NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib / Tamat
Popularitas:109.6k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TUAN PEMARAH

Lucian tertegun di tempatnya, insting serigalanya membeku untuk beberapa detik.

Tekanan aura yang dikeluarkan gadis desa ini barusan cukup kuat untuk ukuran gadis biasa

Itu bukan aura orang biasa, melainkan aura dominan yang bahkan bisa membuat serigala tingkat tinggi merasa waspada.

Ditambah lagi, saat Ara mendekatkan wajahnya untuk memeriksa kedalaman luka di dadanya, aroma tubuh gadis itu kembali menguar kuat, aroma tubuh Ara yang manis itu seolah mengunci sisi buas serigala Lucian, memaksanya untuk menjadi tenang.

"Siapa... kamu sebenarnya?" gumam Lucian, suaranya merendah, matanya menatap Ara dengan selidik yang amat tajam.

Ara tidak menjawab, dia hanya mendengus malas, lalu meraih botol kecil berisi ramuan obat herbal yang sudah dia campur dengan setetes Air Kehidupan murni dari dimensinya.

"Bukan urusanmu, sekarang, minum ini kalau kamu masih ingin melihat matahari besok," ucap Ara sambil menyodorkan botol itu langsung ke bibir Lucian dengan paksa.

Lucian memalingkan wajahnya sedikit, menolak botol ramuan yang disodorkan Ara, harga dirinya benar-benar terluka karena dipaksa seperti ini oleh seorang gadis asing.

"Aku tidak sudi meminum cairan aneh itu," tolak Lucian, suaranya terdengar dingin dan penuh penekanan, meskipun dia harus menahan rasa sakit yang luar biasa di dadanya.

Ara memutar bolanya malas melihat kekerasan kepala pria di depannya.

Tanpa aba-aba, tangan kirinya bergerak cepat mencengkeram rahang Lucian dengan kuat, memaksa mulut pria itu sedikit terbuka, lalu tangan kanannya langsung menuangkan isi botol ramuan itu tanpa perasaan.

Glek

Uhuk

Uhuk

Lucian tersedak, terpaksa menelan cairan pahit namun hangat yang mengalir di tenggorokannya.

Matanya langsung melotot tajam, menatap Ara dengan kilatan amarah yang membara.

"Kamu berani-beraninya!" erang Lucian, mencoba bangkit berdiri untuk memberi pelajaran pada gadis lancang ini.

Namun, baru saja dia mengangkat bahunya beberapa senti dari kasur, tubuhnya langsung lemas kembali.

"Tidur saja yang nyenyak, Tuan Pemarah. Tenagamu itu bahkan tidak cukup untuk menjentikkan jari," ucap Ara sambil menepuk pipi Lucian pelan, tersenyum mengejek.

Lucian menggeram rendah di dalam hati, dia ingin sekali mencabik-cabik kesombongan gadis ini, tapi matanya terasa sangat berat.

Keanehan ini membuat batinnya bergejolak, bagaimana bisa ramuan gadis desa ini bisa menjinakkan racun mematikan di tubuhnya dalam hitungan detik?

"Sialan..." umpat Lucian lirih, sebelum akhirnya matanya terpejam sepenuhnya, jatuh ke dalam tidur lelap yang dalam.

Ara menghela napas lega setelah memastikan pria besar itu benar-benar terlelap kembali.

Ara segera merapikan botol obat dan membersihkan sisa-sisa darah yang ada di lantai kamar tidurnya.

"Untung saja dia langsung pingsan, kalau tidak, bisa-bisa telingaku pecah mendengar omelannya," gumam Ara pada diri sendiri sambil melempar kain kotor ke dalam baskom.

Harus Ara akui, pria ini punya wajah yang sangat tampan di atas rata-rata, garis rahangnya tegas, hidungnya mancung, dan tubuhnya sangat atletis seperti seorang prajurit tingkat tinggi, arah tadi sempat mengintip ada delapan roti sobek di perut nya.

"Pakaian mahal, luka sabetan senjata tajam, dan racun langka," gumam Ara menganalisis penampilan Lucian.

"Dia pasti buronan atau bangsawan kota yang sedang dikejar musuh politiknya. Merepotkan sekali," ucap Ara, mendengus kesal.

Meskipun tahu pria ini membawa potensi bahaya besar bagi kehidupan tenangnya di desa, Ara sama sekali tidak berniat mengusirnya dalam keadaan sekarat.

Bagi Ara, selama pria ini tidak mengganggu kebun nya dan tahu cara berterima kasih setelah sembuh, dia tidak peduli siapa identitas asli pria asing itu.

Ara bangkit dari kursinya, berjalan menuju jendela kamar, dan menatap ke luar rumah.

Matahari sudah mulai naik tinggi, dan dia harus segera kembali ke kebun untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.

"Biarkan saja dia tidur sampai malam, kita lihat saja nanti, apakah dia masih punya nyali untuk bersikap sombong di depanku," ucap Ara dengan seringai kecil di bibirnya, sebelum melangkah keluar kamar dan menutup pintunya rapat-rapat.

Ara melangkah ke halaman belakang, memotong beberapa kepala kubis raksasa dan mencabut wortel-wortel segar.

Semua hasil kebun ini dia susun rapi ke dalam dua keranjang anyaman bambu yang cukup besar.

"Lebih baik aku bagi-bagikan sayuran pada warga desa, sebelum hari semakin gelap," gumam Ara, beranjak mengambil keranjang sayurnya.

Meskipun berat, Ara mengangkat kedua keranjang itu dengan mudah.

Otot-otot tubuhnya sudah terbiasa dengan kerja fisik sejak dia memutuskan tinggal di perbatasan ini, dia mulai berjalan menyusuri jalan setapak tanah menuju pemukiman warga.

