kepingan kejadian yang terjadi barusan, muncul di benaknya.

"Kamu brengsek, Andre! Aku bersumpah akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikku.. "

.

.

.

Mari keluarkan perkakas kalian 🤣

Aku nyimak di pojokkan...

1
Goei Hwan Niang
Luar biasa
Konny Rianty
Alhamdulillah"" Akhir yg Bahagiaaaaa"" Makasih Thorrr"" Sehat Slaluuuu...
Konny Rianty
Nyahookkk Loe"" Rasane Emang Enakkk....
Konny Rianty
Thorrrrr"" Sakit Hatiiiii bc nyaa"" Authorrr neee" Bikin Thalia bisa mengambil hak nya Kembali...
ᵇᵃˢᵉ™ S: terimakasih byk ka.. sudah mampir 🥰
total 1 replies
Konny Rianty
Sedihhhhh Thorrrr"" Hati kuuu" pengen Nangissss Rasanya nyaaaaa....
Konny Rianty
Pagi² Authorrr"" sdh bikin sedihhhhh....
Eko Wahyunanto
Buruk
Tri Wulandari
Luar biasa
Wayan Sucani
Author Tuhannya
Wayan Sucani
Luar biasa
Wayan Sucani
Waduh...
jouline
Luar biasa
ᵇᵃˢᵉ™ S: Terimakasih byk ka, sudah mampir
total 1 replies
ALNAZTRA ILMU
siska suka mengadu hal. rumah tangganya.. minta belas kasihan..tapi belum tentu semua. ceritanya benar
ᵇᵃˢᵉ™ S: Terimakasih byk ka sudah mampir
total 1 replies
ALNAZTRA ILMU
tuailah tanamnmu Mona
ALNAZTRA ILMU
ya benar
Miyagi Mitsui
Angga
Maryani
Luar biasa
ᵇᵃˢᵉ™ S: Terimakasih byk ka, sudah mampir
total 1 replies
Miyagi Mitsui
kuat
Miyagi Mitsui
anakmu lagi
Miyagi Mitsui
siapa yg kaya sebenarnya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!