NovelToon NovelToon
Terpikat Istri Orang Lain

Terpikat Istri Orang Lain

Status: tamat
Genre:Cerai / Poligami / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Janda / Tamat
Popularitas:183.4k
Nilai: 5
Nama Author: natural

Laura seorang wanita yang tumbuh di panti asuhan membuat dirinya menjadi seorang wanita yang sangat membutuhkan karih sayang seseorang, Laura begitu mencintai Gian suaminya hingga dia rela menjadi seorang yang bodoh mempertahankan pernikahan dengan orang yang mengkhianati dirinya di sisi lain baik Ibu dan Saudara Gian yang sesuaki hati pada nya membuat Laura merasa lelah dengan pernikahannya hingga satu saat ketika dia bekerja di sebuah perusahaan menjadi sekertaris seoang Gerald Graham ternyata pria itu menaruh hati padanya
"Pak Bapak tidak serius ka, bapak tahu saya sudah menikah".Laura mundur hingga tubuhnya menabrak tembok
"Aku tidak peduli Laura suamimu dan keluarganya tidak menginginkan mu tapi aku menignginkan mu lebih dari apapun yang ku ingin kan!!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon natural, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu William

Gerald membuka matanya karena suhu udara dingin yang menyengat kulitnya sementara kedua lengannya masih setia untuk memeluk wanita yang masih terlelap di dekapan nya

“Laura…”. Gerald menggeser badannya agar wanita itu tidak terkejut begitu bangun “Laura , kita sudah sampai”. Gerald menggoyangkan pelan pundak Laura hingga wanita itu tersadar

“Bangunlah kita sudah sampai”.

Laura mengerjapkan matanya menatap sekitar tempat mereka berada di depan sebuah penginapan dan hari juga sudah mulai gelap

Aduh… apa aku tertidur begitu lama mati aku. Laura menatap ke arah luar dan membuat wanita itu seketika kaku “Ck sialan”

“Kau mengumpat?”. Laura tidak menyadari pria di sampingnya yang sudah menatapnya tajam

“Maaf pak apa saya sudah tidur cukup lama?”. Laura menatapnya takut

Gerald langsung tersenyum menyeringai pria itu berkesempatan untuk mengerjai wanita di sampingnya

“Kau pikir, lihat kita tidak bisa melanjutkan sesi rapat kita karena kau tertidur!”. Marah Gerald

“Maaf pak’. Laura menunduk menyesali perbuatannya padahal pria di sampingnya lah sebenarnya yang menjadi masalah “Aku tidak bermaksud untuk tidur selama itu, aku….”

“Aku apa?”. Gerald semakin mengintrogasi

“Saya sangat mengantuk, karena aku tidak tidur semalaman”. Wanita itu mengatakan yang sejujurnya Laura memang tidak bisa tertidur sejak kemarin malam karena memikirkan tentang Gian dan Salsa “Aku sangat meminta maaf pak, anda bisa menghukum saya”.

Menghukum….. . Gerald semakin menyeringai memikirkan sesuatu di dalam otak liciknya

“Ya baiklah ku pikir ini sudah sangat parah, aku sudah menyuruh Hanzo untuk menunda rapat sampai besok dan itu sudah membuang waktu bukan”. Gerald berbicara dengan penuh tekanan dan Laura hanya bisa mengangguk “Jadi kau harus di beri hukuman”

“Baik pak”

“Ya sudah turunlah kita sudah berada di depan penginapan kita akan bermalam di sini sampai besok rapat di lakanakan”. gerald dan Laura dari mobil yang mereka tumpangi dan di sana sudah ada Hanzo dan beberapa pengawal yang menunggu mereka

“Bagaimana Tuan dan Nona tidur kalian nyenyak”. Hanzo bertanya dengan kesal dan membuat Gerald menatapnya tajam “Si sialan ini!”

“Umh maaf pak saya tidak seharusnya tledor ini salah saya, maaf….”. Laura menunduk hormat pada Hanzo sama seperti dirinya menghormati Gerald

Hanzo hanya mengangguk tentu saja pria itu menyadari tatapan tajam Gerald, sepertinya pria itu tidak suka jika Laura menghormati pria lain sama seperti dirinya

Ketiga orang itu berjalan masuk dengan posisi Laura dan Hanzo yang berjalan di belakang Gerald menunjukan jika pria itu adalah atasan mereka

“Tuan Graham itukan anda”. suara seorang pria membuat pandangan ketiga orang itu berbalik “Ternyata benar, selamat datang tuan di hotel ini”

Gerald menaikan satu alisnya  menujukan ingatannya pada pria di depan itu “Tuan William Ricardo”

“Ya anda benar sekali, saya sedang ada pertemuan sekaligus mengecek keberadaan hotel ini, hotel yang juga anda invetasi beberapa tahun lalu apa anda menyukainya?”

Gerald mengangguk pelan hotel itu memang terlihat sangat artistik dengan desain klasik yang memanjakan mata “Cukup bagus, aku tidak kecewa uang ku habis di sini”

William langsung tersenyum puas padangannya tertuju pada Laura dan Hanzo terutama Laura wanita yang beberapa bulan lalu di lihat sekarang semakin cantik saja mungkin karena perawatan yang Laura lakukan

“Ehhemm”. Gerald nampak tidak suka dnegan tatapan Gerald pada sekertarisnya “Apa ada lagi yang ingin kau katakan kami akan beristrahat”

“Tidak Tuan silahkan, tapi bisakah saya dan Laura berbicara berdua kami saling mengenal”. William menatap sopan pada ke dua orang itu

“Kalian saling mengenal”. Gerald kesal karena Laura juga terlihat open dengan rekan Gerald tersebut “Sejak kapan kalian saling mengenal?”

