Kisah ini masih belum banyak di revisi. Masih amburadul apa adanya seperti dulu. Sudah mulai konsisten di bab. 82 ya.... semoga dapat mengambil hikmah dari kisah ini.
Seorang gadis biasa yang di temukan oleh sepasang Kakek Nenek di emperan toko ketika hujan. Yang mereka beri nama Vera Kania Putri. Telah tumbuh menjadi sosok gadis yang tangguh, baik hati, pekerja keras. Mendambakan cinta dari seorang guru magang bernama Fatih, namun harus rela kehilangan cintanya karena ditinggal untuk selama-lamanya dan ia harus menikah dengan kakak yang di cintainya bernama Rey, dan cinta mereka akan terus berlanjut ketika badai memisahkan mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhewhy M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 22
Mama Rey ternyata sangat menyukai Kania di bandingan dengan Neta, Kania selalu saja bisa membuat Mama Rey sangat kagum padanya. Hingga bisa merestui dan menyetujui pernikahan yang Rey inginkan dengan Kania.
"Masakan Kania memang juara ya, enak banget. Pinter deh memanjakan lidah Tante" Puji Mama Nia kepada Kania.
"Kania ini memang jago masak tante, nggak masak aja sih, dia juga rajin banget. Lihat aja nanti, rumah ini pasti akan selalu bersih jika Kania yang menempati" Kata Neta.
"Wahh benar begitu? Cocok dong sama Rey, Rey itu jarang suka makanan luar, dia lebih suka masakan rumahan. Dan iya, Rey juga sangat suka perempuan yang rajin, nilai plus-plus untuk kamu Kania" Kata Mama Nia.
"Mama?" Kata Rey.
"Jeng Nia ini, Walaupun Kami baru saja bertemu dengan Kania, namun kami sudah tau sifat dan watak Kania, dengan ikatan batin kita" Kata Mama Vera.
"Tapi Ma, Pa? Oma tau kita pergi?" Tanya Kania.
"Oma belum tau sih, pasti nanti juga akan marah besar kalau tau Neta kami bawa pergi" Kata Papa Rendra.
"Kita fikirkan itu belakangan aja Mas, Neta harus dalam keadaan tenang, kasihan janinnya. Biarkan dia disini dulu bersama Kania, jika kemarahan Omanya sudah mereda, baru kita fikirkan lagi. " Kata Mama Nia.
"Rey jamin kesalamatan Neta dan Kania kok Om, Tante" Kata Rey.
"Hisyh, Sok pahlawan" Goda Kania.
"Tadi yang minta tolong siapa hayooo" Goda balik Rey.
"Ya kan terpaksa" Kesal Kania.
"Udah udah, ayo lanjutin dulu makannya, nanti kalau kalian mau bertengkar nanti ya. Jangan bikin yang jomblo meradang" Kata Rendra.
"Memang siapa yang jomblo Pa?" Tanya Kania.
"Tuh, samping Rey " Kata Rendra menunjuk ke Mama Nia.
"Awas kamu Mas, setelah Rey dan Kania nikah nanti, aku juga akan menjadi pengantin hahaha" Kata Mama Nia.
Semua pun tertawa dengan tingkah Mama Nia. Nia,Almarhum suaminya, Rendra dan Vera dulu bersahabat sejak mereka duduk di bangku SMP. Mereka juga sudah berjanji akan menjodohkan anak-anak mereka kelak.
Awalnya Nia tidak mengetahui jika pacar Fatih itu adalah Kania anak kandung dari Vera yang dulu hilang. Karena Fatih meninggal, dan Neta juga tidak bersedia menikah dengan Rey, maka Kania dan Rey yang harus menikah, sesuai nazar dari mereka dulu. Itu mengapa, Mamanya Rey langsung setuju Rey menikahi Kania, dan menurutnya, Kania sosok yang cocok untuk Rey, walau mereka berbeda jauh usiannya.
Setelah selesai makan siang, Orang tua Kania dan Rey pulang, Neta juga akan istirahat terlebih dahulu. Tinggal Kania dan Rey di ruang keluarga saat itu.
Mereka kini sudah bersedia untuk duduk berdektan dan saling bercerita tentang masa lalu. Namoak Rey sangat tertarik dengan Masa lalu Kania yang penuh perjuangan itu.
"Kamu hebat ya, mau jadi kuli, terus jadi tukang panggul. ngamen. Itu semua nggak mudah lho" Kata Rey.
"Memang Kak, tapi aku harus jalani itu, agar bisa makan" Jawab Kania.
"Lalu? Kak Rey gimana?" Tanya Kania.
"Hidupku bisa di sebut dengan kelam, hidupku penuh dengan kabut hitam. Dan itu rahasia, aku malas bercerita tentang kisahku" Kata Rey merebahkan kepalanya ke bahu Kania.
"Kak?" Kata Kania.
"Biarkan seperti ini sebentar aja. Aku sangat lelah akhir-akhir ini. Kania? " Kata Rey.
"Iya?" Jawab Kania.
"Kalau aku pernah jahat padamu, tolong maafkan aku ya? Tapi waktu semalam bersama mu saat itu, membuat aku selalu merindukannmu. Entah apa artinya itu, tapi itu yang aku rasakan" Kata Rey mulai memejamkan matanya.
Rey ternyata tidak sadar bicara seperti itu, Kania ingat sekali semalam berdua dengan Rey. Kania akui, Rey mampu manahan imannya ketika dalam waktu semalam barang pribadinya Kania pegang, ia juga tidak marah dengan Kania atas itu. Seketika Kania teringat akan Fatih, mungkin ini saatnya memang Kania harus bisa move on dari Fatih.
"Kak Rey, bantu aku melupakan Kak Fatih" Bisik Kania yang ternyata Rey sudah tidur bersandar pada bahunya
lanjutt thor🆙💖💪💪💪💪