Rumah pertama yang dia kunjungi adalah kediaman Bibi Zu, tetangga terdekatnya yang terkenal paling suka bergosip tapi sebenarnya berhati baik.

Tok

Tok

Tok

"Permisi, Bibi Zu? Ada orang di rumah?" seru Ara sambil mengetuk pintu yang sedikit renggang.

Ceklekk

Pintu langsung terbuka lebar, menampilkan sosok wanita paruh baya dengan apron yang sedikit kotor karena tepung.

Mata Bibi Zu langsung berbinar begitu melihat sayuran segar di dalam keranjang Ara.

"Ya ampun Ara! Kebunmu ini pakai jimat apa, sih? Kenapa kubisnya bisa sehijau dan sebesar ini?" tanya Bibi Zu dengan heboh, langsung mengambil satu kepala kubis dari keranjang Ara tanpa sungkan.

Ara hanya terkekeh pelan, memasang wajah polos andalannya yang biasa dia gunakan untuk mengelabui orang-orang.

"Tidak pakai jimat apa-apa, Bibi, mungkin karena belakangan ini cuacanya sedang bagus, jadi tanahnya subur," jawab Ara, tersenyum kecil.

Bibi Zu mendecak kagum sambil menimbang-nimbang kubis di tangannya.

"Ah, tapi kebun tetangga sebelah saja layu semua karena kering, kamu ini memang punya tangan keberuntungan, ya. Terima kasih banyak, Ara. Suamiku pasti senang malam ini makan sup sup sayur hangat," ucap Bibi Zu, dengan wajah berseri-seri.

"Sama-sama, Bibi, kalau begitu aku permisi dulu, ya, mau membagikan sisanya ke rumah Kepala Desa dan warga lain," pamit Ara, memberikan senyuman manis sebelum berbalik badan.

"Iya, hati-hati di jalan! Oh ya, Ara, belakangan ini banyak orang asing berkeliaran di perbatasan, kamu jangan pulang terlalu malam, ya! Gadis lajang sepertimu berbahaya sendirian di rumah tengah hutan!" pesan Bibi Zu melambaikan tangannya penuh semangat.

"Orang asing? Seperti apa, Bibi?" tanya Ara menghentikan langkahnya sejenak, menoleh sedikit ke arah Bibi Zu.

"Kata orang-orang pasar, ada rombongan pria berpakaian serba hitam dan membawa senjata yang sedang mencari seseorang. Tampang mereka seram-seram sekali seperti pembunuh bayaran!" bisik Bibi Zu, pelan.

Mendengar itu, otak cerdas Ara langsung teringat pada pria bertubuh besar yang saat ini sedang tidur lelap di kasurnya, apa ini semua ada hubungan nya dengan pria pemarah itu.

"Ah, begitu ya, terima kasih peringatannya, Bibi. Aku akan langsung pulang setelah ini," ucap Ara dengan tenang, berpura-pura terkejut padahal di dalam hatinya dia sama sekali tidak merasa takut.

1
Wahyuningsih
akhirnya tamat jga thor dtnggu krya brunya thor hrd lebih bagus dri yg ini 💪💪💪💪 thor dlm berkarya
Kezia ayumi
emang harus gitu ya aura alpha ya di sebut2 terus
"bertanya dengan nada selembut sutera /Grin/
Kezia ayumi
kasih mata dong Thor jangan bolanya doang 🤭
Deasy Megaputri
thank you thor buat bonchap nya
Maria Lina
thor cerita kembar 5 kok gk nongol"thor hehe
kaylla salsabella
wuhaaaaaa kok udah tamat thor🤔🤔🤔 tapi terimakasih ya thor untuk setiap karya mu.... bisa temani hari" ku di perantauan😍😍😍😍. tetep semangat berkarya thor dan di tunggu karya terbarunya☺☺☺☺
Sang
terima kasih atas karyanya kak othor 🙏🙏🙏
yumin kwan
lah... uda tamat, gitu aja? jasmine blm tau kl menantunya jg dr masa depan.
cowettttttt
raja yg payah dengan iming2 kasih syg seorang ayah secara halus menekan anak ny untuk ke egoisan nya snediri
cowettttttt
dih bikin males ternyta hanya cowok lemah si lucian ..knp ga langsung d bunuh aja kemarin malah cm d tampar doank....ktnya banyak kekuasaan dan bahkan dari istana tp ternyata bodoh semua bisa d tipu oleh seorang wanita..aneh sekali Thor ...Disni aku ragu lanjut baca atau ga ?? cerita si lyra dan Xavier dan yg lain bagus
Deasy Megaputri
kok cepet banget habisnya Thor?
tolong ksi bonchap dong
Sinta Dewi
ceritanya bagus Thor, 😀😀 tetap semangat 💪💪 berkarya ya Thor 🥰❤️❤️🔥🔥🔥🌹
Maria Lina
gk di lanjut kn thor kan mau lihat anak ara n lucian thor kaya leo sampai liat dia punya anak thora lanjut ya ya thor plisss🙏🙏🙏🙏
miss blue 💙💙💙
laaahh kok udah tamat sih kak 😭😭😭
muhammad ibnuarfan
jangan seneng dulu...musuh keluargamu masih bertebaran noh...mintak di bom nuklir....😤😤🤭🤭
Maria Lina
kok 2 thor lgi donk ya ya
Masha 235: othornya masih mikir kk😁😁
total 1 replies
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Maria Lina
makasih thor walau kurang sih n penasaran thor hehe
Siti Nurhalimah
klo lucas kan sdh bisa mengendalikan kecuali lucian... dia kan bakal calon alfa
Inez Putri
mending jujur sja dr pd denger dr org luar. mlh memicu perang thour..
Restu: betul tuhh....👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!