Mendengar itu Laura hanya terdiam sementara William menatap Gerald seakan tidak percaya sebagai seorang pria dia mengerti sorot mata Gerald

Sial belum cerai saja sudah ada yang mengincar, tapi sepertinya Laura tidak menyadari keberadaan pria ini. William berguman sambil menatap Gerald seksama

“Ya kami bertemu beberapa bulan yang lalu tuan Graham, Laura adalah teman dari adik ku”. William menjelaskan tanpa memberi tahu Gerald siapa adiknya “Apa kalian masih ada pekerjaan, saya ingin berbicara berdua dengan Laura”

“Kami masih ada beberapa pekerjaan untuk keperluan besok”. Gerald berujar dingin dia tidak suka karena baginya William seakan ingin mengambil waktunya dengan Laura, Gerald langsung berjalan menuju lif yang akan mengantar mereka ke lantai atas begitu juga dengan Laura dan Hanzo yang mengikuti bos mereka ke lantai atas

“Maaf William aku harus pergi”. Laura permisi sebelum menyusul sang bos

“Baiklah tapi apa kita bisa bertemu nanti?”. Tanya Wiliam dengan harap dan di angguki oleh william sebelum Laura pergi menginggalkan pria itu

Laura melirik nomor pintu kamar suai kunci yang berada di tangannya sampai matanya tertuju pada kamar yang berada di samping kamar Gerald . ck bisa-bisa nya kamar kami berdekatan . Laura heran karena kamar Hanzo yang terletak di ujung lorong setidaknya dia berharap jika kamar mereka memang berdekatan satu sama lain bukan hanya berdekatan dengan Gerald

Laura memasuki kamarnya dan meletakkan barang-barangya dia atas tempat tidur yang empuk, wanita itu bergegas membersihkan diri tidak ingin jika nanti Gerald memanggilnya dia malah bau apek dan berakhir menjadi hinaan Gerald

Dan tidak menunggu waktu lama untuk Laura beberes wanita itu mengeringkan rambutnya yang baru saja dia cuci karena tadi Laura merasa jika rambutnya terasa lengket

Tring! Ponsel Laura berbunyi menandakan ada sebuah pesan yang baru saja masuk Laura melirik ke arah ponselnya dan nama suaminya serta beberapa panggilan tidak terjawab dari Gerald

“Huh aku lupa memberi kabar padanya”. Laura dengan cepat menelfon Gian suaminya walaupu sebenarnya dia sangat malas

“Ke mana saja kau apa kau sudah tuli hingga tidak bisa mendengar panggilan dari ku”. Gian langsung mengumpat begitu Laura menelfonnya “Kenapa kau tidak kembali ini sudah malam”

“Bukankah aku sudha mengatakan jika aku ada kesibukan di sini, aku berada di luar kota Gian”. Laura berbicara dengan lembut walaupun dia kesal dengan umpatan Gian “Aku mungkin akan kembai setelah urusan kami selesai di sini”

“Benarkah kau menginap dengan bos mu?”. Gian bertanya lagi “Angkat panggilan video ku”

Wajah cantik Laura langsung terlihat di layar handphone Gian wanita itu baru saja mandi hingga menampakan rambut basahnya

“Kau baru selesai mandi?”. Gian bertanya sambil menatap kagum wajah cantik itu

“Ya karena kami baru saja sampai di sini”.

“Baiklah, aku hanya ingin tahu keberadaan mu kenapa kau terlihat sangat kesal”. Gian menyadari kerutan di kening Laura

“aku hanya lelah karena perjalanan”.

“aku tahu, jangan keluar kamar dalam keadaan seperti itu aku tidak suka jika pria lain melihat mu yang seerti itu ikat rambut mu seperti biasa kau ke kantor”. Gian memperingati istrinya

Laura memutar bola mata malas “Lalu bagaimana dengan mu, apa aku juga berhak melarang mu untuk dekat dengan bos mu?”

1
Jade Meamoure
pernikahan ala barat ya yang aq ingat sih pernikahan d catatan Sipil baru pemberkatan gereja aq dan suami berlutut menerima pemberkatan tanpa cium bibir 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
duh gimana tuh sakitnya dia kalo tau kelakuan Salsa
Mamih Papih
outhor nihon go umai ne ..., itsumo ganbate ne ....👍
Hasnah Arshad
banyak sekali typing error
Widia nurasih
lanjut dong kk
Linda Jacob
Kecewa
Linda Jacob
Buruk
putih
keren
Lina Yulianti
alhamdulillah happy ending thor
Uthie
Duhhhhh.... Bagus nya 😃😃😃

Tapi kenapa End nya aga kurang menceritakan soal bagaimana juga kehidupan Hanzo dan Rose tuhh... mkn dengan anak-anak mereka 👍🤗🤗🤗
Lina Yulianti
loh thor ternyata ibunya camelia masih hidup di awal cerita memyebutkan ibunya meninggal. papanya yg membesarkan putrinya sendiri
Uthie
lucu 😂😂
Lina Yulianti
sering bgt thor salah dlm penyebutan untuk diri sendiri itu aku. sedangkan org lain kau. aku bacanya rancu thor
Uthie
Waduhhhhh... parah abis si William 😂😂😂
Lina Yulianti
banyak typonya thor. jad bingung aku bacanya shsunan kalimatnya masih sumbang
vivi sukrayani
BTW gimana kabarnya Gian,apa hidupnya udah lebih baik dengan anaknya?
Uthie
segeralah nikah 😆😆
Lina Yulianti
suami laura gian or rony
Uthie
iya iihhh.. sangat2 rendahan sekali 😡
Uthie
diapain kek wanita macam bgtu 😡😡
cuma modal seksi doang, otak Nol 👎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!